
Hari-hari bumil kembali terjadi. Tetapi kehamilan kali ini sungguh berbeda dari kehamilan pertama. Kehamilan kali ini sudah sangat membuat Adel harus berbaring diranjang. Setiap hari Adel mual muntah, tak mau makan nasi dan hanya memakan buah serta susu ibu hamil. Itu pun susu ibu hamil harus melewati banyak drama untuk bisa ditelan. Dari hidung yang ditutup, menyiapkan permen dan masih banyak lagi hingga susu itu tertelan.
Sungguh kehamilan kali ini semua orang dibuat repot. Ngidam yang aneh dan permintaan ini itu. Tetapi semua orang pun meski lelah merasa senang karena sebentar lagi mereka akan dapat tambahan personil baru dikeluarga mereka.
Dan juga kehamilan Adel kali ini sering kali mengeluh pinggang dan perut kram. Serta permintaan aneh-aneh Adel yang meminta diusap, dipijat, ditiup dan semua itu dikerjakan oleh Kevin dengan baik. Ia menuruti semua permintaan istrinya meski sepulang kerja ia lelah tetapi tetap melakukannya.
Hari ini tepat jadwal usg Adel. Tepat kehamilan Adel sudah menginjak 7 bulan lebih. Perut Adel lebih besar dari kehamilan sebelumnya. Ya namanya saja hamil kembar pasti bakalan lebih besar. Jalannya pun Adel sudah harus dipegang karena memang perutnya yang besar membuat Adel susah berjalan juga.
“Sayang kamu yakin mau jalan dari sini ke mobil?” tanya Kevin
“Iya mas, aku harus jalan mas. Aku ingin melahirkan secara normal” ujar Adel
“Tapi lihat yang kamu kesulitan jalannya” ucap Kevin
“Kamu bimbing aku yah, ayolah yang pegangin aku” rengek Adel
Mau tak mau Kevin pun menuruti sang istri tercinta ia menuntun sang istri sampai ke mobil.
--*--
Dirumah sakit
Kehadiran keluarga Raharja lagi-lagi membuat heboh Rumah Sakit. Sedari tadi Kevin membuang nafasnya kasar karena keluarganya meminta ikut cek up istrinya. Dengan terpaksa Kevin mengiyakan agar tak terjadi perdebatan.
“Bagaimana keadaan cucu saya dok?” tanya Mama Nora
Saat ini Dokter Tia sedang menatap layar monitor yang menampakan dua bayi disana.
“Alhamdulillah bayi Nyonya Adel sehat dua-duanya” ucap Dokter Tia dengan mata masih terfokus pada layar monitor
“Alhamdulillah” ucap syukur semua orang
“Kalau boleh tau jenis kelamin cucu kami apa dok?” tanya Papa Radit
Kevin sontak menatap papanya.
“Jangan pa” seru Kevin
“Apa kamu mau merahasiakan lagi?” tanya Papa Radit
“Iya pa ,biarkan menjadi kejutan untuk kita” pinta Kevin
“Baiklah” semua orang hanya bisa mengangguk
Setelah menyelesaikan penebusan vitamin di apotik akhirnya semua orang kembali pulang. Senyum bahagia terpatri dibibir Kevin dan Adel. Keduanya bersyukur kedua anaknya sehat didalam kandungannya.
---*---
“Ca” panggil Anak kecil tampan pada anak kecil cantik
“Iya Fal” saut anak kecil itu yang tak lain adalah Nesya
“Cini” panggil Baby Taqy dengan melambaikan tangannya
Ya hari ini Baby Taqy meminta pada kedua orang tuanya untuk diantar kerumah Rudi. Karena Baby Taqy sangat merindukan Nesya. Akhirnya ia menghabiskan waktu mainnya dengan gadis kecil itu.
“Ayo anak-anak kita makan” panggil Meli dari dalam rumah.
Keduanya segera berlari masuk kedalam. Tetapi karena tak hati-hati akhirnya Nesya terjatuh.
“Duhh akitt huhuhu” Nesya menangis dengan memegang lututnya
“Ca, jangan nangis” Baby Taqy mengusap rambut Baby Nesya dan meniup luka dilutut Nesya.
“Akit” cicit Baby Nesya
“Sebental tunggu sini yah, aku panggil olang tuamu” Baby Taqy berlari kedalam.
Beberapa menit kemudian Baby Taqy keluar bersama Meli dan berlari menuju Nesya.
“Kamu kenapa sayang?” tanya Meli khawatir
“Akit mah” ujar Nesya
Akhirnya Meli pun menggendong Baby Nesya dan masuk kerumah diikuti Baby Taqy. Membantu Meli mengobati luka kecil gadis kecil itu. Baby Taqy terlihat sangat menyayangi Baby Nesya.
“Sudah selesai” ucap Meli ketika sudah mengobati luka Nesya.
