Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Berenang dan Snorkelling


__ADS_3

Setelah kapal itu berhenti, akhirnya mereka mulai menyiapkan peralatan yang digunakan untuk dipakai para snorkelling sebentar lagi.


Tetapi berbeda dengan raut wajah Adel, Adel merasa takut untuk melakukan hal yang baru pertama kali ia lakukan. Kevin yang menangkap raut wajah cemas istrinya, ia langsung menghampirinya.


“Sayang” sapa Kevin dengan tersenyum


“Hmm” jawab Adel dengan mata masih menatap para komando snorkelling.


“Wajahmu kenapa berubah pucat sayang, kamu kenapa?” tanya Kevin


“Tidak apa-apa sayang, aku hanya takut” saut Adel


“Hei sayang, tatap mas sekarang” pinta Kevin


Adel akhirnya mendongakkan wajahnya agar sejajar dengan wajah suaminya itu. Ia menangkap sorot mata teduh dari mata suaminya itu.


“Ada mas sayang, kamu juga pandai berenang. Kamu pasti akan senang kok. Kamu istri mas yang pemberani” ujar Kevin menenangkan.


“Meski aku bisa tapi aku takut mas” saut Adel


“Kan ada mas sayang jadi gak perlu takut” ucap Kevin dengan mengusap rambut istrinya itu


Adel masih terdiam, dia sebenarnya ingin ikut suaminya. Apalagi benar kata suaminya dia pandai berenang tetapi jika dilaut bebas seperti ini ia juga masih merasa takut.


“Misal Adel nunggu diatas kapal aja gimana mas” ujar Adel pelan


“Mm beneran? Serius” ucap Kevin


“Iya mas beneran” jawab yakin Adel.


“Snorkelling enak loh sayang, bisa liat hewan kecil-kecil di laut dan bisa liat karang bagus loh” ucap Kevin mencoba merayu istrinya agar ikut.


Tetapi lagi-lagi Adel memilih bungkam, sebenarnya memang benar bagus tetapi ia masih ragu. Ia menarik nafas langsung membuangnya dengan kasar. Dan meraih tangan suaminya untuk digenggam.


“Baiklah mas, aku akan ikut” ujar Adel tersenyum hangat ke wajah suaminya.


“Nah gitu dong sayang, pinter” ucap Kevin sambil mencium puncak kepala istrinya


Akhirnya waktu yang ditunggu pun tiba, para komando membantu para pengunjung yang ingin snorkelling. Dari memakai pakaian selam dan alat pernafasan.


Kevin yang melihat istrinya akan dibantu oleh salah satu tim komando lelaki ia langsung mendekati istrinya.

__ADS_1


“Biar saya yang membantu istri saya sendiri mas” ucap Kevin tegas


“Ah baiklah tuan, mari” saut salah satu tim


Adel yang melihat sikap suaminya hanya bisa geleng-geleng kepala. Dia sudah tau bagaimana posesifnya suaminya. Jangankan orang lain, sahabatnya sendiri saja tidak memperbolehkan untuk menyentuh Adel.


“Kamu ini ya mas, hahha” ucap Adel dengan tertawa


“Kenapa? Aku gak mau lelaki lain menyentuhmu” ujar Kevin kesal


“Ya tapi gak gitu-gitu amat sayang, dia itu mau bantuin aku bukan mau godain aku” saut Adel


“Tapi sama saja, sama sama mau pegang milikku” sinis Kevin


“Huftt ya sudah. Nih bantuin aku” rayu Adel


Adel sudah hampir tidak punya ide untuk menghadapi sikap posesif suaminya itu. Ntah dari mana sikap itu muncul mulai dari awal pernikahan dan semakin kesini semakin posesif. Adel hanya bisa menerima karena memang ia selalu berfikir positif kepada suaminya. Ya meski terkesan dia tidak bisa kemana-mana tapi Adel berfikir itu semua hanya untuk kebaikan dirinya sendiri.


“Sudah” ucap Kevin setelah menyelesaikan semua perlengkapan istrinya.


“Makasih mas” saut Adel lalu mencium pipi istrinya


“Apa kamu menggodaku sayang?” ujar Kevin dengan suara sexi ditelinga istrinya.


“Itu main cium-cium, jadi mau aku sayang” ucap Kevin dengan memeluk istrinya dari belakang.


Adel yang mendapat serangan dadakan suaminya hanya bisa terdiam. Wajahnya sudah merah merona karena banyak pasang mata yang memperhatikan mereka.


