Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Tidur Di Luar


__ADS_3

“Sayang awas perutmu sakit” ujar Kevin memperingati.


Adel menyengir kuda. “Gak bakal mas, malahan aku masih lapar” ujar Adel


Mata Kevin membulat, apa ia tidak salah dengar. Istrinya tadi pagi sarapan dengan lahap lalu sekarang masih pukul 8 kurang sudah sarapan kedua dengan pizza. Dan masih mengatakan lapar?


Apa tidak ada yang salah pada tubuh istrinya.


“Apa kamu sakit sayang?” tanya Kevin dengan menempelkan punggung tangan didahi Adel.


“Ih apa sih mas, Adel gak sakit” seru Adel kesal


“Tapi aneh aja sayang, kamu gak biasanya makan banyak gini” seru Kevin


“Ya udah lah mas. Toh kan cuma makan sih. Apa mas takut aku gendut?” tanya Adel dengan mata melotot


“Oh astaga, kenapa dengan istriku. Apa dia sedang datang bulan. Kenapa ia marah-marah tak jelas kepadaku” gumam Kevin dalam hati


“Tidak sayang, kamu semakin seksi sekarang. Meski kamu gendut aku tetep bakal cinta sama kamu” rayu Kevin


“Gombal, yaudah aku pulang aja. Nanti malam kamu tidur di luar” Adel memperingati lalu beranjak berdiri.


Kevin yang mendengar langsung gelagapan. “Maaf yang. Jangan gitu dong” Kevin berdiri dengan merengek pada Adel


“Biarin salah siapa nyebelin” gerutu Adel


“Oh ya tuhan padahal kau yang menyebalkan huh” tapi sayang hanya dalam hati Kevin menyautinya.


“Iya salahku sayang, mohon maafkan aku yah” tetap dalam mode merayu


“Baiklah” seru Adel, wajah berseri tercetak jelas dalam wajah Kevin. “Tapi mas tetep tidur dikamar tamu” lanjut Adel


Wajah yang tadinya berseri mulai meredup kembali. Kevin sudah membayangkan bagaimana ia tidur sendirian dikamar tamu. Hyaaa dia pasti tidak akan bisa tidur.


“Jangan dong yang. Huhu aku tidak bisa tidur” tetap dalam mode merayu bahkan sampai berlutut


“Huh berdiri mas. Ih malu ntar ada yang masuk” gerutu kesal Kevin


“Biarin, aku gak bakal berdiri kalau kamu gak ijinin aku tidur dikamar” ujar Kevin dengan memasang wajah memelas


“Huh Kamu ya...” belum sempat Adel melanjutkan kata-katanya ada seseorang menerobos masuk.


Ceklek


“Upss sorry sorry gue gak lihat” ujar Rudi dengan membalikkan dirinya dan hendak keluar kembali karena ia telah masuk dengan sembarangan


“Kebiasaan masuk tanpa ketuk” ketus Kevin


“Ya kan lo tau gue udah biasa nyelonong” Rudi dengan cengiran tanpa dosanya.


Beralih menatap Adel. “Apa kabar kamu Del?” tanya Rudi


“Baik kak, kakak sendiri?” tanya Adel

__ADS_1


“Sayang, lihat mas?” rengek Kevin tetap berlutut.


“Hahah lo kenapa? Gak dikasih jatah?” ledek Rudi


“Sialan lo” ketus Kevin


“Yang, plis yah” tetap dalam mode berlutut dan lebih memelaskan wajahnya.


“Iya iya mas. Udah berdiri gak malu sama Kak Rudi” seru Adel lalu meraih tangan suaminya untuk membantunya berdiri.


“Kayak gak tau dia aja Del kamu, dia kan gak ada malunya sama aku” seru Rudi dengan menjulurkan lidahnya kearah Kevin


“Awas lo yah, siap-siap aja potong gaji” ancam Kevin


Rudi sendiri sekarang yang gelagapan, Adel sudah menahan tawa melihat dua lelaki dewasa didepannya bertengkar seperti anak kecil.


