
“Hmm kita mau cari orang bu” saut Rudi langsung
“Tuan cari siapa yah?” tanya ibu kos balik
“Mmm apa disini ada mahasiswi yang kos disini dari Universitas X bu?” tanya Kevin
“Ada tuan, ada 4 mahasiswi yang kuliah di Universitas X dan kos disini” jawab Ibu kos.
“Apa boleh kita bertemu mereka?” tanya balik Rudi
“Tapi tuan maaf, ada apa memangnya dan juga ini sudah malam pasti mereka sudah tidur” ucap Ibu Kos
Rudi dan Kevin menghela nafas kasar, mereka bingung mau menjelaskan niatnya itu, akhirnya Kevin lah yang menjelaskannya.
“Begini bu, saya kemari mau mencari istri saya, istri saya punya teman kuliah di Universitas X juga. Nah saya liat sinyal lokasi istri saya ada disini. Mangkanya saya dateng kesini mau nyari dia bu” ujar Kevin panjang lebar.
“Ohh begitu, baik tuan sebentar saya akan panggilkan mereka yang kuliah disana” ujar Ibu kos.
Ibu kos langsung berjalan ke arah kamar kos dan membangunkan satu persatu mahasiswi yang kuliah di Universitas X. Saat ibu kos mengetuk pintu kamar Meli. Meli mengerjapkan matanya.
“ckkk, malam-malam begini siapa sih” gerutu Meli
Meli langsung beranjak dari ranjangnya pelan-pelan agar tidak membangunkan Adel. Lalu ia mendekati pintu dan membukanya. Didepan pintu sudah ada ibu kos berdiri.
“Ada apa ya bu?” tanya Meli
“Ada seseorang yang mencari mu didepan, ayo temui” ujar Ibu kos
Dengan langkah malas Meli pun berjalan mengekori Ibu Kos, dan saat sampai diteras depan Meli membelalakkan matanya karena menatap seseorang yang tak asing didepannya.
“Itu kan Kevin CEO yang tampan dan jadi bahan perbincangan di kampus, untuk apa dia kemari” gumam Meli dalam hati.
Sedangkan Kevin pun mengernyitkan dahinya karena ia seperti mengenali perempuan yang berada didepannya.
“Sepertinya aku pernah melihatnya dimana yah” gumam Kevin dalam hati.
Dia berusaha mengingat dan akhirnya ia ingat bahwa ia pernah bertemu perempuan yang didepannya itu dikampus dikelas yang sama dengan istrinya.
“Apa kamu temannya Adel?” tanya Kevin langsung ke arah Meli
“Iya betul, kenapa?” tanya balik Meli sambil mengernyitkan alisnya.
“Apa Nona Adel bersamamu sekarang?” saut Rudi.
“Nona? Maksutnya?” tanya balik Meli yang bingung kenapa kedua lelaki kaya itu menyebut Adel Nona.
“lupakan itu, jawab saja apa Adelia bersamamu?” tanya Balik Kevin
“Ya dia disini bersamaku” jawab Meli
“Alhamdulillah, bolehkah aku menemuinya” ujar Kevin
“Untuk apa? Ada hubungan apa anda dengan sahabat saya” ujar balik Meli sinis.
“Sudah cepat antarkan Tuan Kevin dan saya untuk bertemu Nona Adel” Ketus Rudi
“Heyy jangan asal-asalan kalian yah, itu kamar saya dan hak saya juga. Jangan main asal minta tolong kesana. Dan apa kalian tidak tau waktu, ini sudah malam dan anda bertamu” ketus balik Meli
__ADS_1
Kevin dan Rudi yang mendengar pun berdecak kesal dengan ucapan Meli, rasanya Rudi ingin mencekik wanita didepannya tersebut yang sangat menyebalkan itu.
“Adelia itu istriku aku ingin memintanya pulang” jawab tegas Kevin.
“Apa? Istri?” pekik Meli
Meli sungguh terkejut mendengar bahwa lelaki didepannya tersebut suami dari sahabatnya itu.
“Sejak kapan? Adel pun tidak bilang padaku” ujar Meli
“Beberapa bulan lalu, ya memang kita berniat tidak memberitahu siapapun. Dan sekarang tolong antar saya ke istri saya” ucap Kevin dengan raut wajah memohon.
“Baiklah akan saya antar, apalagi saya tadi melihat Adel menangis. Pasti ada masalah kan antara kalian berdua.” Ujar Meli sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah kamar kosnya.
Kevin dan Rudi pun mengekori dari belakang. Setelah sampai didepan kamar, Meli pun ingin masuk tapi ia tak meneruskan langkah karena melihat dua laki-laki itu juga mau beranjak masuk.
“Kalian mau kemana?” ketus Meli
“Ya kami mau masuk lah” saut Rudi.
“Tidak perlu, tunggu sini aku akan memberitahu Adel” ujar Meli
“Dia istriku dan aku juga punya hak untuk bertemu dengannya.” Pekik Kevin
“Dan kau juga harus tau kalau ini kamarku, dan tidak sembarang orang boleh masuk” ketus Meli.
