
Gua Iblis, begitulah nama sebuah gua yang terletak tidak jauh dari kota Lembah Iblis, penamaan ini bukanlah tidak beralasan tapi kerena didalamnya terdapat sebuah lubang besar raksasa yang berisi mahluk legendaris Dondon.
Dondon merupakan hewan ghaib jenis burung purba mistik bergigi tajam berparuh runcing bertanduk panjang dan memiliki cakar yang sangat beracun, panjang tubuh Dondon 15 meter tingginya sekitar 10 meter dari kaki sampai pundaknya, Dondon sangat menyukai daging manusia semenjak ribuan tahun lalu burung ini diincar oleh bangsa siluman guna untuk dijadikan tunggangan buat memburu umat manusia.
Karena Dondon ini sangat rakus dalam memangsa manusia serta memiliki sihir yang sangat kuat sehingga burung ini dikenal dengan Dondon Iblis. Kemunculan Dondon di Lembah iblis menjadi sebuah misteri yang belum terpecahkan karena sebelumnya Jenis hewan ghaib ini tidak pernah terdengar di Kekaisaran Purba.
Hanter Boris selaku pemuja Dondon Iblis telah mengorbankan ratusan remaja untuk dijadikan tumbal persugihan guna menggenapkan sihir Hitam Dondon yang legendaris.
Dalam Gua Iblis ratusan orang tak berdosa dipenjara sebagai persiapan pakan Dondon setiap harinya, sementara pada waktu-waktu tertentu seperti pada bulan purnama Boris mengorbankan ratusan gadis guna untuk persugihan kemudian jasad korban dilemparkan ke dalam sumur iblis, sampai sisa-sisa bagian tubuh manusia menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat.
Dalam penjara banyak terlihat anak-anak tak berdosa mati kelaparan tidak sedikit pula diantara mereka yang mati karena kehabisan batu siluman serta mati karena penyiksaan berat yang dirasakan setiap harinya, mayat anak-anak tak berdosa semuanya dilemparkan kedalam sumur Iblis untuk makanan tambahan Dondon.
Suara jeritan pilu menyayat hati dari anak-anak malang dan gadis-gadis tak berdaya terus terdengar memecah kesunyian malam yang telah menjadi nyanyian tersendiri bagi mereka para menjaga tempat iblis itu.
Malam purnama didepan gua kali ini tidak seperti malam biasa, malam ini terlihat para Pemburu Iblis berpangkat putih dan kuning lebih dari seribu orang berjaga-jaga diluar Gua Iblis guna mengantisipasi para pemberontak dan penyusup yang mengganggu ritual suci Boris Si Iblis Barat.
Di dalam Gua Iblis yang luas, Boris terlihat memakai penutup hidung ditemani delapan petinggi memasuki kawasan sumur raksasa yang berada ditengah-tengah gua, sementara sekeliling sumur dijadikan penjara bagi anak-anak dan gadis-gadis suku padri.
Boris dengan santai berjalan ke sebuah altar pengorbanan yang berada ditepi sumur raksasa, ia melihat sepuluh ekor Dondon sembahannya telah berevolusi menjadi bentuk yang sangat menyeramkan, sayap-sayap mereka dirantai agar tidak bisa terbang secara bebas, suara raungan dari kesepuluh sang Raja Iblis itu terus terdengar menggelegar mengisi udara menyaingi teriakan tangisan anak-anak dan gadis remaja.
Pandangan Boris menyapu sekeliling sumur raksasa yang dipenuhi ruang-ruang penjara berisi anak-anak malang, para gadis-gadis remaja kurus yang tak terurus.
“Dodep! Aku melihat mereka ada yang memakai Nyawa untuk ukuran dua hari, untuk besok kurangi setengahnya, yang mati lempar saja untuk makanan Raja Iblis dalam sumur ini, jangan buang-buang sumber daya bagi manusia tak berguna ini” Boris memerintah Dodep Si Mesum dengan nada serius.
Dodep senyum penuh semangat, “Tidak masalah tuan Boris! Karena malam ini Raja Iblis akan bangkit, dan tuan Boris akan berubah menjadi Raja Iblis Sejati, kami akan selamanya patuh kepada Tuan Boris, mengenai kristal siluman jangan khawatir tuan Boris, setelah tuan bergabung dengan Raja Iblis malam ini, hanya gadis-gadis yang layak dengan selera pasukan kita saja yang kita sisakan hidup, sementara yang lainya seperti biasa.. hehe, akan kita kirim saja mereka ke neraka” Dodep menutup hidung, matanya melihat lingkungan gua penuh dengan mayat-mayat yang telah membusuk ditambah lagi bau busuk dari mayat-mayat sisa makanan Dondon dalam sumur raksasa itu.
