
Setelah seharian dirumah Adel akhirnya dua manusia yang sedang dimabuk cinta itu mulai meninggalkan pekarangan rumah Kevin. Rudi akan mengantarkan sang kekasih kembali ke kosnya.
Hingga suara telfon ditas milik Meli membuat keduanya menghentikan candaan mereka.
“Mama” cicit pelan Meli ketika sudah melihat siapa yang menelfon.
“Siapa sayang?” tanya Rudi
“Mama” jawab Meli
“Kenapa kamu gak angkat?” tanya lagi Rudi
“Iya ini aku angkat” saut Meli
Meli menggeser tombol hijau itu lalu melekatkan benda pipih itu ditelinganya.
“Assalamu’alaykum ma” suara Meli
“Wa’alaykumsalam sayang, kamu dimana?” tanya Mama Meli
“Ah Meli dijalan ma, Meli dari rumah Adel” seru Meli
“Oh iya sayang, mama ngerti. Kamu langsung pulang ini kan?” tanya Mama Meli
“Iya ma, Meli langsung balik kos ini kok” celetuk Meli
“Kamu bersama siapa? Naik apa?” tanya Mama Meli tak sabar
“Ah aku bersama sama Mas Rudi mas. Naik mobilnya” ujar Meli terbata
Hening
Meli tau pasti mamanya sedang mencerna ucapan miliknya karena selama ini sang mama memang tak pernah melihat sang anak dekat dengan lelaki lain.
“Ma” seru Meli
“Hati-hati ya sayang, nanti kalau sampai kos telfon mama” ujar Mama Meli pelan
“Siap ma yaudah ya. Assalamu’alaykum”
“Wa’alaykumsalam” saut Meli
Rudi sedari tadi menyimak tapi ia tak mendengar apa yang diucapkan Mama Meli itu.
“Kenapa sayang?” tanya Rudi yang menatap wajah sang kekasih muram
“Aku takut mama gak nerima kamu sayang” cicit pelan Meli dengan mata yang berkaca-kaca
“Aku akan berjuang untuk cinta kita” menggenggam erat tangan Meli
“Janji” menyodorkan kelingkingnya.
Dan Rudi pun menyambut kelingking Meli ketika lampu merah berhenti.
“Sudah jangan menangis” seru Rudi
“Iyah” saut Meli
__ADS_1
Hingga akhirnya mobil yang Rudi tumpangi telah sampai didepan kos Meli. Meli segera melepaskan sabuk nya dan keluar dari mobil diikuti Rudi.
“Hati-hati ya sayang” uajr Rudi ketika ia sudah didepan mobil
“Iya mas” saut Meli. Meli mendekat dan “Cup” mencium pipi Rudi
Mata Rudi membulat , Meli hanya menatap geli lelaki didepannya itu. Lelaki didepannya itu sangat polos tetapi ia tampan dan pandai. Ah Meli menatapnya saja membuatnya berdebar apalagi ketika dekat terasa jantungnya berhenti berdetak.
“Ya udah sana masuk” mengibaskan tangannya
“Bye” saut Meli dengan berlari kecil
Meli segera masuk ketika pintu kamarnya telah dibukanya. Ia menjatuhkan oleh-oleh dari Adel lalu duduk bersandar dibalik pintu. Jantung Meli masih berdetak kencang, ia meremas bajunya sendiri.
“Ya tuhan dia begitu sempurna” gumam Meli dengan menunduk
“Semoga mama merestui hubungan kami” doa Meli. “Ah aku hampir lupa telfon mama” segera beranjak dan mengambil ponselnya.
Tut tut tut
“Assalamu’alaykum ma” salam Meli
“Wa’alaykumsalam Mel ,sudah dirumah?” tanya Mama Meli
“Iya ma sudah” jawab Meli
“Mama mau tanya sama kamu sayang?” tanya Mama Meli terdengar serius
Meli mengangguk meski mamanya tak akan melihat anggukannya. “Tanya apa ma?” Meli menjawab dengan nada dibuat setenang mungkin.
“Siapa Rudi nak?” tanya Mama Meli
“Nak?” panggil Mama Meli dari seberang
“Ah iya ma” saut Meli
“Kenapa diam?” tanya Mama Meli
“Enggak kok ma. Mmmmm Mas Rudi itu kekasih Meli ma” jawab Meli dengan takut sampai menggigit bibir bawahnya.
