Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Axel dan Adel


__ADS_3

Selepas kepergian sang Kakak akhirnya Axel menela’ah setiap perkataan sang kakak dan akhirnya disini dia sekarang.


Duduk dimeja makan sambil menikmati makan malam bersama, meski bibirnya masih tertutup rapat tapi ia masih memakan makan malam dengan tenang. Adel yang melihatnya pun tersenyum, karena ia tau sang adik pasti akan selalu menuruti permintaannya.


Sehabis makan, akhirnya Axel kembali ke kamarnya, sedangkan Adel dan Kevin menuju kamarnya dilantai bawah.


“Sayang” panggil Kevin setelah mengganti pakaiannya dengan piyama tidur dan mendudukkan dirinya disamping istrinya diatas ranjang.


“Iya sayang” seru Adel dengan tersenyum


“Ada apa dengan Axel sayang?” tanya Kevin. “Tumben dia banyak diem yang, gak kayak biasanya” sambung Kevin.


“Entah, dia masih belum bercerita padaku sayang, aku juga melihat sepertinya dia ada sesuatu yang disembunyikan” tutur Adel


“Apa kamu ingin aku mencari tau sayang?” tanya Kevin


“Tidak perlu, tapi aku ingin meminta ijin padamu sayang” ujar Adel


Kevin masih diam menyimak perkataan selanjutnya dari bibir istrinya.


“Besok aku ingin mengajak Axel ke pantai tempat favorit aku dengan Axel dulu. Besok kan dia libur, mungkin dengan ke pantai ia akan menjadi fresh” Seru Adel. “Apa boleh?” lanjut Adel


“Boleh sayang, tapi kamu harus pakek supir” tutur Kevin


“Oke sayang. Tidak masalah” saut Adel


“Ya sudah, ayo tidur sekarang” ajak Kevin


Adel mengangguk lalu mendekatkan dirinya pada tubuh suaminya. Adel mengendus bau suaminya yang selalu membuatnya tenang. Tak perlu waktu lama Adel tertidur.


----*----


Dikamar Aqila..


Sehabis makan malam, Aqila segera mengerjakan tugas sekolahnya. Dan ternyata ada beberapa soal yang ia belum bisa dan akhirnya ia berjalan menuju pintu kamar sang kakak laki-lakinya.


Tok tok tok


“Kakak ini Aqila” seru Qila dari luar.


“Masuk”


Aqila membuka pintu dan mendapati sang kakak yang juga sedang belajar.


“Ada apa sayang?” tanya Axel


Ya memang Axel hanya akan bersikap hangat pada sang adik, kakak dan mamanya sekaligus keluarganya saja.


“Aqila ada tugas tapi Aqila ada yang gak ngerti soal materi tentang itu. Apa Kak Axel mau ajarin Qila?” tanya Qila dengan wajah polos

__ADS_1


“Pastinya, ayo kemarilah” ajak Axel menuju sofanya. “Mana tugasnya Akak liat” ujar Axel


Aqila menyodorkan bukunya dan Axel dengan serius menatap buku Aqila. Setelah memahami pokok permasalahan Akhirnya Axel membantu sang adik mengerjakan tugasnya sekaligus mengajari materi tersebut pada sang adik.


Dan ternyata setelah dijelaskan oleh Axel Aqila menjadi faham dan tak merasakan kesulitan kembali. Ia juga sudah bisa mengerjakan soal yang diberikan Axel padanya.


“Bagaimana?” tanya Axel


“Sudah faham dan mengerti” pekik senang Aqila


“Makasih ya kak, udah mau ajarin Qila” tutur Qila lagi


“Sama-sama sayang, yasudah kalau sudah segera tidur” ujar Axel


“Baiklah kak, selamat malam dada” tutur Aqila dengan melambaikan tangan pada sang kakak lalu keluar dari kamar dan kembali ke kamarnya.


Setelah membereskan semua peralatan sekolah akhirnya Aqila besok bisa tenang menikmati waktu liburnya.


