
BRAKK!!
“Adell” teriak Rudi dengan kencang
Seketika Rudi yang biasanya wajahnya datar sekarang air matanya luruh ,ya memang dia dan istri sahabatnya itu sudah dekat bahkan ia sudah menganggap Adel seperti adiknya sendiri.
Rudi langsung berlari kearah Adel yang sudah tergeletak. Ia memangku kepala Adel yang sudah mengeluarkan darah. Hidung, kepala, bahkan dari area paha juga ada darah.
“Bangun Adel, bangun” teriak Rudi dengan menggoyang-goyangkan tubuh Adel
Sungguh ia merasa takut dan bersalah karena ia tidak bisa menjaga istri sahabatnya itu. Sedangkan orang-orang kantor yang melihat pun langsung menelfon ambulans dan sebagian langsung lari menuju ruangan Kevin.
“Adel bertahanlah, ku mohon. Aku gagal menjagamu. Hiks” lirih Rudi dengan memeluk wajah Adel yang sudah memejamkan matanya.
--*--
Dikantor
Brakkk
Salah satu karyawan langsung menerobos masuk ruangan Kevin.
Kevin pun terkejut karena ada karyawan yang tidak sopan masuk ke ruangannya.
“Sangat tidak sopan sekali anda masuk tanpa ijin” seru Kevin dengan wajah dingin
“Hah hah anu pak itu itu, istri anda” ujar karyawan itu dengan nafas yang tersenggal karena ia berlari.
“Kenapa? Kenapa dengan istri saya” teriak Kevin dengan memegang kerah baju karyawan itu
“Istri anda Istri anda hah hah kecelakaan di depan kantor pak”
Seketika Kevin langsung berlari menuju lift dan segera memencet tombol lift. Didalam lift pikirannya sudah menuju istrinya, istri yang sedang hamil. Dan sekarang mengalami kecelakaan.
Pintu lift terbuka
Ia segera berlari menuju kejadian dengan mata memerah, terlihat mobil ambulans yang sudah menaikkan korbannya dan menutup pintu.
“Rud Rud, lo gimana jagain istri gue hah” teriak Kevin dengan air mata yang sudah menangis
“Maafin gue maafiin gue. Kejadiannya cepet banget” lirih Rudi dengan mata memerah
“Lo...hah” Kevin memukul angin lalu menghapus air matanya dengan kasar
“Ayo ikuti ambulans sekarang vin” ajak Rudi dengan menarik tangan Kevi.
Didalam Mobil Kevin pun hanya diam dengan menatap kosong kedepan, sungguh pikirannya begitu kacau.
Bagaimana keadaan istrinya?
Kandungan istrinya bagaimana?
Apa yang terluka?
Semua itu bersemayam dikepala Kevin, sungguh ia menyesal karena tadi ia tidak ikut mengantar istrinya yang ingin membeli makanan.
---***---
Sesampai dirumah sakit.
Terlihat para suster dengan cekatan mengeluarkan brangkar Adel dari ambulans, dengan segera mereka membawa masuk Adel keruangan UGD.
Kevin dan Rudi pun berlari mengejar suster dan Dokter yang membawa istrinya.
“Dokter tolong lakukan yang terbaik untuk istri saya” mohon Kevin dengan air mata yang masih membanjiri Wajahnya.
“Kami pasti lakukan yang terbaik tuan Kevin” saut Dokter.
__ADS_1
Segera mereka masuk keruangan UGD, Kevin pun hendak masuk tetapi dihadang oleh suster.
“Tolong tuan, tuan tunggu diluar” ujar Suster
“Saya ingin menemani istri saya suster, biarkan saya masuk” teriak Kevin dengan emosi
Rudi yang melihatnya pun akhirnya menenangkannya.
“Vin udah tunggu diluar, biar Dokter bisa lakuin yang terbaik” seru Rudi menenangkan
“Ini semua salah gue, harusnya gue tadi mau nemenin dia buat cari makan” lirih Kevin dengan menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.
Terlihat badannya sudah bergetar. Dipastikan Kevin pasti tengah menangis. Ya memang Kevin menjadi lemah dan rapuh jika sudah bersangkutan dengan istrinya.
“Kita doain buat keselamatan istri sama anak lo” saut Rudi dengan merangkul pundak Kevin.
--*--
Ditempat lain
“HAHAHHAHAH akhirnya berhasil juga, sekalian mamp*s aja” Ucap Wanita yang tak lain Sheirin
“Sekali mendayung dua tiga pulau terlampui” saut teman Sheirin yang bernama Luna.
“Hahha bener lo, gue pengen anaknya yang ma*i eh malah ibunya sekalian kena. Ya gakpapa deh rejeki” ledek Sheirin dengan tertawa kencang.
“Lo harus kasih bonus ke orang suruhan gue” seru Luna
“Pasti dong” saut Sheirin.
“Tapi lo pinter juga, ide lo fantastik” celetuk Luna.
Flashback on
“Hallo nona, hari ini Perempuan itu ikut suaminya ke kantor nona” seru lelaki dari balik telfon
“Siap Nona, terus gimana rencana nona ini?” tanya lelaki tersebut.
“Rencana A, menurutku nanti perempuan tol*l itu akan turun untuk makan siang. Karena biasanya ia akan makan siang didepan Kantornya itu.” Seru Sheirin
“Nanti jika dia melintas, langsung tabrak wanita itu oke. Pastikan dia akan keguguran. Jika tidak nyawamu yang akan aku pastikan untuk menggantikan wanita itu” ancam Sheirin
“Baik nona” ujar Lelaki itu
“Nanti kabari saya” ucap Sheirin lalu menutup telfon
Dan ternyata benar yang dikatakan Sheirin, entah hari ini hari keberuntungan Sheirin atau hari buruk untuk Adel. Terlihat Adel berjalan keluar dari pintu kantor dengan seorang lelaki. Mereka juga terlihat tengah mengobrol, dengan segera Lelaki itu menelfon Sheirin.
“Perempuan itu sesuai dengan dugaan nona” seru cepat lelaki itu.
“Bagus ,pastikan tabrak dia hingga keguguran” ujar Sheirin
“Siap nona” saut Suruhan itu.
Flashback off
--**--
Kembali dirumah sakit.
Setelah menenangkan Kevin ,akhirnya Rudi segera mengambil ponselnya untuk menghubungi keluarga Kevin dan Adel. Ia yakin kalau Kevin belum menghubungi mereka. Berjalan sedikit menjauh dan menunggu telfon terhubung.
“Hallo nak” suara wanita paruh baya dari balik telfon
Rudi ingin menjawab tapi suaranya masih tercekat, ia bingung harus menjelaskan pada wanita yang sudah ia anggap mama itu. Ia tau bagaimana Mama Nora sangat menyanyangi Adel, entah apa reaksinya jika tau menantunya itu terbaring lemah.
“Hallo Rud, kamu masih disana nak?” tanya Mama Nora dari seberang
__ADS_1
“Iya tan” lirih Rudi dengan menahan isak tangis yang sudah akan pecah
“Ada apa nak kau menelfonku?” tanya Mama Nora
“Hiks hiks” isak tangis Rudi pecah. Sungguh ia juga merasa perih hatinya melihat istri sahabatnya yang sudah ia anggap Adik sekarang lemah karena tertabrak saat sedang bersamanya.
“Ada apa Rud? Kenapa kamu menangis?” tanya khawatir Mama Nora
“Adel tan Hiks Adel” Ucap Rudi dengan isak tangis
Deg
Seketika jantung Mama Nora berdegub kencang. Ada apa dengan menantunya dan kenapa Rudi menangis. Banyak pertanyaan yang singgah dipikirannya.
Ada apa dengan menantuku?
Apa terjadi sesuatu?
Kenapa Rudi menangis?
Semua pertanyaan memenuhi pikirannya, tubuh Mama Nora terhuyung hingga akhirnya tangan kekar menopangnya, didongakkan kepalanya terlihat wajah khawatir suaminya.
“Kenapa dengan Adel?” lirih Mama Nora dengan mengumpulkan keberaniannya .
“Adel kecelakaan tan”
Deg
Tes tes tes
Luruh sudah air mata dari mata wanita paruh baya itu, seketika badannya luruh kelantai dia menangis dipelukan suaminya. Sungguh kabar mengejutkan untuknya.
“Ada apa ma?” tanya Papa Radit
“Adel pa Adel” sesenggukan suara Mama Nora
“Kenapa ma? Kenapa sama Adel?” tanya Papa Radit dengan raut wajah khawatir
“Adel kecelakaan pah, dia sedang ada dirumah sakit hiks hiks” tangis sesak Mama Nora pun pecah, ia memeluk tubuh suaminya untuk mencari kekuatan.
Dan terdengar suara pecah.
Pyarrr
Reflek keduanya menatap ke arah suara pecah
Deg
Terlihat wajah Mama Angel yang sudah basah dengan air mata. Ternyata ia sudah mendengar semuanya. Dan langsung tubuh kurus itu tergeletak dilantai.
Mama Nora dan Papa Radit segera berlari kearahnya.
“Ngel Angel bangun Ngel?” ucap Nora dengan menggoyang-goyangkan tubuh Mama Angel
“Kita bawa kerumah sakit aja ma” ajak Papa Radit
Segera Papa Radit menggendong Mama Angel ke mobil diikuti oleh Mama Nora. Dibukakan pintu belakang dan kepala dibaringkan dipaha Mama Nora.
Air mata masih membasahi wajah Mama Nora. Pikirannya tertuju pada Adel dan Angel.
Sungguh ia tak menyangka akan berada dikeadaan seperti ini. Dia sungguh takut dengan keadaan menantunya yang sedang hamil.
-------*-------
Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.
Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.
__ADS_1
Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah.Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini.