Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Rey Vs Rudi


__ADS_3

Keesokan harinya.


Meli terbangun dari tidurnya, hari ini ia berniat untuk main kerumah sahabatnya karena hari ini kuliahnya libur dikarenakan dosennya ijin jadi hari ini hari bebas kuliah untuk Meli.


Meli segera bersiap di depan meja rias. Sejujurnya Meli bukanlah wanita pemake make up hanya saja ia hanya memakai bedak tipis dan lipstik agar tak terlihat pucat.


Terdengar bunyi notif di ponselnya. Ia berdiri dan senyum mengembang muncul dibibirnya karena satu pesan dari seseorang yang ia tunggu


Rudi : Aku sudah didepan kosmu sayang


Ahhh kenapa kau begitu manis sayang dulu saja menyebalkan batin Meli. Akhirnya Meli segera menyambar tasnya dan melihat sekali lagi penampilan nya didepan cermin. Setelah selesai ia segera keluar dan berjalan menuju mobil sang kekasih.


“Maaf nunggu yah” ujar Meli ketika ia mendudukkan dirinya di kursi samping Rudi


“Enggak kok sayang kan baru nyampek” saut Rudi


Meli mengangguk lalu Rudi mulai melajukan mobilnya menuju rumah Kevin. Dipertengahan Jalan mereka melewati toko kue kesukaan Adel. Mau tak mau Meli meminta Rudi berhenti didepan toko kue itu.


“Tunggu ya sayang” seru Meli


Ia keluar dan segera masuk ke toko kue. Tak disangka ketika ia mengantri hendak membayar ada seseorang yang menepuk pundaknya. Reflek Meli menengok.


“Rey” ujar Meli


“Hay” sela Rey dengan senyum manis


“Hay” saut Meli dengan canggung


“Lo sendirian?” tanya Rey dengan menatap Meli


“Ah enggak gue sama seseorang” saut Meli


“Lo sendiri?” tanya Meli


“Gue sendirian” saut Rey


Meli mengangguk lalu ia mulai membayar tagihan belanjaannya karena sudah gilirannya.


“Aku duluan ya Rey” tutur Meli pamit


“Hey bareng dong” ajak Rey


“Emm gue ditungguin” seru Meli


“Bentaran doang” saut Rey


Mau tak mau Meli pun menunggu, sesungguhnya ia sudah takut jika kekasihnya melihatnya dengan lelaki lain. Meski tak melakukan apapun tetapi jika cemburu semua nya pun akan terlihat buruk.


“Ayo” ajak Rey membuyarkan lamunan Meli


“Ah iya” saut gugup Meli


Akhirnya keduanya pun keluar bersama dari pintu keluar. Dan benar saja ketika Meli hendak berjalan kemobilnya terlihat kekasihnya keluar dari mobil dengan wajah merah padam.

__ADS_1


Rudi berjalan cepat dan ingin menonjok wajah Rey sayangnya namun Meli sudah mencegah dan meraih tangan Rudi.


“Mas jangan” ujar Meli dengan menggelengkan kepalanya


“Kenapa? Kenapa kamu bela dia?” bentak Rudi


“Aku gak belain dia mas, aku takut kamu kalap marah” saut Meli dengan ketakutan


Terlihat memang ketakutan di wajah Meli hingga membuat amarah Rudi menurun. Dan dengan segera Rudi menatap Rey yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


“Lain kali jangan pernah deketin Meli” seru Rudi dengan menaikkan tinggi suaranya.


“Emangnya kenapa kalau gue deket sama dia?” tantang Rey


“Asal lo tau kalau dia..” belum sampai Rudi melanjutkan ucapannya dipotong dulu oleh Meli.


“Kalau aku calon istri Mas Rudi” ujar yakin Meli


Sejujurnya meli tak ingin memberitahu semua orang tentang hubungannya. Tetapi ia juga takut jika Rey menaruh hati padanya. Karena bagaimana pun Meli menganggap Rey hanya sebagai teman. Dan hati Meli memang sudah lama berdebar jika bersama Rudi.


Mata Rey melotot tajam, ia menelan salivanya susah payah. “Lo bercanda kan Mel?” tanya Rey


Meli menggeleng. “Gue serius Rey” menatap Rey


“Gak ini pasti bohong kan Mel. Ini Cuma akal-akalan lo kan?” bentak Rey


“Nggak Rey, gue serius” ujar Meli dengan wajah serius


Meli menatap wajah Rudi dan mengusap pipinya dengan lembut.