Nesya mengangguk dan Baby Taqy pun menemani Nesya disampingnya. Dengan telaten Baby Taqy meniup luka dilutut Nesya.
__ADS_1
Meli hanya bisa tersenyum melihat interaksi keduanya. Bagaimana tidak keduanya sudah bersama sejak bayi. Tak pernah jauh satu dengan yang lain. Keduanya begitu saling menyayangi.
--*--
Hari demi hari dijalani dengan bahagia oleh keluarga Kevin dan Rudi. Keadaan rumah tangga mereka sangat bahagia dan akur satu dengan yang lain. Ditambah kedekatan kedua keluarga itu membuat kedua balita Taqy dan Nesya semakin selalu bersama.
Hingga tepat hari ini saat Adel bersiap tidur tiba-tiba perutnya sakit.
“Aww” desis Adel dengan memegang perutnya.
“Oh ya tuhan suamiku belum pulang tetapi perutku sakit sekali” gumam Adel
Dengan sisa kekuatan Adel mulai turun dan berjalan kedepan. Sesampai didepan kamarnya Adel mulai berteriak.
“Mama Papa perut Adel sakit” teriak Adel
Seketika Axel yang berada dekat dengan kamar Kakanya Adel keluar ia melihat sang kaka terduduk didepan pintu kamarnya.
“Kakak” seru Axel
Akhirnya Adel dibopong oleh Papa Radit dan Axel ke mobil.
Sesampai dirumah sakit.
Karena Papa Radit telah menghubungi rumah sakit jadi ketika ia sampai Dokter telah siap siaga. Dengan cepat brangkar didorong diruang persalinan.
Sedangkan Mama Nora sibuk menghubungi Kevin.
“Vin cepat kerumah sakit istrimu akan melahirkan” pekik langsung Mama Nora ketika sambungan telfon tersambung
“Baik ma”
Segera Kevin menancap gas menuju rumah sakit. Dengan ugal-ugalan yang penting sampai akhirnya Kevin sampai dengan selamat dirumah sakit. Dengan kesetanan ia berlari mencari tempat istrinya saat ini.
Terlihat didepan ruangan keluarganya berdiri disana. Dengan cepat Kevin mendekat dengan memeluk mamanya.
“Gimana istriku ma”
“Ada didalam” saut Mama Nora
--*--
Adel sendiri merasa resah ia mencari suaminya tetapi kenapa tak kunjung datang.
“Suster tolong panggilkan suami saya. Saya ingin melahirkan ditemani suami saya.
Akhirnya suster keluar dan memanggil Kevin.
“Sayang” seru Kevin mendekat kearah istrinya.
Melihat istrinya kesakitan untuk kedua kalinya membuat Kevin tak tega kembali. Ia hanya bisa menyemangati sang istri. Apalagi kelahiran kali ini dua kali mengeluarkan bayi dan kondisinya alhamdulillah Adel bisa melahirkan normal.
Oek
Oek
Oek
Suara bayi perempuan telah terdengar diruangan Adel dan terdengar sampai diluar. Bayi kembar perempuan terlihat cantik itu telah lahir di dunia. Kevin dan Adel sangat bahagia dengan kelahiran kedua putrinya. Sungguh ia bersyukur Allah memberikan titipannya kembali padanya dan bisa melahirkan dengan normal.
Setelah mengadzani dan membersihkan semuanya akhirnya kedua bayi kembar itu dan Adel dipindahkan diruangan inap.
Dengan sekejap box bayi telah dikelilingi oleh keluarga Kevin dan Adel.
“Masya allah cantiknya” ucap Mama Nora
“Ini mah versi Adel sama Kevin perpaduan yang pas” celetuk Papa Radit
Adel dan Kevin hanya bisa geleng-geleng kepala melihat papanya berbicara seperti itu.
“Apa kalian sudah menyiapkan nama?” tanya Mama Nora
“Sudah ma” ucap Kevin
“Siapa?” kali ini Mama Angel yang bertanya.
“Arianna Tancy Florenza” ucap Adel
“Dan Brianna Agatha Fairuza” sambung Kevin
__ADS_1
“Bagus” ucap semua orang
“Hay Arianna hay Brianna” sapa Mama Nora kepada kedua cucu perempuannya.
Sedangkan Adel hatinya masih resah karena sang anak lelakinya tidur dirumah bersama Aqila. Ya semalam Baby Taqy meminta tidur bersama Aqila.
“Ma Taqy gimana?” tanya Adel pada Mama Angel
“Taqy tidur sama Aqila sayang kamu tenang aja” Mama Angel menenangkan
“Sudah tidurlah yang, Taqy besok aku jemput” ucap Kevin
Ya Kevin tau bahwa sang anak lelakinya sangat dekat dengan mamanya. Jika tak melihatnya pun pasti Adel akan khawatir.
