Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Hallo Baby


__ADS_3

Keesokan harinya


Adel mulai mengerjapkan matanya ia mulai menyesuaikan cahaya matahari yang masuk di matanya. Setelah mulai normal penglihatannya Adel melirik ke kiri. Terlihat Kevin masih tertidur.


Adel membelai pipi Kevin, dan berganti mengusap perut Adel yang sudah mulai membuncit.


“Sabar ya sayang ,nanti kita lihat kamu” lirih Adel dengan tersenyum dan tangan masih mengusap perutnya.


Ya hari ini Adel akan melakukan kontrol kehamilan. Keduanya sudah sangat ingin tau kondisi bayi mereka.


Adel yang sedang asyik mengusap perutnya tiba-tiba melirik ke kiri karena ada pergerakan ternyata Kevin bangun dan menatap sang istri penuh cinta.


“Pagi sayang”


Cup


Kevin mencium bibir sang istri.


“Pagi juga mas” balas Adel dengan tersenyum


“Jadi kan kontrol mas?” tanya Adel


“Jadi dong sayang” saut Kevin


“Yaudah ayo mandi cintaku” ajak Adel


“Mandiin” rengek Kevin


“Astaga mas, mas udah gedhe loh” gerutu Adel


“Ya gakpapa” saut enteng Kevin


Adel menghela nafas berat, ya begini jika sudah bersama sang suami. Adel selalu tidak dibuat berkutik.


“Yaudah ayo mandi bareng”


Kevin tersenyum lebar, dengan segera ia menyingkap selimut dan turun dari ranjang. Lalu menyusul sang istri yang sedang menyiapkan air hangat.


30 menit kemudian Adel dan Kevin keluar dari kamar mandi. Gerutuan terdengar dari bibir seksi Adel. Ya tadi sewaktu dikamar mandi Kevin meminta ini itu hingga Adel harus menurutinya.


Setelah berganti pakaian dan bersiap-siap mereka turun kebawah. Terlihat anggota keluarga sudah siap dimeja makan untuk sarapan.


“Selamat pagi mah pah” sapa Adel


“Pagi sayang” saut Mama Nora


“Kalian mau kemana?” tanya Papa Radit heran melihat anak dan menantunya berpakaian rapi


“Kita mau periksa kandungan Adel pah” saut Kevin


“Wah ikut dong” heboh Mama Nora


“Ya tuhan ma, gak usah deh nunggu nanti aja udah gedean” celetuk Kevin


“Jahat banget sih, mama juga pengen liat cucu mama” gerutu Mama Nora


“Kalau mama sama papa ikut pasti bakal heboh dirumah sakit” seru Kevin


“Lah kenapa?” tanya Mama Nora polos


“Apa Mama lupa. Siapa pemilik rumah sakit itu” ujar kesal Kevin


Mama nora hanya menyengir kuda, “Gak mau tau penting mama ikut” masih bersikeras


Adel hanya bisa menghela nafas berat menghadapi tingkah orang kaya didepannya ini.

__ADS_1


“Baiklah mama boleh ikut” Adel mengalah


“Nah kan mantu mama aja ngijinin kok” ujar Mama Nora


“Yayaya” saut Kevin


Akhirnya drama sebelum sarapan pun berakhir. Semua orang makan dalam diam hanya denting sendok dan garpu yang terdengar.


Setelah semua selesai sarapan Adel mengantar kedua adiknya didepan pintu.


“Axel sama Qila berangkat ya kak” pamit Axel


“Iya sayang ati-ati” ujar Adel


“Aku berangkat ya kak” Qila mencium punggung tangan Adel setelah Axel menciumnya terlebih dahulu


“Iya sayang, yang rajin yah” mengusap rambut Aqila


Aqila mengangguk, meski diwajahnya masih ada luka dia berusaha menyembunyikannya. Ia harus melanjutkan hidupnya dan cita-citanya. Ia harus melupakan semua tentang James itulah yang ada dipikiran Aqila.


Setelah melihat kedua adiknya masuk ke mobil dan mobilnya hilang dari pandangannya. Adel masuk kedalam dan menghampiri sang suami yang sedang membereskan dompet dan tas kecilnya.


“Mas sudah siap?” tanya Adel setelah ia berada didalam kamar


“Sudah sayang, kamu ganti baju gih” suruh Kevin


“Aku pakai baju ini aja mas” ujar Adel


Kevin menatap dari atas sampai bawah. Ya dandanan istrinya selalu sederhana memakai dress modern dengan tali dipinggangnya. Tetapi wajah cantik alami nya tidak akan pudar meski Adel berpakaian apa saja.


