Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Kemana anakku?


__ADS_3

Diruangan putih terlihat seorang wanita yang masih tergeletak lemah diatas ranjang. Dia masih terbuai dengan tidurnya. Sepertinya ia tidak ingin terbangun dari tidurnya. Kepalanya yang tertutup perban, tangan dan kaki yang tulangnya retak sekaligus kehilangan anak dalam kandungannya sungguh entah apa yang akan terjadi jika wanita yang sedang memejamkan mata ini akan terbangun.


Kesehatan mental pastinya akan terganggu, apalagi ini kandungan pertamanya. Buah hati yang mereka tunggu bahkan mereka sayangi sedari awal hamil. Dan sekarang harus pergi meninggalkan mereka. Menyisakan tangis dan pilu dihati mereka.


Setelah mendengar keadaan Adel yang sudah bisa melewati masa kritis, akhirnya dokter memindahkannya ke ruang perawatan. Dokter mengatakan bahwa pasien akan segera sadar.


Dengan setia Kevin menunggu istrinya, menggenggam tangannya untuk menyalurkan kekuatan jika istrinya nanti terbangun. Memilah kata yang akan ia sampaikan pada istrinya, menahan lelehan air mata jika nanti sang istri terbangun. Kevin berusaha mengendalikan emosi dan tekanan pikiran dihati dan kepalanya. Hingga suara lenguhan membangunkan tidurnya.


“aghh” rintih Adel dengan memegang kepala tetapi masih dengan mata terpejam


Reflek Kevin langsung menekan tombol disamping ranjang. Lalu seketika Dokter telah datang dalam ruangan.


Adel mulai mengerjapkan matanya, menyesuaikan dengan cahaya terang disekitarnya. Hingga terlihat wajah Dokter yang sedang memeriksanya. Masih terdiam mengumpulkan ingatannya. Ia berfikir kenapa ia berada disini.


Sontak ingatannya datang dan ia langsung meraba perutnya dengan tangan kanannya yang sehat.


“Kemana anakku, anakku kemana” Adel histeris


“Dokter kemana anakku dokter, kemana. Kenapa perutku datar” histeris dengan lelehan air mata


“Tenang sayang, sayang kumohon tenang” Kevin menenangkan


“Enggak enggak, kemana anakku Vin, kumohon dimana anakku. Agghhhhh” Adel mulai hilang kendali, ia berteriak histeris hingga akhirnya Dokter menyuntikkan obat penenang.


Dan akhirnya Adel mulai melemah dan memejamkan matanya kembali.


Tes


Air mata Kevin luruh, melihat kondisi istrinya yang harus seperti ini. Sungguh ia sejujurnya sakit melihat istrinya berteriak seperti ini. Apalagi melihat mata sayunya yang dipenuhi lelehan air mata.


“Bagaimana kondisi istri saya dokter?” akhirnya Kevin bersuara setelah mengumpulkan keberanian.


“Seperti yang anda liat tuan, sepertinya Nona masih terguncang. Tolong jika dia terbangun tenangkan dia. Jangan memberikan tekanan pada kepalanya takutnya ada efek karena benturan dikepalanya karena kecelakaan itu” ucap Dokter


“Baik dokter, terimakasih” seru Kevin

__ADS_1


“Tuan harus lebih kuat untuk istri anda. saya berdoa semoga istri dan tuan Kevin diberi kekuatan” ucap tulus dokter.


“Iya dokter, terimakasih banyak” saut lesu Kevin dengan masih menatap wajah sayu istrinya.


Dokter sudah keluar, segera ia menghubungi keluarganya untuk memberitahukan kondisi Adel. Ya sejak Adel dipindahkan ke ruang perawatan. Kevin meminta keluarganya pulang, dan Rudi diminta menjaga mama mertuanya.


Setelah menghubungi keluarganya, Kevin duduk kembali dikursi samping ranjang. Menggenggam tangan istrinya dan menciumnya.


