
Juli menyipitkan mata menegadah ke langit mencoba mencari keberadaan sosok yang menghentikan kereta kudanya dan tidak butuh waktu lama dengan kemampuan penglihatan Juli mampu melihat menembus awan sehingga lima sosok bertopeng berdiri diantara celah-celah awan di bawah aray kubah pelindung.
Ketika mereka beradu pandang dengan Juli, kelima sosok bertopeng itu terkejut dan mereka tidak menyangka anak kecil seumur jangung memiliki kemampuan setinggi ini bahkan di Bumi Tengah yang dianggap dunia para jenius diantara jenius pun tidak ada yang sehebat anak ini.
“Hahaha, bocah! Kamu bisa mengetahui keberadaan kami sejarak 10 kilometer di angkasa bahkan posisi kami dekat dengan perbatasan kubah pelindung langit sungguh anak yang luar biasa”
Terdengar suara seorang gadis melengking di langit, hal ini pula membuat Juli kaget dan mundur beberapa langkah menyadari kecerobohannya.
‘Ah! Aku ceroboh, seharusnya aku tidak menatap mereka sebab kalau mereka tahu kemampuanku mereka akan waspada terhadapku dan ini akan membawa kesulitan bagiku dalam menghadapi mereka nantinya’ batin Juli yang kini mulai menatap ke seluruh langit untuk mengelabui mereka agar dikira tatapan pertamanya hanya kebetulan belaka.
“Siapa? Keluarlah? Apa kalian di langit?”
Juli berteriak lantang tanpa menggunakan kemampuan tenaga dalam sedikitpun sampai membuatnya seperti anak biasa.
“Sepertinya kita salah menilainya”
“Iya!”
“Ayo kita ke sana”
Wusss
Tiba-tiba lima orang beropeng di langit sekarang telah berada dihadapan Juli yang membuat Juli sempat kaget,
‘Aku tahu mereka bukanlah bergerak cepat namun menggunakan hukum ruang seperti yang aku gunakan dan tentunya kelima ahli ini bukan tingkat dewa biasa lagi, mereka bahkan berani menerobos kubah pelindung ratu iblis kemari, ini sungguh merepotkan’ batin Juli mulai berpikir keras.
Kelima orang bertopeng itu menatap satu sama lain dalam hening namun sebenarnya mereka sedang bertelepati satu sama lainnya.
*Putri Yara, Bagaimana kemampuanmu bisa menurun sejauh ini? Kau bahkan tidak mampu merobohkan seorang bocah dengan suara lengkingan tenaga dalammu, padahal sebelumnya kau mampu membuat pendekar ahli tingkat emas tidak sadarkan diri* Telepati Kakek tua bertopeng hitam mengenakan pakaian mewah serba putih, kakek ini merupakan pengawal sepuh keluarga Kekaisaran Bumi Tengah yang sangat dikagumi.
*Tetua Kelima! Jangan meledekku, anak ini terlihat ganjil, aku bahkan tidak melihat tenaga dalam sedikitpun miliknya, harusnya anak ini telah mati bukan saja pingsan* Telepati seorang gadis berkulit kuning langsat berusia delapan belas tahun memakai topeng emas berbaju mewah warna putih, walaupun gadis ini memakai topeng tapi siapapun bisa melihat kalau gadis ini seorang gadis jenius yang cantik jelita.
__ADS_1
*Sudah! Kita tidak perlu membahas lelucon ini, cepat geledah kereta kuda bawa pulang Putri Rihana, ini perintah dari pangeran mahkota, kita tidak bisa membiarkan Putri Rihana di kekaisaran lain dan itu akan membahayakan kekaisaran kita kelak dan ini semua terjadi karena pengkhianatan Ratu” Seorang bertopeng Hijau berusia empat puluh tahun bergerak cepat menuju kereta kuda berniat memeriksa keberadaan Hana.
