
"Sabar sayang,acara hantaran nya baru akan di laksanakan lusa"
"Iya...aku mengerti tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa kan,di sini banyak keluarga besar ku"
"Setelah acara pernikahan aku langsung pulang,nanti aku transfer ya"
"Sabar ya,,I Love you to" ucap Ibram menutup ponselnya
"Jenny,,,kenapa! dia meminta mu pulang?" tanya Airin ketus
"Hmmm...."
"Lebih baik kamu jujur mas dengan pernikahan ini,agar aku juga bisa bebas" pinta Airin lembut
"Ai... untuk saat ini aku tidak ingin menyakiti hari siapapun , biarkan mengalir apa adanya"
"Mas,apa kamu tidak pernah terpikir kalau aku yang tersakiti dalam hubungan ini" ujar Airin lembut dia mencoba berbicara dari hati ke hati pada Ibram, sebelum masuk ke kamar Airin sempat mengobrol dengan bu Fatma dan bude-bude Ibram, mereka mengatakan jika Ibram memiliki darah yang sama dengan kakek buyutnya keras ,orang keras tidak bisa di balas dengan kekerasan harus ada kelembutan agar lebih menyatu jadi Airin mencoba berbicara lembut pada Ibram saat ini.
"Aku tak berniat sekali pun untuk menyakiti mu Ai, tapi aku juga bingung bagaimana caranya untuk keluar dari zona ini, jujur aku mencintai Jenny tapi aku juga tidak bisa menjadi anak durhaka bagi orang tua ku"jelas Ibram
"Ai..aku boleh minta satu hal?" tanya Ibram serius membuat Airin membelalak matanya
"Jangan macam-macam mas,aku bisa teriak"
"Ai...aku ingin mama bahagia dan kebahagiaan mama ada pada kamu Ai,kita tidak pernah tau Ai batas usia seseorang, apalagi kamu tau kalau mama mengidap penyakit jantung dan akan berbahaya untuk dirinya mendengar berita pernikahan kita"
"Lalu?"
__ADS_1
"Aku mohon Ai beri mama kebahagiaan di sisa umur nya"
"Caranya?" tanya Airin bingung
"Beberapa hari di sini aku minta kita bersikap layaknya suami-istri sungguhan Ai, berikan kesan baik agar mama bisa lebih lega melihat rumah tangga kita"mohon Ibram,tak pernah Ibram berbicara begini lembut nya kali ini dia berbicara dengan hati bukan emosi.
"Akan aku pikirkan mas" ujar Airin lagi
****
Pagi ini anggota keluarga mereka sudah di repotkan dengan acara mendekor rumah untuk acara besok.
"Seperti nya bagus di situ deh mas" ujar Airin menunjukkan pot besar di sudut ruangan
"Ini juga jangan terlalu banyak bunga kesan nya jadi norak mas, foto yang itu diletakkan di sana saja ya mas" lanjut Airin membantu tukang dekorasi nya
"Baru bangun mas?" tanya Airin lembut
"Hmmm.... ada makanan?" tanya Ibram
"Kamu mau makan, sebentar ya!" jawab Airin segera beranjak ke arah meja makanan,Airin mengambil nasi dan lauk yang sudah tersedia
"Mau aku buat kan teh mas?" tanya Airin
"Tidak...ini saja dulu,temani aku makan" pinta Ibram membuat Airin tersenyum kecil, dari menikah baru kali ini Ibram meminta nya menemani makan
"Bukannya-"
__ADS_1
"Duduk" potong Ibram membuat Airin mengikuti perintah suaminya itu
"Mau langsung di suap nggak?" goda Airin dan di jawab gelengan cepat oleh Ibram
"Gimana dengan dekorasi nya?" tanya Ibram memulai pembicaraan
"Hampir selesai yang di bagian depan, tinggal meletakkan beberapa bunga lagi,oh ya mas menurut kamu bagus di mana bunga yang warna ungu itu" tunjuk Airin
"Lebih cantik di letakkan di tengah deh"
"Nggak bisa mas di tengah sini ada gapura gitu buat penghias jalan nya tamu undangan"
"Kalau di sudut sana" tunjuk Ibram
"Di sana nanti mau di hias juga mas untuk tempat foto keluarga"
"Lalu?"
"Seperti nya di ujung yang sebelah kanan deh mas bagus nya nggak ganggu tapi terkesan cantik"
"Kenapa nggak di letakkan di sana saja dari tadi" kesal Ibram
"Aku kan minta pendapat kamu mas" jawab Airin lemah
"Iya...iya.... lebih bagus kalau di letakkan di tempat yang kamu suka,nggak ribet"
"Baru juga semalam minta baikan udah ketus lagi" ingat Airin
__ADS_1
"Maaf...."Ucap Ibram tersenyum kecil ntah kenapa dia dan Airin selalu saja berbeda pendapat tapi kali ini Airin lebih sedikit lembut tak membantah Ibram membuat lelaki itu spontan meminta maaf.