Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Pengharapan


__ADS_3

Selesai dengan acara hantaran para perempuan duduk mengelilingi Nita adik Ibram sambil bercerita tentang rumah tangga.


"Beruntung kalian menikah sekarang sudah pada mapan kami dulu masih merintis dari nol" ujar Bude Darmi


"Ya,aku ingat betul saat zaman susah kami menikah dulu mbak,banyak irit nya" sahut bude Lasih


"Kamu masih ingat nggak sih dulu kalau mau pacaran jalan kaki kalau nggak naik sepeda,anak zaman sekarang kalau nggak ada mobil nggak mau"


"Matre ya bude" Sahut Ibram yang baru datang


"Bisa gede betis nya kalau jalan kaki bude" timpal Sarah sepupu Ibram


"Bukan matre mas tapi kebutuhan, wanita itu mau nya di manja bukan di siksa,iya nggak kak Ai" ujar Nita lagi menatap Airin


"iy-a" jawab Airin sedikit gugup,ujung ekor mata nya melirik Ibram


"Dulu kalau mau minta sesuatu sama suami harus di perhatikan suami lelah atau tidak,ada uang atau tidak" cerita bude Darmi lagi


"Kalau sekarang mah enak mbak, pulang-pulang suami udah bawa makanan kesukaan"! Lanjut bude Lasih lagi


"Nggak semua nya begitu,ada juga kok suami yang nggak perhatian, tergantung tipe suaminya tapi Alhamdulillah keluarga kita semua nya baik-baik,ya kan Ai,Ibram gimana sama kamu,baik?" tanya Bu Fatma sang mertua


"Alhamdulillah baik ma" jawab Airin pelan


"Kalau soal uang Ibram pelit nggak Ai?soalnya papa nya nggak royal banget, hampir tiap Minggu selalu ngasih uang jajan buat bude" tanya Bude Darmi


"Bude kan adik nya wajar dong di kasih" celetuk Nita


"Ada juga kok orang yang pelit sama keluarga" jawab Yayu sepupu Nita yang lain nya, karena ini acara hantaran sudah pasti banyak keluarga besar mulai dari adik beradik, sepupu dan tetangga turut memeriahkan tapi sekarang hanya tinggal keluarga inti dan sepupuan.

__ADS_1


"Alhamdulillah bude nggak pelit" jawab Airin sedikit tersenyum kaku menatap Ibram yang sudah berwajah pucat,Ibram menyadari selama menikah Aira tidak pernah sekalipun meminta uang pada nya, berbeda jauh dari Jenny yang semasa pacaran saja sudah memoroti uang nya.


"Kapan-kapan bude pengen ke Jakarta deh main ke tempat kalian"


"Boleh bude,ajak keluarga besar yang lain nya agar tau di mana rumah mas Ibram"


"Dulu pernah kesana satu kali saat Ibram naik rumah baru nya tapi tetangga nya masih sedikit,belum ramai mungkin sekarang sudah ramai ya Ai, sekalian bude mau lihat-lihat kampus buat kuliah nya Sarah" ujar Bude Darmi


"Sarah sudah tamat sekolah ya Bude?" tanya Ibram


"Iya,tahun ini, kamu nggak peka banget sama sepupu Ram,dia minta kuliah di Jakarta"


"Mama lupa bilang sama kamu kemarin Ram, soalnya mama pikir kamu juga bakalan pulang sama Airin, rencana nya Sarah mau tinggal di tempat kalian dulu"Ucap Bu Fatma membuat jantung Ibram berdetak kencang, bagaimana bisa Sarah tinggal di rumah mereka ada Jenny


"Boleh mbak Airin?" tanya Sarah


"Ya boleh lah Sar,kamu kan juga adik nya mas Ibram" jawab Airin santai dengan tersenyum kecil,dia tau pasti Ibram sekarang sedang memikirkan bagaimana cara nya mengungsikan Jenny.


"Ayah ibu datang kok ma pas acara hari H nya nanti"


"Oh ya,,mama pikir mereka nggak sempat datang"


"Mana mungkin nggak datang ma,kata ibu sekalian reuni an sama tetangga dulu" jawab Airin lagi dan di angguki bu Fatma.


"Sekalian serempak mas Ibram dan mbak Ai aja besok ke Jakarta nya Sar"usul Nita


"Jangan" jawab Ibram cepat membuat semua mata tertuju pada nya


"Maksud nya jangan besok juga Sar,mas dan mbak mu ada acara gathering dua hari setelah acara Nita,takut nya kamu malah bosan sendirian di rumah, iya nggak sayang" ucap Ibram menatap Airin memberi kan kode

__ADS_1


lewat mata nya.


"Memang nya ada acara kantor ya mas,kok aku nggak tau" jawab Airin sengaja


"Baru semalam pak Ayus menghubungi ku,dia bilang kantor sedang ulang tahun dan bawa pasangan masing-masing"


"O......."


"Serempak mama saja Sar,kalau bisa masuk kampus mbak Airin saja biar bisa pergi bareng sebelum kamu kenal kota Jakarta "


"Boleh ma,Aku juga belum siap-siap kalau serempak mas Ibram" jawab Sarah membuat Ibram bisa bernafas lega, sebelum ketahuan dia harus memikirkan cara mengungsikan Jenny.


"Mbak Ai,mas Ibram kalau kasih uang belanja berapa? pasti banyak dong secara gaji nya gede kan kerja di perusahaan Asing"


"Alah nggak segede gaji di perusahaan papa pasti nya" jawab pak Pangestu dan di angguki Airin setuju padahal dia tidak tau tentang keuangan suaminya ini


"Mbak tau nggak impian mas Ibram dari dulu bisa kerja di perusahaan Asing,dan sekarang terwujud makanya dia nggak mau balik ke Semarang"


"Kalau saja kalian tau dia nggak mau balik itu karena Jenny pasti kalian syock" batin Airin


"Bukan nggak mau pulang dek,mbak mu juga masih senang dengan rutinitas mengajar nya jadi mau tidak mau kami masih bertahan di Jakarta,iya kan sayang?"


"Iya,,,jadi pendidik cita-cita mbak dari dulu Nit, setidaknya jadi guru SD tapi sang pencipta terlalu baik sama mbak hingga di jadikan dosen seperti saat ini"jelas Airin tersenyum manis


"Dan bisa bertemu jodoh yang baik juga pasti nya" celetuk Ibram


"Amiinnn.... semoga berjodoh hingga tua ya, langgeng terus do'a papa mama supaya kalian selalu akur dan cepat dapat momongan" ujar Bu Fatma dengan penuh pengharapan


"Do'a yang sama dari bude dan keluarga ya Ai" sahut bude Darmi dan diangguki yang lain nya

__ADS_1


Begitu banyak pengharapan pada Ibram dan Airin dari keluarga, sebenarnya Airin tak mampu lagi untuk berbohong tapi dia lebih tidak mampu untuk menyakiti hati semua anggota keluarga Ibram yang baik ini.


__ADS_2