“Ampung Vin, Lu sadis amat” celetuk Rudi


“Biarin. Udah sono keluar” perintah Kevin


“Ehhh tapi lo janji gak bakal motong gaji gue” seru Rudi


“Gak janji, udah sono. Ganggu aja” gerutu Kevin


Akhirnya Rudi mengalah ia memilih pergi dari ruangan bosnya. Ancaman potong gaji sudah membuat dirinya takut. Ya mungkin karena ia sudah tinggal seorang diri dan gajinya ia sisihkan untuk anak panti jadi ia terkadang memikirkan saldo direkeningnya.


Kembali pada sepasang suami istri yang masih berselisih.


“Sayang, bener kan yang tadi?” tanya Kevin


“Aku udah boleh tidur di kamar” seru Kevin


“Ya”


“Yess uhuy” Kevin meloncat kegirangan akhirnya ia tidak tidur sendirian.


Adel melanjutkan ucapannya, "Ya mas boleh tidur dikamar tetapi di sofa bukan diranjang”


Yang awalnya senang menjadi lesu. Harapan untuk bermanja dengan istrinya bubar. Hah tetapi tidak apa daripada tidur diluar lebih baik masih dikamar yang sama pikirnya.


---*---


Di SMP Internasional


Seorang gadis remaja yang tidak fokus untuk mengikuti pelajaran didepan matanya. Baru kali ini perhatiannya buyar hanya karena masalah cinta. Mungkin karena ini adalah hal pertama untuknya. Seumur ia hidup ini adalah pengalaman pertamanya tentang cinta. Jadi wajar dong yah sigadis akan bingung dan fokusnya bubar.


“Aqila!” seru Bu Tika dari dekat papan tulis


Aqila masih melamun diam.


“Qila hey” panggil sahabat Aqila yang duduk disebelahnya namanya Rossa.


Rossa menyenggol lengan Aqila. Aqila terjengkat dan reflek menoleh.

__ADS_1


“Apa sih” sentak Aqila


“Tuh” Rossa mengkode lewat tatapan ekor matanya.


Aqila mengikuti tatapan Rossa dan akhirnya menunduk ketika mendapati Bu Tika menatapnya.


“Kamu kenapa Aqila?” tanya Bu Tika


“Emm gak papa bu. Saya sedikit pusing aja” saut Aqila sambil memijat pelipisnya.


Ya Aqila disekolah terkenal siswi pintar berprestasi jadi ia tidak pernah terkena hukum oleh guru. Dan sekarang ia melamun pun akhirnya mencari celah agar tidak dihukum dan beruntung Bu Tika adalah guru yang sabar dan akhirnya percaya.


“Kalau pusing kamu ke UKS aja” suruh Bu Tika


“Baik bu” jawab Aqila


“Rossa kamu antar Qila yah” pinta Bu Tika


“Iya bu” saut Rossa


Akhirnya keduanya berjalan beriringan menuju UKS.


“Lo kenapa sih La?” tanya Rossa


“Gue gak kenapa-napa” saut Aqila


“Lo serius. Gue liat lo daritadi ngelamun” seru Rossa


Aqila terdiam ia masih malas untuk menjawab.


“Yaudah kalau lo gak mau cerita sekarang gakpapa nanti kalau lo udah siap lo boleh cerita ke gue” ujar Rossa


Lalu mereka akhirnya diam seribu bahasa sampai keduanya berada didepan pintu UKS. Rossa membantu membukakan pintu UKS dan mengantarkan Aqila untuk tidur di ranjang UKS. Sebelum Rossa akan keluar, terlihat kakak PMR masuk ke ruangan yang sama.


“Hy sa” sapa Kakak PMR yang ternyata kenal dengan Rossa


“Hy kak” sapa Rossa ramah


“Kamu ngapain disini?” tanya Kakak PMR


“Antar temen aku pusing katanya kak” ujar Rossa


“Oh yaudah tinggal aja. Ntar kakak yang bantu rawat” saut Kakak PMR dengan ramah


“Yaudah aku tinggal ya kak, La gue balik kelas yah” seru Rossa dengan menatap ke arah Aqila yang sudah terbaring di ranjang


“Thanks Sa” saut Aqila


Rossa mengangguk, dan akhirnya ia keluar meninggalkan Aqila dengan Kakak PMR didalam UKS.


-----***-----


Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.

__ADS_1


Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.


Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azkiyah Dan Azzahra . Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari cerita author yang lain.


__ADS_2