“Makasih sayang” seru Rudi


“Untuk apa?” tanya Meli dengan bingung


“Kamu udah mau ngakuin hubungan kita” seru Rudi dengan wajah bahagia


Menangkup pipi Rudi. “Aku gak mau kita berantem hanya karena dia mas. Aku hanya bilang jika aku milikmu dan tak kan ada lelaki lain yang bisa masuk kehatiku” ucap Meli


Rudi segera menarik kekasihnya kepelukannya. “Love you honey”


“Love you too” saut Meli


“Ayo. Pasti Adel udah nunggu” ajak Meli setelah pelukannya terlepas


Rudi mengangguk lalu mereka berjalan menuju mobil dan segera Rudi melajukan mobilnya kembalu. Sedangkan Rey setelah ia pergi ia segera mengendarai mobilnya kearah pantai. Ia ingin melampiaskan semuanya dipantai.


Disepanjang jalan Rey selalu mengumpati siapa saja yang menghalangi jalannya. Hingga akhirnya mobil yang ia tumpangi sampai didepan pantai.


Segera Rey membuka kancing kemejanya dan berjalan menuju pantai. Ia menatap hamparan air didepannya.


“Ahhhhh kenapa tuhan, kenapa cintaku selalu diambil oleh orang lain” teriak Rey


“Apa dosaku dimasa lalu hiks” Rey meneteskan air mata

__ADS_1


“Aku sudah begitu dalam mencintai Meli dan sekarang aku harus merelakannya dengan lelaki lain” lirih Rey dengan terduduk dipasir pantai.


Matanya menatap hamparan laut. Angin membuat rambutnya yang rapi menjadi berantakan. Membuat tubuhnya yang tak terkancing menjadi dingin. Tetapi rasa kecewa dihatinya masih hinggap.


Wajahnya sayu, matanya memerah dan badannya dingin. Setelah melampiaskan kekesalannya ia segera menaiki mobilnya dan kembali ke rumahnya. Ia ingin melupakan sejenak semuanya.


--*--


Di rumah Kevin


Setelah Rudi dan Meli masuk mereka segera disambut wajah bahagia Adel. Yah sejujurnhlya Adel sangat merindukan sahabatnya itu. Tetapi karena kondisinya akhirnya ia tak bisa bertemu langsung.


“Aku merindukanmu” lirih Adel dengan memeluk Meli


“Aku juga merindukanmu” saut Meli


“Apa kau tak ingin memegang ponakanmu” tunjuk Adel diperutnya


“Ya gue mau nyapa dong. Haloo ponakan aunty” sapa Meli dengan sedikit berjongkok dan mengusap perut Adel


“Semoga kamu sehat terus yah, dan jangan rewel kasihan mama” sambung Meli masih mengusap perut Adel.


“Aammiin” saut Adel


“Ayo kita makan” ajak Adel


“Ayo aku sudah lapar sekali” saut Rudi


“Heleh kalau kamu emang doyan makan disini” celetuk sinis Kevin


“Udah diem aja lu, iri banget” menjulurkan lidahnya kearah Kevin


“hee awas lo yah” pekik kesal Kevin


“Awas aja gue potong aset lo” gumam Kevin


“Cih berlagak, nanti gue bogem kaget lo” seru Rudi


Selanjutnya hanya terdengar suara bahagia dan tertawa dirumah Adel. Waktu sudah menunjukkan sore akhirnya mau tak mau mereka harus mandi dan menyegarkan tubuhku.


“Uhh badanku sakit sekali” gerutu Adel didalam kamar


Hahah bagaimana Adel mau istirahat jika Kevin selalu meminta jatah. apalagi sekarang perutnya mulai terlihat menonjol dan membuat Kevin makin kalap.


---*---


Yeyeyeyeye uhuy babang Rudi cakep, cuek tapi gercep.


Laki kayak gitu jentle dan tegas. Kalu iya ya iya, kalau enggak ya enggak jangan plinplan oke hehehe.


Hayoo untuk yang lain segera VOTE dan LIKE dong karya author ini.


Biar author makin semangat dan semangat. yang mau vote koin baik banget loh.

__ADS_1


__ADS_2