
Mulai mengerjapkan matanya saat merasakan tempat sebelahnya kosong. Membuka mata secara paksa dan mencari obyek yang ia cari.
Ternyata obyek yang ia cari sedang asyik bercanda tawa dengan kedua adiknya. Pemandangan yang menyejukkan hatinya. Hatinya merasa hangat saat melihat orang yang ia cintai tertawa bahagia tanpa dipaksakan. Tawa mengembang yang tulus hingga mata menyipit membuatnya melupakan segala lelah yang telah ia rasakan hari ini. Hingga suara lembut menyadarkannya.
“Mas, mas sudah bangun?” tanya pelan Adel lembut
“Iya sayang” saut Kevin dengan mendudukkan dirinya.
Ya berakhir di ruangan Aqila. Tadi sebelum melakukan rapat, ternyata mual yang mendera Kevin semakin sering. Akhirnya mau tak mau Rudi menjadwalkan ulang dengan berkata jujur pada kliennya tentang kondisi Kevin. Bagaimana pun kondisi Kevin masih nomer 1 menurut Rudi, meski ia sempat kesal bahwa bos sekaligus sahabatnya itu tak mau dibawa kerumah sakit untuk periksa akhirnya ia mengalah. Rudi menuruti permintaannya yang ingin bertemu istrinya.
Dan akhirnya setelah bertemu, Kevin langsung bermanja pada istrinya. Dan ajaibnya bau rumah sakit tidak membuatnya mual.
Rudi yang melihat pun sempat terheran. Bagaimana bisa hanya bersama istrinya Kevin terlihat biasa saja. Tidak seperti beberapa menit yang lalu. Kondisinya berubah 180° . Hah Rudi yang membayangkan pun hanya bisa mendengus kesal lalu pergi ke kantin rumah sakit.
Kembali pada sekarang. Adel berjalan pelan menuju sofa tempat ia dan suaminya tertidur. Menatap wajah yang tengah tersenyum manis padanya.
“Mas kenapa?” tanya Adel
“Mas gakpapa sayang, mas cuma pengen sama kamu aja” seru Kevin dengan menidurkan kepalanya pada pangkuan istrinya.
“Serius mas gakpapa?” tanya lagi Adel
“Iya sayang, memang nya kenapa?” saut Kevin
“Tadi Kak Rudi bilang mas dikantor mual-mual jadinya Adel khawatir mas” cicit pelan Adel
“Mungkin mas hanya kecapekan aja sayang” ujar Kevin dengan menatap mata sang istri.
“Nanti kalau mual lagi kita periksa yah” sambil mengusap rambut sang suami
Kevin mengangguk lalu ia menenggelamkan wajahnya diperut istrinya. Mengendus dan mengusap hidungnya pada perut istrinya hingga membuat sang empu harus sedikit berontak.
“Mas geli” ujar Adel
“Tapi mas suka sayang” masih tetap bergelanyut dengan perut sang istri.
“Inget ini dirumah sakit lo. Malu” cicit pelan Adel
Akhirnya berhasil, Kevin kembali menengadahkan wajahnya menatap wajah cantik dan manis istrinya dari bawah. Mengukir senyum manis hingga membuat sang wanita heran.
“Ada apa mas?” tanya Adel
“Gak kenapa sayang, mas cuma inget dulu kita saat awal menikah” seru Kevin dengan terkekeh
“Hahhaha jangan diinget mas” seru Adel
“Lah memang kenapa?” goda Kevin
“Dulu mas cuek banget, jutek juga huh pengen tak getok mulu dulu pas awal nikah heheh” seru Adel dengan terkekeh
“Hhahaha getok? Ya jangan dong sakit” saut Kevin
“Kan dulu mas bukan sekarang” seru Adel
__ADS_1
“Iya sih yang, tapi lucu aja loh serius” Kevin berkata serius
“Mungkin awal-awal menjadi bumbu manis kita dipernikahan mas” tutur Adel lembut
Kevin menganggukkan kepalanya lalu mendudukkan dirinya kembali disamping istrinya. Ia menatap sang istri penuh istri.
“Kenapa mas?” heran Adel saat melihat tatapan suaminya
“Aku pengen makan cake sayang” ujar Kevin
Membulatkan mata dan menatap tak percaya pada ucapan suaminya. “Cake?” cicit Adel
“Iya yang” saut cepat Kevin
“Tapi mas Kevin kan gak suka makanan yang terlalu manis?” seru Adel masih menatap tak percaya kearah istrinya.
“Tapi aku sekarang pengen banget sayang makan itu” ujar Kevin
“Ya sudah ayo kita cari cake” ajak Adel
Keduanya lalu berdiri, Adel berjalan menghampiri sang adik yang sedang terbaring dibrangkar. Ia berniat untuk pamit keluar sebentar. Setelah memberitahu sang adik, keduanya berjalan menuju parkiran mobil rumah sakit.
Jangan tanyakan kemana Rudi?
Yang pasti ia menggantikan Adel dan Kevin untuk menjaga adik dari istri sahabatnya tersebut.
