Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 138. Putri Yara turun tangan


__ADS_3

“Teknik Lahap Jiwa! Gerbang Neraka Para Dewa!” Juli bergerak cepat meletakkan kedua tangannya di lantai kapal, dalam sekejap mata pusaran api hitam muncul di sana.


Beberapa orang yang dekat dengan pintu Neraka Para Dewa yang tercipta, mereka akan langsung terserap ke dalamnya, beberapa orang memilih melompat ke sungai daripada merasakan hal yang mengerikan itu.


“Cepat! Kita tidak memiliki jalan lain selain Kabur!”


“Ini Pertarungan para dewa, dan bukan lagi level kita, cepat selamatkan diri kalian!”


Juli melihat banyak orang yang telah melompat ke sungai untuk melarikan diri, ia tidak bisa mencegah sebab dirinya harus menghadapi dua siluman tingkat dewa sekaligus, sementara U-lok telah menghadapi salah satunya di angkasa.


“Putri Yara! Potong saja kaki dan tangan pasukan Aliansi Sungai Darah, selebihnya biar urusanku!” Juli terus memperlebar pintu portal Neraka Kegelapan.


Putri Yara seolah-olah muncul dari ruang hampa di samping Juli, kedua siluman melompat mundur beberapa langkah dengan sikap waspada, mereka tidak menduga seorang ahli lainnya akan muncul secepat ini.


“Celaka! Aura pembunuh gadis ini sangat kuat! Kita berada dalam masalah!”


Putri Yara hanya melirik ke arah dua Dewa Siluman dengan tatapan dingin, sebelum membalikkan badan menjalankan tugas seperti yang diperintahkan.


“Baik Tuan!”


Putri Yara segera melompat ke dalam sungai dan menebas tangan dan kaki siapa pun yang berada di sana, Putri Yara berjalan di atas air seperti berjalan di atas tanah.


Semua pasukan Aliansi Sungai Darah mulai merasakan putus asa, mereka benar-benar tidak menduga, lawan mereka kali ini adalah orang-orang di luar nalar.


“Ke mana kita harus berenang! Kita tak akan selamat, tapi bagaimanapun juga, kita harus berusaha!”


“Ampuni Kami! Berilah kami kesempatan untuk bertobat!”


“Ampuni kami!”


Putri Yara tidak memperdulikan, dia terus menebas dengan tatapan dingin, “Kalian ingin bertobat! Maka serahkan kaki dan tangan kalian! Setelah itu akan ku pikirkan bagaimana tindakan selanjutnya.” Putri Yara kembali terus memotong tangan dan kaki dengan akurat walaupun mereka berada di dalam air sekalipun.

__ADS_1


Arga dapat menyaksikan dari atas kapal, sungai jernih berubah menjadi merah oleh darah ratusan pasukan aliansi sungai darah.


“Ini benar-benar sungai darah! Mereka telah menerima akibatnya, dulu mereka membunuh tanpa pandang bulu, sekarang giliran mereka yang dibantai tanpa ampun,” gumam Arga dengan perasaan ngeri.


Wulan membawa serta beberapa anak-anak keluar kamar untuk memeriksa kondisi, ia sungguh terkejut saat melihat Putri Yara membantai ratusan orang di dalam sungai. Ia memang curiga Putri Yara menyembunyikan kemampuannya, tapi tidak menduga kekuatannya sebesar ini, padahal Putri Yara tidak memiliki pangkat satu putih pun.


Keterkejutan Wulan tidak hanya sampai di situ, saat melihat bocah kecil yang dilindunginya beberapa saat lalu sekarang berada di depan sebuah pintu api hitam besar yang menyerap apa pun di dekatnya.


“Siapa mereka sebenarnya? Bagaimana anak itu memiliki kekuatan yang sangat mengerikan, apa Aku sedang bermimpi? Benar seperti kata guru! Dunia ini tidak boleh memandang orang dari penampilan saja.” Gumam Wulan sembari mencabut pedang bersikap siaga.


U-Ka mencoba menyerang Juli dengan tombaknya, tanpa U-Ka sadari tubuhnya langsung diseret ke dalam gerbang neraka yang telah diciptakan.


“Ku-ja tolong aku!”


U-Ka mencoba melepaskan diri dari pintu gerbang neraka, Ku-Ja bergerak cepat dengan sepasang goloknya menebas Juli sekuat tenaga, Juli menyambutnya dengan tatapan mata yang mengerikan.


“Teknik Segel Mata Dewa!” Mata Juli mengeluarkan api hitam, membentuk tulisan kuno dalam waktu yang bersamaan tubuh Ku-Ja tidak bisa digerakkan.


