Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Honeymoon


__ADS_3

Dengan berlari ia langsung memasuki pagar kos-kosannya. Tanpa Meli sadari, ada seutas senyum di bibir orang itu mendengar ucapan Meli.


Sesampai dikamar kos Meli.


“Gila, nih gue bisa jantungan kalau tiap hari deket sama tu balok es” ucap Meli sambil memegang dadanya.


“Gue harus ngehindar dari dia kalau mau jantung gue sehat” ucap Meli dengan meletakkan tasnya diatas ranjang lalu melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


-****-


Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 . Keadaan kampus yang sudah ramai dengan lalu lalang para mahasiswa pun terlihat.


Sebuah mobil Lamborgini terlihat memasuki parkiran kampus khusus mahasiswa.


“Mmmm sayang kenapa berhenti disini?” tanya Adel


“Aku akan mengantarkanmu ke kelas” saut Kevin


“Hah! Untuk apa sayang? Tidak usah” ucap Adel


“Ayo!” seru Kevin dengan keluar dari kursi kemudi dan berjalan ke arah Adel untuk membukakan pintunya


“huftt” Adel hanya bisa menghela nafas berat karena memang ia tau suaminya tidak menerima penolakan


“Ayo” ucap Adel lalu menerima tangan suaminya untuk saling menggenggam


Keduanya berjalan berdampingan dengan saling bergandengan tangan, banyak mata yang menatap kagum akan sosok Kevin. Tapi wajah Kevin hanya terlihat datar, dingin dan acuh. Itulah yang disukai oleh Adel. Suaminya sungguh berbeda ketika diluar dengan didalam rumah.


Saat hendak menaiki tangga untuk ke kelas lantai dua, ada seseorang yang memanggil nama Adel sontak sang empu langsung menatap ke arah suara.


“Adel” teriak seorang pria


“Kamu” ucap Adel ketika tau siapa yang memanggilnya.


Kevin yang melihat seorang pria memanggil istrinya dan menghampirinya hanya mengernyitkan dahinya dan menatap tajam kearah istrinya. Sedangkan Adel menatap wajah suaminya yang sedang menatap tajam ke arah Adel hanya bisa menelan ludah secara kasar.


“Sialan, buat apa dia manggil gue” gumam Adel dalam hati.


“Lu sama siapa?” tanya lelaki yang tak lain adalah Rey


“Gue sama..” ucap Adel belum selesai karena terpotong dengan suara suaminya.


“Kenalin gue Kevin suami Adel" ucap Kevin dengan tersenyum sinis sambil mengulurkan tangannya ke arah Rey.


Rey yang mendengar pun sontak kaget, karena memang dia baru tau bahwa Adel telah menikah.


“Suami? Berarti lu udah nikah del?” tanya Rey


Adel hanya mengangguk ,karena memang ia bingung dengan situasi ini.


“Ya udah gue ke kelas dulu” ucap Adel lalu menarik tangan suaminya untuk menuju kelasnya.


“Siapa dia?” ketus Kevin dengan masih menatap tajam istrinya setelah mereka berjalan melenggang dari posisi nya tadi.


“bukan siapa-siapa” saut Adel


“Tapi kenapa dia tau namamu? Dan kamu apa mau menutupi statusmu yang sudah menikah”sinis Kevin


“huftt, dia itu bukan siapa-siapa, dan juga dia beda jurusan denganku. Dia tau namaku entah darimana. Kita ketemu pas aku gak sengaja nabrak dia. Terus inget mas kita nikah juga kan ditutup-tutupi dari lainnya. Yang tau ya hanya sahabatku aja.” Jawab Adel


“Ya jelas, lelaki disini pada ganjen sama kamu. Kamu harusnya bilang kalau sudah menikah” ucap kesal Kevin


“Yang penting aku tidak menanggapi mereka mas ,plis mas tatap mataku” ucap Adel dengan menangkup wajah suaminya dan bertemulah manik mata mereka berdua.


