Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Menyebalkannya Rudi


__ADS_3

Ditempat lain


Seorang wanita tengah menunggu kehadiran seseorang yang tadi menghubunginya mendadak jika ia akan mengantarkannya berangkat kuliah.


“Ck lama banget sih huh” gerutu Meli dengan mondar mandir didepan kamarnya.


“Oh astaga aku tinggal marah gak ditinggal aku yang kena marah” gumam Meli dengan kesal


Hingga klakson mobil membuat Meli menatap kedepan gerbang kosnya.


Tin tinn!!


“Huh iya iya sabar napa sih” gerutu Meli


Brak


Pintu mobil tertutup keras karena memang Meli dengan sengaja menutupnya dengan kencang.


“Sekalian jemput besok huh” sungut Meli kesal


Rudi hanya diam lalu menatap jam ditangannya.


“Masih jam segini udah marah-marah” gumam Rudi dalam hati


Lalu Rudi pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


“Ck cepetan” kesal Meli


“Liat depan macet” ujar dingin Rudi.


“Mangkanya tadi gue udah bilang gak usah jemput kan. Kalau gini telat gue” kesal Meli


“Hey udah stop jangan marah mulu lo” sungut Rudi


Meli memilih diam dengan wajah ditekuk dan menatap ke arah luar jendela. Terlihat banyak motor dan mobil berdesakan untuk bisa menghindari kemacetan ini.


Orang bekerja dan remaja berangkat sekolah berlalu lalang meramaikan keadaan jalan.


“Gue turun aja cari taxi” seru Meli dengan membawa tasnya


Tetapi ternyata tangannya ditahan oleh seseorang, Meli reflek menoleh. Matanya melebar ketika melihat wajah Rudi sangat dekat dengan wajahnya.


“Dia tampan sekali, baru kali ini liat deket gini” gumam Meli dengan menatap wajah Rudi dari dekat bahkan menahan nafasnya.


“Nafas” seru Rudi dengan menahan tawa


“Huh dasar” kesal Meli lalu mendorong tubuh Rudi


“Jangan cari kesempatan deh” seru Meli


Hingga perdebatan kecil itu berhenti karena jalanan kembali lancar.


15 menit kemudian mobil yang ditumpangi Meli dan Rudi telah sampai di parkiran Kampus.


“Terimakasih” ucap Meli lalu turun dari mobil


Sebelum melangkah ia merapikan pakaiannya tanpa ia sadar lelaki yang mengantarnya sudah didepannya.


“Astagfirullah” Meli terkejut karena Rudi ada didepannya.


“Ada apa lagi?” tanya Meli


“Gue mau anter lo kedalem” ujar enteng Rudi

__ADS_1


Membulatkan mata hingga melongo. Apa ia tak salah dengar lelaki didepannya akan mengantarnya ke kelas pikir Meli.


Tapi ia tak habis pikir. Ia hanya mengangguk lalu beranjak tetapi lagi-lagi tangannya dicekal oleh Rudi.


“Apa lagi sih” kesal Meli


“Pegang tangan gue” menyodorkan tangannya


“Mau apa sih?” kelu Meli


“Kalau lo gak mau pegang tangan gue, gue gak bakal bantuin lo” nadanya mengancam


Meli mengalah, “Oke” mengalungkan tangannya dilengan lelaki tampan itu.


Berjalan bergandengan hingga banyak tatapan kagum dan iri pada pasangan yang berjalan bersama itu.


Meli merasa risih karena tatapan perempuan semua tertuju pada Rudi. Dan banyak yang melongo dan terkejut. Hah memang tampan tapi sayang tingkahnya menyebalkan gerutu Meli dalam hati.


Sampai didepan kelas ternyata Dosen belum masuk hingga membuat Meli lega.


“Alhamdulillah, Allah masih baik hati sama aku” lirih Adel


“Sana masuk ,nanti gue nyusul” dingin Rudi berucap


“Apaa!! Ngapain lo jemput?” pekik kaget Meli


“Ya jemput elo lah” enteng Rudi


“Tapi gue gak mau ,gue mau pulang sendiri” tolak Meli


“Lo tolak, gue gak bakal bantuin elo” ancam Rudi


Mau tak mau Meli lagi-lagi mengangguk. Ia masih membutuhkan ini semua untuk menopang hidup selama dikampus. Apalagi Rudi melakukannya dengan baik dan lembut. Tanpa imbalan badan pun Rudi membantu sebisa mungkin dengan ikhlas. Karena memang Rudi bukanlah lelaki penjahat kel*min atau playboy. Ia murni single dan jomblo.


