
Malam itu Adel bermalam di rumah sahabatnya Meli, terlihat sekali wajahnya lusuh dan air mata berlinang dikedua matanya. Hingga bola matanya mengecil karena sudah terlalu sembab, pikirannya kalut akan ucapan Sheirin.
Ia berfikir, seharian itu Adel menunggu kabar suaminya sampai ia telat makan dan yang dipikirkan ternyata asyik menunggu mantan kekasihnya. Itulah yang ada dipikirannya. Sedangkan Meli yang melihat sahabatnya sedang kondisi tidak baik ia hanya diam, ia ingin menunggu sahabatnya itu yang akan bercerita sendiri padanya.
Adel tidur dikamar bersama dengan Meli, dan malam itu Adel bersusah payah untuk tidur tapi ternyata pikirannya yang sedang kalut tidak bisa membuatnya tidur. Matanya terjaga dan masih meneteskan air mata, ya meski tak sebanyak tadi.
Adel yang melihat sahabatnya Meli sudah tidur akhirnya berniat untuk tak mengganggunya. Meskipun ia sempat berfikir untuk bercerita malam itu tapi Adel tahan. Mata Adel menatap langit-langit kamar Meli dengan tatapan sendu.
“Apa kau sangat mencintainya mas, hingga waktu itu kau tak mengabariku” gumam Adel dalam hati sambil mengusap bulir mata yang turun.
Ia sungguh terpukul karena Kevin tak mau bercerita padanya dan melainkan Adel harus tau dari bibir orang lain dan itu mantan suaminya sendiri.
-*******-
Di rumah Kevin
Kevin langsung berhambur kedalam rumah setelah memasukkan mobilnya ke garasi. Ia langsung lari ke lift dan menekan tombol ke tiga menuju kamar utama.
Kevin berfikir bahwa Adel berada dikamarnya. Kevin membuka pintu kamarnya dan melihat kedalam kamar. Sontak mata Kevin terbelalak lebar karena ternyata ranjangnya kosong. Ia langsung mengecek kamar mandi dan kosong.
“Kamu dimana yang? Maafkan aku. Bukan aku mau menutupinya tapi aku takut kamu berfikir aku akan mendua” lirih Kevin
Kevin langsung merogoh ponselnya dan mencari kontak istri tercintanya. Ia sentuh layar ponsel dan terdengar.
(Tut tut nomer yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan) ucap protokol dari ponsel Kevin.
“Kamu kemana sayang, ponselmu kenapa gak bisa” pekik Kevin sambil mengusap wajahnya kasar.
Ia tak ingin terulang kembali cintanya pergi meninggalkannya. Akhirnya Kevin langsung menghubungi Rudi.
Tut tut tut
“Haloo” suara berat Rudi khas orang bangun tidur.
“hei tukang kebo bangun, gue butuh lo sekarang” ucap Kevin lantang sambil menatap layar Ponsel
“Astaga vin ini masih malem, gue ngantuk mau tidur” saut Rudi malas
“Adel pergi sialan, bantu gue” teriak Kevin
Sontak Rudi menjauhkan telfon dari telingannya dan mengusap telinganya karena suara Kevin sangat nyaring.
“Pergi kemana?” tanya balik Rudi
“Gue juga gaktau, lu cepet kesini ntar gue ceritain cepetan. Kalau lu 10 menit gak kesini gue potong gaji lu”
Tut tut tut Kevin langsung memutuskan panggilan telfon.
Sedangkan Rudi malah terkejut dengan perkataan Kevin, ia langsung berlari mengambil kunci mobil dan langsung keluar. Ia tak peduli jika saat itu ia hanya memakai piyama tidurnya. Ia langsung bergegas menuju rumah temannya itu.
Dan ternyata pas 10 menit Rudi sudah sampai dirumah Kevin. Ia langsung berlari kedalam rumah dan ternyata Kevin sudah berada diruang tamu. Rudi sempat tertegun melihat wajah temannya lusuh dan berantakan. Ia langsung mendekati temannya itu.
“Ada apa vin?” tanya Rudi yang sudah duduk disamping sahabatnya tersebut.
Kevin masih diam dan matanya memerah. Ia berusaha menahan tangisannya itu. Rudi yang melihat menjadi bingung, apa yang telah terjadi sehingga sahabatnya itu seperti ini.
“Vin kenapa, hei ceritalah. Kemana Adel?” tanya Rudi sambil mencoba menenangkan sahabatnya.
Perlahan Kevin mulai menceritakan semuanya mulai dari ia mengajak Adel dinner hingga bertemu dengan Sheirin dan sampai Adel pergi karena mendengar perkataan Sheirin. Rudi yang mendengar pun sontak kaget. Matanya terbelalak lebar.
“Adel sepertinya kecewa padamu Vin, biarkan dia menenangkan pikirannya dulu” ucap Rudi sambil mencoba mengusap punggung Kevin.
“Gue bodoh Rud, kenapa gue gak cerita ke dia dan malah dia harus denger dari orang lain. Dia bakal kecewa banget sama gue sampai dia aja sekarang pergi ninggalin gue” saut Kevin.