“Aku istrimu. Selamanya istrimu sayang. Tak kan ada lelaki yang akan menarik hatiku. Hatiku sudah milikmu dan aku juga bakalan menjaga hubungan ini. Aku tak akan main belakang darimu” ujar Adel meyakinkan.


Kevin yang mendengar perkataan istrinya itu tersenyum dan menarik istrinya kedalam pelukannya.


“iya aku tau sayang, dan hatiku juga milikmu sayang. Love you” ucap Kevin sambil mengecup dahi Adel.


“Love you too suamiku” saut Adel


“yaudah yuk ke kelas” sambung Adel


Akhirnya keduanya pun sudah sampai dikelas Adel, tak lama kedua sahabatnya pun datang.


“Cie ehemm pasutri nih gaktau tempat ya romantis-romantisan mulu” goda Meli


“Inget dong woii, yang sini jomblo” saut Tyo

__ADS_1


Adel hanya bisa terkekeh mendengar celotehan kedua sahabatnya.


“Mangkanya sana cepet nikah, biar gak ngiri kalian” ejek Adel


“Sialan lu” serempak Adel dan Tyo


“Yuk masuk” ajak Meli


Adel pun hendak masuk ke kelas tapi tangannya dicekal oleh suaminya.


“Ada apa sayang?”tanya Kevin


“Jangan lupa besok kita honeymoon, surat ijinmu sudah diurus oleh Rudi” ujar Kevin


“iya sayang aku ingat, nanti jemput yah” manja Adel dengan memegang pipi Kevin


“iya cintaku, yasudah sana kuliah. Semangat ya” seru Kevin dengan mencium pipi Adel


Adel pun hanya melambaikan tangan dan langsung pergi ke arah kelas. Kevin yang sudah tak melihat punggung istrinya ia langsung melangkahkan kakinya untuk pulang kerumah.


Tapi sebelum ia memasuki mobil, ada notif pesan dari ponselnya.


Ting


Mama : Vin nanti kerumah mama ya nak


Me : oke ma, nunggu Adel pulang kuliah


Mama : oke


Lalu Kevin langsung masuk kemobilnya dan melajukan dengan kecepatan sedang. Ia langsung pulang kerumah karena memang hari ini iya tidak berniat untuk berangkat ke kantor.


Lalu dikampus, Adel yang sudah masuk ke kelas akhirnya bisa bernafas lega. Ia jadi sedikit risih karena memang suaminya yang posesif dan berubah.


“Huftt. Kemarin suruh nutupin hubungan nikah ini, sekarang malah dia yang koar koar” gerutu Adel pelan


Meli dan Tyo yang melihat wajah Adel ditekuk menjadi bingung.


“Lu napa Del? Tadi seneng sekarang nekuk gitu tu muka” ucap Tyo


“Gue bingung aja sama suami gue, kemarin katanya nikah suruh diem-diem eh tadi dia sendiri yang bilang ke Rey kalau dia suami gue” saut Adel


“Apa! Rey, lu serius?” Pekik Meli


Lalu Adel pun menceritakan semua kejadian saat Kevin bertemu dengan Rey. Kedua sahabatnya pun hingga membulatkan matanya.


“Dia dengan santai bilang seperti itu Del, gue pengen tau muka Rey gimana yah” ucap Meli dengan membayangkan wajah Rey ketika tau kalau Adel sudah menikah


“Kayaknya wajahnya bakalan kecewa banget, hahha kan kelihatannya dia suka sama elu del” saut Tyo


“Ishh udah lupain Rey, gue cuma sebel aja sama sikapnya mas Kevin. Makin posesif” gerutu Adel


“Itu artinya dia gak mau kehilangan elu Del” ucap Meli


“Ya tapi gak pakek gitu juga kali” sinis Adel


“Udah udah noh dosen dateng, fokus guys” ucap Tyo


Akhirnya mereka pun menghentikan pembicaraan mereka dan fokus menatap kearah dosen yang sedang berbicara didepan.


