
“Hallo baby..” sapa Kevin sambil mengarahkan ponselnya kearah monitor dalam keadaan ponselnya sedang merekam.
“Sehat selalu sayang diperut mommy. Daddy selalu mendoakan kalian dan mommy agar sehat dan selamat sampai kalian lahir” gumam Kevin sambil menatap video itu dengan mata berkaca-kaca.
Mama Nora pun tak kalah haru, ia juga menangis ketika melihat cucunya dari monitor.
“Kalau boleh tau umur berapa kandungan saya dokter?” tanya Adel pelan
“Sudah masuk 18 minggu Nyonya” jawab Dokter Tia dengan tersenyum
“Berarti 4 bulan lebih ya dok?” sambung Mama Nora
“Betul nyonya” jawab Dokter Tia
Lalu suster kembali membantu Adel untuk turun dan menutup perutnya. Setelah selesai ia kembali duduk didepan Dokter Tia.
“Keadaan bayi sehat, yang penting jangan stress, jangan kelelahan dan jangan banyak pikiran ya Nyonya” ujar Dokter Tia menjelaskan
“Terimakasih dok” saut Adel
“Saya beri vitamin untuk anda yah”
Adel mengangguk setelah mengucapkan terimakasih semua keluar dengan wajah bahagia. Apalagi Kevin ia tak melepas pegangan dipinggang Adel.
“Mas malu” cicit Adel saat semua orang yang berada dikoridor memperhatikannya.
“Sudah biarkan sayang” sahut acuh Kevin
Adel hanya bisa menghela nafas berat, iya tau suaminya kan memang dingin dan cuek dengan keadaan jika berada diluar berbeda dengan Adel ia masih canggung ketika berada diluar.
“Silahkan masuk tuan putri” goda Kevin dengan membukakan pintu untuk Adel
Adel tersenyum kecil lalu memberi kecupan singkat dipipi Kevin dan langsung masuk kedalam.
Lalu setelah semua masuk kedalam mobil, mobil mulai melaju perlahan membelah jalanan yang ramai itu.
“Ma ke supermarket yuk?” ajak Adel pada Mama Nora yang duduk disampingnya.
“Ayo sayang, mama lama gak belanja sama kamu” saut Mama Nora tak kalah semangat
Sedangkan kedua lelaki didepan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah dua wanita yang mereka sayangi memiliki hobby sama. Sama suka belanja kalau lagi mood nya.
Sesampai didepan supermarket, Adel dan Mama Nora langsung berjalan masuk tanpa menunggu suami mereka. Dengan semangat mereka membawa trolly masing-masing.
Kevin dengan sigap mengambil alih trolly dari tangan istrinya.
“Biar mas yang bawa”
“Baiklah sayang ayo. Mommy bakalan habisin uang daddy” Adel mengucapkan sambil cekikikan.
“Boleh, habiskah sayang. Kau jarang belanja kan” Kevin balik menggoda
“Sungguh? Baiklah jangan sampai kamu mengeluh ya” goda Adel
__ADS_1
Kevin mengangguk lalu Adel mulai berjalan menuju bagian buah. Karena selama hamil Adel sangat menyukai buah. Ia dengan cekatan mengambil buah yang ia sukai. Apel, strawberry, alpukat, kelengkeng, anggur merah termasuk buah yang ia angkut ke trolly. Setelah bagian buah selesai Adel berjalan menuju bagian sayur.
Dengan cekatan Adel mengambil sayur yang ia suka dan Kevin suka. Banyak juga sayur yang mereka pilih karena memang keduanya ingin makanan sehat.
Sehabis bagian sayur selesai sekarang bagian ikan dan daging. Adel mengambil daging ayam dan sapi lalu ikan laut juga. Setelah selesai sekarang Adel beralih ke bagian cemilan.
“Mas mau cemilan apa?” tanya Adel
“Mas ngikut aja sayang” saut Kevin
“Ih mas selalu aja bilang ngikut aku terus” gerutu Adel
“Lah emang aku suka apa yang kamu makan sayang” ujar Kevin
“Lah malah gombal” menepuk jidat
“Aku gak gombal tau” seru kesal Kevin
“Ya sudah iya iya, ayo lanjut”
Selesai dengan cemilan Adel menghampiri Mama Nora.