“Mas malu” ucap Adel


“Biarin sayang” Ucap Kevin


“Tuh liat kasihan yang masih jomblo loh” goda Adel agar suaminya melepas pelukannya


“Hemm yaudah tapi nanti malam kasih yah” rengek Kevin


“Iya mas, tapi sekarang lepas dulu” ucap Adel


Akhirnya pelukan suaminya pun terlepas, sebenarnya kalau dirumah berdua saja Adel tidak mempermasalahkan serangan dadakan suaminya tapi jika berada diluar Adel masih belum terbiasa. Jadi dia enggan menunjukkan kemesraannya diluar.


Hingga akhirnya suara tim komando yang memberikan arahan untuk para snorkelling pun bersuara.

__ADS_1


“Baiklah, demi keamanan jangan pernah berpencar dari teman-temannya. Dan ingat waktu yang sudah diberi itu sudah cukup untuk kapasitas oksigennya juga yah. Jadi jangan kelamaan juga didalam air takut kehabisan oksigen” ucap salah seorang penanggung jawab.


Para pengunjung yang siap untuk snorkelling pun menganggukkan kepala tanda mengerti dengan semua yang telah dijelaskan dan dijabarkan oleh salah seorang tim penanggung jawab.


Setelah itu satu persatu para pengunjung sudah turun kedalam air. Tetapi beda dengan Adel. Sedari tadi ia masih merasakan ragu dan takut.


“Mas takut” lirih Adel


“Kan mas udah bilang sayang, ada mas. Kamu pasti seneng kok serius” ujar Kevin menenangkan


“Apalagi kamu pinter renang sayang, mas yakin kamu bakal baik-baik aja” sambung Kevin


Huftt Adel hanya bisa membuang nafasnya secara kasar. Ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri untuk berani turun. Hingga suara salah satu tim memecahkan keheningan pada diri Adel.


“Ayo mas mbak sekarang giliran kalian turun” ujar salah satu tim.


Kevin pun membalas dengan anggukan, dia sudah membawa istrinya berada di sampingnya. Dengan diiringi senyuman manis Kevin yang menyalurkan bahwa mereka akan baik-baik saja. Dan dibalas anggukan oleh Adel.


Tangan Kevin pun sudah memegang tangan kanan Adel, dengan memberanikan diri akhirnya Adel pun ikut meloncat dari kapal ke air laut.


Byurrrrr


Bunyi air laut pun terdengar.


Adel mulai mencoba menguasai dirinya. Ia masih menenangkan dirinya agar beradaptasi sebentar dengan air laut. Berbeda dengan Kevin, Kevin mengacungkan jempol kearah istrinya untuk menjelaskan bahwa semua baik-baik saja. Dan dibalas anggukan oleh Adel. Setelah merasa santai akhirnya Adel dan Kevin mencoba menyelam untuk melihat semua makhluk laut yang berada disana.


Tak lupa Kevin dan Adel mengabadikan momen itu dibantu oleh salah satu krew disana. Mungkin ini akan menjadi sejarah pertama untuk Adel bisa merasakan liburan bahagia bersama lelaki yang ia cintai.


Hingga sekitar 30 menit.


Akhirnya Adel dan Kevin sudah kembali ke atas kapal. Mereka langsung membuka pakaian selam nya dan alat bantu pernafasan.


Setelah semua pengunjung berada diatas kapal. Akhirnya kapal meninggalkan lokasi dan kembali ke resort karena hari sudah menunjukkan waktu sore.


Sesampai di resort, keduanya langsung bergantian ke kamar mandi. Diawali Adel dulu yang menginjakkan kaki ke kamar mandi. Setelah selesai akhirnya ia bergantian dengan suaminya.


Adel langsung merebahkan dirinya di ranjang, merasakan badannya lelah tidak perlu waktu lama matanya pun terpejam.


Dan sekitar 15 menit, Kevin pun keluar dari kamar mandi. Ia menghampiri ranjang tidurnya dan terlihat istri tercinta nya sudah terlelap tidur. Karena memang dirinya juga merasakan lelah Kevin pun ikut membaringkan dirinya disamping istrinya dan tak lupa memeluk tubuh istrinya yang sudah menjadi candu.


-------*--------

__ADS_1


Jangan lupa LIKE dan VOTE sebanyak-banyaknya yah biar author makin semangat postnya.


Dan tinggalkan Komentar dong, biar author tau kekurangan dan kelebihan cerita author.


__ADS_2