
“Santai dong baby, aku kesini ya buat ketemu sama kamu” saut wanita itu yang tak lain Sheirin.
“Sudah berapa kali aku bilang jangan pernah menggangguku” bentak Kevin.
“Aku tidak akan berhenti mengganggumu sebelum kau menjadi milikku” geram Sheirin.
Adel yang mendengarpun menjadi naik pitam, rasanya kepalanya mendidih ingin sekali menampar wajah wanita itu. Tetapi ia mencoba tenang dan mencari cara agar ia bisa membuat wanita itu pergi dan menjadi kesal.
“mmmmm apa kau yakin bisa mendapatkannya” ledek Adel.
“Kau, wanita murahan. Wanita sepertimu tidak pantas untuk Kevin” ujar Sheirin dengan tersenyum mengejek.
Kevin yang melihatnya pun tidak terima tangannya sudah terkepal kuat. Tetapi Adel mencoba untuk menenangkan suaminya tersebut dengan mengusap lengan tangan Kevin dan menciumnya. Kevin menatap istrinya yang sedang tersenyum padanya sambil mengerlingkan matanya. Akhirnya Kevin mengangguk.
“Wah memang kau benar aku wanita murahan hingga aku bisa berada disamping Kevin. Ya kan? Terus jika aku tidak pantas untuk Kevin. Siapa yang lebih pantas?” tanya Adel dengan wajah santai.
“Bagus kau mengakui jika kau wanita murahan. Tentunya aku yang pantas untuk Kevin” seru Sheirin.
“Ah sayang, kau dengar kan, katanya dia yang lebih pantas untukmu daripada aku” tanya Adel pada suaminya dengan tersenyum.
“Ya aku dengar sayang. Sepertinya dia terlalu banyak bermimpi” ujar Kevin dengan tersenyum mengejek ke arah Sheirin.
“Lihatlah Sheirin. Lelaki yang kau kejar-kejar saja bilang seperti itu. Apa kamu tidak malu? Apalagi Kevin sudah beristri loh” seru Adel.
“Seharusnya kau yang malu, kau dari keluarga rendahan tidak pantas bersanding dengan Kevin” bentak Sheirin.
“Wah sayangnya aku sudah tidak punya malu pada suamiku. Untuk apa malu bahkan aku sudah tau semua tubuh suamiku” ujar Adel sambil tersenyum miring.
“Kau!” geram Sheirin dengan wajah yang sudah merah padam.
“Sudah pergilah apa kau ingin tetap disini. Jika kau tetap disini mungkin aku akan menunjukkan adegan romantis atau bisa dibilang adegan hot daddy disini” ejek Adel.
Sheirin pun semakin naik pitam rasanya ia ingin menjambak rambut wanita didepan nya itu. Tetapi ia merasa akan kalah karena Adel dijaga oleh dua pria akhirnya ia memilih keluar dari ruangan itu.
Sedangkan Adel hanya terbahak-bahak melihat wajah wanita didepannya pergi dengan raut wajah kesal.
“Sepertinya istrimu sudah pandai Vin” ucap Rudi.
“Ya kau benar. Lihatlah dia begitu bahagia” saut Kevin.
Adel hanya bisa tertawa sambil melihat wajah suaminya itu.
“Sudah sayang, berhentilah tertawa ayo makan” seru Kevin.
Adel pun mengangguk akhirnya ketiganya melanjutkan menikmati makan siangnya kembali. Selesai makan siang Rudi kembali ke pekerjaannya kembali. Berbeda dengan Kevin ia lebih memilih bemesraan dengan istrinya itu.
“Sayang” panggil Kevin.
“Iya sayang” jawab Adel dengan menyandarkan kepalanya didada suaminya.
“Apa kamu marah?” tanya Kevin.
“Marah? Marah apa sayang” tanya balik Adel.
“Karena tadi ada Sheirin kesini” jawab Kevin.
