Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Gemuruh hati Rudi


__ADS_3

Sesampai dirumah Kevin, dengan segera Adel menelfon Rudi yang notabene nya dia masih dikantor menggantikan pekerjaan suaminya.


Tut tut tut


“Hallo vin” sapa lelaki dari seberang telefon


Seketika Adel langsung memberikan pada suaminya dan tidak lupa melaud-speaker telfon tersebut.


“Bicaralah sayang” ucap pelan Adel dengan wajah memelas


“Datanglah kerumah sekarang juga dan bawalah Meli ikut denganmu kemari. Jika kau tidak sampai dalam satu jam, gajimu akan kupotong”


Tut


Panggilan pun terputus, Adelpun terkekeh dengan peringatan suaminya tersebut.


“Astaga mas, kamu mengerikan juga” ujar Adel dengan terkekeh.


“Ini juga untukmu sayang dan bayi kita” seru Kevin dengan mengusap perut istrinya dan menciumnya.


“Anak daddy jangan nakal oke disana, dan tunggu Uncle Rud dan Aunty Mel akan memasakkanmu makanan yang kau inginkan” ucap Kevin didepan perut istrinya


“Siap daddy” suara Adel menirukan suara anak kecil.


“Ayo sayang kamu istirahatlah dulu dikamar sambil menunggu mereka” perintah Kevin


“Oke sayang ayo” saut Adel


-*-


Dikantor


“Ck bahkan belum aku jawab sudah seenaknya mematikan ,untung bos kalau tidak sudah aku patahkan lehernya” gerutu Rudi


“Hah” lenguh Rudi mengeluarkan nafas berat.


Dengan segera ia meraih benda pipih yang tergeletak dimeja kerjanya dan menelfon seseorang.


Tut tut tut


Hingga sambungan kelima kali pun tidak ada panggilan yang diangkat.

__ADS_1


“Astaga wanita bar-bar ini, kemana dia” gerutu Rudi


“Belum urusan kantor, sekarang urusan Kevin dirumah astaga bisa pecah kepalaku” sambung Rudi dengan melangkahkan kakinya keluar ruangan.


Dengan sudah memakai jasnya kembali dan membawa kunci mobil ia melangkah menuju lift dan menuju lantai dasar, setelah sampai dilantai dasar ia segera menuju keparkiran mobil.


Sesampai dimobilnya, ia melajukan mobilnya ke Universitas tempat Meli kuliah karena memang Rudi sudah mengerti jadwal kuliah Meli. Dengan kecepatan tinggi ia segera melesat menuju Universitas yang dituju dan sekarang dia sudah sampai diparkiran mahasiswa.


Dengan angkuh Rudi pun keluar dari mobil. Ia mengedarkan pandangan dan jangan melupakan kharisma Rudi pun tidak kalah dengan Kevin. 11 12 antara Rudi dan Kevin. Karena memang Rudi sudah diajarkan hampir sama dengan Kevin. Dan Rudi pun juga memiliki tabungan yang nominalnya juga tak kalah banyak. Hasil dari kerja kerasnya dengan Kevin sejak lama ia tabung dan ia investasikan untuk masa depannya nanti.


Tetapi ya begitulah Rudi, ia juga tak kalah acuh jika berhadapan dengan wanita. Dengan cepat ia menuju ke kelas yang ia yakini dihuni oleh Meli.


Ia mengedarkan pandangan dengan berjalan tegab dan percaya diri menuju kelas Meli. Tetapi belum sempat ia sampai ke kelas, ia memicingkan mata ketika melihat seseorang yang ia cari sedang bercanda tawa dengan seorang lelaki yang tak ia kenal.


Rahang mengetat dan tangan mengepal serta dada bergemuruh dengan langkah pasti, Rudi berjalan menuju ke arah Meli dan segera menarik paksa tangan Meli.


“Awww” ringis Meli ketika tangannya ditarik seseorang dari belakang.


Matanya terbelalak dengan mulut menganga, ia kaget dengan seseorang yang menarik tangannya secara kasar.


“Elo” pekik Meli dengan sentak ia menepis tangan Rudi


“Apaan sih lo, baru sampek narik tangan gue. Sakit tau” seru Meli dengan mendengus kelas


“Apaa!! Maksutlo apaan coba. Dia itu temen gue” seru Meli kesal


“Bukan urusan gue, entah dia temen atau apa gak ada urusan sama gue” seru Rudi tak kalah kesal


“Terus mau lo apa hah! Dateng narik tangan gue. Buat apa lo kesini hah! Jawab” teriak Meli kencang


Rudi masih terdiam ,ia mencoba menahan amarah nya yang akan meledak. Dan ia juga tidak tau kenapa bisa amarahnya naik hanya karena melihat Meli wanita bar-bar bersama lelaki lain. Padahal ia tau Meli bukanlah siapa-siapanya tapi kenapa harus hatinya merasa panas.


“Jawab gue!” bentak Meli


“Gue kesini karena disuruh oleh Kevin, buat ngajak lo kerumahnya” seru Rudi


Seketika Meli terdiam, ia berfikir untuk apa Kevin menyuruhnya kerumahnya, apakah ada sesuatu sama Adel? Raut wajah panik dan khawatirpun terlihat diwajah Meli.


“Yaudah ayo buruan, takut ada apa-apa sama Adel” ucap Meli dengan menarik tangan Rudi


Tetapi sebelum ia melangkah tangan Meli ditahan oleh seseorang yang berada dibelakangnya.

__ADS_1


“Hay mel, mau kemana?” seru Rey pelan


“Maaf Rey, aku harus kerumah Adel. Nanti saja kita lanjut” saut Meli


“Hey bentar bentar Mel, tapi kamu kan sudah bilang nanti malam akan makan malam bersamaku” ucap Rey.


“Iya iya aku ingat, nanti aku akan mengabarimu oke. Biarkan aku pergi sekarang yah” ujar Meli lalu ia menarik tangan Rudi agar segera pergi.


Ya ketika Rey tau akan status Adel, ia mulai merelakan cinta pandangan pertamanya. Mulai membuka lembaran baru dan entah kenapa jatuh pada seorang wanita seperti Meli. Menurutnya meski Meli terlihat cuek tetapi ia adalah wanita penyayang juga.


Terlihat dari ia bersahabat dengan Tyo dan Adel. Persahabatan mereka bak saudara, yang selalu erat dan tak ada pengkhianatan. Menurut Rey, Meli pasti seorang yang setia dan baik hati, dan terbukti ketika ia mulai mencoba mendekati Meli beberapa minggu ini. Ya meski sikap cuek Meli masih terlihat tetapi ia mulai mau berbicara lama dengan Rey. Bahkan sekarang sudah bertukar nomor ponsel dan mau makan malam bersama. Jadi Rey mulai berusaha untuk berjuang untuk mendapatkan Meli.


Kembali pada Meli dan Rudi.


Setelah sampai di parkiran, Meli segera melepaskan tarikan tangannya pada Rudi. Dan menunggu lelaki itu membuka kunci pintu mobilnya.


Setelah terbuka, Meli segera masuk dan mendudukkan diri dikursi samping kemudi. Melihat itu entah membuat sudut bibir Rudi keatas. Ada perasaan lucu ketika wanita itu diam dan menurut. Tidak seperti biasanya yang bar-bar dan sangat sulit diatur.


Setelah duduk dikursi kemudi, Rudi segera melajukan mobilnya menuju kerumah Kevin. Sesekali ia melihat kearah jam yang melingkar ditangannya dan syukurlah ia masih memiliki waktu untuk kesana.


Sejujurnya Rudi merasa lapar, tetapi ia menepis itu dan segera melaju kencang. Seketika Meli terpekik kaget.


“Pelan-pelan Om” pekik Meli


“Huh lo bisa ganti gak panggilan itu” seru Rudi dengan Kesal


“Gak mau, itu udah pas sama lo” ketus Meli


“Astaga gue masih muda” dengus Rudi


“Yayayayaya” seru remeh Meli


Rudi hanya mendengus kesal ,lalu menginjak pedal gasnya kembali. Meli pun hanya bisa memejamkan matanya dan memegang kursi yang diduduki dengan erat.


“Astaga pria ini sungguh menyebalkan, aku hanya memiliki 1 nyawa dan dia dengan seenaknya mengemudi dengan kebut-kebutan. Apa tak takut mati tu orang, ya allah selamatkan aku dari bahaya ini. Sungguh maafkan segala dosa hamba ya allah” lirih Meli dengan mata yang terpejam.


Rudi yang melihat wajah Meli memucat dan memejamkan matanya akhirnya mulai menurunkan kecepatan mobilnya dan akhirnya mobil mereka telah sampai didepan pintu utama.


-------*-------


Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.

__ADS_1


Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.


Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah.Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini.


__ADS_2