“Mama sudah?” tanya Adel
“Belum sayang” saut Mama Nora
Adel menatap trolly Mama Nora yang menggunung lebih banyak dari miliknya.
Mama Nora tertawa kecil, “Mama mau habisin duit papa”
“Mama habiskan tidak apa-apa” saut Papa Radit tiba-tiba
“Cie papa romantis deh” celetuk Adel
“Loh Papa kan pengertian, istri mau abisin duit suami ya wajar. Papa kerja juga buat Mama” seru Papa Radit.
“Stt papa malu” pipi mama Nora merona
“Hihihi jangan gitu pa, mama malu tuh” Adel menunjuk pipi Mama Nora yang merona
“Kamu masih aja merona ya sayang” goda Papa Radit
“Huss udah pa” Mengibaskan tangan ke arah papa Radit.
Adel mengalihkan tatapannya kearah Kevin. “Mas” panggil Adel
“Hmm” saut Kevin
Adel mendekat dan berbisik. “Aku pengen beli make up”
Mata Kevin membulat, ia tau betul sang istri sangat tak suka berdandan. Dan sekarang sang istri meminta beli make up. Wah Kevin semangat dong buat membelikan. Apa daya untuk mempercantik diri istrinya didepan suami pasti semua bakal diturutin sama Kevin.
“Ayo sayang” ajak Kevin
__ADS_1
Setelah berpamitan pada kedua orang tuanya untuk menuju stand make up. Keduanya berjalan beriringan karena trolly milik Adel dibawa oleh Mama Nora.
“Mau beli yang mana sayang?” tanya Kevin
“Bentar” saut Adel dengan matanya menatap etalase didepannya yang berisi bermacam-macam alat make up.
Memilih dan melihat setiap barang akhirnya Adel telah memilih beberapa make up yang ia inginkan. Berjalan menuju kasir keempatnya telah mengantri bersamaan.
Setelah menunggu 15 menit akhirnya mereka kembali kedalam mobil dengan dibantu pelayan untuk membawakan belanjaan mereka.
Mobil segera melaju kembali setelah semuanya selesai masuk ke dalam mobil. Tak menunggu waktu lama akhirnya mobil telah sampai didepan rumah Kevin.
Adel turun dari mobil dibantu Mama Nora lalu berjalan masuk kedalam rumah.
“Kamu istirahat ya sayang” ucap Mama Nora tulus didepan pintu kamar Adel
“Iya ma, mama juga istirahat yah” seru Adel
Setelah berpamitan Adel segera masuk kedalam kamar untuk mandi karena badannya sedari tadi telah gerah. Sedangkan Kevin ia masih diruang keluarga bersama Papa Radit membahas perusahaan.
10 menit kemudian Adel sudah keluar dari kamar mandi dan berpakaian daster rumahan. Ya semenjak perut Adel mulai membuncit, Adel lebih suka memakai daster daripada celana.
Dilihatnya suaminya sudah tertidur diranjang dengan nyaman, Adel mendekat dan mengusap rambut sang suami. Mata Kevin terbuka dan Adel tersenyum kikuk.
“Maaf ya mas bangunin kamu” sesal Adel
“Enggak kok sayang, mas emang gak tidur” saut Kevin
“Sana mas mandi” tegur Adel
“Nanti aja ya yang, masih panas nih” mengibaskan kaus yang melekat ditubuhnya.
“Baiklah, tapi mas lain kali jangan pakai kaos ketat lagi jika keluar” gerutu Adel
“Lah kenapa yang?” tanya Kevin
“Kamu gaktau, tadi disupermarket banyak ibu-ibu dan anak muda berbisik tentangmu” kesal Adel
“Cie bilang aja cemburu” goda Kevin dengan menarik hidung Adel
“Aduh sakit mas” mengaduh. “Siapa juga yang cemburu” sambung Adel kesal.
--*--
Wah Author masih menyapa nih😁😁
Ayo yang belum masuk GC author monggo segera buka profil author dan masuk GC yah. Disana bisa lebih dekat dengan author.
Ayooo gimana part ini?
Kasih doa buat kehamilan Adel dong, doain biar dedek bayinya sehat hihi😁😁
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE OKE🤗
__ADS_1