"Dasar Dewa Bocah! berani bertelepati di hadapan kaisar ini" Juli bisa mendengar telepati mereka tanpa terlewat satu katapun hal ini tidak pernah terduga oleh kelima orang yang berada dihadapannya, namun saat Juli melihat salah satu pria bertopeng mendekati kereta kuda Juli langsung menghadangnya.
Raut wajah Juli terlihat marah atas sikap lancang para pengawal keluarga kekaisara terhadap putri mereka sendiri, seharusnya mereka menghormati Putri Rihana sebagai pewaris tunggal kekaisaran yang kelak akan menjadi kaisar selanjutnya.
Juli meyakini mereka memang telah tahu keberadaan Rihana tapi tetap saja mereka tidak menaruh hormat pada Rihana malahan ini terlihat seperti mengejar buronan kriminal.
“Oh! Tuan-tuan rupanya dari Bumi Tengah, boleh saya tahu apa hubungan kalian dengan Putri Rihana?” Juli terlihat dingin, tatapan matanya tajam melihat lima orang yang kini kaget dengan pertanyaan itu.
'Bagaimana bocah ini dapat menebak asal kami dengan begitu mudahnya'
Gadis yang dipanggil Putri Yara terlihat bingung terhadap tingkah Juli yang misterius, ia mengalihkan pandangannya pada Jendral Wirma yang telah jatuh tak sadarkan diri diatas kursi joki kereta kuda.
‘Sekarang aku mengerti, anak ini bukanlah anak-anak melainkan seorang ahli yang menyamar menjadi anak-anak, tapi bagaimana dia menyembunyikan tenaga dalamnya? Ataukah dia jenis tenaga dalam siluman yang tak tertandingi… lalu siapa? Mungkinkah dia Bocah Iblis barat yang legendaris itu? Jika benar maka Putri Hana benar-benar dalam masalah yang tidak bisa dijelaskan’ Putri Yara mangut-mangut mencoba mencerna situasi.
“Oh! Rupanya kau ini anak siluman! Pantas saja kau tidak terpengaruh dengan tekanan suara dariku sementara penunggang kudamu telah lama tidak sadarkan diri” Putri Yara menunjuk kearah Jendral Wirma yang telah jatuh tidak sadarkan diri.
Kini tatapan Putri Yara mulai serius terhadap Juli tapi Juli justru terlihat bingung, ia mencoba mengingat-ingat nama Putri Yara di kehidupan sebelumnya.
“Saudari Yara! Kenapa kalian semua ada disini?” Hana turun dari kereta kuda menghampiri Juli yang kini terlihat kaget dengan kehadirannya.
Sebenarnya Hana bergegas turun bertujuan untuk menyelamatkan Juli dari ancaman maut, karena Hana tahu persis lima orang dihadapannya bisa saja berbuat kejam terhadap Juli. Apalagi mengingat Juli masih tingkat rendah bukan lawan salah satu Pengawal Istana Kaisar Bumi Tengah belum lagi jika mereka semua bergabung.
‘Aku harus menyelesaikan ini, aku tahu seniorku kuat tapi senior masihlah anak-anak dan tingkatnya terlampau jauh dengan Lima Penjaga Kekaisaran Bumi Tengah, bahkan para siluman tidak berani menginjakkan kaki di bumi tengah karena keberadaan ahli-ahli ini walaupun kelimanya bukan yang terkuat tapi kekuatannya bukanlah lawan senior Juli untuk sekarang ini’ Batin Hana terlihat gelisah.
Didalam kereta Pangeran kedua hanya mengintip lewat celah jendela, kejadian demi kejadian dapat diamati secara seksama dan sekarang ia menjadi frustasi, belum lagi aura pembunuh kelima orang misterius itu terus menekannya sampai kaki bergetar hebat.
“Ce.. celaka, Aura pembunuhnya lebih dahsyat dari siluman tumbuhan, aku kira aku jenius sebelumnya tapi waktu kulihat mata gadis belia itu aku ketakutan sampai lututku lemas, kenapa? Kenapa aku jadi pengecut seperti ini? Bukankah aku maniak beladiri yang selalu mencari lawan tanding yang kuat?”
kata-kata terbata-bata karena ketakutan pangeran ke-dua sayup-sayup terdengar oleh Juli yang sedang berhadapan dengan lima Ahli Tingkat Dewa.