Boris mangut-mangut senang, “Bagus, sekarang bawakan padaku gadis-gadis yang akan kita korban kan malam ini, seperti permintaan ku kala itu, harus gadis suci, kalau tidak Raja Iblis ini tidak akan berevolusi dengan sempurna, kini Raja Iblis telah telah berada ditingkat perak.. kalau mereka berhasil ku gabungkan menjadi satu paling tidak mereka akan mencapai bintang satu.. Lalu Raja Iblis itu ku serap kedalam Wadah Induk Tenaga Dalam ku, kau tahu apa pangkat ku setelahnya? Sekurangnya Bintang! Hahaha” Tawa terbahak-bahak Boris penuh semangat.
“Baik tuan Boris”, Dodep memberikan isyarat pada anak buahnya yang berdiri menjaga pintu penjara agar mereka menyeret gadis-gadis yang telah diperuntukkan buat tumbal Raja Iblis.
Mereka semua menganguk dan segera melaksanakan perintah Dodep, tidak lama kemudian suara jeritan dan tangisan histeris gadis-gadis kurus mulai terdengar mengisi udara malam.
__ADS_1
Gadis-gadis kurus berpakaian compang-camping diseret paksa keluar penjara, mereka dijambak disertai tamparan-tamparan keras terus berlabuh di kepala mereka, dipukuli, dicambuk namun tidak seorangpun ada yang datang menolong mereka.
Dalam salah satu penjara paling sudut yang berisi empat orang, dua orang gadis kurus berusia belasan tahun seorang anak perempuan buta berumur enam tahun, dan seorang anak laki-laki kurus berusia 13 tahun ia duduk disudut memeluk lututnya yang gemetar.
“Kak Zahra! Kak Helga! Sepertinya kalian akan diseret oleh Organisasi Pemburu Iblis ini dan kalian akan dijadikan makanan mahluk terkutuk itu, aku rasa Bang Irawan tidak akan sanggup menerobos kemari walaupun dia memiliki sepuluh ksatria Suku Padri yang tersisa, dan itu sangat mustahil bagi mereka bisa menyelamatkan kita kak, Aku sungguh menjadi seorang pengecut sehingga ayah meninggal karena ku” Tangis Bocah laki-laki 13 tahun itu tidak berdaya melindungi keluarganya.
Helga berusia enam belas tahun salah satu anak mendiang Raden seorang pendekar legendaris suku Padri paling terkenal beberapa tahun silam,
“Yori! Kita ini Suku Padri satu-satunya Suku Bangsa Padri yang masih tersisa, didalam darahmu mengalir darah nenek moyang kita, para Ksatria dunia, penempa dan pencipta berbagai teknologi hebat dunia kala itu, aku akan mati kali ini tapi selama kau masih bernyawa maka berjuanglah, lihatlah Bang Irawan, dia tetap bergerilya walaupun kita tidak mungkin menang lagi” Helga memberi semangat pada adik lelakinya yang terlihat sangat pucat, perlahan ia menoleh pada anak perempuan buta yang hanya duduk diam memegang tongkat ranting kayu, hati Helga menjadi sangat sedih saat melihat wajah polos anak perempuan itu.
Yori juga perlahan menoleh kearah anak perempuan buta yang duduk terlihat tenang padahal Kristal Silumannya telah habis dari semalam,
“Kakak! Jika kau mati, aku dan adik Aira juga akan menyusul mu.. aku sungguh tidak bisa menjaganya” tangis Yori, dan ia semakin ketakutan saat melihat anggota Pemburu Iblis mulai berjalan kearah penjaranya.
Aira anak buta itu terlihat menggosok-gosok ringan tongkatnya matanya telah memutih, mulutnya senyum ringan, “Kakak Helga! Abang Yori! Dengarkan lah, sebelum ibu meninggal aku mempelajari Teknik Suara Takdir, para Iblis ini memang telah mengambil bola mataku, tetapi mereka tidak bisa merebut kemampuan ramalan ku” Ucap Aira senyum senang.
Perkataan Aira dalam keputusasaan itu membuat tiga orang lainnya dalam penjara menjadi tertarik untuk terus mendengar kelanjutannya,
“Adik Aira! Apa yang sedang kau ramalkan dik?” Helga penasaran pada adiknya saat ia mendengar bahwa adiknya telah diwariskan Teknik Suara Takdir dari ibu mereka yang dulunya terkenal dengan peramal hebat.