“Baiklah sayang senyaman apa yang kamu pakek aja” tutur lembut Kevin


Adel mengangguk lalu keduanya keluar dari kamar dan sudah ditunggu oleh Mama Nora dan Papa Radit diruang tamu tapi sebelum keluar Adel menghampiri kamar mamanya.


“Assalamu’alaykum ma” salam Adel


“Adel berangkat ya”


“Iya sayang hati-hati yah. Semoga cucu mama sehat” tutur lembut Mama Angel


Adel sudah berkaca-kaca. Dilihatnya tubuh sang mama mengurus, dan terlihat mudah lelah dan lemah.


“Mama harus sembuh biar ketemu cucu pertama mama” seru Adel dengan menahan tangisannya.


“Iya sayang, mama akan sembuh kok” ujar yakin Mama Angel.


Tetapi dilubuk hati Mama Angel tak yakin akan penyakitnya akan sembuh tapi ia selalu berdoa agar bisa hidup sampai melihat ketiga anaknya bahagia.


“Yaudah Adel berangkat ya ma” mencium punggung tangan Mama Angel


“Hati-hati” seru Mama Angel


“*Assalamu’alaykum”


“Wa’alaykumsalam*”


Adel pun keluar dengan menghapus air matanya lalu berjalan pelan menuju sang suami.


“Ayo mas” ajak Adel


Kevin berdiri dan menatap wajah sang istri. Terlihat mata istrinya membengkak yang ia yakini bahwa sang istri habis menangis.


“Udah sayang, aku yakin mama sembuh” yakin Kevin


“Iya mas aku juga yakin mama bakal sembuh” saut Adel

__ADS_1


Keempatnya berangkat bersama 1 mobil. Mama Nora dan Adel dikursi belakang sedangkan Papa Radit didepan disamping Kevin yang sedang mengemudi. Setelah 30 menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit milik keluarga Raharja.


Terlihat didepan rumah sakit semua staf dokter dan direktur rumah sakit pun turun tangan.


“Huftt aku kan malesnya gini” gumam Adel dalam hati


Adel ingin melakukan kontrol seperti ibu hamil lainnya. Tetapi kalau sudah begini bakalan di istimewakan dia.


Adel mendekat kearah suaminya dan menggandeng lengan Kevin. Mereka sedang berjalan menuju ruangan Dokter kandungan.


“Mas” bisik Adel


“Iya sayang” menatap sang istri


“Lain kali kita berdua aja yah periksanya” cicit pelan Adel


“Kenapa memangnya hmm” mengusap rambut Adel


“Aku gak suka diginiin mas, aku pengen kayak ibu hamil lainnya. Mendaftar mengantri seperti itu” lirih Adel


“Baiklah kontrol bulan depan kita berdua saja sayang” seru Kevin


“Janji yah?”


“Janji sayang” saut Kevin


Dan akhirnya keempatnya sampai didepan ruangan Dokter Kandungan. Dan dipersilahkan masuk oleh Dokter Kandungan. Adel duduk didepan Dokter diikuti Mama Nora. Sedangkan Kevin dan Papa Radit berdiri.


“Wah Nyonya lagi anter menantu yah?” tanya Dokter kandungan ber name tag Tia


“Iya Dokter Tia” saut Mama Nora


“Baiklah ayo nyonya muda, silahkan berbaring” ajak Dokter Tia.


Adel pun menurut ia berbaring dan dibantu suster untuk menyingkap bajunya. Untung Adel memakai dalaman celana panjang hamil.


Dokter mengoleskan gel diperut Adel lalu digerakkannya.


“Semuanya menatap monitor ya” perintah Dokter Tia


Reflek keempatnya menatap layar monitor. Disana terlihat bayi yang sudah mulai terlihat bentuk hihi meski masih kecil.


“Masya allah bayinya sehat” ujar Dokter Tia


“Apa Tuan Kevin tak mau menyapa?” tanya Dokter Tia dengan menatap Kevin sebentar.


Kevin mengeluarkan handphonenya dan meng-videonya.


“Hallo baby..


-*-


Hayo tebak baby boy apa baby girl apa twins atau triple hehehe....


Yang tenang yah, sabar sabar dimohon netizen harus terima tak boleh kecewa okeh..


Setelah bab ini misal tak sesuai dengan keinginan Readers jangan kecewa karena saya juga memikirkan untuk membuat kisah cinta anak-anak Kevin dan Adel.


Jadi harus selalu semangatin Author oke😚😚


**Oke JANGAN LUPA!!!


LIKE


KOMEN

__ADS_1


VOTE


BINTANG 5**


__ADS_2