Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Sekolah Baru


__ADS_3

Akhirnya Kevin masuk dan diikuti lainnya. Kepala Sekolah mendongakkan wajahnya dan dia langsung berdiri tersenyum ketika melihat yang masuk diruangannya.


“Silahkan duduk Pak Kevin” Ucap Kepsek.


“Terimakasih pak” saut Kevin lalu mereka duduk bersamaan.


“Begini saya kesini untuk mengantarkan kedua adik ipar saya yang kemarin sudah diurus oleh asisten saya pak” seru Kevin.


“Oh iya pak, baik saya akan memberikan pelayanan terbaik untuk mereka berdua” saut Kepsek.


Aqila dan Axel hanya bisa saling pandang, entah apa yang mereka pikirkan tetapi mereka akan berusaha menjadi siswa terbaik disekolah yang baru.


Setelah selesai berbicara akhirnya Kepsek mengantarkan mereka berempat dengan ditemani 2 guru yang akan mengajar Di kelas Axel dan Aqila.


Sepanjang perjalanan Di Kelas Axel, ia menatap kanan dan kirinya. Mengingat jalan yang akan mereka lalui ke kelas Axel.


10 Menit kemudian, Axel sudah sampai didepan kelasnya. Ternyata bel masuk telah berbunyi. Terlihat sudah banyak siswa dan siswi yang masuk kedalam kelas. Terpampang jelas diatas itu bertuliskan kelas XII.


Didalam kelas juga banyak siswa dan siswi yang riuh akan kedatangan murid baru yang wajahnya tampan. Mereka seperti mendapat rejeki nomplok jika lelaki tampan itu akan sekelas bersama mereka.


Hingga akhirnya Guru mempersilahkan masuk Axel. Sebelum masuk Axel berpamitan kembali pada Kak Kevin dan Om Rudi.


“Kak, Axel masuk dulu yah” pamit Axel lalu mencium punggung tangan Kevin dan Rudi.


“Belajar yang rajin ya” pesan Kevin.


“Inget jangan main cewek Xel” goda Rudi.


“Siap Kak, Om” saut Axel.


Axel lalu mengikuti langkah guru tersebut untuk masuk kedalam. Pak Kepsek lalu mengantarkan Aqila bersama yang lainnya menuju ke kelasnya.


Dikelas Axel...


Pak Guru pun berdiri didepan kelas, karena ia akan meminta Axel untuk mengenalkan dirinya. Axel pun berjalan menghampiri gurunya tersebut dan berdiri disampingnya.


Pak Guru berbicara memakai bahasa inggris, karena memang di sekolah internasional harus memakai bahasa inggris dilingkungan sekolah saat pelajaran dimulai.


“Selamat pagi anak-anak” sapa Pak Guru yang name tage nya Pak Rio.


“Selamat pagi pakk” saut murid bersamaan.


“Pagi ini kita kedatangan murid baru, Semoga kalian bisa saling kenal dan menerima kehadirannya yah. Ayo Axel perkenalkan dirimu” seru Pak Rio.


“Kenalkan namaku Axel Richard Putra Cullen, Panggil Axel” ucap Axel.


Kemudian terdengar riuh para wanita di kelas tersebut.


“Oh namanya Axel” seru salah satu siswi.

__ADS_1


“Masih jomblo belum” celetuk satu siswi lain.


“Nomer handphonenya dong juga” seru yang lain.


Tetapi sang empu hanya diam dengan wajah datar dan dingin. Karena memang itulah sikap Axel cuek dan acuh pada wanita. Menurutnya selama ia belum sukses ia harus belajar agar membuat bangga mama, kakak, adik dan kakak iparnya itu.


Setelah selesai memperkenalkan diri, Pak Rio meminta Axel duduk di kursi kosong.


“Axel duduklah disamping Jimmy” pinta Pak Rio.


“Baik pak” jawab Axel.


Axel langsung jalan menuju kursi disamping lelaki yang bernama Jimmy. Ia langsung mendudukkan dirinya dan langsung disuguhi sodoran tangan dari Jimmy.


“Hallo, Salam Kenal Xel, Gue Jimmy” ucap Jimmy dengan bahasa inggris.


“Hay, Gue Axel” jawab Axel dengan menerima uluran tangan Jimmy.


“Lu pindahan darimana?” tanya Jimmy.


“Gue pindahan dari SMA Nusa Bangsa” saut Axel.


Jimmy hanya ber oh ria. Lalu semua murid langsung mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung.


--***--


Setelah Aqilla memperkenalkan diri. Ia mulai agak sulit berkenalan dengan siapapun. Karena memang ia sama aja dengan Axel berwajah dingin ketika berada diluar. Ia hanya hangat saat bersama keluarga dan sahabatnya.


Setelah bel berbunyi tanda istirahat. Aqila masih diam dikursi nya dan sambil membaca ulang pelajaran yang barusan ia dapatkan. Karena terlalu fokus tanpa ia sadari ada sepasang mata yang menatap Aqila dengan duduk disebelahnya.


Aqila yang merasa kelasnya sudah tidak ramai, ia mendongakkan wajahnya dan terperanjak kaget pasalnya kursi teman wanitanya disebelahnya ada seseorang yang mendudukinya.


“Siapa kamu?” tanya Aqila dengan bahasa inggris.