“Ku mohon sayang, tenanglah. Kamu wanita sekaligus ibu yang kuat. Aku yakin nanti allah pasti menitipkan buah hati lagi bagi kita” lirih Kevin dengan mencium punggung tangan Adel


Kevin mengusap perut Adel, lalu beralih mengusap pipi sang istri. Wajah yang pucat dan mata yang sayu. Sudah membuat hati Kevin teremas. Keadaan istrinya membuatnya lemah seperti ini. Sejujurnya jika waktu bisa diputar, ia ingin ikut ke restaurant bersama sang istri. Tapi itu semua sudah hanya tinggal angan saja. Hanya bisa menyesali. Dia tidak bisa menjaga istri dan anaknya. Pikiranya hanya berfikir seperti itu.


Hingga tepukan pundak menyadarkan Kevin.


“Sayang” panggil sang mama


Kevin mendongakkan wajahnya. Menatap wajah sang mama dengan lelehan air mata. “Kamu pasti kuat nak, mama yakin” seru Mama Nora


“Kevin gak yakin ma, Kevin gak bisa liat Adel seperti ini ma, Kevin suami yang buruk ma. Hiks hiks” lirih Kevin


“Ustt gak sayang ,liat mama. Kamu suami yang baik untuk Adel. Tetapi sekarang Allah sedang menguji rumah tangga kalian. Kamu harus menerima semua ini sayang. Ikhlas menjalaninya nak” ucap Mama Nora


Tut tut tut


“Hallo bos” panggil lelaki dari balik telfon


“Bagaimana?” tanya Wanita itu


“Anaknya keguguran bos, tetapi wanita itu ternyata kuat juga. Masih hidup bos” seru lelaki itu


“Ah kabar bahagia, sudah tidak apa-apa. Nanti ia akan mati sendiri jika tau anaknya telah pergi. Hahahha” suara tawa gelagar wanita itu yang tak lain adalah Sheirin.


Ia langsung mematikan sambungan telfonnya, dan menatap tajam kedepan.


“Ah ternyata membuatmu kehilangan juniormu begitu mudah. Sekarang tinggal giliranmu” Gumam Sheirin dengan wajah tersenyum lebar.

__ADS_1


Berbeda dengan Diruangan Mama Angel.


Beberapa saat lalu ia telah sadar, tetapi kali ini ia menurut untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum melihat kondisi anak perempuannya. Hingga suara pintu terbuka membuatnya mengalihkan pandangannya.


Ceklek


Kevin berjalan perlahan menuju ranjang mertuanya. Ia menatap sendu keadaan mertua yang begitu ia sayangi. Wajahnya pucat dan badannya kurus. Tetapi ia selalu tak memperhatikan keadaannya, ia hanya khawatir dengan keadaan anak-anaknya.


“Kevin” suara Angel memecah lamunan Kevin.


“Iya ma” saut Kevin lalu duduk disamping ranjang mertuanya. “ Mama gimana?” tanya Kevin


“Alhamdulullah mama sudah lebih bertenaga dan sudah tidak pusing lagi” seru Mama nora. “Bagaimana keadaan anakku nak sama calon cucuku?” tanya Mama Angel


Deg


Jantung Kevin berdetak kencang. Ia tak menyangka mertuanya akan bertanya secepat ini. Wajah Kevin berubah pucat dan gelisah. Mama Angel pun melihat raut wajah Kevin yang berubah.


“Ada apa nak?” tanya Mama Angel


“Mmmm mmm itu ma itu, aku balik ke ruangan Adel dulu ya mah, dia sendirian” gelagapan Kevin


“Loh Adel sendiri?” Mama Angel menatap Kevin. “Iya mah” saut Kevin.


“Ya sudah sana cepat balik nak ,kasihan Adel” seru Mama Angel


Akhirnya Kevin bernafas lega sudah meninggalkan ruangan mertuanya, ia bingung disatu sisi Dokter yang menangani mertuanya mengatakan jika sang mertua jangan sampai stress dan banyak pikiran. Di sisi lain ia juga khawatir dengan keadaan mental istrinya.


Dan jika nanti Mama Angel sudah menemui Adel, bagaimana ia mengatakan tentang kondisi sang anak yang sebenarnya.


“Aghhh, ya allah cobaan apalagi yang kau beri pada kami ya allah” gumam Lirih Kevin


-------*-------


Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.

__ADS_1


Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.


Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah. Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini.


__ADS_2