Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Lenyapkan 2


__ADS_3

Ditempat lain..


“Gimana?” tanya James dengan mata berharap


“Bos bilang langsung segera lenyapkan” seru Alex


“Ahh santapan hangat. Aku mau pakai tubuhnya dulu, kan rugi pumpung mereka cantik loh Lex” ajak James dengan menaik turunkan alisnya


“Oh shit kau benar. Ayo” ajak Alex


Mereka berdua segera berjalan dan membuka pintu dengan kasar. Terlihat dua orang manusia yang masih terikat sedang tertidur pulas. Keduanya berjalan pelan menuju kedua wanita yang sedang tertidur dengan duduk tersebut.


“Uhhh mulus juga wajahnya Lex” celetuk James


Alex hanya menyeringai, sesungguhnya apa yang dikatakan James memang benar. Dua wanita didepannya ini ya untuk kategori cantik untuknya ya memang cantik. Tapi sayang pribadi mereka buruk yang menjadikan para lelaki enggan untuk memilikinya.


Sheirin dan Luna yang mendengar sayup-sayup suara pun akhirnya mengerjapkan matanya. Matanya membulat sempurna ketika melihat dua lelaki didepannya dengan tatapan tak terbaca.


James segera mengambil minuman yang sudah ia beri campuran itu dan meminumkan secara paksa ke arah Luna. Ya mereka mencoba untuk bermain-main dengan sahabat wanita yang mereka tau ide dalang kecelakaan itu.


“Mau apa kalian si*lan” teriak Sheirin


“Gue mau bunuh loh. Oh tapi sebelum itu gue mau tubuh lo dulu” ujar James dengan seringai licik


“Bajin*an jangan mimpi kalian bisa dapetin kesucian gue” pekik lantang Sheirin


Plakkk


Tamparan keras mendarat dipipi Sheirin. Ya itu tamparan dari Alex lebih tepatnya.


“Wanita licik kayak lo gak ada nilainya dimata kita. Lo ngerti” suara Alex dingin dengan sorot mata tajam ke arah Sheirin


Sheirin hanya menelan ludah ketakutan. Ia melihat Luna sahabatnya tengah meronta dikursi.


“Panas panas” ronta Luna


“Akhh kalian memberiku apa breng*ek, panas panas” teriak Luna


Dengan Langkah santai Alex mendekat ke arah Luna lalu menggigit telinga Luna


Ah


Desahan kecil lolos dari bibir Luna. Sungguh Luna sekarang menginginkan sentuhan yang lebih. Entah efek obatnya sudah membuatnya lupa diri.

__ADS_1


“Tolong tolongin gue” lirih Luna dengan menggeliatkan badannya.


James yang melihat pun menelan ludah. Bagaimana tidak, body cantik dan seksi Luna yang menggeliat membangkitkan sisi lelaki James.


“Ahh akan aku beri siaran langsung kau jal*ng” seru James didepan Sheirin


“Cuhh menjijikkan” ludah Sheirin kearah James


Alex yang melihat akhirnya mengapit kedua pipi Sheirin.


“Jangan pernah macam-macam jal*ng, kalau lo gak mau, gue bawa ke tempat terkutuk biar loh ngelayanin pria hidung belang gimana” gertak Alex


“Jangan” saut Sheirin cepat dengan wajah ketakutan


“Bagus, berarti lo milih liat live mereka” seru Alex dengan menyeringai kejam


Setelah itu Alex mendudukkan dirinya dikursi diruangan itu sambil memainkan game diponselnya dan tidak lupa menggunakan earphone ditelingannya. Sedangkan James ia menuntaskan gairah yang sudah ia buat di diri Luna dan dengan pasti didepan Sheirin.


Hampir 2 jam pergulatan panas Luna dan James akhirnya James pun menyelesaikan kegiatannya itu dengan Luna yang sudah lelah dan lemah diatas ranjang yang ada diruangan itu.


Sheirin hanya bisa menelan ludahnya kasar dan pikiran liarnya terbang bebas dipikirannya. Karena pergulatan panas James dan Alex menjadikannya rangsangan tinggi ditubuhnya. Sepertinya ia mulai menginginkan sentuhan Alex atau James. Tapi terlihat mereka berdua masih tidak beranjak. James masih asik memeluk Luna ditempat tidur sedangkan Alex tetap sibuk dengan ponsel dan gamenya.


Hingga suara James pun membuyarkan pikiran Sheirin.


Seketika tubuh Sheirin terlihat menegang dan matanya sayu. Kedua lelaki itu sontak menatap kearah Sheirin dengan menyeringai jahat. Entah apa pikiran mereka berdua akhirnya James mendekat kearah Alex.


