
Adel diruang bersalin ditemanin kedua mamanya. Kedua mamanya dengan kesabaran membantu Adel Dan memberi semangat untuk anak dan menantunya itu.
“Mamah” panggil Adel dengan mata sayu ketika sakit diperutnya hilang.
Ia mencari suaminya tetapi tak menemukan. Ya setelah keluar Kevin tak masuk lagi karena terburu-buru dan paksaan dari Papanya dan Rudi.
“Kevin ada meeting penting sayang demi perusahaan. Tidak bisa digantikan” Mama Nora menjelaskan ketika tau gelagat sang menantu. “Maafkan anakku karena ia pergi sementara waktu”
Adel mengangguk lalu ia mendesis kembali ketika sakitnya kembali datang. Tetapi Adel sudah bisa mengatur nafasnya ketika sakit itu datang kembali.
Semua keluarga tetap berada dirumah sakit. Dan menjelang sore bergantian semua orang pulang untuk mandi dan berganti pakaian.
Hingga menjelang magrib, ketika Adel ijin ke kamar mandi buang air kecil dan dibantu oleh Mama Nora. Mata Adel melebar saat melihat celana dalamnya dipenuhi darah.
“Mama” panggil Adel
“Iya sayang ada apa?” saut Mama Nora
“Ini” menunjukkan celana dalamnya. Mata Mama Nora melebar. “Darah” ucap Mama Nora
“Ayo mama panggilin dokter dulu” ajak Mama Nora
Membantu Adel berbaring lalu ia keluar memanggil dokter. Dokter Tia datang dan mengecek sudah pembukaan berapa.
“Masih pembukaan dua Nyonya” ujar Sopan Dokter Tia
“Tapi apa itu wajar darah sudah keluar?” tanya Mama Nora dengan wajah cemas.
“Tenang nyonya. Itu normal semua ibu hamil yang melahirkan pasti beda-beda masanya” Dokter Tia menjelaskan
“Baiklah terimakasih dok”
“Lebih baik dibawa jalan-jalan juga Nyonya” dokter Tia menjelaskan.
“Baiklah”
Akhirnya Dokter Tia pun keluar dan Mama Nora mengusap rambut menantunya.
“Adel kuat buat jalan?” tanya Mama Nora lembut.
Adel terdiam sebentar sejujurnya jika sakitnya datang ia sudah kesakitan tetapi demi anak dia harus kuat.
“Kuat ma” saut Adel dengan memaksa senyumannya.
Mama Nora membantu Adel duduk. Mengantar menantunya memakai pembalut agar ia bisa jalan dengan nyaman. Setelah selesai Adel berjalan didalam ruangan kamar inapnya.
Dokter Tia sudah menyiapkan satu ruangan inap yang eksekutif. Sudah seperti di hotel dalamnya. Bagus dan nyaman. Semua keluarga diberi kabar dari pesan oleh Mama Nora jika Adel sudah mengeluarkan darah membuat semua keluarga bergegas kembali ke Rumah sakit.
Ceklek
Pintu terbuka
Dengan semangat Adel menghadap kebelakangnya. Dan ia harus menghela nafas kecewa karena bukan suaminya.
“Sabar ya nak, Kevin pasti pulang sebentar lagi” ujar Papa Radit yang baru saja hadir.
Adel mengangguk lalu ia berjalan kembali dibantu oleh Mama Nora.
“Shhh sakit ma” desis Adel ketika sakitnya kembali datang
__ADS_1
“Istigfar sayang” Mama Nora mengingatkan
Sampai pukul 9 malam Kevin belum datang, dan sakit diperut Adel pun semakin menjadi. Adel hanya berbaring di ranjang tetapi bergerak ke kanan dan kekiri. Sakitnya sudah beraturan datangnya. Tetapi hati Adel sejujurnya mencari suaminya. Ia sungguh ingin kelahirannya didampingi suaminya.
“Huh huh huh” Adel mengambil nafas
Sakitnya sudah semakin sakit, Adel mulai mencekram tangan Mama Nora dan Mama Angel. Karena memang ia tak tau bagaimana harus melampiaskan sakitnya.
“Selamat malam” Dokter Tia masuk
“Malam dok” saut semua orang didalam ruangan.
“Saya cek dulu yah”
Mama Nora dan Mama Angel menjauh dari ranjang. Sedangkan Papa Radit keluar ruangan. Dokter Tia mengecek jalan lahir.
“Masih pembukaan 3 Nyonya” seru Dokter Tia
“Baiklah dokter makasih” seru Mama Nora
Adel hanya bisa diam dan membolak balikkan tubuhnya. Ia sungguh kesakitan tetapi kenaikan pembukaannya sangat lama dan sedikit.
“Ya allah sakit nya dateng lagi akhh” pekik Adel
Adel mulai menitikkan air matanya. Ia sudah kesakitan tetapi suaminya belum datang.
