Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 64. Lembah Teratai Langit


__ADS_3

Lembah Iblis telah berubah nama menjadi Lembah Teratai Langit dalam beberapa hari saja, perubahan ini bukan hanya nama dan simbol tapi juga dari kemajuan kotanya.


Lembah ini tidak seramai dulu yang mencapai puluhan ribu jiwa, namun kini jumlah penduduk tetapnya hanya berkisar 8000 jiwa saja, selebihnya mereka memilih meninggalkan kota lembah teratai langit untuk memulai hidup baru dengan bekal yang telah diberikan.


Beberapa hari terakhir di Lembah Teratai Langit terlihat kesibukan yang luar biasa, prioritas pembangunan besar-besaran di kota ini telah menjadikan kota ini menjadi kota besar dengan berbagai fasilitas di dalamnya,


Bermacam bangunan baru telah dibangun sempurna dengan cepat hal ini tidak terlepas dari bantuan seorang Penyihir Pembangunan hebat yang bekerjasama dengan lembah ini.


Gedung-gedung baru menjulang tinggi, pagar-pagar beton raksasa terciptakan, menara-menara pertahanan berjumlah ratusan berjajar mengelilingi wilayah lembah teratai langit, sehingga membuat kota ini menjadi kota yang memiliki pertahanan yang cukup baik.


Gedung walikota dan istana menjadi dua tempat yang berbeda tidak seperti sebelumnya sehingga tempat tinggal dan tempat admitrasi menjadi berbeda.


Gedung akademi besar dan luas dibangun sempurna untuk meningkatkan kualitas anak-anak di berbagai bidang, baik dari segi peningkatan budidaya tubuh, pengetahuan kesehatan, ekonomi, dan lain sebagainya.


Penyihir Rioh beserta ribuan suku Padri terus bekerja siang-malam membangun bangunan-bangunan yang belum terselesaikan, sementara ratusan lainnya bekerja sebagai penempaan senjata dan artefak yang menjadi salah satu keahlian suku Padri.


Zahra telah dibangun rumah besar di dekat pasar kota, ia ditugaskan untuk mengolah pasar, pangan, dan pertanian guna untuk mencukupi kebutuhan keseharian para pekerja dan masyarakat Lembah Teratai Langit.


Sembilan pahlawan 4 diantaranya diangkat menjadi jenderal membawahi 1000 pasukan pemburu yang bertanggung jawab sebagai pertahanan lembah teratai langit, sementara 5 lainnya ditugaskan untuk mengawasi transportasi barang antar kota yang rentan perampokan,


Sementara itu Bima ditugaskan sebagai kepala akademi yang memiliki 100 orang guru dan 2000 murid dari berbagai usia.


Helga beserta 50 bawahannya ditugaskan untuk menanggulangi kesehatan dan pembuatan pil di Gedung Pil berdasarkan buku-buku petunjuk yang telah diberikan,


Aira sendiri sebagai walikota terlihat sangat sibuk dengan berbagai urusan administrasi kota lembah teratai langit yang seakan tidak pernah berakhir, iya bahkan beberapa hari ini sering tertidur di meja kerjanya.


Selama beberapa hari ini Juli dalam istana terus bekerja siang dan malam menulis berbagai kitab, seperti kitab budidaya tubuh, kitab dasar penempaan, cetak biru senjata, dan berbagai kitab penting lainnya.


Hana selama ini terus mendampingi Juli siang dan malam dia bahkan belajar banyak dari cara-cara Juli menyelesaikan masalah, ucapan kaguman Hana seakan tidak habis-habisnya terhadap kepiawaian dan jalan pikir Juli yang selama ini tidak diperkirakannya.

__ADS_1


Setelah seminggu berlalu lembah teratai langit banyak dikunjungi para pengunjung, baik dari luar daerah maupun lokal dengan berbagai keperluan ada yang sekedar berlibur karena pemandangannya indah, ada yang berniaga, ada pula yang datang untuk bertahan hidup.


**


Pagi hari di tepi danau indah wilayah Lembah Teratai Langit, suara burung berkicau merdu memeriahkan suasana, Juli duduk di kursi sambil menikmati indahnya panorama matahari memantulkan cahaya merah menguning di air bening danau permata.


Ikan-ikan Arwana kecil bergerak lincah melompat indah saling kejar kejaran, keindahan alam rasanya semakin sempurna dengan adanya tarian anak cantik berpakaian kebesaran kekaisaran dari sutra 12 lapis dengan sepasang pedangnya pusaka merah biru di tangannya.


Gerakannya indah gemulai tangan kecil mungil menggunakan sepasang pedang warna-warni dalam tarian surgawi menimbulkan gelora hati di dalam dada.


‘Mm.. Tarian indah surgawi, aku tidak melihatnya selama ratusan tahun' batin Juli sambil menikmati teh hangatnya sejenak pikirannya melayang jauh memikirkan keadaan anak peri yang sudah lama tidak dilihatnya ‘Yona Peri kecilku, apa kau baik-baik saja ya, aku sungguh mengkawatirkan mu, ku harap kau bisa menyelasaikan masalah mu dengan baik’ Juli menarik napas panjangnya mengenang seraya terus mengawasi pergerakan tarian padang Hana yang semakin mendekati kata menguasai.


“Mm.. Hana! Kau terlihat lelah sudah cukup latihanmu untuk hari ini” kata Juli senyum bangga melihat perkembangan Hana.


“Sebentar lagi senior” Hana terus melanjutkan latihannya tebasan tebasannya yang tidak mengandung tenaga dalam namun terlihat sangat mematikan di antara tarian indahnya.


