Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Sarapan kedua dengan Pizza


__ADS_3

Sesampainya dikantor Raharja


Adel berjalan menuju lobby kantor dan langsung disambut senyum hangat resepsionis. Semua karyawan sudah faham siapa Adel disini. Mereka semua menaruh hormat pada Adel, bukan hanya karena Adel istri dari bosnya tetapi karena istri bosnya itu sangat baik hati dan dermawan. Hingga para karyawan sangat suka pada istri bosnya itu.


Ting


Pintu lift terbuka


Adel segera berjalan menuju ruangan suaminya dan disambut oleh tundukan hormat sekretaris suaminya.


Setelah tersenyum pada sekretaris suaminya ia membuka pintu ruangan Kevin.


Ceklek


Kevin sontak mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara pintu terbuka. Ia sudah percaya bahwa jika bukan mamanya pasti istrinya. Siapa lagi jika bukan mereka jika masuk tidak mengetuk pintu dahulu.


“Mas” ucap Adel setelah ia membuka pintu


“Sayang? Kamu ngapain kesini?” tanya heran Kevin lalu menatap jam dinding


“Aku kangen kamu mas” ujar Adel lalu duduk dipangkuan Kevin.


“Tumben banget istri mas manja banget” seru Kevin dengan mencium pipi sang istri.


“Entah mas, aku pengen deket kamu terus” seru Adel lalu mengendus bau suaminya


Kevin mengernyit dahinya heran, entah kenapa istrinya begitu manja padanya. Tetapi tak dipungkiri Kevin senang dengan sikap manja istrinya. Ia memeluk pinggang istrinya takut ia jatuh dari pangkuan Kevin.


“Mas” panggil Adel dengan wajah tetap diceruk leher Kevin


“Hmm” sahut Kevin dengan memejamkan matanya merasakan kehangatan istrinya


“Laper” celetuk Adel


Kevin tertawa terbahak karena istrinya bilang lapar. Padahal waktu masih pagi dan tadi juga ia melihat istrinya sarapan begitu banyak.


“Baiklah kau mau makan apa sayang?” tanya Kevin


“Pizza” seru Adel

__ADS_1


“Hah! Ini masih pagi sayang?” tanya Kevin tak percaya dengan permintaan istrinya


“Aku juga tau mas ini pagi, tapi aku ingin pizza” rengek Adel


“Baiklah, ayo duduk disofa biar mas enak peseninnya” kata Kevin


“Gak mau” ketus Adel


“Loh terus maunya gimana sayang?” Kevin berkata lembut


“Aku mau tetap seperti ini, tapi mas sambil pesen” seru kesal Adel


Kevin hanya menghela nafas berat. Sepertinya istrinya sedang datang bulan karena emosinya naik turun dan Kevin hanya bisa pasrah. Karena ia takut terkena semprotan istrinya ,jika sudah marah Adel bisa-bisa menendangnya tidur diluar kamar. Membayangkan saja Kevin tak mau.


“Sudah” seru Kevin setelah melakukan pemesanan


Ceklek


“Vin.. Eh sorry gue gak lihat” seru Rudi sambil membalikkan badannya


“Ck lo kebiasaan yah, masuk gak ketok pintu dulu” gerutu Kevin


Adel sendiri hanya bisa menyerukan kepalanya didada bidang suaminya.


“Ya tapi lo harus tau ada istri gue huh” seru kesal Kevin


“Sorry” ujar Rudi


“Gaji lo gue potong” ketus Kevin


“Hah! Jangan bos. Huhuhu kasihanilah hambamu ini bos” Rudi mulai memasang wajah memelas


“Sana pergi” usir Kevin dengan mengibaskan tangannya.


“Baiklah ,tapi jangan potong gajiku ya bos” Rudi masih memasang wajah memelas dengan berjalan perlahan menuju pintu keluar. Ia lalu keluar dari ruangan Kevin.


“Huh untung bos ,kalau bukan sudah aku tendang mulai dulu” gerutu Rudi


Diruangan Kevin

__ADS_1


“Mas ih malu” Adel cemberut dengan turun dari pangkuan Kevin.


“Udah biarin aja yang, toh Rudi kan” bujuk Kevin


“Tapi tetep aja malu mas” seru Adel


“Baiklah lupakan yang, ayo duduk” pinta Kevin


Adel mengangguk lalu ia mendudukkan dirinya disofa diikuti Kevin. Kevin menidurkan kepalanya di paha istrinya.


“Bagaimana Aqila sayang?” tanya Kevin dengan mata terpejam.


“Dia sudah kembali seperti semula mas, aku seneng liat dia bahagia kembali” ujar Adel


“Alhamdulillah, itu berarti tinggal urus James sayang” seru Kevin


“Betul mas, ayo kita kapan ketemu dia mas” ajak Adel


“Nanti mas bakal hubungin dia dulu yah” tutur lembut Kevin


Adel mengangguk hingga obrolan mereka berhenti karena suara ketukan pintu


Tok tok tok


“Masuk” suara dari dalam.


“Maaf pak bu, ini pesanan bapak” ujar sekretaris Kevin dengan menunduk.


“Baiklah taruh disitu” Adel bersuara


“Terimakasih” seru Adel setelah makanan sudah ada dimeja.


“Sama-sama, mari pak bu” sekretarisnya berpamitan lalu keluar dari ruangan.


Keduanya mulai menikmati sarapan kedua dengan pizza. Kevin bahkan heran karena istrinya menghabiskan pizza segitu banyaknya.


----*----


Maaf yah, kalau author pos sedikit teks bab ini. Karena jujur badan author lagi gatal-gatal nih jadi gak fokus buat ngetik naskahnya. Mohon Maaf yah, Author usahain besok pasti up lagi dengan kata lebih banyak.

__ADS_1


Terimakasih pada pembaca setia karya author. Author ucapin banyak terimakasih karena sudah selalu menghargai karya author dan membacanya.


Jangan lupa selalu VOTE karya author. Dan beri KOMENTAR untuk koreksi author. Dan jangan lupa juga yah. LIKE nya dong kan gratis tinggal pencet doang🤗


__ADS_2