“Kekasih?” tanya Mama Meli dengan nada kaget diseberang telfon
“Iya ma” cicit pelan Meli
“Sejak kapan?” tanyanya
“Kemarin ma, tetapi Meli juga minta restu sama mama. Kalau mama merestui Mas Rudi akan kesana” ucap Adel pelan
“Secepat itu?”
“Iya mah, apa mama tak menyetujui?” lirih Meli
“Siapa bilang mama tak merestui dan menyetujui kalian?” tanya Mama Meli
“Ya aku takut aja ma ,takut mama...” belum sampai Meli menyelesaikan ucapannya sudah disela oleh Mama Meli.
“Bawa ia kemari dan kenalkan sama mama nak”
__ADS_1
Tut
Seketika telfon pun terputus diakhiri sepihak oleh Mama Meli. Mata Meli masih membulat tak percaya. Sang mama meminta Rudi untuk datang kerumahnya. Apa mamanya menyetujui hubungannya.
Hati Meli senang campur aduk cemas. Ia segera meraih ponselnya yang tergeletak di lantai. Ia hendak menghubungi sang kekasih tapi pucuk dicinta ulam pun tiba. Ternyata kekasihnya menghubunginya dulu.
“Hallo mas” saut Meli ketika ia sudah mendekatkan ponselnya ditelinganya.
“Hallo sayang. Sedang apa?” suara Rudi terdengar lembut
“Habis telfonan sama mama mas” saut Meli
“Apa ada hal penting yang mamamu sampaikan sayang?” tebak Rudi ketika ia mendengar suara kekasihnya terdengar berbeda.
“He’em mas. Ada” lirih Meli
“Apa sayang?”
“Mama memintamu datang kerumah” ujar Meli
Senyum mengembang di bibir Rudi. Ia yakin ia pasti akan segera bertemu calon mama mertuanya. “Baiklah sayang, aku akan menghubungi Kevin untuk menanyakan kapan ia bisa menemani mas kerumahmu” terdengar suara Rudi semangat.
“Apa mas serius?” tanya Meli
“Apa mas terdengar seperti bercanda?” lirih Rudi dengan penuh penekanan.
“Enggak mas” saut Meli
“Asal kamu tau sayang. Mas serius sama kamu mas gak main-main. Mas ingin segera menyusul Kevin” ujar yakin Rudi
“Tapi aku masih kuliah mas” cicit Meli
“Meski kita sudah menikah aku gak akan memintamu berhenti kuliah” ucap Rudi
“Makasih mas” senyum mengembang pun dibibir Meli. Ia merasa bahagia jika lelakinya sangat menyanyangi dan mengerti akan dirinya.
“Samasama sayang. Ya sudah tidurlah. Besok aku jemput kamu kuliah” ucap Rudi
“Iya mas. Selamat malam sayang” lirih Meli
“Selamat malam”
Keduanya saling mematikan telfon dengan perasaan bahagia yang membuncah. Meli senang ia memiliki lelaki yang tepat untuknya dan paling mengerti kemauannya. Meski hatinya masih ragu akan nanti kejadian jika sudah ada mamanya. Tapi ia yakin mamanya akan menerima lelaki yang baik untuk anaknya.
Sedangkan Rudi ia juga merasa senang karena ia akan segera menemui calon mertuanya. Ia sudah tak sabar untuk menemui agar segera menjadikan kekasihnya adalah pasangan halalnya.
Ia ingin memiliki keluarga kecil, memiliki perempuan yang akan menjadikan alasan ia segera pulang kerumah. Memiliki anak-anak yang akan meramaikan rumahnya nanti. Ia iri dengan sahabatnya Kevin yang sudah bisa merasakan terlebih dahulu. Sekarang ia akan segera memilikinya juga.
--*--
Hihi Abang Rudi degdegan gak yah mau ketemu camer?
Yang biasanya wajah dingin sama cuek eh ternyata sekarang juga bisa bucin. Hahahha lucu aja.
Tapi kalau author emang suka laki sifat begitu. Jadi manja dan hangatnya cuma buat kita seorang aja haha.
Kepo gak sama kelanjutannya?
__ADS_1
Sabar yah, Author usahai. updatenya selalu jam 15.00 kok. tepat waktu banget. Author usahain bakalan tiap hari update.
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YAH.