“Senior aku belum begitu menguasai Teknik Tarian Pedang Dewi Bidadari, ini sungguh sulit di praktekkan kurasa” Hana terlihat cemberut setelah berusaha beberapa kali.


Dalam beberapa hari saja Hana sudah mengalami perkembangan hebat dalam teknik pedangnya, hal itu tidak terlepas dari kegigihan dan ketekunan dalam berlatih setiap harinya.


Juli bangkit dari kursi mengambil sebatang ranting sembarang di dekatnya ia menghampiri Hana yang terlihat cemberut dan tubuhnya telah berkeringat karena gerakan-gerakan sulit sebelumnya.


“Hana, perhatikan gerakan ku”


Suara Juli terdengar lembut saraya melompat ke udara dan berputar-putar di udara bersamaan dengan tebasan tebasan ranting menghujam ke segala arah, Juli benar-benar mempraktekkan teknik pedang yang sangat rumit dengan sempurna sehingga tidak terlihat celah sama sekali.


Hana mulai menggerakkan tangan untuk mencobanya gerakan yang dicontohkan, Juli segera menangkap lengan kecil Hana,


“Hana cara memegang pedang mu salah, pedang tidak semestinya di pegang kaku, kau akan sulit mengendalikannya nanti, gerakan mata pedang harus searah dengan tebasan walaupun kau sedang berputar di udara karena gesekan agin sekecil apapun akan mempegaruhi kecepatan pedangmu, intinya cara kontrol gagang pedang ini juga penentu berhasil tidaknya teknik pedang ini” Juli meraih tangan imut Hana membetulkan cara mengang pedang dengan jemarinya.

__ADS_1


Juli menggerakkan perlajan lengan Hana dan mengajari cara memutar pedang dan mengubah arah serang ketika di udara, mulut Juli terus menjelaskan setiap detilnya, Hana hanya diam dan melemaskan lengan dan jemari menuruti saat digerakkan Juli dengan lembut,


Selama beberapa hari ini Hana hampir tidak pernah berkomentar sedikitpu terhadap ajaran Juli dan itu bukan karena dirinya telah menjadi bodoh tapi justru sebaliknya perkembangan Hana sekarang sungguh mengerikan dibandingkan sebelumnya tenaga dalamnya meningkat pesat dengan teknik yang berbeda yang bahkan tidak dipikirkan sebelumnya.


Saat ini perkembangan Hana bukan saja dalam berpedang dan tenaga dalam, tetapi dalam berbagai bidang seperti, teknik pembuatan segel dan berbagai teknik-teknik rahasia lainnya yang dipelajari saat Juli bekerja.


Di saat Juli sedang mengajari Hana teknik Pedang Dewi Bidadari tiba-tiba seorang yang bertubuh tinggi besar berbadan tegap memakai zirah perunggu berpalu besar di tangannya menghadap Juli dengan terburu-buru.


“Wali Agung, saya Jendral Zora menghadap!” Manusia hampir tiga meter itu bertekuk lutut di depan Juli menundukkan kepala dan mendirikan palu besarnya.


Juli perlahan melepaskan tangan Hana dan menghampiri Jendral Zora salah satu Pahlawan Besar suku Padri,


Juli penepuk pundaknya yang lebih tinggi dari kepalanya, “Jendral Zora Si Palu Neraka! Jendral terlihat sangat terburu-buru ada apa ini?” Juli terlihat penasaran, Juli bisa melihat wajah Zora terlihat sangat lelah mungkin dalam seminggu ini dia tidak tidur sama sekali.


“Wali Agung! Ada kabar buruk, aku dengar Klan Singa Hitam mengerahkan 20 persen anggotanya, itu sekitar 200 ribu pemburu dan kini mereka juga beraliansi dengan sisa-sisa Klan Iblis dari luar kota jumlah mereka juga sekitar 200 ribu Hunter, Klan Hyena sekitar 100 ribu pemburu dan sekarang sudah mendekati perbatasan mungkin sore hari musuh akan sampai disini, kabar baiknya Husen Majikan Lembah Seribu Warna bersama lima puluh orang anggotanya membantu, dan Organisasi Dewa Pil Dunia Juga mengirimkan bantuan 1000 pasukan, sejauh itu Klan Pemburu lain tidak berani mengambil resiko jika harus berhadapan dengan Klan besar seperti Klan Singa Hitam” Jelas Jendral Zora.


Hana kaget saat mendengar Husen dan pasukannya akan bergabung dengan mereka,


“Jendral Zora apa dia tahu kalau aku barada di sini?” tanya Hana penasaran.


Jendral zora menganguk pelan, “Benar tuan Putri” jawabnya.


Juli menarik napas panjang, “Berarti, kita sangat kekurangan anggota, kurasa mereka memang ingin membumi hangus kan tempat ini, berarti korban jiwa di kedua belah pihak tidak terhindarkan” ucap Juli senyum pahit.


“Wali Agung! Aku dengar kedatangan mereka bukan saja untuk menghabisi kita, tapi lebih dari itu, di tempat ini beredar kabar ada cincin Pusaka Surgawi, serta memiliki kepingan emas yang melimpah di dalamnya, itu disebabkan beredar kabar beberapa hari lalu dari para warga yang keluar dari sini, mereka kini bahkan menjadi sasaran rampok di berbagai kota” Jelas Jendral Zora merasa kasihan.


Juli menarik panjang, “Pasang semua busur antar kota disetiap tempat, kita akan memburu dalam kawanan para pemburu hari ini” ucap Juli dengan Nada serius.


“Baik Wali Agung!”

__ADS_1


**


__ADS_2