
"Besok kamu nggak perlu mengurusku lagi Ai"ujarnya setelah makan malam
"Kamu mau ambil pembantu mas,gila kamu kalau sampai ketahuan bagaimana? lagi pula nggak perlu ambil pembantu, Mas! Aku bisa mengatur rumah dengan kerjaan ku kok" sanggah Airin dengan percaya diri karena menurut Airin dengan mengambil orang lain akan membuka aib rumah tangga ini? Dan berita itu bisa saja sampai ke telinga orang tua mereka.
"Jenny yang akan tinggal di sini,dia yang mengurus semua keperluan ku,kamu bebas" ucapnya tanpa beban.
"Keluarga kita?"
"Mereka nggak akan tahu, kalo kamu nggak cerita,kalau mereka datang berkunjung aku akan mengungsikan Jenny untuk sementara waktu" Ujar Ibram menatap Airin tajam.
"Kamu yakin mau kumpul kebo di sini?"
"Kami akan menikah siri pagi besok. Jadi, nggak ada yang kumpul kebo," ujarnya lagi sambil meneguk teh buatan Airin.
"Bersikap baiklah pada Jenny,jangan buat dia tidak betah di sini" ujarnya lagi sebelum melangkah ke pergi.
"Apa???jangan buat dia tidak betah, seharusnya dia yang di katakan begitu, siapa nyonya di rumah ini,siapa istri pertama!" oceh Airin kesal saat Ibram sudah pergi
__ADS_1
Akhirnya, sesuatu yang dikhawatirkan Airin itu terjadi. Walau dari awal telah mewanti-wantinya. Kenapa ada gores perih di hati? Apa karena Airin memikirkan perasaan orang tua mereka? Atau memang murni dari diri nya yang lemah, padahal dari sebelum pernikahan Airin sudah memutuskan hubungan nya tapi kenapa Ibram tidak bisa dan sekarang harus berakhir dengan poligami pikir Airin.
Ya Rabi, Apa engkau sedang menguji diriku agar bisa naik ke level selanjutnya,jika aku tidak sanggup tolong tuntut aku ya rob,tolong berikan jalan terbaik untuk rumah tangga ku,amin... batin Airin
****
Benar saja ucapan Ibram semalam ternyata tak butuh waktu lama mereka menikah siri karena saat ini tepat pukul 8 pagi Ibram pulang membawa Jenny dan kebetulan ini hari Minggu jadwal libur Airin dan Ibram.
"Silakan masuk,Jen" ujar Airin pada Jenny saat ia turun dari mobil.
Wanita seksi itu tak menjawab, langsung masuk ke arah kamar diikuti Ibram di belakang nya yang menarik dua koper besar.
Sebagai istri pertama yang baik Airin tetap menyiapkan makanan di atas meja. Meski tidak yakin mereka akan mencicipinya.
Hampir sejam menunggu di meja makan, Airin memutuskan ke kamar setelah tak ada tanda-tanda mereka akan keluar,jika boleh Juju hati Airin terasa tercubit, entah bagaimana caranya menghadapi dua manusia ini nanti.
"Mas,,sabar ah,geli"
__ADS_1
"Mas,jangan di remas begitu,sabar dulu biar aku yang buka mas nanti malah rusak bra nya" ujar Jenny sambil tertawa cekikikan
Entah bagaimana lagi Airin menggambarkan suasana hatinya mendengarkan tawa cekikikan dari kamar Ibram yang berdepanan dengan kamar nya, Antara marah, sedih, merinding, dan cemburu bercampur menjadi satu. Namun, tidak mampu berbuat apa-apa, lebih baik masuk ke kamar dan menutup telinga dengan handset agar tak mendengar suara dua orang ini pikir nya.
"Dengan siapa Jen?" tanya Ibram dengan wajah tajam dan mata merah
"Maaf sayang,aku kesal karena kamu menikah saat itu" jawab Jenny dengan gaya manja nya
"Dengan siapa?" bentak Ibram
"Aku kata kan kamu juga tidak akan kenal beb,bukan nya kamu mencintai ku apa adanya beb,kenapa kamu malah marah-marah sekarang " Ujar Jenny sedikit mengisak
"Ini hari pertama pernikahan kita beb,kenapa kamu sudah membentak ku hanya karena keperawan,bukan nya itu tidak penting karena hati dan jiwa ku hanya milik kamu" isak Jenny membuat Ibram tak bisa marah lagi,dia begitu cepat luluh jika d hadapkan dengan air mata perempuan, sekeras apapun Ibram pasti dia akan iba.
"Maaf...maaf kan aku sayang,aku hanya kecewa, karena aku pikir kamu akan menjaga semua nya untuk ku tapi ternyata -"
"Aku juga tidak tau beb kalau kita akan menikah,aku pikir kamu akan meninggalkan ku setelah pernikahan mu"
__ADS_1
"Cup......sudah....aku tidak akan meninggalkan mu" ucap Ibram membuat Jenny tersenyum kembali.