Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 43. Sebelas Pahlawan Suku Padri


__ADS_3

Di bawah penerangan bulan purnama di depan gua ribuan Pemburu Iblis bersenjata lengkap berjalan lalu-lalang melakukan penjagaan ketat, tenda-tenda putih tempat teduhan mereka terlihat jelas dibawah cahaya rembulan malam, api-api unggun bersinar terang memeriahkan suasana di kawasan itu, para Pemburu sebagian duduk-duduk santai sambil sambil menikmati kopi mengelilingi api unggun didepan tenda mereka, sesekali suara senda gurau terdengar jelas diiringi tawa memecah kesunyian malam.


Setiap api unggun biasanya ditempati beberapa orang Pemburu Iblis mereka terlihat saling berbagi informasi dan pengalaman masing-masing,


“Ini aneh! Pasukan yang dikerahkan ke tempat ini seribu orang lebih padahal musuhnya jika pun ada hanya sebanyak 10 orang saja, bahkan jika terjadi pertempuran karena mereka nekat kemari kita bahkan tidak sempat melihat wajahnya” terdengar pembicaraan seorang bertopeng kuning yang duduk didepan api unggun memberi komentar pada rekan-rekannya.


“Kau tahu tidak, aku dengar malam ini Irawan putra mendiang Raden pemburu legendaris itu akan menyerang kemari, dan itu akan membuat kita kewalahan, patut saja kita dikerahkan sampai sepuluh persen kemari” Jelas seorang anggota bertopeng putih dengan nada serius.


“Kau ini… kalau begini ketat penjagaannya, jangankan Irawan putranya, Raden itu sendiri datang kemari bakalan mampus, Hahaha” terdengar ucapan mereka sambil tertawa-tawa.


Tang! Tang! Tang! Tang!


Bunyi bel bahaya tiba-tiba terdengar, semua penjaga segera bangkit dari tempat duduknya pandangan mereka mengarah pada sumber bunyi suara,


“Ada serangan! Ada serangan!” teriak seorang pasukan dengan wajah pucat memperingati pasukan lainnya dengan napas terengah-engah,


“Di mana penyerangan? Arah mana?”


“Di barisan depan, cepat bergegaslah ke sana”


“Ayo berangkat!” Ratusan Pemburu Iblis bergerak serentak bergegas pergi ke sumber penyerangan yang tidak begitu jauh dari tempat penjaga mereka.


**


Tidak Jauh dari depan Gua lblis seorang pemuda berumur 20 tahun bertubuh tinggi besar berotot kekar berpangkat dua perunggu diikuti 10 orang berbadan kekar mengenakan zirah perang terbuat dari besi terus mengamuk dalam kepungan ratusan pasukan Pemburu Iblis, mereka menerjang maju dalam kepungan bagaikan sekawanan singa buas.


"Gawat mereka terlalu kuat"


"Iya, Serang saja sebelum para petinggi turun tangan"


"Jangan! lebih baik kita mundur saja dulu"

__ADS_1


Anggota Pemburu Iblis menjadi terpecah konsentrasinya hingga mereka menjadi lengah, kelengahan itu menyebabkan beberapa Pemburu Iblis merengang nyawa akibat hantaman palu-palu besar milik Suku Padri,


“Apa yang kalian bicarakan! Cepat lumpuhkan mereka semua, mereka itu para pemberontak yang sangat berbahaya, terutama pemuda itu cepat lumpuhkan dia! Dia Pemburu Irawan anak mendiang Raden yang terkenal itu!” suara teriak perintah salah seorang kepala pasukan yang memakai topeng merah.


“Siap! Ketua!” jawab ratusan pasukan Pemburu Iblis bergerak serentak menyerang kearah seorang laki-laki tampan Suku Padri yang terlihat sangat piawai menggunakan palu sebagai senjata utamanya.


“Palu Terbang Pemecah Udara!”


Teriak pemuda yang dipanggil Irawan itu seraya menghantam udara dengan palunya secara dahsyat sampai membuat udara retak disekiarnya, efek dari hantaman itu menyebabkan gelombang kejut yang sangat dahsyat hingga memental orang-orang disekitarnya dalam radius puluhan meter.


BROOOM


Seorang pria suku Padri berusia 50 tahun menerjang maju dengan sangat gagah berani mendahului Irawan,


“Pahlawan Padri bangkit lah! maju berjuang bersama Ketua Irawan! Serang!” Teriak seorang tua berbadan tegap yang menjadi pemimpin Suku Padri, ia terus menerjang maju menghantam siapapun dihadapannya dengan sangat cepat dan diikuti sepuluh orang Suku Padri lainnya, sepak terjang sebelas orang Suku Padri sampai-sampai membuat para Pemburu Iblis sangat kewalahan dalam menghadapi mereka.


