
Setelah itu ia langsung membalikkan dirinya dan sontak ia menjerit kaget. Karena dari belakang ada suara yang mengagetkan nya.
“Duarrr”
“Hantuuu” pekik Meli dengan langsung berlari
Akan tetapi langkahnya terjatuh karena ia menabrak sofa, sehingga ia meringis pilu karena kakinya sungguh sakit.
“hiks hiks, sakit” isak Meli.
Sontak orang yang tadi mengagetkan Meli pun langsung menghidupkan lampur, dan betapa terkejutnya Meli. Ia membulatkan matanya ketika melihat sosok Rudi didepannya.
“Kau, sungguh keterlaluan” ucap Bengis Meli
“Bahkan kau mengagetkanku, untung aku tak memiliki riwayat jantung” sambung Meli
Sedang Rudi hanya diam dam memasang wajah datar, sesungguhnya ia khawatir dengan kaki wanita itu. Tapi ia merasa gengsi untuk memperlihatkan. Tapi tak dengan Meli ia meringis memegang kakinya.
“Kenapa kau bisa berada dibawah?” tanya Meli
Tetapi bukan Rudi jika dia tak bisa dingin, ia hanya acuh dan pergi meninggalkan Meli.
Flashback on
Setelah Rudi terlelap sebentar, ia membuka matanya karena tenggorokannya pun gatal. Ia melihat kesamping meja sebelah ranjangnya hanya tersisa gelas kosong.
“astaga aku lupa ambil air” lirih Rudi
Akhirnya Rudi pun berjalan ke bawah dan sesampainya ia melihat seseorang yang sedang mencari sesuatu. Senyum jahilnya muncul ketika melihat Meli yang berada disana.
“Gue kerjain lu” ucap Rudi dengan terkekeh pelan.
Flashback off
“Aku hanya mau ambil air putih” ucap Rudi acuh
“Tapi kenapa kau bisa dibelakangku” sinis Meli
“Kamu bodoh apa gimana hah! Jelas-jelas teko airnya berada dimeja dapur”saut Rudi
Meli yang mendengar akhirnya memilih diam, ia hanya meringis ngilu melihat kakinya yang bengkak karena menabrak sofa. Ia berusaha berdiri dan ketika berjalan sungguh sangat sakit hingga ia meneteskan air mata.
Rudi yang melihatnya pun tak tega tapi ia memang pintar menyembunyikan perasaannya. Ia langsung menghampiri Meli dan menggendongnya ala bridal style.
“apa yang kau lakukan ,turunkan aku!” ucap Meli sambil meronta-ronta
Rudi hanya acuh dan terus membawa Meli ke dalam lift sedangkan Meli tetap meronta ingin turun dari gendongan Rudi.
“Jika kamu bergerak terus, kupastikan bibirmu akan kucium” bentak Rudi dingin dengan melototkan kedua matanya ke arah Meli
Meli yang melihat hanya bisa diam dan menyembunyikan wajahnya didada bidang Rudi. Memang benar tatapan mata Rudi sungguh membius hati Meli. Jantungnya bisa detak tak karuan hanya karena tatapan mata Rudi saja. Tetapi dia juga takut akan tatapan mata itu.
Setelah sampai dikamar yang ditempati Meli, Rudi membaringkan tubuh wanita tersebut dan meninggalkan kamar itu. Tetapi sebelum langkah kakinya membawa Rudi keluar, suara seseorang menghentikan.
“Terimakasih” ucap Meli
Rudi hanya berhenti dan mengangguk lalu pergi dari kamar itu. Setelah menatap punggung Rudi tak ada akhirnya Meli bisa bernafas lega. Dia merutuki dirinya sendiri.
“Bisa-bisanya kalian berdetak tak karuan” lirih Meli sambil memegang dadanya.
Berbeda dengan Rudi, lelaki itu membaringkan dirinya diranjang dan menatap langit-langit kamarnya.
“Apa yang sudah aku lakukan, biasanya juga aku gak seperti ini” ucap Rudi sambil memiringkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
---*****---
__ADS_1
Berkas cahaya matahari sudah menembus kaca kamar dan menyusup, terdapat dua manusia yang tidur dengan berpelukan. Tanpa mereka sadari memang, lalu sayup-sayup sepasang mata membuka matanya perlahan dan menyesuaikan dengan sinar yang menembus.
Setelah kesadarannya penuh, ia melihat dirinya yang sedang tertidur dipelukan seseorang. Iya kedua mata Adel menatap wajah Kevin yang masih tertidur.
“Bahkan ketika aku ngambek aja, aku masih membutuhkan pelukanmu mas” gumam Adel dalam hati sambil tersenyum.
Ia melepaskan tangan Kevin yang melingkar diatas perutnya, dan perlahan turun dari ranjang. Terlihat jam menunjukkan pukul 05.45 . Bergegas Adel membersihkan diri dan langsung turun kebawah untuk menyiapkan sarapan suami dan kedua temannya itu.
Setelah makanan tersaji di meja makan ia langsung pergi ke kamar nya. Ternyata disana suaminya Kevin sedang memakai kemeja dan langsung menghampiri istrinya tersebut. Tanpa diperintah Adel sudah tau bahwa suaminya ingin Adel memakaikan dasinya.
