
"Sudah selesai jalan pagi nya sayang"Sapa Ibram saat Airin masuk kedalam rumah
Airin yang tidak terbiasa di panggil sayang hanya diam dan terus berlalu.
"Mau aku bantu?"tawar Ibram segera mengambil barang bawaan Airin dengan tersenyum manis, benar-benar suami idaman jika ini berada di dunia nyata pikir Airin.
"Nggak usah mas-" tolak Airin cepat tapi percuma,Ibram lebih cepat mengambil semua barang bawaan nya dan membawa ke kebelakang.
"Mau di masak semua sayang?" tanya Bu Fatma saat melihat beberapa sayuran segar.
"Lihat nanti ma,kalau nggak capek ya di masak,biar makan sama-sama,aku mandi dulu ya ma"
"Iya sayang,nanti ada orang salon yang mau datang untuk perawatan Nita,kamu ikut sekalian ya sayang" ucap Bu Fatma
"Nggak perlu ma,aku nggak biasa perawatan" tolak Airin halus memang Airin tak biasa ke salon jika hanya untuk keramas cukup di rumah saja menurut nya, untuk Skincare dia lebih banyak memakai yang herbal
"Sudah mumpung orang Salon nya yang datang ikut sekalian aja,biar lebih fresh lagi"
"Tapi ma-"
"Perawatan kecantikan dan tubuh itu bukan untuk kita saja sayang,juga buat manjain suami agar pernikahan kalian tetap harmonis"
"Tapi pernikahan kami-"
"Sudah,nurut aja Rin, orang tinggal duduk doang kok yang kerja orang salon nya" potong bude Darmi mau tak mau Airin hanya bisa mengangguk kan kepala nya.
"Kamu mau bilang apa tadi?" ujar Ibram kesal,saat Airin masuk ke dalam kamar di ikuti nya
"Kamu mau ngadu gitu"ucap Ibram memaju kan langkah nya mendekat pada Airin membuat perempuan berhijab ini memundurkan tubuh nya
__ADS_1
"Kamu kira aku hanya menggertak saja, setelah selesai acara pernikahan Nita aku akan mengatakan nya"
"Coba saja kalau berani" tantang Ibram lebih mendekatkan tubuh nya lagi
"Jangan macam-macam kamu mas, mundur!!" bentak Airin tapi tak di hiraukan oleh Ibram dia terus melangkah
"Mas... mundur,jika kamu maju aku teriak"
"Hahaha....coba saja teriak, pasti orang akan menertawakan mu,apa kamu lupa kalau kita suami istri"ujar Ibram mendekat kan tubuh nya pada Airin dan mengunci pergerakan wanita itu.
Airin terdiam sejenak memang benar yang di katakan Ibram, percuma dia teriak yang orang tau mereka suami istri.
"Mas,aku mohon mundur mas" ujar Airin mulai melemah
"Jika kamu berani buka suara aku akan lakukan lebih dari ini" ancam Ibram,kini Ibram memiliki senjata untuk mengancam Airin.
****
"Mbak gimana cara menghadapi pernikahan?" tanya Nita saat mereka sedang melakukan perawatan
"Hadapi dengan senyuman lah" sahut salah satu sepupu Nita membuat Airin terkekeh kecil karena ada benar nya juga di hadapi dengan senyuman meskipun hati menangis.
"Dulu saat mbak mau nikah sama mas Ibram gimana mbak, deg-degan nggak?" tanya Nita lagi
"Iya Nit apalagi kami tidak melewati tahap pacaran" sahut Airin
"Ada nggak tingkah mas Ibram yang buat Mbak ilfill gitu?"
"Hmmmm banyak"Jawab Airin
__ADS_1
"Contoh nya?" cecer Nita lagi
"Keras kepala" jawab Airin pelan lalu terkekeh kecil di ikut Nita
"Kalau itu mah dari dulu semua juga tau mbak" sahut sepupu Nita lagi
"Misal nya nih kalau tidur ileran,ngupil atau kentut sembarangan atau ada yang lebih parah lagi" ujar Nita membuat Airin terdiam,dia bingung mau jawab apa karena mereka beda kamar kalau pun satu kamar mereka berjauhan jadi nggak pernah tau kebiasaan buruk suami nya itu selain egois.
"Nggak ada" jawab Airin cari aman
"Mbak sama mas Ibram di jodoh kan terus gimana cara malam pertama nya mbak,Mas Ibram minta?" tanya Nita lagi secara dia sudah pernah memergoki kakak dan ipar nya ini berciuman.
Airin kaget dengan pertanyaan Nita,kalai di jawab pasti Nita lanjut menanyakan rasa nya sementara dia sendiri tidak mengerti.
"Itu privasi Nit, memang benar hubungan ranjang itu tabu di bicara kan tapi bagi mbak hubungan ranjang suami-istri hanya mereka yang berhak mengetahui nya, tidak boleh di umbar" jawab Airin membuat Nita mengangguk kan kepalanya pelan.
"Setelah kamu menikah nanti kamu juga harus menutup rapat setiap aib rumah tangga mu dari keluarga Nit karena tidak akan ada keluarga yang mau mendengarkan keburukan anak-anak mereka" lanjut Airin lagi.
****
"Hanya kamu yang kami harapkan sebagai penerus Ram,kamu anak lelaki yang bisa membimbing adik mu nanti,usia papa dan mama sudah tua nak"
"Tapi untuk pindah ke sini aku belum bisa ma,aku masih perlu banyak belajar"tolak Ibram
"Sampai kapan?" tanya Pak Pangestu
"Sampai papa dan mama meninggal dan kamu tidak di berikan kesempatan untuk membahagiakan kami,Ram kamu sudah dewasa nak, sudah menikah bahkan sudah cocok untuk menjadi seorang ayah, lelaki itu harus punya prinsip jangan hanya mementingkan ego,kami tidak meminta harta Ram,kami hanya minta perhatian kamu sebagai anak" ujar pak Pangestu lagi
"Di saat kami sudah tiada hanya akan ada air mata,pikir kan baik-baik permintaan papa,pulang dan urus perusahaan" tegas lelaki tua itu
__ADS_1