Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 32. Cara Melewati Siluman Kera Bertanduk


__ADS_3

Kabut semakin tebal menyelimuti Bumi jarak pandang hanya sepuluh meter saja, Juli berjalan paling depan memandu jalan dan diikuti oleh Pemburu lainnya.


Semula banyak yang keberatan mengangkat Juli sebagai penunjuk jalan mengingat Juli tidak normal jalan pikirannya namun setelah Bomo dan Hana menyetujuinya maka akhirnya merekapun setuju.


“Bomo.. semenjak kapan kau mempercayai Juli sebagai pemimpin kita, sepertinya kau lebih mempercayai dia dari pada aku.. hahaha” canda Kakek Husen yang bisa melihat kepatuhan Bomo pada perintah Juli.


Bomo kaget, sebenarnya ia tidak ingin Juli marah kepadanya, “Kau ini bicara apa? Bukankah dia yang memberikan kita pedang pusaka yang tak ternilai harganya ini? Kalau bukan Pedang pusaka pemberiannya apa kau masih berpikir kita masih bisa berjalan sejauh ini? Huh?” jelas Bomo pada kawan lamanya itu.


Tiba-tiba dalam kabut terlihat ratusan bayangan Siluman Kera Bertanduk bergerak cepat serta bunyi derap kaki yang gemuruh hingga menggetarkan tanah.


“Berhenti!!”


Husen berteriak memberi perintah, “Semuanya mundur lah! Sudah kubilang pada kalian jangan percaya pada anak-anak.. Aku tidak mengikutinya bukan berarti aku membencinya tapi dia tidak mengerti resiko yang diambilnya.. Ayo mundur lah!” Husen merasa ia telah terjebak diantara Siluman Kera Bertanduk yang bahkan lebih berbahaya dari Siluman Bangkai.


Juli senyum mendengar perintah mundur dari kakek Husen,


“Kakek jangan takut tidak jauh dihadapan kita ada Pintu Portal, ikuti saja aku... Aku jamin mereka tidak akan mengganggu kita” Juli terus maju ke dalam kabut.


“Kakek ikut saja, aku sudah melihat adik Juli bisa menaklukkan Siluman Kera Bertanduk dengan mengangkat tinjunya, percayalah padanya” Risa mendukung Juli menjelaskan pada kakeknya.


“Benar! Saya saksinya” Mija membenarkan.


Dengan hati degdegan Husen akhirnya mengikuti Juli, ‘Kenapa cucuku sampai terpengaruhi oleh anak gila ini.. kini aku pun dibuatnya gila.. sudah tahu mulut singa tapi aku masuk juga’ batin Husen kesal, baru beberapa langkah Husen maju ratusan Siluman Kera Bertanduk terlihat jelas di depannya.


ROOOAAARRR!!


Teriak kera bertanduk marah, Juli mengangkat tangannya, “Panggil bos kalian kemari, aku ingin bicara!” ucap Juli santai mendekati Siluman Kera Bertanduk.


“Juli jangan mendekat.. mereka itu tidak dapat berbicara.. kau jangan menggila disaat seperti ini, kita tidak bisa melawan mereka” Dolah angkat bicara melihat ratusan Siluman Kera Bertanduk mulai mendekati mereka dan perlahan merapatkan barisan di depan mereka.


Kakek Husen berkeringat dingin perlahan ia mencabut pedangnya, pandangan kakek husen menyapu ke segala arah sampai ke belakang barisan yang juga masih terlihat sosok-sosok bayangan.


“Bomo! Gawat kita terkepung dari berbagai arah” kakek Husen mulai waspada, keringat dingin membasahi punggungnya.


“HAHAHAH”


Tiba-tiba suara tertawa terdengar dari arah belakang rombongan Juli, “Hahaha, Rupanya kalian mendahului kami ya? Apa kalian juga tahu kelemahan Siluman Kera Bertanduk?” Tawa Aboki Beserta anak buahnya,


Aboki dan rombongannya terlihat berjalan santai dari arah belakang rombongan Juli, kondisi tubuh mereka penuh luka cakar dan semuanya berkepala botak.

__ADS_1


Semua orang sontak melihat kearah kelompok Aboki, semua orang bisa melihat nasib yang diderita oleh kelompok Aboki jauh lebih parah daripada kelompok Juli.


HAHAHAH


“Hahaha, kalian semua bagaikan tuyul-tuyul tua tak berpunya yang telah digebuk warga, hahaha, bukan kah kalian dulunya seorang bandit yang garang-garang.. tapi kalian kini malah seperti tahanan gembel malang..” canda Juli tertawa terbahak-bahak seorang diri, sedangkan orang lain hening tidak ada yang berani berbicara apa lagi tertawa.


Tawa terbahak-bahak Juli membuat semua Kera bertanduk menjadi ribut dan mulai meraung-raung keras hingga terdengar ratusan meter jauhnya.


GROOOAAARRR


HAHAHAHA


Semua orang menjadi kecut nyalinya, namun Juli tidak peduli ia masih tertawa terbahak-bahak seperti biasanya hingga Husen harus menutup mulutnya,


“Ssssttt… diam lah! Ini bukan kondisi yang bisa ditertawakan” bisik Husen mulai panik.


