Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Pulang malam


__ADS_3

Setelah azan magrib, Airin terbangun. Kepala terasa berat karena tidak biasa tidur jam segini. Saat ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudu, tak sengaja melihat tampilan diri di cermin, mata tampak bengkak, ternyata sekuat apa pun dia menyabarkan diri, air mata tetap tak mau diajak berdamai.


Setelah melaksanakan pengaduan panjang kepada Sang pencipta. Rasa lapar menuntun kaki Airin ke dapur. Aktivitas bercanda di sela makan Ibram dan Jenny terhenti setelah menyadari kehadiran Airin, Suasana yang tadi nya ramai dari hasil pantulan suara mereka tiba-tiba lenyap, tergantikan dengan suara pergerakan Airin yang mencuci tangan di wastafel, mengambil piring,lalu mengambil nasi dan lauk yang sudah dia masak tadi pagi dan Airin hendak pergi ke arah kamar nya,dia tidak mau duduk satu meja karena akan membuat selera makan Ibram hilang.


"Ini yang terakhir aku memakan masakanmu selanjutnya Jenny yang akan mengurus semuanya," ucap Ibram menatap mesra wanita seksi di depannya, tangan mereka saling meremas. Sungguh tak punya perasaan.


"Pokoknya, biar aku semua yang mengatur isi rumah ini,termasuk mengatur letak kursi dan barang-barang lainnya."Sahut Jenny sudah seperti nyonya di rumah ini.


"Terserah kalian,lagi pula ide nya tidak buruk,aku sibuk bekerja hanya kamu yang memiliki banyak waktu" jawab Airin segera pergi.


Setelah makan enggan rasa nya Airin keluar kamar karena muak melihat kemesraan dua pengantin baru ini,apa mereka memang sengaja memanasi Airin atau memang hubungan mereka selama ini mesra ntah lah yang jelas Airin muak dengan semua ini.


****


Pagi-pagi sekali Airin sengaja pergi dari rumah dia tidak ingin melihat kemesraan pengantin baru itu.


"Ai...." panggil Yana


"Ai....."


"Astaghfirullah.....iya yan" jawab Airin tersentak kaget


"Ngelamun kamu?" tanya Yana


"Akhir-akhir ini aku lihat kamu lebih banyak ngelamun nya deh Ai,apa sedang isi?" goda Yana


"Ngaco kamu!!"


"Terus ada masalah?"


"Nggak cuma capek aja yan"


"Makanya jangan banyak begadang buk, dikurangi dikit napa, mentang-mentang pengantin baru gas terus" goda Yana lagi tapi hanya di tanggapi dengan senyuman kecut dari Airin.


Airin merasa asing dan tersesat di kota ini, padahal dia sudah tinggal cukup lama meskipun ini bukan kota kelahiran nya.Apa karena dia orangnya introver? Atau karena tak berdaya dengan pernikahan bodoh ini,otak Airin seakan buntu untuk berpikir saat ini.


Airin sengaja mematikan ponsel nya sepulang kampus hari ini dia tidak ingin di ganggu,dia ingin bebas menikmati hidup.

__ADS_1


Airin sengaja duduk di salah satu kafe menikmati suasana malam hari,tadi sebelum ke kampus dia sengaja membawa baju ganti dan mampir di mesjid untuk sholat magrib sekalian menganti pakaian.


Menikmati alunan musik yang di sajikan di kafe tongkrongan anak muda ini,tanpa sadar Airin ikut larut dalam musik mellow ini.


"Bu.....ibu Airin" panggil seseorang membuat Airin menoleh


"Rangga!"


"Tumben ibu kemari?" tanya Rangga tanpa basa-basi ikut bergabung di meja Airin


"Hanya ingin menikmati musik saja"


"Ibu pencinta musik?"


"Tidak!! hanya sekedar saja" jawab Airin sambari meneguk minuman nya


"Kamu suka ke sini?" tanya Airin pada anak didik nya ini


"Saya kebetulan manggung di sini bu"


"Oh ya,,hebat dong,selain jago jadi playboy kamu jago nyanyi juga" sindir Airin membuat Rangga malu


"Kamu anak didik saya jadi sudah seharusnya saya mengenal kepribadian kamu lebih dekat"


"Tidak masalah, tapi ibu harus siapa dengan kejutan yang lain nya,ibu harus lebih extra lagi menguntiti saya"


Wajah Airin terlihat memerah dengan tuduhan Rangga


"Maaf bu hanya bercanda"


"Tidak masalah,diluar kampus kita berteman jika di kampus saya dosen kamu,jadi harus jaga sikap" ujar Airin, seperti nya dia memang butuh teman agar tidak terlihat bodoh saat ini.


