Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 37. Kingkong dan Mina


__ADS_3

Lembah Iblis dulunya dikenal dengan nama Lembah Teratai Langit milik suku Padri barat, dari dahulu kala tempat ini merupakan tempat yang sangat indah permai banyak didatangi oleh para pengunjung dari luar kota, baik sebagai pelancong maupun hanya untuk sekedar berniaga dan mengadu nasib.


Masyarakat Padri di lembah ini hidup makmur sentosa aturan dan hukum terjaga dengan baik, di lembah ini masyarakat umumnya bermata pencaharian pengukir seni, petani dan nelayan hal itu tidak terlepas dari keberadaan danau air tawar yang bersebelahan dari lembah ini.


Akan tetapi Lembah Teratai Langit dulu berbeda dengan Lembah Iblis sekarang, semenjak kemunculan Pemburu Boris Si Iblis Barat mendirikan Organisasi Pemburu Iblis sepuluh tahun lalu semuanya sudah berubah total,


Belakangan ini Lembah Iblis telah sepenuhnya dibawah kendalikan Boris sehingga perampokan, pembunuhan, penculikan, perjudian dan berbagai macam kegiatan kriminal lainnya telah meraja rela dan mengakar.


Banyak suku Padri yang tidak sanggup bertahan hidup di kota ini karena keadaan sangat tertekan sehingga sebagian orang memutuskan untuk pergi meninggalkan kota Lembah Iblis, namun sebagian besar penduduk miskin terpaksa bertahan hidup dibawah tekanan dan penyiksaan setiap harinya dan pula tidak sedikit rakyat jelata sampai menghembuskan napas terakhirnya dengan sangat mengenaskan di kota lembah ini.


Di Lembah Iblis belakang ini beredar desas-desus bahwa ada seorang pemuja iblis yang mengorbankan banyak gadis untuk meningkatkan budidaya tubuhnya, setiap gadis akan di potong urat nadinya diminum darahnya sementara jasadnya dilemparkan kedalam sumur Iblis yang berada dalam sebuah gua yang tidak jauh dari Kota Lembah Iblis.


Dalam penjara bawah tanah ada ratusan para gadis remaja dikumpulkan, mereka dirantai layaknya seekor kambing semua gadis itu akan dijadikan tumbal Iblis pada bulan purnama. Setiap ritual yang dilakukan selalu di jaga ketat oleh para Organisasi Pemburu Iblis Kegelapan di berbagai wilayah perbatasan Lembah Iblis.


Seorang gadis kurus yang telah dirantai kedua tangan diseret paksa oleh sepuluh orang berseragam hitam ke dalam Kota Lembah Iblis sepanjang jalan banyak warga Padri yang melihat kebiadaban itu namun tidak ada diantara mereka yang berani melawannya.


“Ayo! Cepat seret gadis itu.. gadis gembel hanya menjadi beban kerajaan saja” gadis itu terus diseret paksa dengan rantai yang telah membelenggu tangannya.


“Ayo cepat! Kita masih kekurangan beberapa orang gadis lagi.. genap kan seratus orang sekali korban sekali ritual, kalau tidak Tuan Boris akan membunuh kita” terdengar perintah seorang berseragam hitam berlambang kepala Iblis bintang enam.


Para Warga Padri miskin lemah yang melihat kejadian itu langsung menghilang satu persatu masuk ke rumah masing-masing rasa trauma yang mendalam membuat mereka tidak berani melawan walaupun yang di rampas oleh Organisasi Pemburu Iblis adalah sanak famili mereka sendiri, karena siapapun di lembah iblis telah mengenal siapa Pemburu Boris Si Iblis Barat yang sebenarnya.


**


Sore hari seorang anak berusia delapan tahun berjalan dengan santai yang diikuti oleh sembilan anak-anak lainnya mendatangi Lembah Iblis Barat dengan penuh riang dan canda tawa. Sesampai dekat pintu gerbang mereka berhenti sejenak,


“Bang Juli! Bukankan ini Lembah Iblis?” Tanya anak kecil berumur lima tahun menunjukkan ke sebuah kota besar yang terlihat kotor gagak-gagak beterbangan di angkasa karena bau bangkai yang menyengat di daerah itu.


“Hm.. Benar Yogi!" Jawab Juli santai lalu ia mengalihkan pandangannya pada Hasnah, "Hasnah.. di dalam sana sangat kotor.. kalian tunggu lah disini kakakmu ada di dalam sana, aku berjanji akan membawa dia kembali dengan selamat, percaya lah padaku, Hana kamu jaga lah mereka.. kau dan anak-anak bersembunyi saja di dalam gebuk itu” Juli menunjukkan sebuah gebuk reot tidak jauh dari tempatnya.


“senior! Aku akan membantu.. percayalah aku sudah bisa mengendalikan napas naga kuno..” Hana menatap Juli dengan tatapan serius.


“Hm.. Aku percaya padamu, tapi untuk sekarang tugasmu adalah menjaga keselamatan mereka?” Juli senyum hangat


“Tapi senior… di kota ini sangat berbahaya aku takut didalam banyak jebakan, aku bisa mengatasinya dengan mata nagaku” Ucap Hana bersikeras ingin ikut.

__ADS_1


“Baiklah! Tapi kau jangan banyak bicara.. dan diam saja melihat tindakan ku.. karena ini akan sedikit mengerikan...” Juli senyum dingin.