Hingga sore hari jam mata kuliah terakhir pun berakhir. Ketiganya langsung keluar dari kelas dan bergegas ke parkiran.


“Lu napa buru-buru Del” ucap Tyo yang melihat Adel berjalan didepannya.


“Gue pulang dijemput sama babe gue” ucap Adel sambil tersenyum meledek ke arah Tyo dan Meli


“Sialan lo, sana pulang” usir Meli


“Hahha yaudah yah, bye guys. Gue besok juga ijin” ucap Adel


“Nikmati honeymoon lo yah, bawain gue ponakan yang cantik dan cakep oke” ucap Meli


“Doakan aja, bye guys” ucap Adel dengan berlari kecil


Tyo dan Meli yang melihat tingkah sahabatnya itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Pasalnya memang tingkah mereka kadang seperti anak kecil.


Adel yang sudah sampai diparkiran, ia langsung berjalan ke arah mobil suaminya.


“Udah lama mas?” tanya Adel setelah ia sudah duduk di samping kemudi.

__ADS_1


“Enggak sayang, baru sampai” ucap Kevin dengan mengelus rambut istrinya.


“Kita mau kemana sayang?” tanya Adel karena mobil mereka melaju ke jalan yang bukan kearah rumah mereka.


“Kita kerumah mama sayang, mama tadi nyuruh aku sama kamu untuk kerumah mama” saut Kevin


Adel hanya bisa mengangguk.


Ia menyandarkan punggungnya ke kursi mobil, lalu memejamkan matanya. Sungguh lelah diri Adel hari ini, karena ia telah berkutat dengan mata kuliah yang di isi dengan dosen killer.


Hingga tak terasa mobil mereka telah sampai didepan rumah Raharja. Kevin yang melihat istrinya tertidur. Akhirnya ia mengusap pipi istrinya.


“Sayang sudah sampai” ucap Kevin


Adel pun mengerjapkan matanya karena merasakan pipinya diusap oleh seseorang yang tak lain oleh telapak tangan Kevin.


Keduanya berjalan beriringan ke arah rumah Raharja. Didepan mereka sudah disambut dengan para pelayan.


“Selamat datang tuan muda” sapa kepala pelayan


Kevin hanya menjawab dengan tersenyum sembari berjalan masuk kerumah utama. Ternyata kedua orang tua mereka telah menunggu kedatangan mereka diruang keluarga.


“Apa kabar sayang?” tanya Mama Nora ketika menantunya tersebut memeluknya.


“Baik ma, mama dan papa sendiri” ucap Adel


“Mama dan papa baik-baik aja sayang” saut Papa Radit


“Alhamdulillah” jawab Adel


“Ada apa ma?” tanya Kevin to the point


“Kalian besok jadi kan buat honeymoon?” tanya Mama Nora


“Iya jadi ma, Adel juga udah ijin” jawab Kevin


“Syukurlah, buatkan mama dan papamu cucu yang lucu ya sayang” ucap Mama Nora sambil memegang pipi menantunya itu


“Doakan aja ma yah” ucap Adel


Mama Nora pun mengangguk.


“Oh iya dan kalian tidak perlu membawa koper. Karena mama sudah nyiapin semua. Tuh” tunjuk Mama Nora ke arah dua koper yang berada tak jauh dari mereka.


“Itu Koper siapa ma” ucap Adel dengan membulatkan kedua matanya.


“Itu punya kalian, perlengkapan kalian sudah mama masukkan” ucap Mama Nora.


“Hmm baiklah ma” jawab Kevin dengan manggut-manggut.


“Yasudah kalian malam ini tidur sini yah, jadi besok berangkat dari sini” pinta Papa Radit.


"Baiklah pa” ucap keduanya bersamaan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa LIKE dan VOTE ya guys, biar author makin semangat buat up nya. Dan jangan lupa kasih Komentar kalian di cerita author ini. Jika ada salah kata mohon maaf larena ini karya pertama saya.


__ADS_2