Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Gue pinjem istri lo


__ADS_3

Tin tin


Wajah cantik sumringah dengan senyum lebar berjalan dengan santai menuju mobil sang kekasih yang sudah terparkir didepan gerbang kos nya.


“Selamat pagi” sapa Meli ketika dirinya sudah duduk dikursi samping kemudi


“Pagi juga sayang” saut Rudi dengan mengusap rambut sang kekasih


“Sampai jam berapa kuliahmu sayang?” tanya Rudi ketika ia sudah melajukan mobilnya


Melirik jam tangan ditangan kirinya sambil mengingat jadwal kuliahnya. “Jam 12 sayang, kenapa?” tanya Meli


“Nanti aku jemput oke” seru Rudi


Meli mengangguk. “Kamu kapan ke rumah Adel mas?” tanya Meli


“Habis anter kamu aku langsung kerumahnya sayang. Untuk membahas perihal kerumahmu” ujar Rudi dengan senyum


“Ohh iya mas” saut Meli dengan menganggukkan kepalanya.


Hening


Meli menatap keluar jendela, jalanan mulai padat dengan orang berlalu lalang. Wajar saja jam menunjukkan pukul 7, Jika bukan karena dosen killer mungkin Meli memilih tidur dan selain itu juga kekasihnya tadi pagi membangunkannya. Mau tak mau Meli pun bangun.


Meli juga termasuk siswi nakal terkadang. Ia malas jika kuliah pagi tetapi jika dulu ada Adel ia lebih bersemangat karena akan ada seseorang yang menemaninya. Tetapi sekarang sahabatnya itu sudah menikah jadi ia harus berdua saja bersama Tyo.


“Sudah sampai sayang” suara Rudi membuyarkan lamunan Meli


“Ah iya mas” ucap Meli dengan membetulkan tasnya dan ia segera turun diikuti Rudi.


“Mas gak masuk juga?” tanya polos Meli


“Apa kamu mau mas anter?” goda Rudi


“Ehhh” tertunduk malu ketika Meli menyadari perkataannya. “Enggak usah mas” jawab kikuk Meli


“Ya sudah ayo mas antar” segera menarik tangan Meli dan berjalan menuju kelas Meli


--*--


Dirumah Kevin


“Mas gak ke kantor?” tanya Adel


“Enggak sayang” jawab santai lelaki yang masih nyaman tidur dipangkuan sang istri


“Apa mualnya masih?” tanya Adel


“Udah enggak yang” jawab Kevin


Ya pengaruh mual muntah Kevin masih ada. Meski berkurang tetapi setiap pagi pasti Kevin akan morning sickness. Sejujurnya Adel tak tega tetapi mau bagaimana lagi itu bukan kuasanya. Jadi mau tak mau Adel hanya bisa meringankan dengan berada didekat suaminya itu.


“Bagaimana Meli sayang?” tanya Kevin

__ADS_1


“Dia belum menghubungiku mas” saut Adel. “Tetapi aku yakin pasti tante bakal restuin hubungan mereka” ujar yakin Adel


“Tapi kamu tau kan yang, Rudi itu yatim piatu” seru Kevin


“Aku tau mas. Tapi apa bedanya. Tak ada seseorang menatap semua dari materi nya mas. Mas Rudi memang dia sendirian tetapi ia bisa setegar dan sesukses ini juga karena hasil kerjanya sendiri. Aku yakin tante bakal setuju” gurat wajah Adel terlihat serius.


Kevin hanya mengangguk pasrah. Ia hanya takut jika sahabatnya akan dicaci maki orang. Tetapi ia mencoba menepis itu semua. Ia mencoba yakin oleh ucapan sang istri.


“Ayo keluar mas” ajak Adel sambil mengulurkan tangannya.


“Ayo” saut Kevin dengan berjalan bergandengan tangan menuju meja makan.


Ya keduanya sarapan pagi agak terlambat karena keadaan Kevin yang mual muntah membuatnya memundurkan jadwal makan paginya.


Ting tong


Terdengar bunyi bel pintu


Bibi dengan sigap membukakan pintu dan terlihat Rudi dengan pakaian resmi masuk.


“Tuan ada bi?” tanya Rudi


“Ada tuan” saut bibi.


Segera Rudi menghampiri Kevin yang sedang ada dimeja makan.


