
Sepeninggalan Rossa, Aqila memejamkan matanya ia ingin mengistirahatkan pikirannya dari semua masalah ini. Hah sepertinya impiannya untuk membuat hari ini menjadi hari baru untuknya gagal total pikir Aqila.
Dikantor Kevin
Setelah perdebatan panjang akhirnya kembalilah drama suami istri yang diisi candaan dan manjaan dari kedua pihak. Dan akhirnya Kevin memutuskan untuk menghubungi James.
Tut
“Hallo James?” panggil Kevin.
“Hallo bos, saya Alex” saut suara dari seberang.
Kevin menautkan kedua alisnya bingung. Tumben sekali ponsel James berada ditangan Alex.
“Kemana James?” tanya Kevin to the point
“Itu bos” suara Alex terdengar ragu
“Itu apa Lex. Kamu tau kan saya gak suka basa basi” suara Kevin terdengar dingin
“James lagi lagi ...” suara Alex masih gugup dan takut untuk mengatakannya.
Kevin yang mulai geram pun akhirnya mencoba menahan kekesalannya. Jika tidak bisa-bisa ia kena semprot oleh istri tercintanya. Adel yang menatap wajah Kevin mulai merah akhirnya mengusap punggung tangan Kevin sambil tersenyum.
“Jawab saja Lex, dimana James” masih dengan suara dingin
“James sedang bersama Luna” akhirnya loloslah kata yang sedari tadi Alex tahan.
Flashback on
Setelah tadi James keluar dari kamar Luna dan mengikuti Alex. Akhirnya disinilah mereka di ruang tamu. Alex menatap tajam ke arah James sedangkan yang ditatap dengan santainya memakai kancing bajunya.
“Apa lo gak mikir apa yang lo lakuin sekarang?” tanya Alex
James masih terdiam.
“Kemarin lo bilang cinta sama Aqila tapi sekarang lo malah tidur sama Luna. Mau lo apaan hah! Jawab James!” bentak Alex
“Gue udah ditolak sama Aqila kemarin” suara James meninggi. “Dia tolak gue, gue sakit hati” James menunjuk dadanya yang sakit.
“Ya tapi gak harusnya lo kayak gini” suara Alex tak kalah meninggi. “Seharusnya lo yakinin Aqila kalau lo lelaki baik buat dia ,bukan malah gini tidur sama wanita lain” seru Alex
“Gue udah kecewa banget” mulai melunak suara James
__ADS_1
“Kenapa dia gak mau nerima cinta gue Lex” lirih James
“Apa lo lupa hah! Aqila masih bocah. Umur 15 tahun masih 3 smp. Dia masih sekolah, apalagi lo udah nyari tau tentang dia, dia gak pernah pacaran” bentak Alex
“Seharusnya lo tau, dia nolak lo pasti karena dia ingin fokus sekolah, dia juga masih belum siap untuk mengalami hal percintaan dimasa sekolahnya” lanjut Alex
James masih terdiam.
“Kalau begini, mending lo jauhin Aqila deh” titah Alex
James mendongak, dia tak suka dengan ucapan Alex barusan. Tetapi ia juga masih terdiam, memang benar hatinya sakit dan tak seharusnya ia melampiaskannya dengan meniduri Luna. Tetapi nasi sudah menjadi bubur apalagi James sangat suka dengan pelayanan Luna.
Tanpa mereka sadari Luna mendengarkan apa yang mereka bicarakan, melihat James terdiam senyum tersungging dibibir Luna.
“Gue tau lo suka sama gue James, gue bakal buat lo bertekuk lutut sama gue” seru Luna pelan.
Luna memakai Ligerie lalu ia berjalan tanpa tau malu kearah James. Ia langsung duduk dipangkuan James sambil memainkan kancing kemeja James.
Sambil berbisik. “Ayo kita main” Ucapan sensual Luna mulai membuat tubuh James menegang. Inilah yang James suka, Luna tau apa yang diinginkan James tanpa disuruh akhirnya James menggendong Luna kekamar nya tadi dan meninggalkan Alex yang menatapnya tak suka.
