Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Ciuman Pipi Axel


__ADS_3

Setelah membereskan semua peralatan dapur dan piring bekas cimol, akhirnya mereka berempat pun bersantai diruang keluarga dengan ditemani sepiring salad buah dan jus jeruk. Saling berbincang ringan dan bercanda hingga ada suara bel berbunyi.


“Biar aku aja” saut Adel


“Kamu duduk sayang” perintah Kevin. Akhirnya Kevin melangkah dan membukakan pintu.


Ceklekk


“Assalamu’alaykum”


“Wa’alaykumsalam” jawab Kevin


Ternyata yang datang adalah Axel dan Aqila. Mereka berjalan bersama dan menghampiri Adel dengan yang lainnya sambil bersalaman.


“Bagaimana kalian bisa pulang bersama, biasanya Axel pulangnya nanti?” tanya Adel dengan menatap jam dinding.


“Iya kak, disekolah ada kegiatan jadinya siswa dipulangkan bersama” saut Axel


“Yaudah sekarang kalian ganti baju dan mandi yah” perintah Adel


“Siap bos” lalu keduanya berjalan menuju ke kamar masing-masing


Kevin dan yang lainnya pun tersenyum hangat melihat interaksi adik kakak yang saling menyayangi satu dengan yang lain kadang membuat orang menjadi iri. Tetapi berbeda dengan Kevin, Kevin bahagia melihat keluarga istrinya sangat saling mengasihi. Ia berharap kebahagiaan yang ia rasakan sekarang terus berlanjut hingga nanti ketetapan tuhan.


“Eh Vin, gue lupa mau ngomong lo” seru Rudi


“Apaan emang?” tanya Kevin


“Hah, ternyata Axel pindah sekolah malah nambah fans dirinya” ujar Rudi.


Adel yang mendengarkan pun mengernyitkan dahinya.


“Maksutnya apa kak?” celetuk Adel


“Astaga, maksut gue. Adik lo dikagumi sama seluruh siswi disekolah barunya. Tapi Axel mah sama kayak suami lo, cuek jadinya mereka cuma ngejar-ngejar doang sedangkan Axel nya acuh” seru Rudi.


“Astaga, aku kira apa” saut Adel dengan geleng-geleng kepala.


“Tapi emang adik lo ganteng Del, kalau dia seumuran sama gue pasti gue embat” celetuk Meli


“Embat embat, gue gak bakal ijinin kalau lo ceweknya” saut Adel


“Lah emang kenapa, gue cantik gini masak iya loh gak mau punya adik ipar kayak gue” goda Meli


“Mimpi lo, hahahha” ledek Adel


“Awas lo yah” gerutu Meli


“Sana tuh ada bujang lapuk. Sama itu aja” ledek Adel dengan melirik Rudi.


Meli pun mengikuti tatapan mata Adel, dan matanya terbelalak.


“Jangan bilang lo..” suara Meli menggantung


“Yups tull, sama itu aja enak kan” seru Adel


“Gak mau, laki-laki nyebelin, pemaksa, dan kutub es” sinis Meli menatap Rudi.

__ADS_1


“Gue juga ogah sama wanita bar-bar” celetuk Rudi setelah faham pembicaraan Adel dan Meli


“Ihh seenaknya yang bar-bar itu elo” dengus kesal Meli


“Udah udah kalian ini napa berantem mulu, awas jodoh lo” ucap Kevin


“Gak bakal” serempak Meli dan Rudi sambil melotot tajam satu dengan yang lain


--***--


Dikamar


Setelah Axel sampai dikamarnya, ia meletakkan tasnya diatas sofa dan langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang.


Kepalanya yang pusing dan badan yang lelah membuat ia ingin memejamkan matanya sebentar. Dan kejadian tadi siang pun berputar diotaknya.


Flashback on


Saat Axel hendak pulang dan berjalan ke arah mobilnya, tangannya ditarik oleh seseorang.


“Axel” panggil perempuan dibelakang Axel


Axel pun membalikkan badan dan menatap datar ketika tau siapa orang yang menarik tangannya.


“Ada apa?” singkat Axel


“Lo kenapa pindah sekolah? Terus gak pamit gue?” ujar Jessica


“Emang buat apa gue pamit sama lu” ketus Axel


“Ya lo harus pamit sama gue, gue dari dulu suka sama elo Xel” lirih Jessica


Jessica pun yang ditinggal tak tinggal diam, ia langsung menarik tangan Axel dan badan mereka berdekatan dengan berani Jessica mencium pipi Axel.