Aboki beserta Pasukan lainnya kini terbelalak saat mereka melihat Bomo ada dalam kelompok Juli, mereka tidak menduga Bomo juga ikut masuk dan bergabung dengan kelompok musuh,


“Tuan Bomo! Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau bergabung dengan kelompok mereka? Atau kau telah berhasil menaklukkan mereka, Haha baiklah, aku mengerti sekarang.. pasti mereka telah bersedia menjadi bawahan mu sekarang kan.. Bagus bagus! Tuan Bomo” ucap Aboki sambil bertepuk tangan senang.


Bomo menjadi pucat mendengar pernyataan Aboki, ia takut Juli akan mengambil hati terhadap pernyataan itu,


Aboki menyeringai, “Tapi sekarang kalau tidak ada aku maka kalian akan mati semua, Hahaha.. aku tahu kelemahan Siluman Kera Bertanduk ini.. Minggirlah kalian semua.. kami mau lewat” ucap Aboki sombong sambil mengangkat tinjunya tinggi-tinggi dan diikuti oleh seluruh anggotanya.


“Semuanya angkat tinju, ayo maju.. kita akan masuk ke dalam portal itu secepat mungkin.. kita telah bosan disini” Teriak Gentong menambahkan.


Semua pasukan Aboki maju mendahului kelompok Juli untuk maju ke pintu portal yang berjarak seratus meter dari tempat Juli.


Semua Pemburu kelompok Juli tercengang saat melihat kelompok Aboki yang maju dengan gagah berani memasuki portal seolah mereka pemegang kunci pintu Portal itu, sehingga berbagai komentar terdengar dari pihak Juli.


“Aku tidak menyangka mereka pun tahu kelemahan Siluman Kera Bertanduk, kupikir adik Juli saja yang tahu cara angkat tinju itu” ucap Risa penasaran.


“Iya.. ya.. Pantas lah mereka selamat di daerah ini mereka pastilah tahu kelemahan semua Siluman di sekitar ini” Ucap Mija heran.


Kakek Husen mengerutkan keningnya, “Apa kalian bilang? Siluman Kera Bertanduk takut tinju..? Aku baru tahu sekarang, apa memang begitu ya?” ucap Kakek Husen manggut-manggut.


Bomo hanya diam dia tidak mengerti arah pembicaraan rekan-rekan barunya, namun dia yakin bahwa Aboki dan kawan-kawan sedang dalam keputus asa.


Sementara Aboki berjalan angkuh dada dibusungkan tatapannya garang, tinjunya diangkat tinggi-tinggi ia terus

__ADS_1


berjalan sampai pada barisan terdepan Siluman Kera Bertanduk.


“Hey Kera Bertanduk bodoh!! Apa kalian tidak melihat tinjuku? Huh? Cepat minggir!” Bentak Aboki menyeringai sambil menoleh ke arah anak buahnya dengan senyum ngejek.


HAHAHAH HAHAHAH


Semua anak buah Aboki tertawa senang, “Hahaha, Bos Aboki memang hebat, ya” ucap anak buahnya memuji.


“Huh???”


Tapi Kera Bertanduk masih berbaris rapat tidak bergeming, Aboki menggaru-garukan kepadanya, “Kawan-kawan! Apa kabutnya terlalu tebal sehingga tinjuku tidak terlihat” tanya Aboki kembali mendekatinya hingga dua meter jauhnya dari Kera Bertanduk setinggi enam meter.


Gentong mengaruk-garukan kepalanya penasaran, “Bos! Kurasa itu masih terlalu jauh!” Ucap gentong mulai menelan ludahnya.


Aboki mulai pucat perasaannya tidak menentu, namun dia maju selangkah lagi,


“Ku.. kurasa disini tinjuku sudah terlihat” Aboki mulai berkeringat dingin.


Kera Bertanduk setinggi enam meter itu menoleh kearah temannya yang tingginya enam meter lebih, “Keek kriuk kek kek.. kek kriek.. KEK........! (Kau lihat pintu gawang itu.. begitu si Toloool.. ini berada dititik Pinalty... KEK.. sekali..)” kata Kera besar itu pada temannya.


“Kek kek kek.. Kriek kek kriek (Hahaha... Sekarang kita pura-pura tidak tahu saja)” Tawa kikkikan Siluman Kera Bertanduk itu sesamanya.


Sementara Aboki terus mengangkat-angkat tinju tinggi-tinggi sampai pegal-pegal,


“Gentong.. apa ini masih tak terlihat oleh kera ini?” Tanya Aboki pada Gentong yang juga terlihat penasaran.


Semua Anggota Kelompok Aboki saling pandang lalu mereka menganguk secara bersamaan sepakat bahwa memang harus maju selangkah lagi.


Aboki dengan kaki gemetar melangkah selangkah lagi kedepan kera bertanduk hingga jaraknya dua jengkal saja,


“Aa.. ini baru pas..” ucap Aboki senyum padam.


Wuuusss...


KEKKKKKK.......... PLAK..... Wuuuuuussss..........


Tendangan dahsyat Siluman Kera Bertanduk setinggi enam meter menendang Pantat Aboki hingga melesat cepat meluncur ke dalam kabut terbang puluhan meter tidak tahu jatuh ke mana.


HUAHAHAHA… GOAL......!! GOAL......!!

__ADS_1


**


__ADS_2