Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 61. Kau harus mematuhi ku


__ADS_3

Hantu Muka Merah setelan melakukan pertarungan mati-matian akhirnya kalah di tangan Boris, kekalahannya bukan tidak beralasan tapi karena tekanan mental ketika melihat sepak terjang Juli serta serangan dadakan penyihir Rioh dengan tombak-tombaknya, kekalahan ini membuat dirinya diseret paksa oleh Juli ke dalam Neraka Para Dewa sama halnya dengan yang dialami dua saudaranya yang lain.


Sekarang hanya menyisakan sepuluh orang pasukan yang terluka parah beserta Selir Wie yang sedang bersujud seorang diri tidak berani mengangkat kelapanya.


Hana dan Juli kini teralihkan pada 11 anak kurus yang mulai bangkit duduk kebingung seraya memeriksa tubuh mereka yang terlihat sudah sembuh kembali.


“Apa ini mimpi?” tanya Muska pada teman-teman yang lainnya sambil terus memeriksa tubuhnya yang baik-baik saja, sementara bekas robekan baju akibat sayatan pedang masih terlihat di tubuh mereka.


“Ah! Aku kira aku juga telah mati sebelumnya?” Nuryin senyum pada teman-temannya, sontak semua mata teralihkan pada Nuryin.


“Nuryin?”


“Nuryin! Kau masih hidup”


“Ah aku kira kau tadi sudah meninggal”


Semua anak-anak kini bangkit berlari memeluk Nuryin suasana terharu anak-anak membuat mereka saling merangkul dan bercanda dan saling memukul kepala satu sama lainya.


Plok! plok!


Hana menyaksikan anak-anak suku Padri bahagia, ia pun menepuk tangan bersuka cita,


“Wuah kalian hebat, Aku senang melihatnya” Hana mengangkat dua jempolnya pada sebelas anak kurus yang telah sembuh itu.


Semua anak-anak suku padri kini mengalihkan pandanganya pada Hana dan Juli serta Selir Wie yang masih sujud sendiri agak jauh dari mereka, pandagan mereka Juga megarah pada 10 Pasukan yang masih berdiri terhuyung-huyung dengan tubuh bersimbah darah.

__ADS_1


Nuryin senyum menepuk pundak Muska pandangannya ke arah Hana, “Muska! Anak itu cantik sekali ya, dia bahkan lebih cantik dari adik Aira, darimana datangnya anak secantik ini, tapi kali ini dia untukku” Nuryin dengan senyum ramah bergegas ingin menghampiri Hana.


"Aduh..Aduh.. duh..duh.."


Terdengar teriak kesakitan Nuryin karena telinganya dijewer Muska, “Anak Breeengsek! Tidakkah kau lihat aku ini ketua mu? Kau tadi menyimpan Rumput Ungu untuk Aira, kini giliran ada ada anak cewek cantik kamu mau nogol duluan, dia anak-anak berusia tujuh tahun mau kau apain dia?” tanya Muska menyodorkan wajahnya dengan penuh tanya sambil menguatkan jeweran tangannya.


Plak!


Nuryin memukul kepala Muska, “Sudah tua bodoh kau pelihara, sudah yatim piatu bodoh pula kau, tentunya dia akan ku angkat jadi adikku, tidak kah kau suka punya adik cantik? Aku sudah tidak punya siapa-siapa maka akan kucari sendiri teman dan adik-adikku” ucap Nuryin terus berjalan kearah Hana setelah memukul kepala Muska.


Muska menggaruk-garuk kepalanya dan menjadi bingung sendiri, “Oh! Begitu ya? aku jadi salah sangka, Hahaha” tawa Muska diikuti tawan ke sembilan teman lainnya.


Hana menggeleng kepalanya saat Nuryin mengahampirinya, “Nuryin! Kalian semua jadi sahabat ku saja, cukup anak ini saja ku panggil Senior! Terus terang aku tidak sanggup menghadapi banyak senior, satu senior saja di samping ku ini telah membuatku kewalahan” Hana mengerling matanya kearah Juli yang lagi senyum bodoh, Hana bahkan tidak memberi kesempatan Nuryin bicara dulu.


Hahaha Hahaha


“Eh! Pecat saja anak bodoh ini dari senior mu kenapa, gantikan dengan aku saja, atau begini saja, aku akan melawan sepuluh pasukan itu, apa kau mau mengakui ku sebagai seniormu?” Tanya Nuryin mulai bersemangat.


Hana terlihat berpikir-pikir, “Hm..Baiklah, kau kalahkan mereka aku akan memanggilmu Senior Nuryin” Hana memberi kesempatan, wajah Nuryin kembali ceria.


"Hahaha" Nuryin tertawa senang, “Baiklah! Aku akan mengalahkan mereka" ucapnya semangat, kemudian ia menoleh ke arah teman-temannya, "Teman-teman! Ayo kita kalahkan kesepuluh orang itu… Maju…!” teriak Nuryin memberikan perintah.