Adel tanpa berkata langsung memakaikan dasinya dan ia langsung pergi ke walk in closet nya untuk berganti pakaian. Setelah berganti pakaian ia langsung duduk di meja riasnya. Kevin langsung mendekat dan memeluknya dari belakang.
“Maaf” satu kata lolos dari bibir Kevin
Satu kata penuh makna bagi Adel, Adel tau suaminya bukan orang yang mudah mengatakan maaf dan terimakasih. Tapi ia sekarang senang suaminya bisa mengatakan itu padanya.
“Ustt, udah gakpapa sayang. Aku paham kekhawatiranmu” ucap Adel setelah membalikkan dirinya menghadap suaminya itu.
Akhirnya Kevin tersenyum mendengar perkataan istrinya, ia mencium kening istrinya dan mengajaknya sarapan.
“sebentar aku selesaikan ini dulu, lalu kita turun” ucap Adel
Setelah memakai make up tipis, ia langsung turun kebawah bersama suaminya. Disana sudah terlihat Rudi dan Meli menunggu mereka.
“Maaf kalian menungguku yah” ucap Adel langsung menghampiri Meli
“Udah gakpapa, aku yang seharusnya meminta maaf karena kau menyiapkan ini semua tanpa aku membantu” ujar Meli
“udah santai aja, ini udah tugas gue kali Mel. Napa lo jadi formal hahha” ledek Adel
“hahah sialan” saut Meli
Kemudian keempat manusia tersebut langsung memakan sarapan pagi mereka. Hanya bunyi denting sendok dan garpu yang terdengar. Lalu setelah makan Meli berpamitan pada Adel untuk pulang. Karena jadwal kuliah mereka ganti jadwal menjadi pukul 10.00. Karena dosen paginya tidak bisa hadir.
“Lu naik apa?” tanya Adel
“ya naik taxi lah” ucap Meli
“whait sebentar” saut Adel
Adel langsung menghampiri suaminya dan Rudi diruang kerja. Ia mengetuknya dan setelah mendapat ijin ia membuka pintu dan masuk.
“Mmm sayang kau tidak ke kantor hari ini” tanya Adel
“Tidak sayang, kenapa?” tanya Balik Kevin.
“Aku hanya ingin meminta tolong kak Rudi mengantarkan sahabatku Meli pulang” jawab Adel
“Kenapa harus aku?” ketus Rudi
“karena aku tidak diijinkan membawa mobil oleh suamiku, jadi aku minta tolong kak Rudi pliss antar temanku oke” pinta Adel
“tidak” satu kata muncul di bibir Rudi.
“Plis” ujar Adel dengan tangan mengatup memohon pada Rudi.
“Rud, lo lihat istri gue sampek mohon sama elu” bentak Kevin
Rudi yang terkena bentakan Kevin menjadi diam, dia takut memang akan kemarahan sahabatnya itu. Akhirnya ia hanya bisa menganggukan kepalanya dan menerima permintaan istri sahabatnya itu.
Setelah itu Rudi keluar bersama dengan Adel. Lalu Adel menghampiri Meli dan mengajaknya keluar rumah.
“Baiklah pulanglah, lu diantar Kak Rudi” ujar Adel
“apaaa” pekik Meli terkejut.
__ADS_1
“kenapa? Sana pulang, gue usir lu” ucap Adel
“kenapa lu nyuruh dia Del?” tanya Meli
“Udah sana, cepet pulang. Sampai jumpa dikampus” ucap Adel
Akhirnya Meli dengan langkah gontai menuju mobil dan memasukinya. Setelah itu Rudi melajukan Mobilnya dan membelah jalanan yang mulai padat dengan kendaraan roda dua dan empat. Tidak ada yang membuka pembicaraan didalam mobil. Mereka terlelap dengan pikiran mereka masing-masing.
Karena keadaan canggung didalam mobil, mengakibatkan waktu yang seharusnya cepat menjadi lambat.
“Kenapa lama sekali sih” gumam Meli dalam hati
Sungguh ia tidak ingin dalam keadaan seperti ini, berdua dengan kutup es. Karena jantungnya tidak bisa dikontrol ketika mereka bersama.
Hingga 30 menit akhirnya mobil yang mereka tumpangi berhenti di sebuah kos-kosan tempat Meli tinggal. Tetapi Meli tak menyadari, ia asyik melamun dengan pikiran nya sendiri. Hingga sebuah tepukan tangan dipundaknya menyadarkannya.
“Hey, lu gak mau turun hah” ketus Rudi
“Apa sudah sampai?” tanya Meli
“Lihatlah kedepan, kita sudah sampai” ucap Sinis Rudi.
“Ya biasa aja kali, gak pakek nyolot gitu” gerutu Meli
“Apa kamu bilang?” bentak Rudi
“Tidak ada, yasudah aku turun” ucap Meli lalu turun dari mobil
Ia melangkahkan kakinya menuju pagar kos-kosannya. Tapi ia berbalik lagi kembali ke arah mobil. Ia menatap kaca yang terbuka dan bilang.
“Terimakasih balok es” ucap Meli dengan ketus
Dengan berlari ia langsung memasuki pagar kos-kosannya. Tanpa Meli sadari, ada seutas senyum di bibir orang itu ketika mendengar ucapan Meli.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan Lupa LIKE dan VOTE sebanyak-banyaknya yah biar author makin semangat. dan tinggalkan Komentar biar rame authornya gak kesepian.
.
.
__ADS_1