“Astaga sayang, padahal aku tidak mempermasalahkannya. Aku percaya kalau kamu itu cintanya sama aku aja sayang” seru Adel.
“Terimakasih sayang, terimakasih. Kamu selalu percaya padaku” ucap Kevin dengan menghujani ciuman diwajah istrinya.
__ADS_1
“Sama-sama sayangku” lirih Adel.
“Sana mas lanjutin kerja, aku akan nungguin disini sampai kamu selesai” sambung Adel.
Kevin akhirnya kembali ke kursi kebesarannya, ia langsung meneruskan semua pekerjaannya. Sedangkan Adel langsung membaca buku bacaannya kembali.
Hampir 2 jam lebih ia membaca buku akhirnya matanya mulai lelah, hingga tak disadari Adel sudah terlelap tidur dengan buku masih berada diatas dadanya. Dan Adel tidur dengan tenang diatas sofa. Kevin pun masih terpaku dengan pekerjaannya.
Hingga bunyi ketokan pintu menyadarkan Kevin. Sebelum ia menjawab suara dari luar, ia baru sadar bahwa istrinya tidak ada akhirnya ia berdiri dan ia kaget melihat istrinya sudah tertidur di sofa dengan rok dress nya sudah tertarik keatas memperlihatkan sedikit pahanya.
Kevin hanya bisa tersenyum dan mengangkat tubuh istrinya itu untuk dipindahkan ke ruangan pribadinya tersebut. Setelah membaringkan istrinya ia kembali ke ruangannya dan menjawab suara dari luar. Terlihat Rudi dengan wajah kesal masuk.
“Ckk lama sekali” gerutu Rudi.
“Hahah sorry, Adel tidur di sofa jadi gue pindahin dulu” celetuk Kevin.
“Ini dokumen yang kamu minta Vin” seru Rudi dengan menyodorkan map tersebut.
“Oke thanks” saut Kevin.
Akhirnya Rudi keluar ruangan dan Kevin langsung melihat arloji ditangannya masih menunjukkan pukul setengah 4 sore. Akhirnya ia memilih kembali ke kamar istrinya untuk ikut tidur.
-****-
Dirumah Kevin
“Assalamu’alaykum” salam dari Axel
“Wa’alaykumsalam” saut Mama Nora dari dalam
Axel pun menghampirinya dan mencium punggung tangan wanita paruh baya tersebut.
“Keren tetapi melelahkan mah” saut Axel
“Hahaha masih hari pertama jangan pasang wajah lesu gitu dong” goda Mama Nora
“Iya sih mah, tapi radak kaku gitu mah akunya. Apalagi kan pakek bahasa inggris juga., aku mengejar banyak ketinggalan sepertinya” ujar Axel dengan wajah lesu
“Sudah tidak apa-apa sayang, mama yakin kamu pasti bisa ngikutin semua itu” seru Mama Nora menyemangati
Axel hanya mengangguk dan ia berpamitan kembali ke kamar.
“Axel ke kamar dulu ya ma” seru Axel
“Iya sayang, istirahatlah” jawab Mama Nora
Axel berjalan menuju ke kamar tapi sebelum itu ia pergi ke kamar mamanya. Terlihat mamanya sedang terbaring diranjangnya tertidur. Wajah yang mulai menua tetapi terlihat pucat itu sungguh sangat disayang oleh Axel. Axel mencium kening mamanya lalu berjalan kembali menuju kamarnya.
Meletakkan tasnya ketempat tas, dan langsung berjalan menuju kamar mandi. 15 menit Axel keluar dengan wajah segar, ia langsung merebahkan dirinya keranjang dan terlelap tidur.
-***-
Kembali dikantor Kevin
Adel mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. Menyesuaikan cahaya yang masuk dimatanya. Pertama kali ia membuka matanya ia melihat suaminya sedang tertidur disebelahnya sambil memeluknya. Adel tersenyum ia mengusap lembut pipi suaminya itu.