“Lo apaan sih” suara Axel meninggi ketika Jessi telah melepas ciuman dipipi Axel


“Biar lo tau kalau gue beneran suka sama lo” teriak Jessica


“Dasar gila” lalu Axel segera meninggalkan jessica yang berteriak memanggilnya dengan menangis


Flashback off


“Cih apaan sih gue ini ngapain gue inget-inget itu” gerutu Axel


“Wanita gila yang selalu ngejar-ngejar gue tanpa lelah” sambung Axel


Dengan langkah gontai Axel lalu berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.


20 menit kemudian Axel telah memakai baju santainya dan segera menuju ranjang nya untuk istirahat.


“Gue butuh tidur biar pikiran gue fresh” gumam Axel dengan memejamkan matanya.


Menjelang Malam, Seperti biasa semua keluarga berkumpul untuk melaksanakan makan malam bersama. Tetapi terlihat satu kursi kosong yang biasa diduduki Axel.


Adel yang melihat akhirnya bertanya pada mamanya.


“Mah?” panggil Adel

__ADS_1


“Iya ada apa nak?” saut Mama Angel


“Axel mana mah?” tanya Adel


“Oh Axel dikamar nak. Kenapa?” seru Mama Angel


“Dikamar? Tumben. Sekarang waktunya makan malam” lirih Adel


Akhirnya Adel beranjak dari duduknya dan hendak menuju kamar adiknya. Tetapi tangannya ditahan terlebih dulu oleh seseorang.


“Mau kemana sayang?” tanya Kevin


“Bentar mas, ke Axel” jawab Adel


“Axel dikamar sayang ,udah biarin dulu” tutur Kevin


“Gak bisa mas, aku mau cek sendiri. Plis mas yah” rengek Adel dan jangan lupa dengan memakai mimik wajah dan mata sayu pasti deh langsung Kevin klepek-klepek ngijinin.


“Baiklah cepet kembali” titah Kevin


Adel mengangguk dan melanjutkan langkah kakinya menuju ke kamar Adik lelakinya. Dibukanya pintu kayu kokoh tersebut dan terlihat sang Adik sedang melamun didepan meja belajarnya.


Dengan langkah tak terdengar dan Axel yang masih fokus dengan lamunannya hingga tak tau jika sang Kakak sudah berada disampingnya. Akhirnya hingga suara deheman Adel tiba-tiba.


“Ehemm” suara Adel berdehem menyadarkan lamunan Axel. Seketika Axel menatap Adel yang berada disampingnya. “Kakak” seru Axel


“Ya ini kakak” saut Adel lalu duduk disofa hitam yang berada dikamar Axel.


“Ada apa kakak kemari?” tanya Axel dengan melangkahkan kaki ke sofa tersebut.


“Apa kakak harus butuh alasan untuk kakak kemari?” tanya Adel dengan tatapan selidik


“Tidak kak” ujar Axel dengan menggeleng pelan.


“Kamu kenapa? Kamu tidak biasanya meninggalkan makan malam” seru Adel


“Aku tidak apa-apa kak” tutur Axel


“Bibirmu memang benar mengatakan kamu tidak apa-apa, tetapi matamu mengatakan kamu sedang memikirkan sesuatu” seru Adel


Deg


Tepat sasaran, ya sejak dulu Axel memang tidak pernah menyembunyikan sesuatu dari sang kakak, karena Axel selalu terbuka dan selalu berbagi kisah dengan sang kakak. Dan hari ini ia mencoba untuk menyembunyikannya tetapi tidak untuk sang kakak. Dengan cepat pasti kakaknya akan mengetahui. Axel memilih diam.


“Jika kamu masih tidak mau bicara ya sudah gakpapa, kakak akan menunggu kamu yang bercerita pada kakak. Tapi ingat jangan pernah lupakan makan, jika kamu lupa makan dan sakit. Mama dan kakak serta adikmu yang akan khawatir denganmu” ujar Adel menasihati dan menepuk pundak sang Adik. Dan seketika Adel melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan menutup pintunya dengan pelan.


Axel menatap nanar kepergian sang kakak ,entah kenapa sejak sepulang sekolah pikirannya tertuju pada Jessica dan ciuman yang ia berikan pada pipi Axel.


Mungkin untuk lelaki lain hal itu wajar, tetapi berbeda dengan Axel. Axel lelaki yang selalu tertutup dengan dunia luar. Ia juga tak pernah pacaran, dipikirannya hanya belajar dan belajar. Menurutnya ia harus menjadi orang sukses seperti kakak iparnya untuk menjadikan masa depan yang cerah untuknya, untuk keluarganya dan untuk seseorang yang nanti menunggunya pulang dirumah.


-------*-------


Maaf author gak update 2 hari karena author udah gak bisa fokus nulis kemarin karena author sakit batuk. Rasanya fokus jadi bubar karena batuk terusan. Jadi mohon maaf yah tapi author hari ini update 3 episode kok. Jadi ditunggu yah.😚


Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.


Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.

__ADS_1


Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah.Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini.


__ADS_2