Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Aku mencintaimu


__ADS_3

Seperti apa yang dikatakan Rudi, setelah jam kuliah Meli berakhir dan Dosen meninggalkan kelas. Meli membereskan semua peralatan tulisnya begitupun Tyo.


“Udah yo?” tanya Meli


“Udah” saut Tyo


“Ayo” ajak Meli


Keduanya langsung berjalan bersama menuju pintu keluar. Tetapi sesampai didepan kelas Meli terbelalak kaget. Bagaimana tidak lelaki yang ia kira main-main untuk menjemputnya ternyata sudah didepan kelasnya dengan kemeja yang lengannya dilipat dan rambut yang biasanya rapi terlihat berantakan.


Lagi-lagi Meli menelan ludah kasar. Hah ternyata lelaki didepannya ini memang terlalu tampan. Liat lah semua teman sekelasnya pun mencoba merayu sayangnya tatapan Rudi hanya terpaku pada Meli.


“Mel” seru Tyo dengan menggerakkan lengan Meli


Meli tersentak dari lamunannya lalu berjalan mendekati Rudi.


“Udah selesai kan kuliah lo?” tanya Rudi


Meli mengangguk sambil menatap Rudi. Akhirnya Rudi menggandeng tangan Meli diikuti Tyo.


Masih dalam keadaan linglung. Tetapi Meli sadar jika lelaki disebelahnya adalah lelaki menyebalkan yang sangat tampan dan berkharisma. Dan lagi-lagi ia terpesona dengan kharismanya yang mematikan.


Sesampai di parkiran, Rudi membukakan pintu untuk Meli. Tetapi dahi Rudi mengernyit heran saat dibelakang Meli terdapat lelaki yang sangat ia kenal.


“Lo ngapain disini yo?” tanya Rudi heran


“Gue mau tanya, lo mau bawa sahabat gue kemana?” dengus Tyo


“Kencan” jawab cuek Rudi.


“Hah!!” terkejut. “Lo serius?” sambung Tyo


“Ya iyalah” ketus Rudi


“Udah sana pulang lo” usir Rudi


“Cih awas aja sampek sahabat gue lo apa-apain. Gue tendang lo” seru Tyo lalu meninggalkan Meli bersama Rudi.


Sepeninggalan Tyo. “Ayo masuk” ajak Rudi


Meli lagi-lagi menurut lalu masuk kedalam mobil Rudi. Meli masih ingin menormalkan detak jantung dan menyadari jika memang semua ini bukan mimpi. Ia bisa akur dan jalan berdua dengan lelaki yang biasanya akan beradu mulut dengan dirinya.


Sepanjang perjalanan tak ada suara sedetikpun. Meli pun tak tau akan dibawa kemana oleh Rudi. Ia pasrah karena Meli yakin Rudi tak akan berbuat hal buruk padanya.

__ADS_1


“Ayo turun udah sampek” seru Rudi


Meli pun turun dan memandang pemandangan didepannya. Sebuah danau yang tenang dan sepi. Pemandangan menenangkan jiwa. Senyum lebar Meli terlihat, Meli berjalan mendekati danau dengan merentangkan kedua tangannya.


“Masya allah indahnya” menghirup udara segar dengan merentangkan tangannya dan memejamkan matanya.


Masih menikmati udara segar dan kesejukan sekitarnya Meli dikejutkan dengan tangan melingkar indah diperutnya.


Ia tau betul siapa pemilik lengan kokoh itu. Harum parfumnya pun sudah melekat di indra penciumannya. Entah kenapa membuat Meli lebih nyaman. Ia membiarkan Rudi memeluknya dari belakang. Karena memang Meli merasa aman dan nyaman tetapi tidak dengan jantungnya.


Jantungnya berdegup kencang, Ah semoga tidak diketahui oleh lelaki dibelakangnya itu. Sedangkan Rudi ia juga merasakan debaran jantungnya berpacu cepat. Tetapi untungnya ia tak menempelkan seluruh tubuhnya dibadan Meli.


“Bagaimana hmm?” tanya Rudi


“Apanya?” saut Meli.


“Danaunya” seru Rudi


“Indah” jawab Meli dengan senyuman manisnya.


“Ini tempat favorit aku kalau lagi pengen sendirian” seru Rudi dengan kepala yang ia tempelkan dibahu Meli.


“Serius?” tanya Meli


“Iya bener” jawab Meli


"Dan kamu adalah orang yang pertama kali aku bawa kesini" lirih Rudi masih bisa didengar oleh Meli


"Kamu yakin?" tanya Meli


"Seribu yakin" jawab yakin Rudi


Keduanya terdiam sama-sama memejamkan matanya. Menikmati segarnya udara, indahnya danau dan degub jantung yang sama cepatnya.