__ADS_1
Kini semua orang saling pandang, Putri Yara memberi hormatnya pada Hana sementara empat lainnya terlihat tidak perduli dengan tata krama kekaisaran, sekilas tidak ada yang aneh namun raut wajah Juli menjadi suram.
‘Celaka! Mereka adalah antek Pangeran Mahkota dari selir yang sangat ingin melenyapkan Hana karena perebutan tahta, dulu Hana bisa bertahan sampai ia menjadi ahli terkuat sehingga masalah politik istana dapat diatasi, kini akibat aku melepaskan segel tubuhnya membuat Hana terdeteksi oleh mereka’
Juli mulai kebingungan karena Hana belum siap untuk kembali sekarang jika ia kembali dapat dipastikan maut akan menjemputnya.
“Tuan Putri, Kaisar sangat cemas atas kepergianmu dan terus terang kami telah mencari ke berbagai belahan bumi, dan ini semua karena pemberontakan tetua agung yang menculik dan membuangmu sampai kemari, sekarang dia telah dihukum mati atas dosanya, sekarang mari pulang bersama kami Tuan Putri” bujuk Putri Yara mencoba meraih tangan Hana namun Hana mundur beberapa langkah kebelakang Juli untuk menghindarinya.
“Apa? Tetua Agung dihukum Mati?” Mata Hana terlihat sembab saat mendengar Tetua Agung telah tiada,
“Apa yang kalian lalukan pada Tetua Agung? Dialah yang menyelamatkanku dari pembunuhan yang direncanakan, dia tahu kalau dalam istana ada yang ingin melenyapkanku dan satu-satunya jalan aku harus pergi dari sana, aku memang belum bisa menebak siapa pelaku dibalik ini semua, tapi ini berkaitan dengan perebutan Tahta, kalian semua tahu, akulah satu-satunya anak dari Ratu sebagai pewaris tunggal kekaisaran” Teriak Hana marah.
Putri Yara terlihat marah ia merasa telah dibohongi selama ini hatinya menjadi bimbang setelah mendengar penjelasan Hana,
“Tuan Putri Rihana! Kami tidak tahu mana yang benar mana yang salah, tapi kami jamin kami akan membicarakannya nanti pada kaisar.. dan siapapun yang bersalah mereka akan diadili, sekarang mari kita pulang”
Putri Yara mencoba meraih tangan Hana kembali, tapi kali ini tangan Putri Yara dihentikan oleh Juli dengan cepat.
“Apa maksudmu bocah!”
Tangan kecil Juli terlihat lembut memengang pergelangan tangan Yara namun sebenarnya tangan Juli setara dengan pusaka tingkat langit.
Putri Yara terkejut saat Juli memegang tangannya seakan tangannya mati rasa selain cengkraman kuat tapi juga mengandung aliran listrik hebat.
“Oh! Kau rupanya ingin menghentikan ku bocah iblis! Aku sangat yakin kau pastilah Bocah Iblis Barat, tapi kudengar bocah iblis barat itu anak perempuan, apa kau sedang menyamar?” tebak Putri Yara.
Karena menurut informasi dibumi barat hanya beberapa siluman yang berpotensi bisa menandingi mereka salah satunya Mina Bocah Iblis Barat walaupun belum di ketahui kebenarannya.
“He, aku tidak peduli, jika kalian ingin membawa Rihana maka kaisar ini akan sangat marah”
Juli mengeluarkan aura pembunuh bersamaan dengan api hitam putih mulai keluar disela-sela tubuhnya, aura ini dapat menekan ahli tingkat tinggi sekalipun tapi didepan kelima orang ini justru membuat mereka tertawa seakan mereka mendapatkan lawan tanding yang seimbang.
__ADS_1
“Hahahah menarik!”
***