
Matahari pagi telah kembali terbit, sinar nya yang hangat dan menyilaukan tidak membuat kegiatan setiap manusia dipagi hari menjadi kacau. Dan disinilah, disebuah rumah yang dihuni oleh keluarga besar yang saling mengasihi, menyanyangi, membimbing dan saling membantu.
Tak ada perbedaan diantara mereka, status anak, cucu, menantu, mertua semua mereka anggap sama. Status kaya miskin itu tak jadi hal penting untuk menilai seseorang. Jadilah seseorang yang mengesampingkan status orang.
Setelah selesai sarapan pagi, Adel sudah berniat bahwa hari ini ia akan ikut ke kantor suaminya. Itupun menjadikan hati Kevin bahagia, karena jujur saja semakin hari Kevin semakin tidak ingin jauh dari istri dan calon anaknya.
“Ayo sayang, apa kamu sudah siap?” tanya Kevin
“Sudah mas, ayo” saut Adel lalu meraih tangan Kevin.
---*---
Sesampai dikantor, seperti biasa mereka akan diperlakukan seperti ini. Disambut dan diberi rasa hormat ketika berpapasan dengan para karyawannya.
Dan yang membuat Adel malas ikut ke kantor yaitu tatapan karyawan wanita yang memuji ketampanan suaminya, menatap seperti orang kelaparan. Ingin sekali ia menutup wajah suaminya sayangnya itu hanya angan-angan.
Kevin yang melihat wajah istrinya ditekuk, ia langsung menarik pinggul istrinya agar semakin mendekat. Lalu Kevin mulai berbisik.
“Senyum dong sayang, kenapa wajahnya ditekuk seperti itu” ucap Kevin setelah mereka didalam lift.
“Aku kesal setiap kali ikut kamu, tatapan karyawan wanitamu seperti orang kelaparan. Apa mereka tidak lihat kalau ada istrinya disampingmu” ketus Adel.
“Oh astaga istriku sedang cemburu” goda Kevin.
“Tau ah” cemberut Adel.
“Ya tuhan, istri hamil. Tambah sensitif begini, sabar sabar” gumam Kevin dalam hati
“Ayo dong sayang, jangan ngambek yah” rayu Kevin.
Adel masih terdiam menatap lurus kedepan, hingga pintu lift terbuka akhirnya mereka berjalan menuju ruangan Kevin. Didepan sudah ada sekretaris yang menunggu Kevin.
“Selamat pagi tuan dan nyonya” ucap sekretaris Kevin dengan menundukkan badannya.
Kevin hanya diam sedangkan Adel mengangguk lalu mereka masuk kedalam ruangan. Adel masih terdiam, hingga Kevin pun segera menggendong Adel untuk membawanya ke kamar pribadinya.
“Ahhh mas turunin” ucap Adel meronta-ronta.
“Mas ih turunin mas” teriak Adel.
“Diem sayang entar jatuh loh. Inget baby” ujar Kevin.
Akhirnya Adel pasrah dan diam saja, perlahan Kevin menurunkan Adel ke ranjang dan segera menindihnya tetapi tak sampai menekan perutnya.
“Mas mau ngapain?” tanya Adel gelagapan.
“Mau makan kamu” goda Kevin.
“Ah mas masih pagi” ucap Adel.
“Biarin, aku tetap ingin memakanmu” goda Kevin lagi.
“Jangan mas, entar baju kamu kusut loh” seru Adel dengan jantung yang berdebar.
Bagaimana ia tidak deg degan, baru semalam Kevin memakannya dan sekarang dipagi hari ia memintanya lagi. Oh astaga apa ia lupa istrinya sedang hamil.
“Aku masih ada baju lagi sayang, oh ayolah yah” bujuk Kevin.
“Mas inget, aku lagi hamil mas” ujar Adel mengingatkan.
“Aku janji pelan-pelan” saut Kevin dengan wajah memelas.
Kalau sudah begini Adel tidak bisa menolak, ia hanya bisa mengangguk lalu terjadilah pergumulan panas dipagi hari.
__ADS_1
Sorry ya heheh, disensor aja. Bayangin sendiri, takut pada batal puasanya kalau dijabarin heheh.
Ketika mereka selesai pergumulan panas, nafas mereka masih menderu dan tersenggal. Tetapi mereka tersentak dengan suara ketukan pintu.
Tok tok tok
“Mas” ucap Adel.
“Hmmm” saut Kevin.
“Tuh ada yang ketok pintu” seru Adel.
“Ya aku dengar sayang”
“Kenapa gak dibukain” ujar Adel.
“Biarin aja, mereka gak bakal bisa masuk” ucap santai Kevin.
“Hah? Bagaimana bisa mas” tanya Adel.
“Pintunya udah aku kunci otomatis” seru Kevin.