Lalu Adel mulai perlahan melepaskan pelukan suaminya dan turun dari ranjang, ia mengedarkan pandangan untuk mencari letak kamar mandi. Ia buka pintu yang berada didalam ruangan kamar itu dan menemukan kamar mandi. Setelah mandi ia membuka lemari yang berada disana dan mendapati kemeja milik suaminya. Akhirnya ia memakainya dan terlihat kemeja milik suaminya kebesaran ditubuhnya tetapi Adel tak mempermasalahkan.
Ia membangunkan suaminya tersebut.
__ADS_1
“Sayang bangun” ucap lembut Adel
“Yang udah sore ayo bangun” seru Adel dengan menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.
Tak perlu waktu lama Kevin membuka matanya dan terlihat istrinya memakai kemeja nya sendiri akhirnya Kevin langsung menarik istrinya ke pelukannya.
“Sayang ayo mandi” seru pelan Adel
“Sebentar lagi aku ingin peluk kamu. Kamu cantik banget yang” goda Kevin dengan menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher istrinya.
Sekitar 10 menit akhirnya Adel mulai bergerak kembali.
“Ayo sekarang bangun mandi. Gak baik mandi malem-malem” nasihat Adel
Kevin hanya mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi. Selesai mandi Kevin langsung memgambil kemeja yang baru dan dipakainya. Sedangkan Adel bingung ia harus memakai bawahan apa.
“Mas aku pakai apa bawahannya?” tanya Adel
“Aku gendong kamu” saut Kevin
“Apa? Nggak mas malu loh” cemberut Adel
“Terus mau gimana, kamu mau jalan kayak gini. Aku gak bolehin” seru Kevin
Akhirnya Adel hanya bisa pasrah. Ia digendong oleh Kevin dengan bagian kakinya ditutupi oleh jas milik Kevin. Sampai di dalam mobil akhirnya Adel bisa duduk dengan lega.
“Besok mas minta tolong sama Pak Adi anter baju kamu yang biar ditaruh dikantor” ucap Kevin
“Buat apa mas?” tanya Adel
“Ya kalau kamu kayak gini kan enak jadi kamu gak perlu repot-repot sayang” saut Kevin
Adel hanya mengangguk dan ia memilih menatap ke luar jendela. Entah perasaan apa rasanya bau didalam mobil membuatnya ingin mual.
Adel cepat-cepat mencari kantung plastik di mobil. Setelah menemukan akhirnya ia memuntahkan makanan tadi siang.
Hoekkkk hoekk
Kevin pun terkejut karena baru kali ini istrinya bisa muntah ketika naik mobil. Kevin tetap memijat tengkuk Adel.
“Kita kerumah sakit ya sayang” seru Kevin dengan wajah khawatir
“Nggak usah mas, ini Adel masuk angin aja kok” saut Adel
“Tapi kamu sering muntah-muntah lo sayang, ayo periksa” bujuk Kevin
“Nggak usah mas, Adel pasti cuma masuk angin aja. Kita langsung pulang yah” pinta Adel
“Yaudah kita pulang, tapi kalau nanti kamu ngerasa sakit bilang mas yah” ucap Kevin
Adel hanya menganggukkan kepalanya dan ia menyandarkan tubuhnya di kursi penumpang dan mulai memejamkan matanya. Kevin menatap nanar kearah wajah istrinya. Wajah yang biasanya terlihat segar hari ini terlihat pucat dan tak bertenaga. Apalagi beberapa hari ini istrinya bertingkah aneh. Tapi Kevin hanya bisa diam saja karena memang istrinya tidak mau diajak periksa.
-------*-------
Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.
Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.
Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah. Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini.
__ADS_1
Author belum lanjutin cerita Azzahra dan Azkiyah yah. Author masih nulis di word biar nanti langsung upload banyak. doain Author segera bisa upload episode sebelah oke.