
Hari yang ditunggu pun tiba, hari ini adalah tepat hari sakral untuk kedua manusia yang akan disatukan dengan jalan halal yaitu sebuah ikatan pernikahan.
Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Rudi dan Meli. Sebentar lagi ya sebentar lagi mereka akan bergabung menjadi kita. Mereka akan bersama, menjalin rajut kasih bersama, mengarungi bahtera rumah tangga. Rumah tangga yang akan menjadi ladang pahala untuk keduanya.
Terlihat dikamar pengantin, Meli telah bersiap dengan gaun pengantinnya. Gaun putih cantik dan mewah dipadu dengan riasan tipis membuat Meli menjadi seperti seorang boneka hidup. Ya wajah Meli dan Adel sama-sama cantik. Bedanya wajah Meli keasia sedangkan Adel kebulean.
Meli membuka matanya, ia takjub dengan hasilnya. Ia sampai terbengong menatap wajahnya didepan cermin.
“Ini beneran aku mbak?” tanya Meli pada salah satu perias
“Hahaha yaiya lah mbak itu beneran mbak” saut salah satu perias
“Cantik” gumam Meli tanpa sadar tetapi masih bisa didengar oleh para perias.
“Hihi mbak memang cantik loh” ujar perias berbaju pink
“Makasih ya mbak” seru Meli dengan tersenyum
“Kami doakan pernikahan mbak sakinah mawaddah warrahma ya mbak, segera diberi momongan aamiin”
“Aamiin makasih banyak mbak” saut Meli tersenyum.
Lalu obrolan mereka terhenti karena suara pintu terbuka.
Ceklek
“Masya allah Mel, lu cantik bener” seru Adel dengan takjub
Adel mendekat, Meli pun memutar tubuhnya ke arah sang sahabat. “Makasih ya Del lu udah mau dateng ke nikahan gue” ujar Meli dengan memeluk sang sahabat.
“Sttt lu ngomong apa sih. Ini hari bahagia lu. Gue juga pengen ikut serta liat lu bahagia bareng kak Rudi” seru Adel dengan tersenyum.
“Lu emang sahabat gue paling ngerti Del makasih” memeluk Adel kembali
“Gue udah sayang sama lo Mel, udah jangan nangis entar rusak lo riasan lo” canda Adel
“Astaga kan ada mbaknya tuh” menunjuk para perias yang membereskan make up yang berceceran.
“Yayayaya ngalah deh gue” sinis Adel
Keduanya akhirnya tenggelam dengan obrolan tentang masa-masa kuliah. Masa-masa awal mereka ketemu, canda tawa terlihat jelas diwajah keduanya. Hingga para perias pun merasa ketika melihat mereka seperti melihat kedua saudara kandung.
Obrolan mereka berhenti karena Mama Meli masuk.
“Ayo sayang keluar, calon suamimu sudah datang” ajak Mama Meli lembut.
“Iya ma” Meli mengangguk
Dibantu Adel untuk merapikan pakaiannya, akhirnya mereka meninggalkan kamar Meli untuk turun. Wajah cantik Meli yang tersenyum bahagia disambut haru dan bahagia oleh para keluarga yang diundang untuk acara ijab kabulnya.
Mendudukkan Meli disamping Rudi kemudian Mama Meli duduk disampingnya dengan jarak sedikit. Sedangkan Adel ia duduk bersama Aqila didekat Mama Meli.
Suara penghulu yang sedang membaca doa dan memberi wejangan pun terdengar jelas. Hingga tibalah waktu sakral untuk Rudi mengucapkan ijab kabul.
__ADS_1
Setelah sentakan ditangan akhirnya Rudi menirukan suara penghulu.
“Saya terima nikah dan kawinnya Meli binti andreas dengan mas kawin tersebut dibayar tunai” dengan sekali tarikan nafas dan lantang
“Bagaimana para saksi”
“Sah”
“Alhamdulillah” serempak semua orang
Akhirnya Meli menangis ia bahagia telah memiliki seseorang yang berarti untuknya. Memiliki seseorang yang akan menjaganya ketika berjauhan dengan sang mama.
Senyum bahagia terpancar pada kedua wajah penganti baru itu. Masih terlihat malu-malu dan canggung. Akhirnya Adel dan Kevin menghampiri sepasang pengantin baru itu yang berdiri.
“Selamat ya Mel atas pernikahan kalian semoga sakina mawadda warrahma Mel” ujar tulus Adel dengan memeluk Meli.