“Gue pulang dulu” Pamit Rudi


Meli cengo, lagi-lagi ia dibuat salah tingkah dengan lelaki didepannya.


Berdehem untuk menghilangkan kegugupannya akhirnya Meli mengangguk.


“Bye” seru Meli lalu berlari kecil menuju kelasnya


Rudi hanya bisa menahan tawa lalu meninggalkan kelas Meli. Sedangkan Meli ia memilih duduk sambil menetralkan degub jantungnya.


“Ya tuhan, jantung gue. Baru kali ini gue liat dia ganteng banget” gumam Meli dalam hati


Menyandarkan punggungnya dikursi duduknya dengan memejamkan matanya untuk mengingat perlakuan manis Rudi barusan hingga tanpa ia sadari ada seorang lelaki yang sedari tadi memperhatikan tingkahnya.


“Ehem” suara lelaki dari samping Meli


Meli kaget reflek menoleh ke sebelah.


“Rey” kaget Meli


“Lo kenapa?” tanya Rey pura-pura tidak tau


“Emmm enggak kenapa-napa kok” Meli gelagapan


“Ohh” saut Rey dengan manggut-manggut


Beberapa menit kemudian Tyo datang dengan nafas ngos-ngosan kehadapan Meli.


“Huh huh huh untung gak telat” lirih Tyo dengan mengusap keningnya yang basah oleh keringat

__ADS_1


“Gak telat apaan, udah masuk ini beg*” ketus Meli


“Dosen belum masuk jadinya gue belum telat” kekeh Tyo


“Hah terserah lo aja deh” pasrah Meli


“Sini lo duduk” suruh Meli


Tyo duduk disamping Meli, lalu mulai mengatur nafasnya.


“Mel ntar main ke Adel yuk” Ajak Tyo


“Hah gak bisa” seru melas Meli


“Lah kenapa?” tanya Tyo


“Nanti Kak Rudi yang jemput gue” lirih Meli masih bisa didengar keduanya


“Apa!!” Rey dan Tyo kaget dan menatap Meli tajam


“Kenapa sama kalian?” tanya Meli


“Lo seriusan dijemput Kak Rudi yang asisten nya Kak Kevin?” tanya Tyo


“Iya lah” seru kesal Meli


“Mau kemana lo?” saut Tyo


“Gaktau” ujar Meli dengan mengangkat kedua bahunya


Rey hanya diam sambil mendengarkan obrolan keduanya. Sejujurnya Rey merasa cemburu tapi ia sadar ia tak punya hak.


Tapi apakah dia akan mengalah untuk sekarang?


Apa ia akan menyerah kali ini?


Sepertinya tidak.


Itulah pikiran Rey yang membuatnya ia diam sambil menunduk.


Hingga suara lirih teman Meli membuat Rey sadar bahwa Dosen yang akan mengajar wanita tercintanya akan datang.


“Gue balik ke kelas gue dulu yah” ujar Rey sambil berdiri


“Oke hati-hati” saut Meli dengan senyuman manis


“Kalau lo senyum gini, gue gak bakal ngalah untuk merebut hati lo buat gue” gumam Rey sambil meninggalkan kelas Meli


--*--


Mana nih pendukungnya


Rudi&Meli


atau


Rey&Meli


Hayoo mau dukung mana nih acung jempol dong.


Author makin gak sabar nih buat nulis cerita ini sampai tamat. Karena kalian alhamdulillah Karya author sampai tembus 1 M lebih Terimakasih pendukung setia novel JPM. Ambil baiknya buang buruknya oke.


Author nulis cerita ini murni dari imajinasi author dan untuk mengisi waktu luang sambil jagain anak bayi. hehhe

__ADS_1


Yuk selalu dukung karya author yah. Untuk yang selalu tanya kapan novel author sikembar Doble A update author bakal update menunggu novel JPM selesai oke. Terimakasih


Jangan lupa LIKE dan VOTE karya author ini yah. Biar Author makin semangat


__ADS_2