Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Disekap


__ADS_3

Kembali ke ruangan Adel


Tok tok tok


“Masuk!”


Ceklek


Terlihat Rudi yang membuka pintu dan berjalan menuju ke arah Kevin yang sedang duduk bersama istrinya diranjang.


“Datang kesini juga lo” ledek Kevin


“Sial*n lo” geram Rudi. Lalu Rudi beralih menatap Adel yang sedang tersenyum kearahnya. “Bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya Rudi


“Seperti yang kau lihat kak, Alhamdulillah aku baik” ujar Adel dengan wajah tersenyum


“Kau memang wanita yang kuat. Aku tau itu” saut Rudi


“Sejujurnya aku juga sama kayak wanita diluar sana kak. Aku lemah tetapi aku menjadi kuat karena ada suami, keluarga dan teman yang support aku” ucap Adel dengan wajah sendu


“Ya kau benar. Aku disini juga selalu mendoakan dan menyemangati mu” seru Rudi


“Cih, ingat dia istriku” sarkas Kevin


“Cehhh kau cemburu” ledek Rudi


“Siapa juga yang cemburu padamu” ketus Kevin


“Oh astaga kalian diam lah. Kasihan Meli dia tidur” dengus Adel


Seketika Rudi menoleh kebelakang kearah sofa. Ya terlihat wanita yang selalu membuatnya resah sedang tertidur pulas di sofa rumah sakit. Ia ingin melangkahkan kakinya kearahnya tapi ia takut diledek kembali oleh bos sekaligus sahabatnya itu.


“Jangan ditatap terus kak, kejar hahha” seru Adel dengan tertawa tetapi ia langsung menutup mulutnya ketika menyadari temannya sedang tidur.


“Kau menggodaku yah” seru Rudi


“Tidak untuk apa. Sana duduk disofa temani sahabatku” saut Adel dengan mengibaskan tangannya ke arah Rudi pertanda ia menyuruh Rudi menjauh dari ranjang.


Dengan langkah pelan Rudi berjalan menuju sofa sambil menatap wajah terlelap Meli. Tak terasa ia menyunggingkan senyum kecil dibibirnya.


“Kau begitu lucu ketika tidur” gumam Rudi dalam hati.


Mendudukkan dirinya pelan didekat sofa Meli dan menatap wajah teduh wanita itu.


“Jika kau tidur ,kau sangat cantik” lirih Rudi


Tak jauh dari sana ada empat mata yang sedang menatap kearahnya sambil tersenyum kecil.


“Sepertinya sahabatku menyukai sahabatmu sayang” seru Kevin tiba-tiba


“Hah. Sepertinya mas. Tetapi entah hati Meli” ujar Adel


“Apa Meli memiliki kekasih?” tanya Kevin pelan.


Bukannya ia ingin mengetahui privasi seseorang. Tetapi Kevin sangat menyayangi Rudi. Jadi ia harus memastikan wanita yang baik untuk sahabatnya itu.


“Adel tak memiliki kekasih sayang. Dia sepertiku cuek” ujar Adel

__ADS_1


“Cocok” saut Kevin


“Cocok apa sayang?” tanya Adel


“Cocok jika mereka disatukan hihi” cekikikan Kevin membayangkan kedua orang itu sedang berkencan


“Hustt sayang” tangan Adel mencubit perut suaminya.


“Aww” rintih Kevin manja karena ia mencoba menggoda istrinya


“Biarkan mereka menjalani seperti air mengalir mas” seru Adel


“Kenapa tidak kita coba mak comblangin aja sayang?” tanya Kevin heran


“Aku takut mereka tersinggung atau terpaksa sayangku” seru Adel dengan menangkup wajah suaminya itu


Cup


“Jadi sekarang jangan berfikir jadi mak comblang oke” tutur lembut Adel


Secara spontan Kevin mengangguk lalu memajukan dirinya dan,


Cup


Kevin mencium kilas bibir Adel, tetapi tak jadi ia lepas malah ia ***** sampai Adel yang menjauhkan dirinya dari suaminya itu.


“Huh liat ada kak Rudi sayang” gerutu Adel


“Heheh maaf sayang, mas lupa kebawa suasana” Kevin cengengesan


Adel hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya itu. Lalu ia menidurkan dirinya karena matanya mulai mengantuk.


Kevin mengangguk lalu merebahkan dirinya disamping istrinya. Lengannya sudah dibuat bantal untuk kepala Adel lalu ia memeluk istrinya. Ya seperti inilah Adel ia akan merasa nyaman jika tidur didekapan suaminya.