“Tapi kalau ada hal penting bagaimana, ayo sana ke kamar mandi” ujar Adel.
“Gak mau, aku mau sama kamu aja” manja Kevin dengan memeluk istrinya.
Kalau begini Adel harus bisa merayu suaminya, kalau tidak seharian Kevin tidak akan mau pisah dengannya.
“Hey sayang ayolah, kamu disini bos sayang. Banyak kerjaan kamu, kamu juga harus memikirkan nasib para karyawan dibawah naunganmu sayang” ujar Adel memberikan pengertian.
“Mereka menompang hidup, dari hasil gaji mereka kerja disini. Kalau kamunya males gini nanti ada apa-apa dengan kantor pasti semua kena imbasnya sayang”sambung Adel lembut.
“Baiklah aku akan mandi” pasrah Kevin. "Tetapi beri aku kecupan" ujar Kevin dengan mencondongkan wajahnya
Adel mencium pipi Kevin.
Lalu Kevin beranjak dari ranjang dan mencium kening istrinya sekilas lalu ia segera pergi ke kamar mandi.
10 menit berlalu
Kevin keluar dari kamar mandi dengan wajah segar. Adel langsung membantu memakaikan pakaian suaminya tersebut. Dengan tangan Kevin yang bergerak ketubuh Adel.
“Usss mas, stop” ujar Adel memegang tangan suaminya
“Kalau kamu gini, nanti kamu bakal makan aku lagi” sambung Adel
“Baiklah, aku mengerti sayang” saut Kevin
“Senyum dong, janji deh nanti malem aku kasih lagi” seru Adel
Seketika wajah Kevin berseri-seri dengan tersenyum lebar.
“Beneran yah?” tanya Kevin
“Beneran mas janji” ujar yakin Adel
“Yaudah kamu istirahat ya sayang, aku akan kerja” tutur Kevin
“Iya mas, semangat. Cupp” cium Adel dipipi Kevin
Cupp
Kevin mencium kening Adel dan bibirnya, lalu segera meninggalkan ruangan itu menuju kursi kebesarannya.
__ADS_1
---*---
Hingga matahari naik dan menandakan waktu sudah siang akhirnya Adel mulai keluar dari ruang pribadi Kevin menuju kursi Kevin.
Terlihat suaminya itu sedang sibuk berkutat dengan laptop dan lembaran kertas.
“Sayang” panggil Adel.
“Iya cinta” saut Kevin lalu memutar kursi untuk menatap ke arah istrinya.
“Lapar” manja Adel dengan duduk dipangkuan Kevin
“Mau makan apa sayang?” tanya Kevin
“Terserah mas” ujar Adel
“Baiklah aku pesankan online yah” saut Kevin lalu meraih benda pipih diatas meja.
“Jangan mas, aku pengen makan langsung di tempatnya” seru Adel
“Tapi pekerjaanku masih banyak sayang” ujar pelan Kevin
“Baiklah, aku pergi sendiri yah. Aku beli direstaurant depan” ucap lembut Adel
“Jangan sendiri sayang, sama Rudi yah” ujar Kevin dengan wajah memohon
“Baiklah mas, mas mau makan apa?” tanya Adel
“Aku ikut kamu sayang” balas Kevin
“Ya udah aku pergi sekarang ya sayang” ucap Adel lalu beranjak berdiri dari pangkuan Kevin
Kevin hanya mengangguk, Adel langsung keluar dengan diikuti Rudi.
“Kak Rud, kamu ikut aku makan oke” ajak Adel
“Lah jangan, entar kena amuk Kevin aku” seru Rudi
“Gak bakal mas, sejujurnya aku pengen dia ikut. Tapi Mas Kevin banyak kerjaan” cemberut Adel
“Suamimu memang sibuk Del, besok dia ada rapat penting dengan client nya dari Jepang. Jadi hari ini semua laporan yang dibawa harus selesai” ujar Rudi menjelaskan
“Iya sih mas, gini ya kalau punya suami super sibuk” seru Adel
“Hahahha yang sabar” ledek Rudi
“Huh” dengus kesal kearah Rudi
Hingga tanpa mereka sadari mereka sudah berada didepan perusahaan, mereka sedang menengok kanan dan ke kiri untuk menyebrang.
Terlihat jalanan mulai renggang, akhirnya keduanya berjalan menyebrang jalan. Tapi naas terlihat mobil melaju kencang menuju mereka, Adel dan Rudi belum menyadari karena mereka mengobrol sambil menyebrang. Dan tiba-tiba..
BRAKKK...
-------*-------
Hayoo siapa yang ketabrak!!
Author cuma minta Like loh dan Vite buat semangat Author. Beberapa Bab selanjutnya mungkin menengangkan. Yuk segera Vote dan Like yang banyak biar author lanjut up.
Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.
Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.
__ADS_1
Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah.Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini.