
Keesokan harinya
Pasutri yang sudah harus bangun pagi itu sedang berada didalam pesawat jet pribadi milik Kevin. Sebenarnya Adel meminta untuk naik pesawat biasa karena ia ingin berbulan madu layaknya pasangan lainnya. Tetapi melihat ekspresi suaminya yang menolak akhirnya ia hanya bisa menurut. Karena meski memaksa pun ia tidak bisa menang jika melawan suaminya itu.
Hingga tak terasa jet pribadi yang mereka tumpangi telah mendarat dengan sempurna di Sorong. Keduanya berjalan keluar dan kedatangannya pun sudah disambut oleh supir pribadi yang sudah disiapkan oleh kedua orang tua Kevin. Setelah koper yang mereka bawa tertata rapi dalam bagasi. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
Tak henti-henti nya Adel yang disuguhkan pemandangan indah itu pun takjub. Baru pertama kali ia menginjakkan kakinya disini. Destinasi yang sejak dulu sangat ia dambakan akhirnya sekarang bisa terwujud.
Melihat wajah istrinya yang bahagia, Kevin menjadi senang. Karena usaha yang sudah disiapkan oleh kedua orang tuanya ternyata membuat hati istrinya begitu bahagia.
“Apa kamu senang sayang?” tanya Kevin
“Sangat sangat senang sayang” jawab Adel dengan tersenyum lebar menampilkan deretan giginya yang rapi dan bersih
“Jika kau ingin kemari lagi aku akan mengantarkanmu” ucap Kevin sambil menarik istrinya dipelukannya.
“Sungguh?” tanya Adel sambil membenamkan wajahnya didada bidang suaminya
“Iya sayang” jawab yakin Kevin
Adel yang mendengar pun hanya bisa tersenyum dan terus mencium aroma suaminya yang entah sekarang menjadi candu untuknya. Sungguh berada dipelukannya adalah satu jadwal yang harus ia lakukan setiap waktu bahkan detik.
Hingga tak terasa mobil yang mereka tumpangi telah sampai dipelabuhan yang akan membawa ke destinasi yang dituju. Ya orang tua mereka sudah memesan satu buah resort di Papua Diving Resort Raja Ampat. Resort yang terkenal akan tempat yang cocok untuk berbulan madu. Terkesan sederhana tapi dari resort tersebut sudah disuguhi pemandangan laut yang indah.
Perjalanan menggunakan kapal itupun berakhir, dan mereka langsung disuguhi pemandangan menyejukkan. Kevin dan Adel langsung masuk ke resort yang sudah dipesan oleh mertuanya itu.
Kevin langsung menghempaskan dirinya diatas ranjang, sungguh perjalanan yang melelahkan untuknya. Tetapi melihat wajah istrinya yang bahagia membuatnya lupa akan rasa lelah yang sedang mendera dirinya.
Berbeda dengan Adel ia ingin langsung membersihkan diri, karena menurutnya badannya sudah lengket akibat paparan sinar matahari yang menyengat di tubuhnya. Selesai mandi ia langsung berjalan menuju koper miliknya.
Dengan hanya menggunakan sehelai handuk untuk menutup badannya, ia menarik kopernya agar mendekat didekat ranjang. Ia membuka isi koper itu dan membelalakkan matanya ketika menatap isi koper tersebut.
Sungguh isinya diluar ekspetasi Adel, koper sebesar itu hanya terisi ligeria dan dalaman. Dan pakaian lainnya ada pakaian tertutup tapi hanya beberapa potong.
“Apa apaan ini” pekik kaget Adel
Kevin yang mendengar suara lengking istrinya ia langsung duduk dan menatap punggung istrinya yang membelakanginya. Ia langsung merangkak dan memeluk istrinya dari belakang.
“Ada apa sayang?” tanya Kevin
“Lihatlah” ujar Adel dengan memperlihatkan isi koper itu
“Perfect” saut Kevin santai setelah menatap isi koper itu.
Adel yang mendengar pendapat suaminya itu membulatkan matanya, ia sungguh tak habis pikir bahwa suaminya akan sesenang itu.
“Kamu malah seneng mas?” tanya Adel tak percaya.
“Iya, aku seneng. Entar mama dan papa akan aku bawakan oleh-oleh karena menyiapkan itu semua” ujar Kevin santai
“Ck, menyebalkan” gerutu Adel
“Sudahlah pakai saja sayang, apa kau memang lebih suka tidak memakai sehelai benang pun hah” goda Kevin
__ADS_1
Adel yang menatap wajah suaminya pun bergidik ngeri. Sungguh saat ini ia sedang sebal dengan keadaan seperti ini.
“Kamu gak inget yang, tiap kali aku pakai ligeria pasti kamu robek” ucap Adel sebal
“Karena memang kau sangat menggoda saat memakai itu sayang” ucap Kevin
“Huftt” suara nafas Adel yang terlihat berat
Kevin hanya bisa tersenyum mendapati ekspresi istrinya itu, ia memang faham jika istrinya memang tidak suka memakai ligeria karena nanti akan Kevin robek secara paksa.
Dengan berat hati Adel pun memakai salah satu ligeria itu, dan untungnya Mertuanya itu membawakan jubah untuk menutup dirinya saat mengenakan ligeria.
Ketika selesai memakai jubahnya, ia mendekat ke arah suaminya.
“Sayang” rengek Adel manja
“Hmm” jawab Kevin pelan dan mendongakkan wajahnya ke arah Adel
“Ayok istirahat, aku lelah sekali” ucap Adel memelas
“Baiklah kemarilah” ujar Kevin menepuk samping ranjangnya
Adel pun langsung merangkak mendekat ke suaminya. Ia langsung membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.
“Kamu gak mandi yang?” tanya Adel
“Sebentar lagi aku akan mandi, tidurlah” saut Kevin
Kevin yang mendapati istrinya sudah terlelap, ia mengusap dan membelai rambut istrinya secara perlahan. Dengan pelan ia melepaskan pelukan istrinya dan berjalan pelan ke arah kamar mandi. Karena badannya pun terasa lengket.
Adel yang merasakan pelukannya terlepas ia menjadi terusik, ia membuka matanya dan mendapati dirinya sendirian di atas ranjang. Ia langsung beranjak dan mencari keberadaan suaminya. Mendengar percikan air ia langsung melepas jubah mandi didepan kamar mandinya dan langsung menerobos masuk ke dalam kamar mandi.
Kevin yang kaget dengan kehadiran istrinya itu sontak membalikkan badannya.
“Kamu bangun sayang?” ujar Kevin dan berjalan menghampiri Adel.
Tanpa Adel jawab, ia langsung menipiskan jarak dengan suaminya. Ia memeluk tubuh suaminya itu dan mencium bau badan suaminya. Merasa kurang ia mengigit kecil di dada bidang dan leher suaminya sehingga menimbulkan bekas kissmark disana. Menyesap dengan kuat hingga menimbulkan erangan nikmat suaminya.
Kevin pun heran karena istrinya akhir-akhir ini sungguh sangat agresif, akhirnya ia langsung mencium bibir istrinya dengan hasrat tinggi.
“Nakal yah” ucap Kevin lirih dengan nada menggoda
Adel hanya terkekeh, ia juga tak tau kenapa dirinya sungguh sangat memburu untuk dipuaskan suaminya.
Adel langsung menyambar bibir suaminya dan menciumnya dengan lembut tapi menuntut. Kevin yang melihat tingkah istrinya pun semakin heran tetapi ia tak menghiraukannya. Ia semakin memperdalam ciumannya dengan istrinya. Kevin pun dengan tak sabar merobek ligeria milik istrinya itu. Dengan sekali tarikan akhirnya loloslah pakaian tipis itu dari tubuh istrinya.
Kevin langsung menjamah tubuh setiap inci milik istrinya itu. Tanpa melewatkan satu inci pun, ia menyesap dan memainkan 2 buah sintal kesukaannya itu.
Hingga suara erangan dan lenguhan lolos dari bibir seksi Adel.
“Akhhh Kevin” lenguh Adel ketika mendapati satu pelepasan pertamanya.
Merasa kurang Kevin menggendong istrinya dan membawanya keranjang. Ia sudah tak sabar untuk menyatukan dirinya dengan liang kenikmatan istrinya.
__ADS_1
Hingga malam itu mereka habiskan dengan panas, kamar yang terdengar hanya suara desahan dan lenguhan kenikmatan keduanya. Dan sampai dini hari baru mereka menyelesaikan kegiatan panas mereka. Dengan Adel telah tertidur lelap di pelukan suaminya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dan lanjutanya kalian bayangkan sendiri yab heheh😁 cari suami yah yang sudah ada suami hihi.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa LIKE dan VOTE sebanyak-banyaknya yah biar author makin semangat postnya.
Dan tinggalkan Komentar dong, biar author tau kekurangan dan kelebihan cerita author.
.
.
.
.
Jangan paksa author crazy up yah, karena memang gak sanggup, 1 episode author isi lebih dari 1000 kata. jadi mungkin bisa lebih dsri 1 episode jikalau si bayik kecil lagi tenang.
Jangan lupa untuk readers selalu jaga kebersihan tangan okey ,wabah sudah meraja lela. di daerah author sudah covid 1 pasien positif. doakan author dan keluarga dilindungi oke. Kalian readers juga jangan keluyuran dulu kalian dirumah saja baca novel di noveltoon untuk mengusir bosen.
__ADS_1