“Vin” sapa Rudi dengan mendudukkan dirinya dikursi depan Kevin


“Mau apa lo?” ketus Kevin


“Huh” mengeluh panjang. “Ada apa?” tanya Kevin dengan memaksakan senyum.


“Besok temani gue temuin mamanya Meli yah” ujar Rudi


Melebarkan mata Kevin, Kevin sontak menegakkan dirinya. “Besok?” tanya Kevin setengah tak percaya


“Ia besok” tatapan Rudi terkesan serius


“Hah” mengeluh panjang lagi. Kevin membaca doa dan mulai memakan makanannya.


“Lo malah makan sih?” dengus Rudi


“Diem lo, gue makan dulu” ketus Kevin tak menghiraukan gerutuan lelaki didepannya


Kevin tak habis pikir bagaimana bisa Rudi mau melamar tapi seenak jidat mengajaknya besok. Apa ia tak berfikir ingin membawa apa untuk mertuanya. Hah wajar saja dia kan jomblo akut pasti tak bakal paham pikir Kevin.


Setelah makan ketiganya duduk diruang tamu.


“Lo gak mikir apa tinggal ajak besok-besok aja” gerutu Kevin


“Gue serius. Gue pengen cepet halal” jawab yakin Rudi.


“Lo gak mikir mau bawa apa buat camer lo apa beg*, besok lo kan mau ngelamar masak iya cuma bawa badan doang” seru kesal Kevin

__ADS_1


Adel hanya terdiam ia memperhatikan dua lelaki yang sedang terlihat pusing itu.


“Ah iya napa gue gak mikir yah” menepuk dahi. “Gue pulang aja nyiapin semua” ujar Rudi dengan berdiri.


“Duduk” perintah Kevin


Mau tak mau ia juga menurut.


“Lo siapin dulu jangan keburu. Kita bisa lusa kesana atau 4 hari lagi” seru Kevin


“Kok mundur sih” gerutu Rudi


“Lo gak mau kan camer lo bilang gini. Gue punya calon mantu yang kerjanya keren tapi ngelamar gak bawa apa-apa” Ucap Kevin mencoba memperagakan seperti seorang camer mengomentari calon mantunya.


Rudi bergidik ngeri. “Ya gak mau lah. Gue pengen jadi calon mantu baik” seru Rudi


“Ya udah lo siapin yang bagus terus lusa kita kesana” ujar Kevin


Rudi hanya mengangguk setuju dengan wajah berbinar. Ia terus menatap Adel. “Del kamu tau kan barang apa aja buat lamaran?’ tanya Rudi


“Tau mas. Kenapa?” tanya Adel


“Temenin gue beli yah” rengek Rudi


“Gue gak kasih ijin” suara Kevin menggelegar


“Ehh lo kok pelit sih” gerutu Rudi.


“Istri gue sedang hamil dia harus banyak istirahat” saut Kevin


“Ya kan gue pinjam bentar” rengek Rudi


“Gak” ketus Kevin


“Ya tuhan Vin. Lo kejam amat sih” suara yang dibuat-buat


Kevin melirik menatap iba wajah sang sahabat. Kevin akui ia tak bisa menatap wajah Rudi dan Adle yang sedang murung. Sontak hari ini Kevin pasti luluh.


“Oke gue pinjemin tapi sekaligus gue ikut” seru Kevin


“Apaa” Rudi terkejut ia menghela nafas berat. “Yaudah gakpapa deh penting istri lo gue pinjem dulu buat nyiapin semua kebutuhan” dengus kesal Rudi.


--*--


Hay hay guys🤗🤗


Selamat sore Readers tercinta "Jodoh Pilihan Mama" Puji syukur sampai detik ini author masih bisa melanjutkan cerita ini sampai tamat dan alhamdulillah sequelnya pun sudah author pikirkan kerangkanya.


Covernya pun sudah jadi untuk novel terbaru author.


Author akan usahain namatin cerita ini dulu baru cerita "Aqila Love Story" dan "Azzahra dan Azkiyah"


Doain Author ya bisa nulis on going untuk 2 movel sekaligus. tapi kalau gak bisa ya author tulis yang cerita Aqila dulu yah. Karena banyak yang nungguin cerita sequel ini.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YAH. BIAR TIMBAL BALIK LOH. AUTHOR UP KALIAN VOTE.


__ADS_2