“Dia!” ucap Aira pelan yang membuat semua orang semakin penasaran termasuk Zahra sendiri, kini semua mata tertuju pada Zahra.
Zahra menyeka air matanya ia berusaha untuk senyum, “Adik Aira, apa maksud mu” tanya Zahra pelan tanpa ekspresi.
Aira tersenyum, “Kak Zahra, secara tidak sengaja kakak telah menyeret seorang Dewa Leluhur kemari” ucapnya ringan yang membuat semua orang penasaran,
Yori menggoyang-goyangkan tubuh Aira dengan mata sembab, “Adik Aira! Aku mengerti kamu mencoba menyenangkan hati kami, tapi bukan berarti kamu memberi harapan palsu ini..” ucapnya dengan mata sembab
Aira meraba-raba dinding mencoba berdiri tegak wajahnya senyum, “Wahai kakak-kakak kalian dengarkan lah ramalan ku, dan ingat lah ramalan ini, jika kelak kalian hidup maka buktikanlah sendiri” Aira mulai menengadah ke langit-langit dengan mata putihnya, perlahan mengungkapkan ramalannya.
Malam purnama berkabut dingin..
__ADS_1
Jauh di timur tanah kelahirannya..
Setiap langkah menginjak bumi…
Membawa asa dan harapan pada manusia..
Wali kecil pengemban asa…
Membawa cita alam semesta…
Tubuh mungilnya selalu bersinar..
Akan dikenang sepanjang masa..
Ramalan belum sempat terselesaikan dua orang Pemburu Iblis telah berada didepan pintu penjara, seorang Pemburu Iblis langsung menendang pintu penjara mereka dengan kasar,
“Buka pintu! Cepat! Keluar sampah!” Teriak anggota pemburu Iblis itu sambil menjambak rambut Zahra dari luar jeruji kayu hingga kepala zahra mendongak ke atas,
“Lepaskan aku.. lepaskan aku!” Zahra meronta kesakitan berusaha melepaskan kembali rambut yang di tarik secara paksa dari luar jeruji kayu penjara.
Seorang Anggota Iblis yang tadinya hanya berdiri diluar penjara sekarang ia bergegas masuk kedalam penjara dengan wajah bringas, di dalam penjara ia melihat Aira yang masih berdiri bertongkat ranting kayu dengan kasar Pasukan Iblis menendang perut Aira sampai terpental kencang terbentur dinding gua dengan keras hingga kepalanya retak serta mengeluarkan darah segar dari mulut dan telinganya,
Yori dan Helga bergerak cepat membantu membangunkan Aira namun Helga langsung dicekik lehernya oleh Anggota Pemburu iblis itu dengan kasar dan diseret keluar penjara dengan paksa,
“Tidak! Lepaskan aku… kalian binatang.. Aira…! Aira..!” Teriaknya berusaha menahan rasa sakit karena seretan paksa oleh pasukan Pemburu Iblis, hal yang sama Juga dirasakan Zahra, mereka berdua terus diseret paksa sesekali terdengar suara tendangan dan tamparan keras terhadap mereka.
Yori dengan tubuh gemetar hebat ia mengangkat tubuh adiknya yang terluka parah, perlahan ia memangku kepala Aira, air mata Yori terus berderai tak terbendung, ketakutannya membuat Yori semakin terlihat bodoh dan pengecut,
“Adikku bangun lah! hik..hik.." Perlahan dia menggoyangkan tubuh Aira sambil menangis.
Aira perlahan membuka mata putihnya, “Akkh! Bang Yori! Jangan takut! jangan menangis, percayalah padaku! Wali Kecil masa depan akan segera datang kemari, Bang Yori! Berjanji lah padaku, kau harus berguru padanya dan Jangan sekali-kali kau membantahnya, Ingat lah! Kau harus berguru padanya.. Kalau pun beliau menolak permintaan mu.. Kirimkan salam ku padanya, katakan padanya kalau aku akan menukarkan jiwa kecil ku ini sebagai gantinya, Khuk! Khuk!” pesan Aira semakin lemas darah segar terus bercucuran dari mulut dan telinganya perlahan ia jatuh terkulai menghembuskan nafas terakhirnya.
__ADS_1
“Adik! Aira… tidak.. Aira... dik.. Aaaaaaaa....”
**