
Menghabiskan waktu berkumpul dengan keluarga seperti saat ini adalah suatu kebiasaan Keluarga Kevin sejak dulu. Tiap kali ada jadwal kosong dan libur pasti mereka akan berkumpul bersama.
Seperti saat ini berkumpul diruang keluarga sambil makan rujak buah. Memang sederhana tapi terkesan penuh makna untuk mereka. Ya meski kurang adanya Rudi dan Papa Radit tetapi mereka tetap menikmati. Mau dikata bagaimana lagi mereka masih sibuk dengan pekerjaannya, jadinya yang ada yang akan berkumpul. Hingga kebersamaan dan candaan mereka berhenti karena ada suara bel berbunyi.
Ting tong ting tong
“Siapa ya mah?” tanya Adel
“Biar mama yang bukain” ucap Mama Nora hendak berdiri tapi diurungkan karena ditahan oleh tangan Aqila.
“Biar Qila mah oke. Mamah duduk aja” saut Aqila dengan cengiran tanpa dosa lalu berjalan menuju pintu.
“Siapa sih, gak sabaran amat” gerutu Qila saat orang yang menekan bel berulang kali
Ceklek
“Sekali aja napa sih mencet belnya, gak saba....” belum sempat ia menyelesaikan ucapannya matanya melotot tajam saat tau siapa yang berada didepan pintu.
“Saba apa hmm?” tanya Rudi dengan menahan tawa
Rudi menahan tawa pada gadis cantik didepannya ini, karena ia tau tadi Gadis didepannya mengumpati mereka tetapi ia berhenti tatkala tau wajahnya yang berada didepan pintu.
“Hihi maaf gaktau kak” ujar Aqila dengan cengirannya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
James yang melihat gadis didepannya tertegun, karena wajah manis cantik dan menggemaskannya membuatnya terpesona.
“Kamu gak ngijinin kita masuk nih” goda Rudi
“Eh iya hehe, ayo masuk kakak-kakak” ujar Aqila dengan tergagap
Akhirnya ketiganya masuk mengikuti Aqila yang berada didepannya.
“Siapa dek?” tanya Kevin
“Ini” tunjuk Qila pada semua orang diruang keluarga
Kevin terkejut melihat siapa yang datang, tapi lalu ia tersenyim tipis. Ia merasa menjadi bagian penting mereka karena tanpa disuruh mereka sudah mau menjenguk istrinya.
“Gak disuruh duduk nih gue Vin” celetuk Rudi
Kevin yang sadar akan lamunannya akhirnya tersenyum canggung lalu menyuruh mereka duduk.
“Sorry, ayo kalian duduk” seru Kevin
“Mama ke belakang ya nak” ujar Mama Angel
Lalu mereka semua pergi kebelakang dan tinggallah Adel, Kevin, rudi, James dan Alex. James dan Alex akhirnya menyerahkan buah tangannya.
“Ini buat istri bos. Semoga lekas sembuh” ujar Alex pelan
“Terimakasih ya Lex, jadinya ngerepotin kalian” saut Kevin
“Jangan gitu bos. Bos sudah kita anggap keluarga” celetuk James
Kevin hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Sedangkan Adel sedari tadi hanya diam dan menunduk. Ia tak tau harus melakukan apa, karena didepannya juga semuanya lelaki. Ia juga ingat sifat posesif Kevin. Kevin yang tau kecanggungan antara Adel akhirnya memecahkan keterdiaman Adel.
__ADS_1
“Sayang” panggil Kevin
“Iya mas” jawab pelan Adel sambil mendongakkan kepalanya pada Kevin
“Kamu capek?” tanya Kevin
“Iya mas” saut Adel singkat
Sejujurnya bukannya Adel capek ,tetapi ia tidak ingin mati kutu canggung dengan keadaan seperti ini. Akhirnya ia memilih mengiyakan perkataan suaminya.
“Ya sudah kamu kekamar dulu yah ,biar aku temenin mereka” seru Kevin
Adel mengangguk lalu pamit kepada semua orang.
“Saya permisi ke kamar dulu yah mau istirahat. Mari” ujar Adel sopan
“Ah iya Del” jawab Rudi cepat
Alex dan Kevin bahkan tertegun menatap wajah cantik istri dari bosnya tersebut. Ya mereka akui istri dari bosnya selain cantik tapi manis banget. Wajahnya babyface banget menurut mereka.