"Sialan ini bocah" Muska terlihat jengkel namun saat Nuryin bersemangat menyerang, sepuluh anak-anak lainpun serentak maju menyerang, “Ayo bantu Nuryin!" Teriak anak-anak itu segera menerjang maju dengan semangat juang tinggi.


“Hahaha” Juli tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah cemberut Hana, “Aku rasa anak-anak barusan menipu mu secara halus, hahaha” Juli tertawa sambil menggeleng-gelengkan wajahnya.

__ADS_1


Hana menghentakkan kakinya kesal, “Sial! Aku ketipu benaran, ku pikir dia akan melawannya seorang diri” Hana menepuk jidatnya, “Ini gara-gara kamu senior, aku semakin bodoh selama ini, yang ku takutkan lagi begitu mereka kembali mereka memintaku memanggil senior pada mereka semua” sesal Hana menjadi semakin cemberut.


Juli senyum, “Sudahlah jangan khawatir, pasukan itu sangat kuat mereka tidak akan sanggup melawannya, paling hasilnya akan seri, lagi pula ke-sepuluh pasukan itu telah ku segel dengan Neraka Para Dewa jadi mereka sepenuhnya di bawah kendali ku, namun adapun kereta kuda itu sepertinya sepenuhnya menjadi milik mereka” ucap Juli sambil menepuk pundak Hana untuk menenangkan.


Hana mengeleng-gelengkan kepalanya, “Senior, aku penasaran perkataan mu tadi mengenai Selir Wie, siapa dia sebenarnya?” Hana bertanya dengan nada serius sambil melirik Selir Wie yang masih sujud seorang diri agak jauh dari mereka.


Juli menghela napas panjang, “Di Benua Barat ini ada ribuan partai siluman dan miliaran siluman didalamnya yang terdiri dari berbagai tingkat, namun yang menjadi siluman tertinggi di antara semua namanya Dewi Iblis, budidaya tubuhnya berada di tingkat Dewa tahap akhir, kalau seandainya kubah ini tidak ada maka dia sanggup mengobrak-abrik seluruh Kekaisaran Purba ini seorang diri, kau mengertikan tingkat kekuatannya? Nah! Untuk mencari tahu kelemahan kubah pelindung, Dewi Iblis mengendalikan beberapa manusia untuk menyusup ke dalam kubah pelindung dan salah satunya Selir Wie” Jelas Juli dengan nada serius.


Hana terkejut, “Apa itu artinya Dewi Iblis tahu kalau aku ada di sini?” Hana menjadi pucat, mengingat tadi sebelum ditaklukkan Selir Wie sempat berbidara dengannya.


Juli menganguk, “Iya benar! Dewi Iblis tahu kau ada di sini, dan pemburuan besar-besaran terhadap dirimu akan di mulai, oleh sebabnya aku tidak ingin kau memiliki banyak saudara, karena akan mengancam nyawa mereka” Juli senyum pahit saat melihat kearah pertarungan 11 anak Padri yang telah terpojok berat oleh sepuluh pasukan Kerajaan Embun.


Hana syok mendengar penjelasan sampai ia tertekun sejenak, “Apa senior masih mengizinkan aku ikut bersama mu setelah mengetahui semua ini?” Hana terlihat lemas.


Juli membelai kepala Hana perlahan dan menatap mata Hana dengan senyuman hangat,


“Hana, dengarkan aku, mulai hari ini kau harus benar benar mengikuti saranku, dalam beberapa hari ini Klan Singa Hitam akan menyerbu tempat ini secara besar-besaran untuk menguji kekuatan ku, jika saja aku menggunakan hukum-hukum berlebihan para Dewa Siluman akan bekerja sama untuk menghancurkan Kubah Pelindung ini dengan berbagai cara, karena aku akan menjadi ancaman mereka, dan jika mereka berhasil masuk kemari maka tidak ada yang mampu menghadapinya, jadi untuk menghadapi penyerangan Klan Singa Hitam aku akan berperang hanya menggunakan teknik pedang ku saja, dan tanpa bantuan kalian aku tidak bisa melakukannya seorang diri” jelas Juli dengan nada serius.


“Senior, ada berapa jumlah mereka?” Hana penasaran, karena Juli selama ini belum pernah berbicara seserius ini bahkan sebelumnya terkesan gila dalam setiap pembicaraannya,


“Seratus ribu Pemburu Kegelapan, berpangkat kuning dan pangkat putih, beberapa ribu orang pangkat perunggu, ratusan orang pangkat perak, bahkan ada berpangkat emas dan diatasnya” jelas Juli sambil membalikkan badan menuju kearah pintu gerbang Kota Lembah Iblis.


Hana menarik nafas panjang, “Baikah! Aku akan mendengarkan mu” ucap Hana mulai mengalihkan perhatiannya pada sebelas anak-anak suku Padri yang semakin terpojok dalam melawan Pasukan Kerajaan Embun Barat yang terluka parah sebelumnya.


“Mmm… Bocah!”

__ADS_1


**


__ADS_2