“Hay, Kenalin nama ku Dio” ucap Dio dengan menjulurkan tangannya.


“Ya” saut cuek Aqila.


Tak perlu basa basi Aqila langsung keluar dari kelas dan berjalan kedepan kelas tanpa memandang lagi kearah Dio.


“Wah wanita yang sulit didapatkan” Gumam Dio dengan tersenyum kecil.


Ya Dio adalah salah satu lelaki tampan di Sekolah Menengah Pertama Internasional. Siapa yang tidak mengenalnya. Lelaki dengan wajah tampan dan berkulit kuning langsat itu serta tubuh yang tegab. Tinggi yang menjulang sungguh cocok dengan nya yang sekarang memegang posisi Kapten Basket itu. Wanita siapapun pasti akan tergila-gila padanya. Tapi tidak dengan Aqila, karena Aqila hanya akan fokus dengan sekolahnya tanpa melihat siapapun.


Menurutnya ia sekolah setinggi ini juga karena bantuan biaya orang yang menyanyanginya. Jadi menurutnya ia tidak boleh menghancurkan semua harapan orang-orang yang sayang padanya. Menurutnya sekarang ia hanya perlu belajar belajar dan belajar untuk bisa meraih kesuksesan. Selain itu ditunjang taat pada Allah dan berusaha juga. Itulah yang selalu berada dalam pikirannya.


-****-


Dirumah Kediaman Kevin

__ADS_1


Adel sedang berkutat dengan masakannya. Ia berniat ke kantor suaminya untuk membawakan makan siang. Karena itu sudah menjadi satu rutinitas wajib untuk Adel. Selesai memasak ia langsung menata di kotak makan dan menghiasnya. Setelah semua sudah rapi, ia langsung bergegas ke kamar untuk mengganti pakaian.


Mengambil dress berwarna kuning selutut, dengan rambut digerai dan sepatu flatshoes sudah membuat tampilan manis pada Adel. Memoles wajahnya dengan make up tipis ia langsung beranjak turun dan membawa kotak nasi.


Berjalan menuju mobil, Pak Adi yang melihatnya sontak membukakan pintu mobil lalu membungkuk hormat pada Adel.


“Antarkan saya ke kantor suami saya ya Pak Adi” pinta Adel.


“Siap nona” saut Pak Adi.


Pak Adi langsung berjalan menuju ke pintu kemudi lalu mendudukkan dirinya. Melajukan mobilnya keluar rumah dengan kecepatan sedang. Keadaan jalan sedikit ramai karena memang waktunya makan siang. Butuh waktu 30 menit untuk Adel sampai dikantor suaminya. Setelah sampai didepan satpam membukakan pintu mobil dan menundukkan tubuhnya memberi hormat.


Adel hanya tersenyum lalu langsung berjalan menuju pintu Lift. Karena memang pihak kantor sudah tau posisi Adel. Menekan nomer lantai yang dituju lalu pintu lift tertutup.


Ting


Pintu lift terbuka


Rudi yang melihat kehadiran Adel ia langsung menghampirinya dengan tersenyum tipis.


“Kak Rud, Kevin ada kan di ruangannya” tanya Adel.


“Kevin masih di ruang meeting, kamu tunggu didalam aja langsung oke” seru Rudi.


Adel hanya menganggukkan kepalanya lalu ia masuk kedalam ruangan Kevin. Seperti biasa ia meletakkan kotak makan dimeja dan Adel berjalan menuju lemari buku. Ia mengambil salah satu buku dan membawanya ke sofa. Sudah menjadi kebiasaan Adel ketika membawakan makan siang suaminya ia akan membaca buku terlebih dulu jika suaminya sedang rapat.


20 menit kemudian, terdengar suara pintu terbuka tetapi Adel tak bergeming karena sangking fokusnya sama buku bacaannya. Hingga seseorang duduk disebelahnya pun ia tak mendengar. Hingga sampai lengah kokoh memeluknya dari samping Adel langsung mendongakkan wajahnya dan tersenyum lebar ketika wajah yang ia tunggu sudah ada didekatnya.


“Siang sayang” ucap Adel lalu mencium kilas bibir Kevin.


“Siang juga istriku tersayang, maaf yah kamu nunggu” ujar Kevin pelan.


“Gakpapa sayang, kan udah biasa. Ayo makan” pinta Adel.


Adel lalu membuka satu persatu kotak makan dan menatanya dimeja makan. Ia juga memanggil Rudi karena memang ia membawa makanan lebih untuknya juga. Setelah Rudi mendudukkan tubuhnya, Adel langsung mengambilkan makanan untuk suaminya dan Rudi. Selesai itu ia juga mengambilkan untuk dirinya sendiri. Dan mereka pun akhirnya makan siang dengan diselingin candaan ringan.


Hingga candaan dan makanan mereka harus berhenti karena ada yang membuka pintu dengan paksa dan tak mengetuknya. Seketika ketika melihat siapa yang datang, rahang Kevin langsung mengeras dan tatapannya tajam. Sedangkan Adel terbelalak kaget dan dadanya menjadi berdenyut sakit. Begitu pula Rudi, ia langsung tak suka dengan kehadiran orang tersebut.


“Ngapain lo kesini?” Suara Kevin dengan tatapan tajam.


-------*-------


Hayoo siapa yang dateng?


Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.


Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.


Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah. Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini

__ADS_1


__ADS_2