Mereka berdua berbisik lalu Alex dan James meninggalkan kamar itu. Setelah sampai diluar James menelfon seseorang.


Hanya butuh 10 menit terdapat 4 orang lelaki gagah didepan mereka.


“Ada apa bos” tanya pria tinggi badan tegab rambut pirang


“Ada santapan untuk kalian dan gratis” ujar James dengan seringai jahat.


Sontak keempat pria itu tersenyum penuh arti.


“Tetapi kalian harus yakin mereka harus mati mengenaskan setelah kalian menyetubuhinya” seru Alex dengan wajah dingin dan kejam


“Siap bos” ujar salah satu pria berambut hitam


“Bagus. Lakukan” titah Alex lalu pergi meninggalkan 4 lelaki itu yang berjalan mendekat kearah kamar itu.


Alex dan James tertawa sepanjang jalan dan menuju mobilnya. Mereka menjadi senang karena pekerjaan kali berhasil dan menyenangkan dirinya.

__ADS_1


James dan Alex adalah dua pria tampan, berbadan gagah dengan rahang yang tegas. Tetapi siapa sangka, mereka berdua dulunya adalah seorang mafia yang ditakuti. Tetapi karena sebuah insiden menyeramkan hingga James dan Alex dipertemukan dengan Kevin. Kevin membantu keduanya sampai mereka bisa keluar dari dunia hitam itu dan hidup normal.


Ya meski sekarang mereka menjadi orang kepercayaan Kevin, tetapi gaji dan pekerjaan mereka tak sejahat dulu ketika mereka menjadi mafia.


Keduanya telah bersumpah setia pada Kevin akan mengorbankan nyawanya demi Kevin. Entah suatu saat nanti Kevin akan bangkrut atau susah tetapi kedua lelaki itu tidak akan pernah meninggalkan Kevin. Karena mereka berpegang teguh dengan janji sumpah mati mereka.


---*---


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya terlihat Rudi dari balik pintu dan menenteng tas berisi pakaian Adel sedangkan Kevin membantu mendorong kursi roda Adel.


Sejujurnya Adel tidak mau memakai kursi roda, tetapi karena titah sang tuan raja yaitu suaminya, alhasil ia harus mengikutinya. Meski dengan terpaksa ia mencoba tersenyum selama perjalanan dimobil. Sesampai dimobil Kevin langsung menggendong Adel dan masuk ke kursi belakang dan Rudi membereskan kursi rodanya.


Selesai semua. Akhirnya Rudi melajukan mobilnya menuju kediaman Kevin Raharja. Hanya butuh 30 menit akhirnya mereka sampai. Didepan sudah ada keluarga mereka menunggu, seketika senyum Adel memudar dan ia ingat ketika dulu ia hamil dan pulang ia juga disambut seperti ini sontak tangannya mengusap perut datarnya itu dengan pandangan kosong.


“Jika saja aku waktu itu tidak ke restaurant pasti anakku pasti masih ada disini” lirih Adel dengan mengusap perutnya dan itu terlihat jelas ketika Kevin membuka pintu mobil


Sangking asyiknya Adel melamun hingga ia tak sadar jika pintu mobilnya sudah terbuka. Kevin menyentuh bahu Adel dan menyadarkan istrinya itu.


Adel langsung tersadar dan menghapus air matanya. Ia mencoba tersenyum manis didepan wajah suaminya. Kevin menatap wajah Adel dan mata yang sembab.


“Ada apa sayang?” tanya Kevin


“Tidak apa-apa mas. Ayo kita masuk” ajak Adel


Kevin mengangguk lalu bergandengan tangan turun dari mobil. Didepan pintu sudah ada keluarga yang menunggu mereka. Adel merasakan sesak didadanya ketika memeluk mama dan mama mertuanya tetapi ia moncoba sekuat tenaga menahan air mata yang akan turun.


“Adel mau istirahat ya ma” ucap Adel setelah melepaskan pelukannya.


Ia berjalan tergesa menuju lift dan memencet tombol menuju lantai kamar utamanya.


Ting


Pintu lift terbuka


Dengan tergesa Adel berjalan menuju kamarnya dan akhirnya menangis diatas ranjang dengan tengkurap dan wajah dibenamkan dibantalnya. Ia menangis sesegukan dengan tangisan menyayat hati. Ia menjadi teringat insiden kecelakaan yang mengakibatkan anaknya tiada.


“Hiks hiks maafkan mama nak. Maafkan mama” ujar Adel dengan sesegukan.


-------*-------


Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.


Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.

__ADS_1


Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah.Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari cerita author yang lain.


__ADS_2