Ku-Ja hampir menangis, kini ingatan beberapa hari lalu mulai tergiang di kepalanya. Saat Ku-Le memperingatkan bahwa, bagi Dewa tingkat pertama dilarang keras ke Kota Pelabuhan Permata untuk saat ini, karena di sana ada seekor monster yang sangat mengerikan.


‘Benar! Anak ini adalah monster! Teknik iblisnya sungguh mengerikan! Kini mataku terbuka.’ batin Ku-Ja sambil mengeluarkan sebuah artefak dari cincin ruang.


“Teleportasi ruang!”


Ku-Ja memecahkan artefak tersebut membuat tubuhnya di teleportasi beberapa meter jauh dari tempat sebelumnya. Ku-Ja kembali bisa bergerak bebas seperti biasa, kini pandangan teralih pada rekannya yang tidak bisa diselamatkan.


“U-Zire! Ayo kita maju bersama menyelamatkan U-Ka, kalau tidak! Tubuh U-Ka akan terserap habis oleh portal itu!” Ku-Ja meminta bantuan pada salah satu temannya yang sedang bertempur dengan U-lok.


U-Zire Merapatkan gigi, mencoba mendesak U-Lok dengan segenap kemampuan, namun U-Lok terus menggila melawan secara membabi-buta. Dapat dilihat ketakutan yang mendalam di mata U-lok jika gagal dalam serangannya.


“U-lok Apa yang kau lakukan! Aku ingin mencoba membebaskanmu, dan aku juga ingin mencoba menyelamatkan rekanmu, kita ini satu marga! Kalau kau membunuhku marga U akan lemah!” U-Zire menjadi sangat murka namun ia sendiri sangat sulit untuk mengalahkan U-lok saat ini.

__ADS_1


“U-Zire! Percayalah kita telah salah memilih lawan, kamu juga akan bernasib sama sepertiku, akan dikirim ke Neraka Para Dewa, kau bahkan tidak bisa mati di sana, otakmu akan mendidih, tubuhmu akan dihancurkan sehancur-hancurnya, kemudian kamu akan dibentuk kembali dari lava lava terkutuk itu, kemudian tubuhmu akan dihancurkan kembali begitulah seterusnya, sampai air mata darahmu habis, kamu tak akan mati dan tak ada jalan untuk kembali, selain panggilan dari Dewa Yang Mulia! Pada saat itu kematian lah yang selalu aku harapkan, namun itu tidak akan terjadi.” U-lok menjelaskan pada U-Zire dengan tatapan hampa.


U-Zire menelan ludah, rasa frustasi mulai menghantuinya, ia menoleh ke arah Juli yang sedang berada di depan pintu penyerap U-ka.


‘Sial! U-lok terkenal cerdas, dia tidak akan berbohong tentang masalah yang tidak penting, kalau begitu kejadiannya, maka satu-satunya cara untuk selamat ialah membuka ruang negosiasi.’ U-Zire segera menggunakan artefak yang sama seperti Ku-Ja sebelumnya.


“Aktifkan Ruang Teleportasi!”


U-Zire tiba-tiba berada di samping Ku-Ja yang juga terlihat panik, “Ku-Ja Apa tidak sebaiknya kita negosiasi saja! Kita sudahi saja pertempuran ini!” telepati U-Zire dalam kepala Ku-Ja.


Juli bisa mendengar telepati mereka, saat mereka sibuk memikirkan jalan keluar, Juli dengan cepat memanfaatkan peluang ini untuk meletakkan telapak tangan di kepala U-Ka yang telah kehabisan tenaga dalam saat menghadapi pintu Neraka Para Dewa.


“Neraka Para Dewa diaktifkan!”


Dalam sekejap mata, U-Ka menghilang di hadapan mereka berdua, keduanya terpelotot tidak tahu harus berbuat apa.


“Bocah kurang ajar!”


Ku-Ja menjadi sangat marah karena kelicikan Juli, ia berteriak dengan menggunakan tenaga dalam yang dia miliki, tenaga dalam tingkat dewa.


“Para Dewa Tolonglah!”


Teriakan itu terdengar sampai bermil-mil jauhnya, Juli menjadi pucat dia tahu bahwa itu adalah teknik untuk memanggil pasukan Dewi Siluman iblis.


Juli melompat mundur beberapa langkah sembari menutup pintu portal Neraka Para Dewa.


“Dewi Yara! Sebentar lagi pasukan para dewa akan datang!” Bersiaplah!” bersamaan dengan teriakan Juli, seorang wanita cantik jelita melayang di langit.


“Sepertinya aku harus menggunakan tenaga dalam lebih cepat dari yang diperhitungkan, bukan begitu guru!”


**

__ADS_1


__ADS_2