Dengan pelan Rudi memutar tubuh Meli agar menghadapnya. Jadilah sekarang keduanya berhadapan.


Tatapan mereka beradu. Keduanya sama menatap lekat satu dengan yang lain. Cepat-cepat Meli menundukkan pandangannya ketika ia sudah tak kuat akan mata indah Rudi. Tapi tak jadi menunduk karena kedua pipinya ditangkup oleh Rudi.


“Ayo kita mulai dari awal dan memulai sebuah hubungan” ujar pelan Rudi dengan menatap lekat mata Meli


Meli masih terdiam ia mencerna ucapan dari lelaki didepannya itu. Jantung yang berpacu cepat membuatnya tak bisa berfikir jernih.


“Maksutnya?” tanya Meli dengan mengerutkan dahinya.

__ADS_1


“Mau kah kau menjalin hubungan denganku? Kita memulai semuanya dari awal, aku ingin berhubungan denganmu. Aku tak ingin kamu dekat dengan pria lain. Aku suka sama kamu Mel. Aku cinta sama kamu. Aku gak mau telat menyadari perasaan ini. Mungkin pertemuan kita buruk hingga ketika kita bersama kita selalu berantem. Tetapi dari berantem itu aku selalu mengingat waktu kita bertemu” seru Rudi dengan menatap penuh cinta pada mata indah Meli.


Meli terharu ,tanpa sadar air matanya menetes. Ia tak percaya bahwa lelaki didepannya akan menyatakan cintanya padanya dengan cara sederhana seperti ini tetapi sangat romantis. Ia tak pernah menyangka lelaki menyebalkan, cuek dan dingin ini bisa begitu romantis kepadanya. Dan sekaligus menyatakan cintanya juga.


Belum Meli menjawab, Rudi telah berjongkok membuka sekotak beludru bening dan terlihat dari luar sebuah cincin berlian manis dan cantik. Rudi membukanya dan menyodorkan tangannya


“Mau kah kau menerima cintaku dan hidup bersamaku. Menjalin hubungan serius ini dan memulai semua dari awal. Aku ingin menjadi sandaranmu, menjadi teman ceritamu. Menjadi tempat keluh kesahmu. Menjadi sandaran ketika kamu sakit, dan menjadi tempat untuk saling membahagiakan. Mau kah kamu menjadi Nyonya Rudi ?” tanya Rudi dengan menatap lekat wajah wanita yang ia cinta


Mata Meli meneteskan air mata. Bahagia dan haru menjadi satu, bingung sekaligus kaget pun tercampur. Lidahnya kelu ia tak bisa berkata apa-apa untuk menjawab. Ia menarik tangan lelaki itu hingga memeluknya erat.


Menangis sesegukan dipelukan Rudi dan membenamkan wajahnya didada Rudi.


“Jika kamu masih belum bisa menjawabnya tidak apa-apa aku akan menunggu” ujar pelan Rudi dengan mengusap punggung Meli


Meli menggeleng. Ia melepas pelukan Rudi lalu menghapus air matanya. Segera ia menangkup kedua pipi Rudi. Rudi agak menunduk agar tinggi mereka seimbang.


“Aku menerimamu sayang, aku mau menjadi Nyonya Rudi. Aku mau hidup bersamamu sayang” jawab Meli dengan menangis lalu memeluk Rudi erat.


“Terimakasih sayang, terimakasih kalau kamu sudah siap aku akan datang kerumahmu untuk melamarmu” ujar Rudi dengan senyum bahagia di wajahnya


Meli mengangguk, lalu Rudi melepas pelukannya dan memakaikan cincin indah itu ditangan Meli.


“Manis” seru Meli dengan menatap jarinya yang sudah tersemat cincin


“Cocok dengan jari cantikmu sayang” goda Rudi


Membuat pipi Meli merona malu lalu memeluk Rudi kembali.


“Nyaman hmm” ujar Rudi dengan menggoyang-goyang tubuh mereka ke kanan dan kiri


“Iya sayang” jawab Meli dengan malu.


---*---


Hayoo bagaimana dengan part ini?


Pada baper gak?


Pada haru?


Hehehe Rudi gercep banget takut Rey nerobos Meli duluan jadinya dia pepet duluan Meli.


Yang jomblo sabar yah, heheh author doain segera dipertemukan oleh jodohnya ahhaha.

__ADS_1


Jangan lupa LIKE dan VOTE oke


__ADS_2