Akhirnya Meli masuk ke kamar dan menutup pintunya, setelah tertutup ia langsung beranjak mendekati ranjangnya dan menggoyang-goyangkan tubuh temannya itu.
“Del Adel bangun” ujar Meli
“Ada apa Mel?” tanya Adel sambil mendudukkan dirinya.
“Di depan ada orang yang cari lu, dan habis itu lu harus jelasin ke gue” Ujar Meli dengan sorot mata tajam
“Lu apaan sih natap gue kek gitu, siapa yang nyariin gue. Gaktau apa kalau ini udah malem” ketus Adel
“Wajar dia nyariin lu beg* dia suami lu” ujar Meli penuh penekanan dalam kata Suami.
“What!!” pekik lantang Adel
“Nah kan, lu gak cerita sama gue, gue butuh penjelasan atas semua ini. Dan lu sekarang temuin dulu sana suami lu” ketus Meli
“Maafin gue Mel, gue terpaksa menutupi pernikahan gue” Ujar Adel sambil menundukkan kepalanya.
“Udah yang penting lu keluar dulu sana, urusan jelasinnya ntar” jawab Meli
Akhirnya Adel pun menuruti perkataan Meli, ia turun dari ranjang dan berjalan kearah pintu. Menekan knop pintu dan membukanya. Terlihatlah wajah lelaki yang membuatnya sakit hati disana.
Mendengar pintu terbuka sontak Kevin dan Rudi membalikkan badannya dan menatap kehadiran Adel di pintu. Kevin langsung berjalan kearah istrinya dan meraih tangannya. Tapi sebelum meraih, Adel langsung menarik tangannya ke belakang badannya. Terlihat raut wajah kecewa diwajahnya.
“Ada apa kemari” ucap Adel singkat tanpa menatap Kevin
“Maafin aku sayang” saut Kevin sambil menatap wajah istri yang ia rindukan.
“Kalau hanya itu yang ingin diucapkan ya sudah, pulanglah. Aku ingin disini bersama Meli” ujar Adel sambil memasukkan dirinya kedalam kamar.
Tapi sebelum ia masuk kembali tangannya di tarik Kevin sampai ia keluar kembali. Adel yang melihat langsung menepis tangan Kevin dengan kasar.
__ADS_1
“Ayo kita pulang” ajak Kevin
“Tidak, aku mau disini dulu” jawab singkat Adel
“Pulang sekarang” Ucap Kevin dengan nada yang mulai meninggi.
“Ngapain aku pulang, toh kehadiran ku juga tidak diinginkan. Bahkan ketika kamu keluar kota kamu malah tidak ingat sama sekali denganku, dan malah enak enakan berdua dengan mantan kekasihmu. Wah hebat sekali” ucap Adel dengan mata memerah.
“Bukan seperti itu sayang, maafin aku” ucap Kevin memohon
Kevin sungguh tak kuasa melihat istri yang ia cintai hampir menangis.
“Kalau bukan seperti itu terus seperti apa? Coba jawab. Istri mana yang tidak marah jika tau sesuatu dari mulut orang lain, apalagi itu dari mulut mantan suaminya. Dan jelas waktu itu kamu gak ngabarin aku karena berduaan dengannya kan. Jawab “ teriak Adel
Kevin tetap diam seribu bahasa karena memang itu juga kesalahannya. Rudi pun tidak bisa membantu karena memang itu kesalahan tuannya.
“Kenapa gak jawab, bener kan? “ pekik Adel
“Sudahlah mas, pulanglah, aku ingin disini sementara waktu. Aku lelah” ucap Adel sambil masuk dan menutup pintunya.
Adel kemudian merosot kebawah sambil menangis, Ia sungguh terpukul melihat bahwa apa yang diucapkan Sheirin itu benar. Meli yang melihat sahabatnya menangis ia berlari kearahnya dan memeluk Adel. Ia mencoba menenangkan temannya dengan mengelus punggungnya nya. Sungguh tangisan pilu dan kecewa dari Adel.
Sedangkan Kevin yang melihat istrinya menutup pintu ia langsung menggedor-gedor pintu itu.
“Sayang bukalah, aku akan menjelaskan” ujar Kevin sambil menggedor-gesor pintu.
Tapi tak ada sahutan dari dalam, akhirnya Rudi pun menghampiri.
“Sudahlah, beri dia waktu untuk tenang” ucap Rudi.
Akhirnya Kevin pun menurut dan ia langsung pergi dari kos-kosan itu. Disepanjang perjalanan Kevin sungguh frustasi akan masalah ini. Ia sungguh terkejut karena kelakuannya ia bisa jauh dari istrinya sekarang.
.
.
. Alhamdulillah author bisa upload meski cuma 1 episode. author usahain besok up 2 episode yah. mohon maaf
.
.
. JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE SEBANYAK-BANYAK NYA YAH. BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT.
.
.
.
.DAN BERI KOMENTAR BIAR AUTHOR TAU KESALAHAN, KURANG DAN LEBIH DARI CERITA AUTHOR INI.
.
.
. TERIMAKASIH YANG SUDAH SELALU MENUNGGU CERITA KITA. SALAM SAYANG🤗
__ADS_1