Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Aqila pingsan


__ADS_3

Akhirnya disinilah Rossa sekarang ,didepan pintu UGD menunggu sahabatnya yang diperiksa karena ia menemukan Aqila pingsan.


Rossa bingung, ia harus menghubungi keluarga Aqila siapa? Jujur saja selama mereka bersahabat Rossa belum pernah kerumah Aqila ataupun kenal dengan keluarganya.


Ah iya lupa. Ia pernah melihat Aqila jalan bersama kakak kelas SMA tampan nya disana. Si Axel hampir lupa ia namanya.


Akhirnya Rossa segera menghubungi teman lelakinya dikelas untuk menemui Axel agar menginfokan kondisi Aqila.


Tut


“Hallo ada apa ca?” panggil Lelaki diseberang telefon


“Gue mau minta tolong nih” saut Rossa


“Apaan ca?” seru lelaki diseberang


“Tolong kasih tau kakak kelas SMA Internasional namanya Axel. Bilang si Aqila pingsan dibawa kerumah sakit gitu yah” ujar Rossa


“Loh emang lo dimana sekarang? Terus keadaan Aqila gimana?” tanya lelaki dari seberang


“Aqila masih diperiksa. Ku mohon cepat kasih tau Axel soalnya ia pasti kenal sama Aqila oke. Makasih ya bye”


Lalu Rossa segera mematikan panggilan diponselnya. Ia masih menunggu didepan ruangan Aqila, dan akhirnya dokter keluar dari ruangan itu.


“Keluarga pasien?” tanya Dokter


“Saya dokter” saut Rossa dengan berdiri


“Maaf anda siapanya pasien?” tanya Dokter


“Saya teman sekelasnya dok” saut Rossa


“Keluarganya mana?” tanya Dokter


“Belum datang dok” ujar Rossa.


“Baiklah nanti salamkan pada keluarganya jika sudah datang tolong keruangan saya yah” ucap Dokter lalu pergi meninggalkan Rossa.


--*--


Disekolah


Teman lelaki Rossa itu mencari keberadaan Axel di gedung SMA disekolah yang sama.


Ia bertanya pada setiap wanita disana, dan benar saja banyak yang tau. Ah namanya saja orang tampan pasti siapa saja faham dan ingat.


“Terimakasih” saut teman Rossa itu saat tau dimana Axel


Dengan berlari ia berjalan menghampiri ke kelas Axel dan terlihat Axel sedang duduk sambil membaca buku. Dengan ngos ngosan ia mendatangi meja Axel.


Axel yang merasa ada seseorang didepannya mengangkat kepalanya. Dan terlihat lelaki berpakaian seragam SMP disekolah yang sama dengannya.


“Kakak benar yang namanya Axel?” tanya Teman Rossa


“Iya benar, kamu siapa?” tanya balik Axel


“Maaf kak, saya temannya Aqila” lelaki itu mengenalkan diri


“Ada perlu apa kamu kemari?” tanya Axel dingin


“Saya hanya menyampaikan salam dari Rossa. Aqila pingsan di UKS dan sekarang dibawa kerumah sakit dekat sini” ujar teman Rossa menjelaskan.

__ADS_1


“Apaa!” Axel tersentak kaget


Ia langsung segera membereskan bukunya yang berserakan dimeja dan secepat kilat berlari menuju gerbang.


Dengan berlari Axel menelfon sang kakak.


Tut tut


“Ah kenapa gak diangkat sih” Axel kesal


Ia langsung menelfon kakak iparnya Kevin”


Tut tut


“Hallo” saut suara berat bass dari seberang


“Hallo kak ini Axel hah hah” suara Axel terputus karena ia ngos-ngosan sambil berlari


“Kamu kenapa dek?” tanya Kevin dengan cemas


“Qila kak Qila hah hha” masih mengatur nafas


“Ada apa dengan Aqila dek?” suara Kevin meninggi


“Aqila pingsan di UKS terus sekarang dibawa ke rumah sakit dekat sekolah kak. Kaka cepat kesana yah, aku sekarang juga perjalanan kesana” seru Axel


“Oke, hati-hati yah” seru Kevin


Lalu memutuskan panggilannya. Axel langsung memesan taxi online untuk kerumah sakit terdekat. Setelah mendapatkannya ia segera masuk dan mobil melaju menuju lokasi yang dituju.


--*--


Dikamar Kevin


Iya tadi saat Kevin mengangkat telfon Axel, ia ada didekat istrinya. Tapi untungnya istrinya tidak mendengarkan percakapannya dengan Axel karena memang tidak terdengar.


“Itu sayang Qila” Kevin terdiam sementara.


“Kenapa Qila mas? Ada apa?” Adel bertanya tidak sabaran


“Qila pingsan dan sekarang dibawa krumah sakit”


Deg


Jantung Adel berdetak kencang.