Kevin yang tau akhirnya berdehem untuk menyadarkan mereka.
“Ehem” deheman Kevin membuat keduanya gelagapan
“Maaf bos” saut keduanya serempak
“Oke, lain kali tidak ada maaf lagi” ujar dingin Kevin
Keduanya mengangguk lalu mereka mulai serius.
“Sudah beres bos. Tapi bos kita inginnya mereka jangan dibunuh” ujar pelan Alex
Ya Alex memelankan suaranya agar tidak ada yang mendengar pembicaraan penting mereka.
“Why?” pekik kesal Kevin
“Aku dan James sudah menyuruh anak buah kita untuk memperkosa keduanya bos. Apalagi nih si anak juga nyicipin satu bos” seru Alex dengan mendengus kesal
“Hah” Kevin menghela nafas
“Kalian pinter juga, bagus” saut Kevin. “Terus selanjutnya gimana?” sambung Kevin
“Kita lepasin aja mereka bos, gue yakin mereka gak bakal bisa lupain kejadian ini bos” seru James
“Gue serahin semua sama kalian oke. Yang pasti selalu pantau gerak gerik mereka dan tolong kasih pengawal jarak jauh untuk istri gue” lanjut Kevin
“Siap bos. Kalau itu pasti” saut tegas Alex
“Rud keadaan kantor gimana?” tanya Kevin
Ya selama Adel dirawat dirumah sakit, Kevin sama sekali tak beranjak untuk ke perusahaan. Semua urusan perusahaan ia serahkan pada Rudi. Sejujurnya ia kasihan pada Rudi tetapi tak ada cara lain karena ia juga menjaga istrinya dirumah sakit.
“Kantor aman kok Vin, udah jangan mikirin kantor. Ada gue” seru Rudi dengan membusungkan dadanya.
“Cihhh” Kevin berdecih
__ADS_1
“Gaya lo selangit tapi sayang lo jom..” belum selesai Kevin menyelesaikan ucapannya suara bel kembali berbunyi
“Siapa sih?” seru Kevin
Rudi menggedikkan bahu, akhirnya Kevin berjalan membuka pintu karena melihat para pelayan yang tak membuka pintu.
Ceklek
“Loh kamu ...”
-***-
Ditempat lain
Setelah pergulatan panas antar 4 orang lelaki itu dengan Sheirin akhirnya mereka meninggalkan Sheirin dengan keadaan kacau balau. Pakaiannya sudah menghilang dari tubuhnya, bahkan untuk bergerak ia sudah tidak mampu. Tubuhnya telah dinodai dan diperlakukan kasar oleh keempat pria muda itu.
Sheirin hanya bisa menangisi kehidupannya saat ini. Bahkan ia sekarang tak memiliki keinginan hidup dan semangat hidup.
Sheirin sudah kotor!
Sheirin tidak suci lagi!
Sheirin hina!
Teriakan hati kecil semakin menjadi. Sheirin akhirnya mengerang frustasi, tangannya masih ditali diatas kepalanya sedangkan kakinya dibiarkan begitu saja.
Ia hanya menatap nanar kedepan, tanpa ia sadar ada sepasang mata yang menatap iba padanya. Ya bukan siapa lagi jika bukan Luna.
“Lo gakpapa?” tanya Luna
“Gue jijik sama diri gue sendiri Lun” ujar Sheirin pelan sambil menangis
“Terus?” tanya Luna
“Gue mau mati aja” saut Sheirin
“What! Lo gila yah” Luna mengutuk sahabatnya itu.
“Gue seriusan” ujar Sheirin
Ya memang dalam pergulatan panas tadi, yang diperk*** oleh keempatnya hanya Sheirin saja. Sedangkan Luna tetap tidur diatas ranjang sendirian.
----*----
**Jangan lupa VOTE dong. Author udah usahain pos 2 episode loh, Jadi kalian juga harus dukung karya author dong dengan Like dan Vote.
Untuk cerita Azkiyah Dan Azzahra akan author lanjutkan jika cerita ini tamat yah. Tetapi jika ada waktu pasti akan pos juga. Jadi jangan lupa untuk tetap di favorit.
TERIMAKASIH🤗🤗**
Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.
Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.
Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah.Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari cerita author yang lain.
__ADS_1