--*--
Keesokan harinya kedatangan Baby Taqy membuat ruangan menjadi tambah ramai. Anak lelaki tampan itu sudah mendekati kedua adiknya dan menciumi pipi bulat sang adik. Mengajaknya berbicara membuat semua orang berbahagia.
Kevin hanya bisa menatap sang istri.
“Terimakasih sayang terimakasih atas kebahagiaan ini” ucap tulus Kevin
“Sama-sama mas, aku juga berterima kasih karena kamu sudah sangat sayang kepada kami” ucap tulus Adel
Dengan senyum bahagia kedua pasutri itu duduk diatas ranjang rawat inap sambil memandangi wajah satu persatu keluarganya yang bahagia. Mereka berharap kebahagiaan ini akan selalu kekal sampai allah yang memisahkan.
Pernikahan bukan suatu permainan. Pernikahan adalah awal dari semua perjalanan hidup. Dari yang sendiri menjadi berdua. Semuanya berawal dari pernikahan dan akhir dari pernikahan pasti semua meminta kebahagiaan sampai akhir hayatnya. Hanya itulah doa Adel dan Kevin. Menikah sekali seumur hidup, menikah dan bahagia sampai akhir hayat mereka. Dikelilingi anak dan cucu-cucu mereka nanti.
--*--
17 tahun kemudian.
“Ma seragam aku mana mah” teriak Arianna dari kamar.
“Ma dasi adik mah” teriak Brianna
“Sayang nih dasi mas” ucap manja Kevin
Dan seperti itulah hari-hari Adel dan Kevin bersama keluarga kecil mereka. Setiap pagi pasti ketiga orang tersebut berebut perhatian sang mama. Semuanya akan bermanja pada Adel. Tetapi dengan sabar Adel melayani semua anak dan suaminya.
Setelah drama semua selesai akhirnya semua berkumpul di ruang makan. Terlihat Taqy baru turun dari kamar.
Ya sekarang umur Taqy sudah mau menginjak 20 tahun. Ia sudah kuliah sekarang karena otaknya yang cerdas Taqy selalu sekolah dengan cepat. SMP DAN SMA nya hanya diselesaikan 4 tahun. Ya kemampuan otak sang anak lelakinya menurun dari Kevin. Tampan, pintar dan pandai semua itu ada dalam diri Taqy.
“Selamat pagi mah” mencium pipi Sang Mama
“Pagi sayang” seru Adel
“Papa mana?” dengus kesal Kevin
“Gak mau sama papa” ejek Taqy
Ya kedua lelaki itu dari kecil sampai dewasa selalu bertengkar. Kedua jagoan itu tak pernah akur jika menyangkut sang wanita tercintanya siapa lagi kalau bukan Adel.
“Hay adik-adik kakak yang cantik” sapa Taqy dengan mencium pucuk kepala kedua adiknya.
Ya Taqy sangat menyayangi kedua adiknya meski kedua perempuan itu selalu bertengkar dan berebut sesuatu.
Setelah selesai sarapan akhirnya semua anak-anaknya berangkat sekolah dan kuliah dan tinggallah Kevin dan Adel dirumah.
Ya semenjak kelahiran si kembar Kevin dan Adel pindah rumah dirumah yang lebih besar dan berpisah dengan keluarganya. Rumah yang dulu Kevin beli ditempati oleh Mama Angel dan Kedua adik Adel yang sudah dewasa itu.
“Karena anak-anak sudah berangkat sekarang waktunya papa” ucap Kevin menggoda
“Eh mas, mas kerja ayo sana” mengibaskan tangan
“Aku hari ini gak kerja. Aku pakai baju ini buat formalitas sama anak-anak aja. Kalau aku udah pakai baju santai pasti anak-anak itu akan menganggu” dengus Kevin
Ya memang benar. Jika ketiga anaknya tau sang papa libur bekerja bisa-bisa ketiganya akan ikut libur dan memilih bersantai dirumah bersama mama dan papanya.
Malang benar nasib Kevin tak pernah diijinkan berduaan dengan istrinya karena kata Taqy jika papanya dibiarkan bersama mamanya maka mereka akan mendapat adik kembali. Hahaha ada-ada saja.
Dan untuk panggilan kepada orang tua dari Taqy SMP ia sudah mengubah panggilan menjadi Mama Papa karena menurutnya itu lebih simpel daripada mommy dan daddy. Ya seperti itulah kata Taqy.
Setelah proses panjang perdebatan akhirnya dimenangkan oleh Kevin. Dengan wajah bahagia Kevin menggendong sang istri ke kamar dan terjadilah pergulatan panas mereka dipagi hari itu.
Dan akhir kisah mereka bahagia dengan ketiga buah hati mereka dan dipenuhi oleh kasih sayang cinta dari keluarga kecil mereka.
TAMAT
__ADS_1