---**---


Diruangan gelap, terdapat dua orang perempuan yang diikat tangan dan kakinya disebuah kursi. Lalu matanya ditutup oleh kain. Seharian ia berteriak minta dilepaskan akan tetapi penjaga disana seperti menulikan telinganya.


“Lepaskan aku” teriak Sheirin didalam ruangan


“Baji****” berani sekali kalian mengikat kami. Kalian tidak tau siapa aku hah” bentak Sheirin


“Diamlah Shei, aku pusing mendengar suaramu” bentak Luna yang sudah sedari tadi jengah dengan suara temannya tersebut.


“Kau!! Huh liatlah karena kebodohanmu kita berakhir disini” seru Sheirin


“Cih bukankah kau juga ingin ikut denganku hah!” bentak Luna


Flash back on


Setelah mendengar kabar baik dari hasil tabrakan yang mereka rencanakan akhirnya Luna mengajak Sheirin untuk merayakan ini semua.


“Bagaimana kalau kita ke Club, untuk merayakan ini semua” ajak Luna


“Wah kau benar, lama kita tidak kesana” seru senang Sheirin


“Yasudah ayo kita bersiap” saut Luna

__ADS_1


Lalu keduanya pun bersiap-siap untuk pergi ke club. Sheirin menggunakan dress seksi dengan belahan dada rendah dan panjang diatas lutut. Bahu terbuka dan rambut diikat seperti kucir kuda hingga menampilkan bahu dan leher jenjangnya.


Setelah selesai akhirnya keduanya langsung melajukan mobilnya dan melesat menuju club. Tanpa mereka sadari mereka sudah diintai dari kejauhan sejak kemarin oleh orang kepercayaan Kevin.


Setelah sampai di Club, keduanya pun keluar dan masuk kedalam. Sedangkan lelaki kepercayaan Kevin, setelah menghubungi seseorang diseberang akhirnya ia menunggu temannya datang.


“Bagaimana?” tanya lelaki yang baru datang yang tak lain bernama James


“Mereka didalam” saut Alex


“Kata bos gimana?” tanya James


“Kita diperintah menangkap mereka” saut Alex


“Baiklah, ayo kita menjadi lelaki liar dulu sekarang” ujar James dengan senyum licik


“Kau memang pintar, tak salah bos menjadikanmu orang kepercayaannya” seru Alex


“Cih selain pintar aku tampan hahah” James tertawa terbahak-bahak”


“Diamlah, ayo” ajak Alex


Akhirnya keduanya masuk kedalam club dan mencari keberadaan dua wanita yang mereka incar. Setelah mereka melihat posisinya. Mereka mulai menghubungi pemilik club. Karena pemilik club adalah teman akrab mereka.


Setelah membicarakan maksut mereka akhirnya dengan bantuan Pemilik club rencana mereka akan berhasil.


Sheirin yang sudah minum dengan alkohol berkadar tinggi mulai kehilangan kesadaran begitupun Luna. Hingga tanpa mereka sadari sudah ada dua lelaki yang berada disamping mereka. Dengan target masing-masing akhirnya satu pria membopong satu wanita dan membawanya kemobil.


Dan beginilah akhirnya mereka berakhir disekap.


Flashback off


“Tapi jika kau tidak mengajakku, aku tidak akan kesana hah” bentak Sheirin


“Cuh dasar jal***, tidak tau berterimakasih” luna meludah ke wajah Sheirin hingga mereka sama sama berteriak.


Pintu terbuka lalu James dan Alex saling melirik dan mendengar kedua wanita tak berguna didepan mereka sedang saling sengit.


“Diam” suara Alex menggelegar diruangan.


“Jika kalian tidak diam, jangan salahkan aku. Aku akan mencincang kalian berdua” suara James menakutkan dan dingin


Hingga kedua wanita itu bergidik ngeri, bergetar dan ketakutan. Diam adalah solusi saat ini, Sheirin pun merasakan sungguh ketakutan.


“Sekali lagi saya dengar kalian berisik aku robek bibir kalian seperti ini” Alex mendekat dan merobek baju Sheirin bagian dada


“Aaaa kurang aj***” bentak Sheirin


Plakk


Alex menampar Sheirin hingga sudut bibir Sheirin berdarah.


“Wanita sepertimu memang seharusnya tiada, wanita licik tak punya hati” seru dingin Alex


Dua wanita itu diam dan takut. Alex dan James pun meninggalkan mereka berdua diruangan dengan keadaan menakutkan. Agar keduanya tidak membuat bising.


-------*-------

__ADS_1


Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.


Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.


__ADS_2