Flashback off
Sejujurnya Alex sudah takut karena mendengar suara dingin Kevin. Mendengar tak ada jawaban dari seberang Alex mengecek ponselnya ternyata masih terhubung.
“Sharelock lokasi kalian sekarang”
Tut
Akhirnya panggilan langsung terputus tanpa kata apapun. Dengan cepat Alex akhirnya mengirimkan lokasi ia berada sekarang. Sejujurnya ia tidak ingin mengatakan kepada Kevin, tetapi harus bagaimana lagi ia juga tidak ingin membohongi orang yang dulu telah menyelamatkannya.
Entah apa yang nanti akan terjadi tetapi Alex berdoa supaya James segera sadar dan Alex juga bersyukur bisa membebaskan adik dari istri bosnya itu. Sejujurnya Alex juga tidak setuju, menurutnya Aqila terlalu kecil untuk James, apalagi ditambah sikap James yang jauh dari kata baik dan sungguh tidak cocok dengan gadis baik seperti Aqila.
Ia merapal doa supaya Bosnya tidak membunuh temannya itu hari ini.
Akhirnya setelah menunggu sekitar 1 jam, terdengar bunyi mesin mobil berhenti didepan. Mobil terlihat dihadang oleh anak buah James dan Alex.
“Biarkan mereka masuk” titah Alex pada pengawalnya
Kevin dan Adel keluar dari mobil lalu menatap tajam ke arah Alex.
“Mati gue, Si bos sama Bu bos marah” gumam Alex dalam hati.
“Dimana James?” tanya Kevin langsung setelah berada didepan Alex.
__ADS_1
“Dikamar bos” saut Alex tergagap.
Sontak Kevin meminta Alex mengantarnya ke ruangan James. Sesampai didepan kamar, Adel membaca name tag diatasnya.
“Luna” cicit pelan Adel tapi masih bisa didengar oleh Kevin dan Alex
“Iya bu bos” saut Alex dengan menunduk.
Baru membuka pelan pintu kamar sudah terdengar erangan erotis Luna dan James. Spontan darah Kevin mendidih, wajahnya sudah merah padam. Bisa-bisanya lelaki itu bermain dengan wanita lain. Sedangkan kemarin ia meminta restu pada Kevin.
“Breng*ek” umpat Kevin
Kevin hendak beranjak tapi dicekal oleh Adel, Adel menggelang pelan dengan mata memerah.
Kevin paham apa yang dirasakan oleh Adel, pasti ia shock melihat kelakuan lelaki yang menyukai adiknya itu.
“Hah” Kevin menghela nafas kasar.
Rasanya ia ingin sekali menghajar wajah James dengan brutal tetapi karena ia membawa istrinya ia takut malah menakuti istrinya dan akhirnya Kevin memilih diam.
Adel menguatkan hatinya untuk masuk dan berbicara pada James. Adel sudah membawa satu vas bunga untuk menarik perhatian mereka berdua yang sedang beradu cinta.
Setelah membuang nafas kasar, Adel masuk dengan mata memerah ia melemparkan vas bunga kelantai.
Pyarr
Bunyi pecahan vas membuat dua orang itu terjingkat kaget, buru-buru kedua masuk kedalam selimut. Mata James terbelalak kaget saat mendapati seseorang yang ia kenal didepannya.
Adel berjalan kearah ranjang sambil menajamkam matanya ke arah James yang tengah menunduk setelah ia menatap kilas wajah Adel.
“Kenapa? Kamu kaget?” tanya Adel pada James
“Begini kelakuan kamu hah! Setelah meminta restu pada suamiku ternyata kamu masih bermain dengan wanita lain” seru Adel dengan mata memerah.
Ia sudah tidak tahan ingin meneteskan air mata tetapi Adel masih mencoba menahannya. Ia tidak ingin terlihat lemah pada lelaki yang mengucapkan bahwa ia mencintai adiknya.
Sedangkan Kevin sendiri, ia masih diam menatap sang istri yang menumpahkan kekesalannya pada lelaki breng*ek didepannya. Seandainya istrinya tidak ikut sudah dijamin James akan mati ditangannya.
-----***-----
Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.
Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.
__ADS_1
Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azkiyah Dan Azzahra . Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari cerita author yang lain.