Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Hati Aqila


__ADS_3

Sesampai Aqila dikamar, ia langsung beringsut ke ranjang miliknya setelah melempar tasnya sembarangan dan sepatu masih melekat pada kedua kakinya. Ia menelusupkan wajahnya pada bantal dan frustasi dengan apa yang barusan terjadi.


Hingga akhirnya Aqila ketiduran dengan posisi tengkurap dengan pakaian seragam dan sepatu masih menempel pada tubuhnya.


-*-


Adzan magrib sudah terdengar tetapi Adel belum melihat kehadiran sang adik perempuannya di ruang keluarga. Kembali mengingat kejadian tadi sore, membuat Adel cemas lalu berjalan menuju kamar sang adik.


Kevin yang melihat istrinya khawatir dengan keadaan adik perempuannya membuatnya membiarkan sang istri ke kamar adiknya.


Ceklek


Pintu kamar terbuka,


Adel menghela nafas lega saat mendapati sang adik tengah mengeringkan rambutnya didepan cermin rias.


“Ada apa kak?” tanya Aqila dengan raut wajah bingung


“Kaka nyariin kamu sayang. Tumben gak ke ruang keluarga?” tanya pelan Adel dengan berjalan perlahan mendekat kepada sang adik


“Heheh maaf ya kak, Adel tadi tidur terus baru mandi” Aqila cengengesan ketika dirinya juga mengingat tidur dengan pakaian utuh sepulang sekolah.


Baru kali ini Aqila sadari ia bertingkah jorok. Biasanya ia sangat memperhatikan kebersihan dan baru tadi sore ia tidur dengan pakaian sekolah dan tas yang berantakan.


Rekor pertama untuknya menjadi anak malas tadi sore. Tapi segera ia tepis pikiran itu ketika mengingat wajah James. Perasaan bersalah kembali menyeruak dihati Aqila.


Adel yang menatap wajah sang adik berubah sendu, akhirnya mengusap rambut sang adik.


“Ayo kita makan dulu, nanti kita mengobrol. Bagaimana?” tawar Adel


Aqila yang mendengar langsung mengangguk antusias karena memang dirinya tidak pernah sanggup berbohong pada sang kaka perempuannya.


--*--


Sehabis makan malam, Adel mengajak Aqila duduk di teras depan sambil menikmati secangkir teh hangat dan buah-buahan.


Setelah menunggu lama akhirnya Adel memulai membuka suara.


“Apa Aqila tidak ada yang ingin dibicarakan dengan kakak?” tanya Adel dengan wajah sendu


Aqila terdiam, pikirannya berkecamuk. Sejujurnya ia harus bercerita pada sang kaka karena ia belum pernah merasakan hal ini sebelumnya.

__ADS_1


“Kak?” panggil pelan Aqila


“Iya sayang” saut Adel dengan tersenyum hangat pada sang adik


“Bagaimana perasaan kakak jika ada seseorang yang mengungkapkan perasaannya pada kakak?” tanya Aqila pada Adel


Adel masih terdiam sejenak kemudian tersenyum tipis.


“Ternyata benar adikku masih polos tentang masalah percintaan” gumam Adel dalam hati sambil tersenyum tipis pada sang adik


“Perasaan kakak ya biasa aja” saut santai Adel


“Hah! Biasa? Kok bisa?” tanya kaget Aqila


“Harus bagaimana lagi sayang, kita tidak bisa menolak seseorang untuk menyukai kita. Bahkan melarang seseorang untuk tidak mencintai kita. Karena cinta itu lumrah sayang bagi para remaja” ujar Adel sambil menggenggam erat tangan Aqila.


“Cinta itu datang tanpa mereka ketahui. Dia juga berlabuh pada orang yang tidak mereka tau. Cinta bisa berlabuh pada siapa saja dan cinta bisa pergi kapan pun” sambung Adel


Aqila masih terdiam ia mencerna perkataan sang kakak.