"Cepat panggilkan Petinggi Toru! Kita tidak sanggup melawan mereka"


**


Juli melihat kearah Hana yang terlihat ragu-ragu memenggal leher Pemburu yang telah dikalahkannya,


“Hana! Cepat lah kemari, ingat! Ketika kau habisi mereka gunakan lah cairan kutukan yang telah ku berikan mu, aku tidak memiliki banyak waktu bulan purnama hampir berada dipuncaknya” perintah Juli terus bergerak cepat memenggal para pasukan Pemburu Iblis yang mencoba melarikan diri darinya.


Hana telah memenggal sekitar lima puluh orang dengan teknik-teknik yang diajarkan oleh Juli padanya namun kini hatinya semakin gelisah setiap kali ia harus memenggal leher musuh-musuhnya,


Hana sejenak tertekun setelah dia memenggal beberapa orang sekaligus,


“Senior! Aku tidak menyangka akan membunuh orang sebanyak ini saat berpetualang bersama mu, tapi kurasa aku tidak memiliki pilihan lainnya jika harus ikut bersamamu, lama-lama aku akan menjadi monster seperti mu” Hana kembali bergerak cepat memenggal siapapun yang dia temui, pergerakannya mulai cepat dan teknik-teknik yang di gunakan sudah lumayan dari pada sebelumnya.


"Tolong.. tolong kami.."

__ADS_1


Ratusan orang terus melarikan diri kearah markas besar Pemburu Iblis, mereka tidak menyadari, itu tidak ubahnya bagaikan semut yang menyeret botol minyak lampu ke sarangnya.


Juli terlihat santai, ia sebenarnya telah memenggal dua ribu orang Pasukan Iblis tanpa mengedipkan mata, senyum ceria selalu menghiasi bibirnya seolah ia seorang anak yang baru saja mendapatkan hadiah tak ternilai harganya,


“Hana! Aku dapat merasakan pasukan tak berkepala sedikitnya lima ribu orang dan telah ku kerahkan untuk membantai semua pasukan yang tersisa di berbagai pelosok kota, jumlah mereka ini tidak terlepas dari bantuan para Pemburu Iblis itu sendiri yang bersedia memburu kawan-kawannya, namun dalam markas besar ini sedikitnya mereka ada lima ribu orang, aku harap tidak seorang pun lolos malam ini” Juli senyum tatapan matanya terarah pada beberapa penjaga yang berjalan lalu lalang didepan pintu masuk markas besar.


Hana menghampiri Juli, “Senior! Apa yang akan kau rencanakan? kalau bisa kita atur cara lainnya saja, kurasa memotong kaki mereka saja sudah cukup, dan kita akan memberikan kesempatan pada mereka untuk bertobat, bagaimana?” tanya Hana penasaran, begitu melihat wajah Juli senyum mekar ia pasti dapat menduga sesuatu hal buruk lainnya akan terjadi.


Juli mengalihkan pandangannya ke langit, ia menatap bulan purnama, raut wajahnya berubah menjadi khawatir ia menggeleng-gelengkan kepalanya,


“Hana! Perasaan ku sedang tidak enak, sepertinya aku harus mengerahkan seribu pasukan tak berkepala untuk menyerang tempat ini, sementara kita harus bergegas berangkat ke Gua Iblis, kurasa hal yang buruk akan segera terjadi disana” Juli mulai berjalan mengubah arah.


“Hey! Siapa disana!”


Terdengar seorang penjaga pintu markas menegur Juli dan Hana dari kejauhan, Juli hanya senyum,


'Tidak ada apapun kecuali kematian' batin Juli terus mempercepat langkahnya.


Sementara itu seribu orang pasukan tak berkepala mulai berdatangan kearah penjaga yang menegur Juli tadi.


Hana menelan ludahnya saat melihat ratusan orang tak berkepala berlari secara tergepoh-gepoh kearah markas besar Pemburu Iblis,


“Senior! Aku benar-benar seperti memasuki dunia yang berbeda saat melihat pemandangan mengerikan seperti ini” Hana mempercepat langkahnya mengejar ketinggalan dari Juli yang terlihat berjalan setengah berlari.


Juli senyum pahit, “Kau lihat lah! Karena mereka hanya terlihat untuk malam ini saja, karena besok mereka akan menghilang dari muka bumi, Hana pejamkan matamu!” Ucap Juli senyum sambil menjentikkan jarinya.


"Apa? Baiklah" Hana segera memejamkan matanya tanpa membantah namun langkah kakinya terus berjalan mengikuti langkah Juli.


Juli senyum, “Hukum Teleportasi Ruang Waktu!” gumam Juli pelan, yang membuat dirinya dan Hana hilang bagai debu ditiup angin dalam kegelapan malam.


Sementara itu semua orang-orang tak berkepala terus berdatangan menyerang markas besar Pemburu Iblis, tidak lama kemudian bel peringatan bahaya pun berbunyi diiringi suara pertarungan dan jeritan mengerikan semua orang yang berda di dalamnya.

__ADS_1


**


__ADS_2