Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 48. Menyelamatkan Aira


__ADS_3

Juli berjalan cepat mengikuti langkah kaki Yori yang terburu-buru, sementara pandangan matanya tertuju pada setiap jeruji penjara yang ia lewati, ia selalu mendapati anak-anak malang yang telah kehabisan Kristal Siluman serta anak-anak kelaparan yang kini terbaring lemas disetiap penjara mereka.


Mado, Hantu Muka Putih, dan Toru terus bergerak cepat dari penjara satu ke penjara lainnya guna membebaskan anak-anak dan para gadis serta meberikan kristal siluman dan makanan bagi mereka yang membutuhkan.


ROOAAARR!!


Terdengar teriakan suara Dondon dalam sumur raksasa yang kini ke-sepuluh mahkluk itu ingin bergabung paksa tubuh mereka menjadi satu, pandangan mata Juli mulai tertarik melihat makluk legenda itu, namun hal itu tidak menghentikan laju langkahnya dalam berjalan menuju ke penjara Aira.


Juli menyeringai saat pandangan matanyanya teralihkan pada Dondon dalam sumur besar,


“Apa mereka berpikir mahluk ini tak terkalahkan sehingga mereka mengorbankan ribuan nyawa manusia untuk makhluk terkutuk ini, baik lah! Aku akan membuat perhitungan dengan kalian nanti” gumam Juli seraya mengeluarkan sepuluh pisau yang telah diukir pola tulisan kuno teleportasi padanya.


Swus swuss


Juli segera melemparkan pisau kecilnya ke arah sepuluh Dondon sambil berjalan, pisau itu melesat cepat mengenai batang leher Dondon secara bersamaan, teriakan kesakitan mahkluk iblis itu langsung terdengar keras mengisi ruang udara.


ROOOAAARR!


Raungan menggelegar Dondon membuat Juli jengkel, “Bocah Berisik! Aku ingin melihat bagaimana kalian bisa melawan ku nanti, sekarang kalian bersenang-senang lah dalam Neraka Para Dewa untuk beberapa saat, dan nikmatilah makanan di sana” Juli menjentikkan jarinya.


“Tik!”


Ke-sepuluh Dondon langsung terserap paksa ke dalam telapak tangan kecilnya, raungan dahsyat Dondon kembali terdengar mengerikan dan melengking-lengking, mode perubahan yang sedang berlangsung pada Dondon membuat moster itu menjadi sangat mengerikan dari bentuk sebelumnya, akan tetapi sebelum proses penggabungan terciptakan sempurna, seluruh tubuh Dondon terserap habis terlebih dahulu ke dalam Neraka Para Dewa.


Juli senyum dingin melihat telapak tangannya setelah menyerap habis Raja Iblis itu, “Humgh.. Kita lihat saja nanti, setelah dimasak dalam api hitam bagaimana bentuk kalian nantinya, aku jadi penasaran, apa kalian masih bisa berlaku angkuh di hadapan para manusia” guman Juli ringan sambil mempercepat langkahnya mengikuti Yori.


Sementara itu, semua orang dalam penjara menjadi bingung dangan menghilangnya 10 monster iblis mengerikan secara misterius,


Monster iblis selama ini selalu mengaung di dalam sumur ketika mereka lapar, setiap kali mosnter Iblis mengerikan mengaung selalu membawa teror pada anak-anak dan gadis-gadis dalam penjara.


Kini kepergian Dondon membuat semua orang penasaran, mereka memberanikan diri untuk melihat langsung ke dalam sumur,


“Apa yang terjadi? Ayo kita lihat”


“Awas jangan terlalu dekat dengan tepi sumur”


Semua anak-anak dan gadis-gadis mendekati tepi sumur di depan penjara, mereka bisa menyaksikan sumur rakasasa itu telah kosong, tidak ada lagi monster-monster raksasa yang selama ini menghantui, sekarang justru sebaliknya berbagai macam pertanyaan muncul dalam pikiran mereka dan membuat mereka semakin was-was.


“Kemana iblis itu pergi kak?”

__ADS_1


“Aku tidak tahu dik, mereka hilang tiba-tiba..”