Apa ia tidak salah dengar?


Adiknya pingsan? Berarti tadi firasat buruknya memang benar mengarah pada sang adik. Tak terasa jatuh lah air mata Adel.


“Jangan menangis ayo kita ke rumah sakit sekarang sayang”


Kevin memapah tubuh istrinya keluar dan berjalan dengan sedikit tak sabaran menuju mobil.


“Pelan-pelan sayang “ Kevin memperingati.


Setelah sampai dimobil, Kevin segera melajukan mobilnya ke rumah sakit tempat Aqila dirawat. Tak jauh berbeda dengan Adel, ia juga begitu khawatir dengan kondisi adik iparnya itu.


Memang Kevin dekat dengan keduanya. Mereka sering curhat pada Kevin, Kevin juga bersikap seperti itu ia memberikan nasihat dan saran untuk mereka berdua. Kevin paham kedua nya tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah jadi wajar jika keduanya sangat menempel padanya.


Dan saat sekarang sang adik disakiti oleh lelaki maka Kevin yang akan maju terdepan. Mobil telah sampai didepan rumah sakit.

__ADS_1


Dengan langkah cepat Adel setengah berlari menuju ruang UGD diikuti Kevin. Kevin senantiasa menggenggam tangan Adel.


Terlihat didepan UGD seorang gadis berpakaian sama dengan Aqila.


“Rossa yah?” panggil Adel


“Iya kak. Kaka siapa?” tanya Rossa bingung


“Saya Adel. Kakak nya Qila dan ini Kak Kevin suami kakak” Adel memperkenalkan


Ya Adel tau betul siapa Rossa, karena sang adik juga sering cerita tentang rossa dan memberikan foto Rossa padanya agar Adel tau wajah sahabatnya itu. Adel pun bahagia mendengar sang adik memiliki sahabat yang saat itu Aqila baru masuk sekolah.


“Ah iya kak salam kenal” Rossa mencium punggung tangan Adel dan Kevin.


“Duduk dulu sayang” ajak Kevin pada Adel.


Setelah duduk Adel kembali menatap wajah Rossa.


“Kalau boleh tau apa yang terjadi Sa?” tanya Adel dengan raut wajah cemas.


“Rossa gaktau pas kejadian sebenarnya, tapi memang sebelumnya Aqila bilang katanya pusing jadi Rossa temenin ke UKS abis itu Rossa tinggal karena kan pelajaran terus juga udah ada kakak PMR. Habis itu pas istirahat sholat, Rossa niat mau ke UKS sambil bawain makanan buat Qila. Eh nyampek sana Aqila gak ada kak, aku cariin karena sepatunya masih dibawah ranjang. Akhirnya aku liat pintu kamar mandi rada buka aku kesana udah liat Qila pingsan” Rossa menjelaskan sambil menatap takut kearah dua orang dewasa didepannya.


“Kakak makasih yah udah bawa Qila kesini. Terus kata dokter gimana?” Adel tersenyum pada Rossa karena ia tau gadis didepannya ini memang baik sesuai dengan cerita Aqila


Rossa tersentak, ia mengutuk dirinya sendiri bagaimana bisa lupa apa tadi perintah dokter.


“Kebiasaan lupa nih gue” gerutu Rossa sambil memukul kepalanya.


Kevin mengerutkan keningnya melihat tingkah bocah didepannya.


“Kenapa dipukul kepalamu?” tanya Kevin dengan suara berat.


Rossa takut akhirnya ia menunduk. “Rossa lupa kak, tadi Dokter bilang kalau kakak sudah datang suruh ke ruangan dokter” ujar Aqila


“Oh baiklah, terimakasih” ucap Adel


Lalu keduanya berdiri dan berjalan meninggalkan Rossa untuk menghampiri Dokter. Setelah sampai didepan ruangan Dokter, Kevin mengetuk pintu terdengar suara dari dalam.


“Masuk” ucap Dokter dari dalam


“Permisi dokter” ujar Kevin


“Kami keluarga dari Aqila dok” saut Adel


Setelah keduanya duduk, akhirnya Dokter mulai membuka catatan kesehatan Aqila.


“Begini sebenarnya....


----*----


Author : Begini sebenarnya author minta vote dan like kalian dong hahah


Readers : Yaelah, kita kira apaan oke kita vote yah sekarang


Author : Yaudah jangan ngomong aja, sono cepet Vote biar ane tambah semangat buat up dong kan untung kalian ane juga untung hahaha


Readers : huh dasar ente mah mikir vote terus thor


Author : Lah ane kan cuma minta like sama vote doang. like mah gratis tinggal mencet kan. kalau Vote kalian kumpulin aja dulu ntar vote.


Readers : Yayayya serah ente dah thor

__ADS_1


Author : yaudah bye bye ane tunggu yeh


__ADS_2