---*---


Keesokan harinya


Setelah selesai sarapan akhirnya Adel berjalan menuju halaman belakang untuk menemui sang adik lelakinya.


“Axel?” panggil Adel setelah berada disamping sang adik. “Iya kak” jawab Axel dengan mendongak menatap wajah kakaknya.


“Kemana?” tanya Axel


“Tempat kita” seru Adel dengan tersenyum


Axel yang mendengar nama tempat kita pun sudah tau tujuan mereka. Melebarkan senyumannya dan mengangguk pertanda menyetujui ajakan sang Kakak. Menerima uluran tangan sang kakak lalu berjalan menuju dalam rumah.


“Kamu siap-siap yah, kakak juga mau siap-siap” ujar Adel


“Iya kak, aku tunggu diruang tamu oke” saut Axel


“Baiklah”


Lalu Adel berjalan menuju kamarnya dan terlihat suaminya sedang berkutat dengan laptopnya diatas ranjang.


Kevin yang mendengar langkah kaki akhirnya mendongak dan menatap wajah istrinya.


“Bagaimana sayang?” tanya Kevin


“Mau mas, apa kamu mau ikut?” tanya Adel


“Tidak sayang, aku ada kerjaan. Aku akan ke ruang kerja bersama Rudi” seru Kevin


“Yakin, hari ini hari libur loh mas” tutur Adel

__ADS_1


“Yakin sayang, atau begini saja nanti siang kalau selesai aku akan menjemputmu disana. Kamu kirim saja alamat posisi kamu sayang” seru Kevin menjelaskan


“Baiklah, aku tunggu. Baby juga ingin main sama Daddy” Adel menirukan suara anak kecil dan mencium pipi suaminya.


“Jika kamu seperti ini, aku tidak akan mengijinkanmu ke pantai sayang” goda Kevin


“Astaga, aku takut. Aku sudah membangunkan singa kecil yah” ledek Adel dengan tersenyum centil


“Sayang, yasudah kamu gak usah ke pantai yah. Disini aja sama aku” ujar Kevin dengan wajah memelas dan memeluk istrinya.


“Bercanda sayang, ayo lepas. Kasihan Axel nunggu diruang tamu” Adel memberi pengertian


“Ingat, harus hati-hati yah” Kevin mengingatkan


“Iya sayang, aku berangkat yah” pamit Adel mencium punggung tangan suaminya lalu mengambil tas slempang.


Setelah memakainya, Adel melambaikan tangan pada suaminya lalu melangkahkan kakinya ke ruang tamu. Dan terlihat sang adik telah memakai pakaian santai diruang tamu.


“Ayo” ajak Adel


“Eh bentar kak. Aqila gak diajak?” tanya Axel


“Qila udah kakak ajak tapi dia gak mau” seru Adel


“Oh yaudah ayo” saut Axel


Lalu keduanya berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan. Dengan segera mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju tempat yang mereka inginkan.


Hanya butuh 45 menit mobil yang mereka tumpangi telah sampai ditempat.


Hamparan laut biru yang indah dan menyejukkan mata telah ada didepan mata mereka. Pantai yang terlihat tidak terlalu ramai itu sangat memanjakan mata.


Dengan semangat keduanya berjalan menuju salah satu kursi yang berada tepat dibawah pohon kepala. Menggelar karpet dan menata makanan diatas karpet.


Setelah selesai mereka menyelonjorkan kakinya dengan menatap laut didepan matanya. Adel menatap wajah Adiknya yang mulai terlihat tenang dan segar. Adel tersenyum tipis, keinginannya terkabul.


“Kak ayo main air” ajak Axel


“Ayo” saut Adel


Ya keduanya jika berada dipantai ini, tidak pernah melewatkan bermain air. Seperti bocah kecil yang main lari-larian dibibir pantai seperti itulah yang mereka lakukan. Bercanda tawa hingga tawa meledak pun terlihat. Tetapi Adel melakukan dengan hati-hati karena mengingat kandungannya yang masih muda tersebut.


-------*-------


Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.


Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.


Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah.Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini.

__ADS_1


__ADS_2