“Jika ada seseorang yang suka sama kita ya biarkan saja. Selagi ia suka pada kita tetapi tidak merugikan kita sayang” seru Adel


“Kalau kamu bisa membalas cintanya ya berarti itu keberuntungannya bahwa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Tetapi jika cintanya tak berbalas ia juga harus lapang dada. Kamu juga harus begitu, kamu tidak boleh memaksa seseorang untuk melupakan rasa cintanya padamu apalagi pergi darimu. Karena seseorang yang patah hati, hatinya sangat rapuh dan lemah. Jika orang tersebut kuat itu mah fine aja tetapi jika orangnya lemah bisa jadi ia bunuh diri. Syukur-syukur ia mabuk berat kali” Adel masih menjelaskan dengan pelan dan penuh kasih sayang.


Apa kamu baik-baik saja?


Apa kamu tidak melakukan hal buruk?


Kamu dimana?


Semua itu berkecamuk didalam otak Aqila sampai sang empu meringis sakit sambil memegang kepalanya.


“Kenapa sayang?” Adel khawatir karena mendapati sang adik kesakitan


“Gakpapa kak , Qila kecapekan aja kali kak” seru Aqila dengan memaksa tersenyum


Sejujurnya kepalanya sekarang berdenyut sakit tetapi ia tak ingin membuat sang kakak khawatir dengan keadaanya.


“Beneran gakpapa” Adel masih terlihat khawatir.


Aqila tersenyum tipis dan mengangguk. “Bisa kakak ambilkan aku air putih?” tanya Aqila.

__ADS_1


“Bisa sayang, kamu tunggu sini yah jangan kemana-mana” seru Adel


Sepeninggal Adel diteras depan. Aqila masih terngiang-ngiang perkataan sang kakak.


Ada apa dengan dirinya ,biasanya ia akan cuek tetapi kenapa sekarang ia merasa pikirannya peduli dengan keadaan lelaki yang siang tadi menyatakan perasaannya padanya.


“Oh ya tuhan, pikiranku kenapa kacau seperti ini” ujar Aqila sambil memijit pelan keningnya.


Beberapa menit kemudian Adel membawa segelas air putih kedepan teras.


“Ini sayang” ujar Adel sambil menyodorkan gelas tersebut.


Aqila menerimanya dan langsung meminum habis air putih itu. Rasanya pikirannya mulai tenang dengan basahnya air yang membasahi tenggorokannya. Tetapi pikirannya tetap tertuju pada lelaki itu.


“Terima kasih kak” seru Aqila setelah menandaskan segelas air


“Sama-sama” saut Adel


--*--


Setelah melampiaskan kemarahan dan kekecewaan pada hatinya James lalu beranjak dari sana. Mengendarai mobilnya menuju tempat yang menurutnya akan membuatnya tenang.


Mengirim pesan singkat pada Alex bahwa lelaki itu sedang menunggunya ditempat itu.


Dan disinilah ia sekarang. Tempat hingar bingar yang hanya Alex dan James yang tau. Apalagi disana sudah ada beberapa santapan untuk mereka berdua.


Dan pasti banyak yang tanya bagaimana keadaan Luna kan? Karena Sheirin aja udah gila, bagaimana dengan keadaan Luna sendiri.


James memasuki tempat tersebut ya bisa dibilang bestcamp terbaik keduanya. Ketika membuka pintu masuk ia sudah disambut oleh beberapa bodyguard yang menjaga rumah tersebut.


James berjalan menuju minibar yang berada dilantai dua. Mengambil beberapa botol alkohol lalu membawanya kesebuah kamar. Dibukanya pintu coklat itu dan nametag diatas pintu bertulis Luna.


James memasuki kamar itu dengan membawa dua botol alkohol, terlihat Luna sedang tertidur pulas diranjangnya. Ya Luna sekarang menjadi tempat pelampiasan hasrat bagi James. Setelah James menyetubuhinya dulu untuk pertama kali. Ia menjadi candu akan tubuh Luna dan rasanya.


Meski ia tak memiliki perasaan padanya tetapi cara menyenangkan hasrat James Luna sangat pandai. Sejujurnya Luna mulai jatuh cinta pada James, tetapi ia tak berani mengatakannya. Jika ditanya James apa sering menyentuhnya. Itu tidak!!


Karena sudah lama dari ia membawa Luna kemari dan baru sekarang ia menemuinya lagi. Mungkin karena kekecewaannya dengan Aqila ia ingin melampiaskannya pada Luna.


----***----


Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.

__ADS_1


Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.


Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azkiyah Dan Azzahra . Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari cerita author yang lain.


__ADS_2