Disinilah mereka. Didepan toko kue langganan Adel. Keduanya berjalan beriringan memasuki toko kue yang terlihat ramai. Tetapi melihat siapa yang datang ,menjadikan pemilik toko turun tangan langsung.
“Sore” saut Adel dengan senyum manis
Sedangkan Kevin ia hanya diam dengan sorot mata tajam. Tetap dengan wajah angkuh jika berada diluar.
Menatap cake yang berada didalam etalase. Kevin mulai memilih, tangannya bergerak menunjukkan cake yang ia inginkan. Terlihat 15 cake ada di piring yang dipegang oleh pelayan. Adel sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd sang suami.
“Mas beneran?” tanya Adel
Kevin menoleh manatap wajah sang istri. “Maksutnya sayang?” tanya balik Kevin
“Tuh lihat” menunjuk piring yang dipegang pelayan. “Itu udah banyak lo mas” tutur Adel pelan. “Mas yakin habisin itu semua?” menatap wajah sang suami yang tengah menatap kearahnya juga.
“Yakin sayang, mas lagi pengen banget” ujar Kevin hingga membuat Adel mengerutkan dahinya.
Kenapa sang suami menjadi seperti ini. Sejak menikah pun Adel faham jika sang suami tidak menyukai hal yang berbau terlalu manis. Dan sekarang ternyata cake yang dipilih pun bisa Adel tebak manisnya sangat berlebihan. Melihat saja membuat Adel tak minat, sudah dipastikan manisnya cake dilidahnya.
Setelah Kevin memilih, berganti Adel memilih untuk kedua adik dan sahabat suaminya tersebut. Setelah selesai akhirnya kedua nya meninggalkan toko kue dan melajukan mobilnya kembali.
Sepanjang perjalan Adel menatap kearah jendela. Tak ada pembicaraan antara keduanya hingga mobil telah sampai diparkiran rumah sakit. Berjalan bergandengan tangan menuju ruangan Aqila.
Ceklek
Pintu terbuka
Terlihat Aqila yang sedang duduk menyandar dengan Axel yang menyuapi sang adik. Melihat kakaknya datang dan membawa kotak berlabel toko kue kesukaanya membuat Aqila bahagia dan bersorak senang.
__ADS_1
“Makasih kak” ucap tulus Aqila saat Adel menyerahkan kotak Kue kepadanya.
“Sama-sama sayang, cepat selesaikan makanmu dan minum obat yah. Kaka mau duduk” ujar Adel
Aqila mengangguk lalu semakin bersemangat menerima suapan dari sang kakak lelakinya. Adel sendiri duduk disamping suaminya yang sedang memakan kue dengan sangat lahap.
Sama dengan Adel, Rudi menatap heran kearah sahabatnya itu. Seumur hidup ia berteman dengan Kevin baru kali ini ia melihat pria itu memakan makanan manis dengan sangat lahap.
“Pelan-pelan mas, gak bakal ada yang ambil cake milik mas” ujar Adel dengan tertawa
“Iya sayang” jawab Kevin dengan mengunyah cakenya
“Lo sehat kan Vin?” tanya Rudi
“Yaiyalah” ketus Kevin
“Aneh aja lo suka makan cake” celetuk Rudi
“Gue lagi pengen aja” saut cuek Kevin
“Pengen tapi lo udah mau habis 3 cake loh” ujar tak percaya Rudi. “Tuh lihat” seru Rudi menunjuk bungkus cake diatas meja.
Kevin sendiri hanya mengedikkan bahunya dan masih asyik dengan cakenya. Adel saja yang melihat sudah membuatnya kenyang.
Dengan telaten Adel membersihkan sisa-sisa cake dibibir suaminya. Ia juga memang merasa aneh tapi segera Adel tepis karena mungkin memang suaminya sedang hanya ingin aja. Tapi hebatnya 13 cake habis tertelan diperut Kevin.
Semua orang di dalam ruangan menatap tak percaya kearah Kevin. Tapi memilih bungkam daripada terkena semprot.
Hingga suara ketukan membuat semua orang menatap pintu.
--*--
Readers : Kebiasaan author putus ditengah jalan tuh cerita bikin penisirin aja
Author : hahhaha sabar dong, namanya novel ya harus berhenti ditengah jalan biar bikin kepikiran
Readers : Hah ya serah ente aja dah thor
Author : hahha begitu dong. Yok jangan lupa yah Vite dong
Readers : Iya ini thor cus mau VOTE
Author : Oke author tunggu yah.
Hallo readers setia novel karya author ini, Author mau kasih info nih, Insya allah mulai hari ini jam uploadnya author ubah siang menjelang sore oke.
Author usahain buat upload jam segitu aja biar enak bisa nyapa readers dikolom komen atau GC.
***Yang belum masuk GC author segera masuk oke. hihi tenang warganya aman tenang dan damai kok.
Oh iya untuk cerita cinta Aqila dan Axel pengennya di cerita lain apa dicerita sini. Tolong kasih saran dikomen yah.
Terimakasih***
__ADS_1