"Waaaw seorang dosen terkenal mau berteman dengan saya,bukan nya di kampus ibu cukup garang"


"Jam bermain dan belajar itu berbeda"


"Oke kita berteman" ajak Rangga mengulurkan tangan nya dan di balas oleh Airin dengan menelungkup kan kedua tangan nya.

__ADS_1


"Maaf bukan muhrim" ujar Airin dan diangguki Rangga mengerti


Tak terasa obrolan panjang mereka sudah pukul 9 malam waktu nya Airin pulang dan besok harus mengajar kembali.


****


“Kenapa HP kamu di nonaktifin?” Sosok Ibram muncul saat tangan Airin memasukkan anak kunci ke kamar nya, jam sudah menunjuk angka sepuluh malam. Kali ini ada amarah di balik nada suaranya.


Airin terus melanjutkan pergerakan tangan. Toh, dia sendiri yang bilang semua keperluan nya Jenny yang urus dan untuk apa lagi Airin berada di rumah ini,hanya untuk ribut? Airin tidak sempat untuk itu,dia lebih memilih menata hati nya yang hampir hancur ini.


"Punya telinga nggak kamu?" bentak Ibram Airin sama sekali tak menghiraukan nya Airin masuk ke dalam kamar dan saat hendak menutup pintu di dorong oleh Ibram dia juga ikut masuk lalu menutup pintu nya.


"Kamu masih bisa dengar aku kan!!" ucap nya mencengkram tangan Airin


"Lepas mas,sakit!!" tepis Airin


"Ini istri pilihan mama ku, yang kerja nya keluyuran tiap malam tanpa tau suami di rumah kelaparan,jika mama ku tau apa yang kamu perbuat dengan anak nya ntah apa keputusan nya saat ini" ucap nya membuat Airin terdiam


"Kelaparan? rupanya dia lapar sampai seperti singa begini pikir Airin, tapi kemana istri manja nya itu? bukan nya dia sendiri yang minta untuk tidak lagi mengurus dirinya.


"Apa yang akan mama mu perbuat jika tau menantu kesayangan nya ini di madu" ujar Airin ketus membuat Ibram merasa tersindir


"Bikinin aku makanan, sekarang!" titahnya dengan wajah kacau.


"Bukan nya sudah ada Jenny istri kesayangan mu itu,kenapa harus aku?" ucap Airin memberanikan diri untuk menjawab


"Jenny sudah tidur,dia lelah"


Apa??? enak saja dia,sudah ***-*** saat lapar aku yang masak,memang nya aku pembantu di rumah ini, hello aku lulusan S2,bukan pembantu yang menyiapkan makanan untuk sang majikan batin Airin kesal tapi tak dia luap kan karena pasti Ibram mengira dia cemburu jika meluapkan nya.


Meski dongkol dan lelah Airin tetap mengikuti keinginan Ibram.


Makanan Ibram sebenarnya tidak ribet, hampir semua makanan dia suka karena dulu dia lama hidup sendiri di Jakarta.


Dengan ligat Airin masak, tubuh nya juga terasa lengket ingin dia segera mandi dan mengganti baju tidur lalu memejamkan mata nya.


Setelah menata di atas meja, Airin menuju ke kamar ,Airin Masih sempat melirik Ibram yang duduk depan laptop di ruang keluarga.

__ADS_1


Hampir dua bulan seatap dengannya membuat Airin tau jika Ibram memang lelaki pekerja keras, mungkin karena jabatan nya juga penting di perusahaan asing yang saat ini memperkerjakan nya,tapi sedikit jadi tanda tanya untuk Airin papa Ibram seorang pengusaha sukses di Semarang bahkan bisa di bilang orang kaya tapo Ibram tidak ingin bekerja di perusahaan papa nya padahal posisi apapun pasti akan di berikan papa nya mengingat dia hanya anak lelaki satu-satunya tapi kenapa Ibram malah bekerja di Jakarta menjadi Akuntan di perusahaan orang?.


Ah sudahlah percuma juga mengetahui sisi kehidupan Ibram toh dia bukan suami beneran udah ku batin Airin.


__ADS_2