“Ma minta tolong ambilin handphone Adel mah” pinta Adel
Mama Nora pun mengambilkannya lalu Adel segera menulis pesan untuk suaminya.
*Untuk : Suamiku ❤️
Mas kamu dimana? Aku kesakitan mas, aku butuh kamu sayang. Cepet kerumah sakit yah. Hati-hati lofyuuuu
Begitulah isi pesan Adel. Tetapi sayangnya pesannya belum dibaca Adel memberikan ponselnya kepada Mama Nora. Ia hanya bisa memegang tangan Mama Nora sambil istigfar.
Semua orang terlihat tegang. Malam semakin larut, jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Adel juga menatap pintu menunggu kehadiran seseorang yang ia cinta. Suaminya kekasihnya cintanya tak kunjung datang. Disaat seperti ini.
Hingga bunyi pintu membuat semua orang tertuju pada pintu.
Ceklek
Terlihat lelaki yang ditunggunya berdiri di dibalik pintu.
Dengan tangisnya Adel mengulurkan tangannya meminta suaminya mendekat. Dengan sekejap Kevin segera mendekat dan memeluk istrinya. Mamanya menjauh dan duduk di sofa.
“Maafin mas sayang ,maafin mas kamu harus kesakitan sendirian” ujar Kevin menghujani ciuman dipucuk kepala sang istri sambil meneteskan air mata
“Temani aku mas” lirih Adel
Kevin mengangguk laku memegang tangan sang istri.
Adel mulai gelisah karena sakitnya semakin sakit, waktunya semakin terjeda sedikit dan didalam perutnya seperti bergerak ingin buang air besar.
“Uhhhh sakit mas” lirih Adel dengan peluh dingin didahinya dan cekraman kuat ditangan Kevin
“Kamu kuat sayang, kamu bisa aku yakin” Kevin menyemangati
“Huh huh ya allah astagfirullah” Adel beristigfar saat sakitnya hilang.
__ADS_1
Tapi sakit itu kembali datang dan semakin sakit hingga Papa Radit memanggil Dokter.
“Alhamdulillah pembukaan 8” ujar Dokter Tia
Dengan sigap brangkar Adel didorong dibawa keruang bersalin. Dan tautan tangan Kevin dan Adel tak terlepas. Cekraman Adel sangat kuat.
“Akhh sakit mas ughhh” pekik Adel dengan memejamkan matanya hingga badannya gemetar.
Sungguh Kevin tak kuasa melihat pengorbanan sang istri. Ia hanya bisa menghujani ciuman dan semangat untuk sang istri. Jika boleh ia meminta sakitnya diberikan padanya tetapi sayangnya itu tak bisa.
“Kalau sakit kamu gigit aku yang” pinta Kevin saat mereka sudah diruang bersalin
Adel menggeleng. Lalu Dokter Tia mengeceknya kembali.
“Wah udah 9 cepet banget nyonya” Dokter Tia memberitahu
“Huh huh huh” nafas Adel mulai pendek-pendek
Sakitnya sudah samakin sakit, badannya sudah gemeratak sakitnya. Tubuhnya mulai lemas, sejujurnya Adel belum makan karena ia tak kuasa makan melihat sakit perutnya sedari tadi. Hanya tadi pagi ia makan begitupun sedikit.
“Nah sempurna Nyonya. Ayo kumpulkan nafas anda. Lalu ketika sakitnya datang lagi mengejan” Dokter Tia menjelaskan
Adel mengambil nafas. Nafasnya sudah pendek-pendek. Ketika sakit itu menyerang kembali.
“Eughhhhhhh huh huh” Adel mengambil Nafas
“Bagus, lagi nyonya” Dokter Tia memberi intruksi.
Adel mencekram kuat tangan Kevin. Kevin hanya bisa tersenyum manis dan menyemangati sang istri.
“Aku yakin kamu kuat sayang kamu bisa. Ayo semangat” bisik Kevin
“Eughhhhhhhhhh” Adel lebih lama mengejannya.
“Kepalanya udah kelihatan”
“Huh huh huh” Adel mulai melemah tubuhnya lemas matanya mulai mengerjap-ngerjap.
“Sayang” Kevin menepuk pipi istrinya.
Kevin mulai khawatir melihat istrinya melemas dan pucat.
“Sayang kamu kuat ingat kamu wanita kuatku sayang” ujar yakin Kevin dengan menggenggam tangan Adel kuat
Adel mendengar dan tersenyum.
“Ayo sekali lagi nyonya” pinta Dokter Tia.
Adel mulai mengumpulkan kekuatannya dan sekali dorongan.
“Eugghhhhhhhhhhhhhh”
Oekk oekk oekk
--*--
Alhamdulillah Baby dah lahir.
Hayoo ??? Pada kepo laki apa perempuan.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YANG BANYAK.
Kalau kenceng malamnya author bakal up lagi. Yuk ditunggu