“Aamiin makasih ya Del” saut Meli
“Selamat ya bro. Semoga cepet ada Rudi junior” ujar Kevin dengan berbisik
“Makasih ya bro. Malam pertama aja belum udah bahas anak aja lo” bisik balik Rudi
“Lah itu harus loh ritual wajib” ledek Kevin
Kedua lelaki itu tertawa terbahak hingga membuat Meli dan Adel bertatapan.
“Kalian ini bahas apaan sih?” tanya Adel
“Ada deh urusan laki” seru Rudi
“Biarin”
“Mas” mulai memasang wajah imut
Ya beginilah bumil jika sudah kepo tingkat dewa.
“Apa sayang” saut Kevin
“Ngomong apaan kalian?” tanya Adel
“Gak ada yang” ujar yakin Kevin
“Mas kalau kamu boong kamu tidur luar” ancam Adel
Gelagapan pasti Kevin mulai bingung. Hah sepertinya mood bumil ini sedang tidak baik. Kevin segera menghampiri sang istri.
“Kemarilah” menarik Adel agar sedikit menjauh pada Meli
“Aku bahas malam pertama yang” ucap Kevin pelan dengan nada sensual
Reflek Adel memukul lengan Rudi.
“Kamu ya mas, iseng terus” gerutu Adel
__ADS_1
“Ya kan gakpapa yang” saut Kevin santai
“Huh astaga” menepuk jidat. “Dasar suami mesum” pekik Adel
Uhhh Kevin gemas. Gemas dengan tingkah istrinya, jika tak mengingat ia berada dilautan orang pasti ia sudah mencium bibir tipis istrinya dan membawanya ke kamar. Sayangnya ia masih harus berdiam diri disana.
Adel dan Kevin mencoba satu persatu menu makanan yang disiapkan. Dengan sopan keduanya makan di ruang keluarga Meli. Disana sudah sepi karena acara besarnya diadakan besok di gedung kesenian terbesar dikota tersebut.
Dengan sabar tapi pasti Adel memakan semua makanan yang ia ambil. Kevin hanya bisa tersenyum menatap sang istri yang sungguh menggemaskan itu. Selama hamil memang mood makan Adel bertambah. Badannya semakin seksi membuat Kevin selalu harus menahan hasratnya.
--*--
Di kamar pengantin baru
“Mas mandi dulu sana” ujar pelan Meli sambil duduk didepan cermin riasnya.
“Baiklah mas mandi yah” Rudi melepas kopyahnya dan berjalan menuju kamar mandi. Sedangkan Meli ia dengan pelan menghapus bekas make up diwajahnya sampai bersih. Melepaskan semua yang melekat diwajah dan kepalanya.
Hingga 20 menit kemudian Rudi keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk. Rambut basahnya membuat kesan maskulin dan seksi.
Glek
Susah payah Meli menelan paksa air liurnya. Ia terpesona dengan ketampanan sang suami. Sampai ia tak berkedip menatap ke arahnya
“Sayang” menyentuh pipi Meli untuk menyadarkan.
“Ah iya mas” Meli gelagapan
Ia malu karena ketahuan memperhatikan Rudi dengan intens.
“Jangan melihatku seperti itu jika kamu tak ingin susah berjalan besok” Rudi berbisik dan mencium kening Adel
Oh astaga panas.
Lirih Meli dengan memegang pipinya. Ah memang suaminya pandai merayu. Dengan cepat Meli berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Dengan wajah memerah dan pikiran liar Meli segera membasuh wajahnya agar tersadar.
“Astaga sadar Mel, mesum amat sih gue” memukul pelan kepalanya.
“Eh tapi kan dia suami gue. Halal kan” gumam Meli dalam hati.
Ia masih bingung tapi ia terus menyelesaikan ritual mandinya. Setelah selesai ia memakai handuk kimono dan keluar. Kaki jenjang dan putih itu membuat Rudi bergairah. Rudi sekuat tenaga menahannya karena mengingat esok sang istri akan berdiri dan menyalami para tamu undangan. Jika tak ada resepsi pasti sang istri sudah tak berdaya diatas ranjang.
Sejujurnya memang besok resepsinya tetapi ia takut membuat sang istri kecapekan jadi Rudi memilih mengalah dan menahan sekuat tenaga hasrat lelakinya.
------*------
Ayo berikan ucapan selamatnya buat
"Rudi dan Meli"
Ayo panjatkan doa tulus dari kalian semoga langgeng sampai allah yang memisahkan.
Jujur pas ngetik ini kepala author lagi pusing tapi author paksain buat nulis karena tak mau mengecewakan hati readers yang menunggu.
__ADS_1
Jadi ayo kalian pada Like dan VOte yah