Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Pujian


__ADS_3

"Kenapa kamu berat sekali menerima pemberian mama?" tanya Ibram saat mereka di kamar


"Bukan berat tapi aku merasa berdosa mas, aku takut semua akan terluka setelah tau kebenaran nya"


"Makanya jangan di kasih tau"


"Lalu kamu mau kita begini terus,kamu mah enak ada Jenny,aku??"


"Bagaimana jika aku juga menjalin hubungan dengan mantan kekasih ku lagi, setelah bercerai aku bisa kembali menikah dengan nya, secara aku masih perawan" ucap Airin santai


"Tidak!!!" tegas Ibram,ada hal yang mengganjal di hati Ibram jika melihat Airin bersama lelaki lain,bukan karena cinta tapi status Airin adalah istri nya saat ini dia merasa tidak pantas saja seorang perempuan beristri malah menjalin affair di luar sana.


"Kenapa?"


"Kamu itu berhijab apa tidak mau berselingkuh"


"Selingkuh,aku rasa orang tidak akan menuduh ku selingkuh jika tau cerita yang sebenarnya"


"Jangan ngaco kamu" ketus Ibram membuat Airin sedikit tersenyum, ternyata Ibram masih punya perasaan jika melihat nya bersama lelaki lain, sebenarnya Airin hanya berbicara konyol saja tidak mungkin dia menjalin kasih di saat masih berstatus istri,dia juga masih punya adab meskipun hanya pernikahan bohongan.

__ADS_1


Ibram mengambil selimut dan bantal lalu berbaring di atas sofa, pikiran nya sangat kacau saat ini karena dari tadi Jenny terus menghubungi nya, mewanti-wanti dirinya agar berjauhan dari Airin.


****


Seusai sholat subuh Airin sengaja berkeliling rumah dia mencari suasana segar di pagi hari.


Kota Semarang kota yang di juluki kota lumpia karena kuliner yang populer di Semarang,kota ini cukup terkenal dengan kebudayaan nya jika kembali ke sini Airin merindukan masakan nya, wisata kampung pelangi yang indah menjadi daya tarik tersendiri untuk kota ini tak bisa di lupakan begitu saja untuk Airin.


"Segar ya bik" ujar Airin saat memetik tomat dan sayur lain nya yang berada di belakang rumah Ibram


"Iya mbak"


"Bik,aku jadi kepengen makan mie Kopyok sama lumpia,bibi bisa buat?" tanya Airin


"Bisa mbak,nanti bibi buatkan" jawab Bik Yati patuh


****


"Pagi....." sapa Ibram ramah

__ADS_1


Hampir semua anggota keluarga mama dan papa nya berkumpul di sini sampai acara selesai, apalagi rumah pak Pangestu cukup besar bisa menampung banyak orang.


"Pagi" sahut Bude Darmi


"Istri ku mana bude?" tanya Ibram sambil menyesap teh hangat yang sudah di sediakan


"Sedang ke kebun dengan bik Yati,Airin ingin menikmati udara pagi,maklum lah setelah menikah baru kali ini lo kamu bawa Airin ke mari" sahut Bude Lasih


"Airin sibuk bude,aku juga"


"Di kurangi sedikit lah Ram aktivitas kalian agar bisa cepat gendong cucu kami ini,iya kan mbak" ujar bude Lasih pada bu Fatma


"Kalau saya ya terserah mereka sih,di kasih cepet ya Alhamdulillah di kasih lama juga bersyukur Sih, asalkan Airin dan Ibram langgeng terus sampai kakek nenek" jawab Bu Fatma membuat Ibram terdiam, sebegitu berharap mama nya pada pernikahan ini sementara dirinya sendiri sudah menghancurkan mimpi mama nya,kenapa dia egois memikirkan mimpi nya sendiri sementara dia masih punya tanggung jawab untuk membahagiakan mama nya.


"Kamu itu beruntung Ram dapat Airin, perempuan cantik, Sholeh, Mandiri dan yang paling penting bisa di pamerkan ke keluarga, Airin berkelas,dia cerdas,lulusan S2 terbaik dan prestasi nya banyak kalau kalian punya anak nanti sudah pasti pintar-pintar karena didikan mama nya" puji Bude Darmi membuat Ibram merasa tercubit,kenapa dia tidak sampai berpikir untuk keturunan nya nanti, apakah Jenny bisa menjadi ibu yang baik untuk anak nya.


"Makanya sewaktu ayah minta Ibram di jodoh kan dengan Airin aku tidak menolak nya mbak,Aku tau kepribadian Airin,dia tidak suka keluyuran tidak jelas seperti anak remaja sekarang,Airin juga sopan"sahut Bu Fatma


Pujian demi pujian terus terdengar di telinga Ibram tentang Airin,apa dia yang buta atau memang Airin yang hebat pikir nya.

__ADS_1


__ADS_2