“Sekarang hanya tinggal mayat-mayat sisa, kotorannya, juga rantai-rantai pengikatnya saja dalam sumur itu..”


“Jangan-jangan..”


“Apa Iblis itu telah terbang setelah bergabung tadi?”


“Mungkin iya, tapi yang masih mengganjal dipikiran ku kenapa Petinggi Iblis itu melepaskan kita semua?”


“Iya! Tubuh mereka juga berubah menjadi hitam dan terus mengeluarkan asap hitam tipis dari kulitnya, apa mereka baik-baik saja”


“Kurasa mereka telah sempurna ilmunya”


Berbagai komentar setengah berbisik-bisik dari anak-anak malang dan gadis-gadis kurus terus terdengar oleh Juli, namun ia tidak mempedulikannya, pandangan matanya lebih terfokus pada tubuh seorang anak buta yang terbujur kaku dalam penjara.


Yori mempercepat langkahnya sesampai di pintu penjara, “Guru! Itulah adikku” Yori segera masuk ke dalam penjara dan berlutut di samping jasad adiknya dan ia kembali menangis terisak-isak.


Juli begitu memasuki penjara itu langsung memeriksa denyut nadi Aira, Juli terkejut saat melihat Aira tidak memiliki Kristal Siluman dalam waktu yang lama, tubuhnya kurus, perutnya kempis, mulut dan telinganya masih mengeluarkan darah segar.


Juli segera menempelkan telapak tangannya pada kepala Aira dan menyalurkan tenaga dalam hingga membuat tubuh Aira kejang-kejang, Yogi melebarkan matanya perasaannya tidak menentu ia hanya duduk menangis tidak tahu harus berbuat apa.


Juli menggigit jari telunjuknya hingga berdarah kemudian Juli menulis tulisan kuno pada kepala Aira, tulisan yang telah diukir memancarkan cahaya warna-warni yang menyilaukan mata, Juli segera menempatkan ranting kayu yang telah berlumuran darah diatas dada Aira sejajar dengan posisi tubuhnya.


Setelah semua proses selesai, Juli mengeluarkan Kristal Siluman berwarna merah darah dari dalam cincin ruang kemudian menempatkan pada kalung nyawa kosong yang telah dipakai Aira sebelumnya.


Huuuuu


Setelah Juli menempatkan Kristal Siluman udara disekitarnya berubah menjadi dingin, kristal cahaya tiba-tiba mulai menyala terang, Aira perlahan membuka matanya, bola mata sebelumnya putih kini berubah menjadi merah darah, sekilas matanya terlihat sangat mengerikan.


Aira perlahan melihat sekelilingnya dan pandangan matanya terpaku pada Yori hingga membuat Yori bergidik, “Guru! Kenapa mata adikku merah seperti mata hantu” tanya ketakutan.


Juli hanya berdiri tidak menjawabnya, sementara Aira senyum melihat tingkah saudara laki-lakinya,


“Bang Yori, kamu masih belum berubah, bahkan setelah kematian ku, apa memang kau begitu pengecut hingga melihat mataku saja membuat mu bergidik” tanya Aira lembut pada kakaknya.


Yori langsung menubruk memeluk Aira dalam tangis-tawa senang, “Adik kamu masih hidup? Aku sungguh sangat bersyukur, hik.. hik..” tangis Yori mempererat dekapannya.


Juli senyum senang ia membalikkan badannya hendak keluar dari penjara Aira, namun sebuah suara lembut menghentikan langkahnya,

__ADS_1


“Guru! Aku Aira bersumpah setia kepadamu” suara itu terdengar lembut sehingga Juli kembali membalikkan badannya.


Aira telah berlutut dihadapan Juli dengan menundukkan kepala dan ranting kayu diserahkan kembali pada Juli sebagai bukti setianya,


Juli senyum, sekilas ingatannya kembali pada kehidupan sebelumnya, kejadian yang sama saat pertama Juli menerima Aira sebagai muridnya hanya bedanya waktu dan tempat saja, serta usia Aira saat ini jauh lebih muda dari sebelumnya.