“Dia bukan ninggalin lu, tapi dia nenangin diri dan hatinya. Gue yakin Adel bakal baik-baik aja.” Ujar Rudi.
“Gue takut Rud, gue takut dia ninggalin gue” lirih Kevin
Rudi tak bisa menjawab karena ia juga berfikir itu juga bukan kesalahan Adel. Dan memang itu juga termasuk kesalahan Kevin yang waktu itu bersikap berlebihan.
__ADS_1
Beberapa menit mereka terdiam. Dan kemudian Rudi tersadar dari lamunannya karena perkataan Kevin.
“Rud gue mohon tolong cari lokasi Adel sekarang pakek nomer hpnya, kumohon” ujar Kevin sambil tangannya didepan dada seperti mohon.
“Gak usah gini Vin, gue pasti bantu loh bentar gue hubungi seseorang.” Saut Rudi
Rudi mengeluarkan ponselnya dan menelfon seseorang.
“Ya ku ingin 5 menit kau harus menemukan dimana lokasi nomer tersebut”
Tut tut tut Rudi pun memutuskan panggilan tersebut.
“Tenanglah Vin, kita tunggu kabar dari orang suruhanku” ucap Rudi
“Bagaimana aku bisa tenang Rud, sedangkan istriku saja aku tak tau dimana” lirih Kevin
“Iya gue mengerti, tapi jadikan hari ini sebagai pelajaran. Biar lu ngerti nanti kalau ada masalah gini lagi lu harus jujur sama istri lu meski itu menyakitkan. Lu tau kan kepercayaan itu nomer 1 di suatu hubungan. kalau kita sudah mengkhianati kepercayaan orang itu maka ia tak akan bisa percaya lagi pada kita.” Ujar Rudi panjang lebar.
“Iya Rud, gue ngerti. Makasih lu selalu ada buat gue” Jawab Kevin
Beberapa menit ponsel Rudi pun berbunyi kembali.
“Bagaimana?” tanya Rudi
............
“Kamu yakin disana?” tanya balik Rudi.
.........
“Oke gue kesana” ujar Rudi dan langsung memutuskan telfon nya.
“Gimana Rud?” tanya Kevin langsung dengan wajah berharap.
“Udah ketemu vin, gue tau Adel kemana” jawab Rudi
“Dia di daerah L, setau gue itu daerah kos kosan deh” jawab Rudi sambil mencoba mengingat alamat yang diyakini Adel berada.
“Terus Adel kesana kesiapa ? Dia kan gak ada saudara. Kecuali mama dan kedua adiknya” ujar Kevin
“Entah, lu gak tau temen atau orang terdekat Adel?” tanya Rudi.
“mmm” kevin terlihat berfikir.
“Gue pernah denger Adel cerita punya sahabat karib dikampusnya.” Ujar Kevin
“Nah mungkin dia kesana” jawab Rudi.
“Udah ayuk cepet kesana, gue gak mau nunggu besok” ajak Kevin
“Lu biarin dulu istri lu tenang napa Vin, dia pasti kecewa” ucap Rudi
“Tapi gue udah kangen sama istri gue rud, gue salah sama dia. Gue mau malam ini. Ayokk” ajak Kevin lagi sambil menarik tangan Rudi.
“oke oke bentar kagak pakek tarik-tarik segala” ketus Rudi
Akhirnya keduanya langsung masuk ke mobil dan melajukan mobilnya menuju ke rumah tersebut. Waktu sudah menunjukkan tengah malam tapi Kevin tetap semangat untuk mencari istrinya.
Dan sampailah mobil ke sebuah perumahan, dan berhenti pas disalah satu rumah berwarna cat biru.
“Rud ini kek nya bukan rumah deh tapi kos-kos an yah?” tanya Kevin sambil celingak celinguk ke kanan kiri
“Iya bener terus gimana mau nyamperinnya” saut Rudi
“Ya kita masuk lah, tanya ke orang didalam rumah itu” ketus Kevin
“Bukan begitu, noh liat tu jam yang lu pakek jam berapa ini hah?” sinis Rudi
“what!!!” pekik Kevin ketika jam sudah menunjukkan pukul 23.30
__ADS_1
“Biarin yang penting gue ketemu istri gue” ketus Kevin
“Tapi adab tamu woi pikirin” saut Rudi
Keduanya masih asyik ribut sendiri, hingga membangunkan sang pemilik kos. Ibu kos mendengar suara ribut didepan kos-kos annya pun akhirnya menghampiri kedua pria itu.
“Ehemmm” ibu kos berdehem
Sontak keduanya langsung menatap ke arah suara.
“Mas nya sedang cari apa yah disini?” tanya Ibu kos
“Anu bu itu” Kevin gelagapan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Author minta maaf ya readers, selama 4 hari gak update soalnya dirumah lagi prepare acara nikahannya saudara jadi ini sempet-sempetin, tapi tak usahakan besok update lagi.
.
.
.
. terimakasih buat readers setia jodoh pilihan mama yah🤗
.
.
.
. Jangan lupa LIKE dan VOTE biar author makin semangat
.
.
komen yah
__ADS_1