Juli perlahan mengambil ranting itu, “Aira mulai sekarang kau telah menjadi murid ku, sebagai murid kau tentunya memiliki hak dan kewajiban, apa kau telah mempertimbangkannya?” Juli mengulang kata-katanya di kehidupan sebelumnya.


“Guru! Tentu saja saya telah mempertimbangkannya guru” jawab Aira senyum bahagia.


Juli senyum melihat Aira masih bisa diselamatkan, “Untung Aku lebih cepat menemukanmu sehingga aku bisa mengembalikan mata takdir mu” Juli terasa senang.


Yori juga berlutut di belakang Aira namun dia merasa tidak diperlakukan secara spesial seperti Aira, perasaan Yori mulai bertanya-tanya,


“Guru kenapa guru tidak menanyakan hal itu padaku sebelumnya?” tanya Yori penasaran, namun Aira langsung menegur kakaknya.


“Bang Yori, diam lah! Kau tidak tahu dengan siapa kau berhadapan, beliau menerima mu sebagai murid saja sebuah keberuntungan besar bagimu.. kau tidak tahu berapa banyak orang-orang berpangkat besar bercita-cita menjadi murid beliau tapi ditolaknya mentah-mentah” Aira memperingatkan kakaknya setengah berbisik.


Juli senyum menggeleng-gelengkan kepalanya, “Senior Yori, tadi itu saya dan dirimu sedang dalam keadaan sibuk tidak menentu, sehingga aku lupa, baiklah se..”


Belum sempat Juli meneruskan kata-katanya, Yori langsung memotong, “Maaf guru! Tidak usah, tidak usah saya sudah mengerti kok!” ucapnya sambil melambai-lambaikan kedua tangannya.


Aira kembali memarahi kakaknya, “Diamlah kakak bodoh!” bentak Aira setengah berbisik.


Juli senyum menggaruk-garuk kepalanya, “Baiklah.. Baiklah..” kemudian ia mengeluarkan ratusan kristal siluman dari dalam cincin ruang,


“Baik! Tugas pertama kalian serahkan batu kristal siluman ini pada mereka yang belum memilikinya, atau ganti saja milik mereka dengan yang baru ini” Juli menyerahkan batu siluman pada Aira yang kebetulan ia masih berlutut di depan Yori.


Aira segera mengambilnya dengan tampungan dua tangannya, Yori dari belakang penasaran kerana untuknya tidak diberikan sementara Juli telah berbalik badan meninggalkan mereka dalam posisi berlutut.


“Guru sangat pelit dan pilih kasih, semuanya diberikan untukmu, seharusnya dibagi-bagi, sebagian untukmu sebagai untukku” gumam Yori terlihat sedikit jengkel.


Aira langsung menatap kakaknya dengan tatapan dingin seraya meletakkan semua kristal siluman pada tangan kakaknya,


“Ambillah! Bang, Jagalah sikapmu pada guru, berpikirlah dewasa, seharusnya pikiran sepertimu itu milikku bukan milikmu yang sudah berumur di atas ku.. sekarang bang Yori bagikan semuanya, aku ingin menjumpai kakak Helga terlebih dahulu” Kata Aira dengan tatapan mata merahnya hingga Yori bergidik.


“Tapi.. tapi guru kan tidak mendengarkannya.. apa salahnya bercanda” Yori membela diri.


Aira menatap tajam Yori, “Apa katamu? Ku beritahu ya, Guru itu bisa mendengar ratusan meter jaraknya, bisa mengetahui apapun yang kau lakukan dibelakangnya, bicaramu itu bahkan seperti kau berbicara di telinganya, paham! Tapi bukan itu masalahnya, Tapi! Mana rasa hormat mu pada gurumu itu yang lebih penting” Nasehat Aira, dan ia langsung bergegas cepat meninggalkan Yori sendirian dalam penjara.

__ADS_1


Yori senyum bahagia, “Terserahlah apa yang kau katakan dik, yang penting kau masih hidup, itu saja sudah cukup buatku” Yori kembali bangkit dan segera berlari keluar penjara untuk membagi-bagikan kristal siluman seperti yang diperintahkan gurunya.


**


__ADS_2