Hasnah menjadi takut karena hari semakin gelap berada di luar kota akan semakin terancam dari hewan Ghaib, “Tuan Juli, bagaimana dengan kami apa kami akan tatap ikut?” tanya Hasnah bingung karena diluar kota juga sangat berbahaya bagi mereka apalagi hanya bersembunyi dalam gebuk reot tanpa pengawalan.


Juli senyum hangat, "kalian semua akan ikut masuk ke dalam, tetapi setelah aku masuk duluan dengan Hana.. Jadi Kak Hasnah kau tenang saja.. karena aku memiliki seorang teman yang akan menuntun kalian nantinya”


Hana dan Hasnah saling pandang, mereka penasaran dengan perkataan Juli karena selama ini tidak ada orang lain yang mengikuti mereka.


“Siapa yang akan menemani mereka senior?” Hana penasaran, karena bagaimana pun Juli sangatlah misterius baginya.


Juli senyum melihat kearah anak-anak, “Adik-adik! Abang Juli ada peliharaan.. peliharaannya gedek banget jangan takut ya.. dia kawan yang baik, hehehe, iya?” Juli mencoba menghibur anak-anak.


Yogi menghampiri Juli dengan sebatang ranting, “Jangan khawatir bang! Bawa saja dia kemari.. kalau dia berani menyentuh keluargaku.. maka aku akan membunuhnya dengan pedangku ini” Yogi menunjukkan ranting kayu dengan penuh semangat.


Juli senyum menggaru-garukan kepalanya, “Ya.. ya.. Kamu memang anak pemberani Yogi.. Jadi kumohon.. jangan takut ya?” Pinta Juli pada yogi dan anak-anak lainnya, Juli mengalihkan pandangan pada Hasnah,


“Hasnah.. kamu juga jangan takut ya.. dia akan menjaga kalian dengan baik” Juli menjelaskan sebelumnya karena dia khawatir mereka akan ketakutan setelah melihat penjaga yang dipanggilnya.


Hasnah senyum, “Tenang saja, saya tidak akan takut! karena saya telah mengalami banyak hal yang mengerikan selama ini” terang hasnah dengan tenang.


Juli senyum senang, Hana terlihat penasaran hal apa lagi yang akan dilakukan oleh Juli karena selama ini Juli selalu membuat kejutan.


“KINGKONG!”


Wusss…. Wusss…


Whom…


Tiba-tiba, Seekor Siluman Kera Bertanduk setinggi hampir delapan meter muncul di depan mereka, mata bercahaya, aura pembunuh yang dipancarkan sangat menyeramkan hingga membuat mereka menggigil sampai ke tulang-tulangnya, Yogi seketika itu juga rantingnya patah dan ia langsung berkeringat dingin, Hasnah tanpa terasa ngompol di celana, sementara anak lain semuanya menjerit ketakutan,


"Eh! Siluman Kera Bertanduk!"


Hana Juga kaget bukan main ia tidak mengira sebelumnya rupanya Kingkong lah yang menendang semua orang kala itu di Pintu Portal, Hana melihat betul bahwa Kingkong ini selalu mengikuti mereka dalam barisan,


‘Rupanya kera ini suruhan Senior, hehehe, pantas lah apapun yang disuruhnya pasti di ikuti mereka… Sungguh sangat licik’ batin Hana mengeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


ROAAAR!!


“Diam lah, kingkong! Kau menakuti anak-anak! Sini duduk yang baik dan minta maaf lah pada anak-anak” perintah Juli cepat.


“Ah! Tu.. tuan maaf..! Hai anak.. anak.. aku Kingkong.. siap bersahabat dengan kalian jangan takut ya.. aku tidak makan manusia seperti kalian.. aku hanya makan manusia jahat saja” Kingkong mencoba senyum se-ramah mungkin yang menjadikan wajahnya semakin mengerikan.


“Kakak aku takut!” Anak-anak semakin berpelukan karena ketakutan.


“Ba.. Bang Juli.. singkirkan monster itu kami tidak ingin berkawan dengannya” teriak Yogi gemetar hebat.


“Kingkong! Sudah jangan senyum begitu.. kamu memang tidak layak untuk menjaga anak-anak! Baiklah aku akan menggunakan yang lainnya” ucap Juli sambil mengeluarkan sebuah kristal kehidupan dari dalam cincin ruangnya.


Wuss..


Juli mengeluarkan sebuah kristal hijau lalu ia menggigit jarinya hingga berdarah serta langsung meneteskan darahnya pada kristal kehidupan, cahaya hijau keluar dari batu kristal hingga membuat suasana semakin terang.


Wusss


Kristal itu berubah menjadi seorang anak perempuan kecil berumur tujuh tahun memiliki sepasang sayap indah dan sepasang tanduk panjang menghiasi kepalanya, Anak itu segera bertekuk lutut di depan Juli.


“Saya Mina.. siap melayani tuan ku” ucapnya dengan penuh Sopan.


Hasnah dan Hana terkejut bukan main saat melihat kemunculan Mina hal itu bukan karena Mina bertanduk atau pun bersayap tapi pangkatnya bintang hitam yang tidak pernah didengar oleh mereka sebelumnya.


“Apa? Pangkat bintang hitam? Pangkat apaan tu?” tanya Hana spontan ia dapat menduga setidaknya itu lebih tinggi dari pangkat bintang yang selama ini dia lihat.


“Eh!” Juli terkejut ia baru teringat Mina memiliki satu bintang hitam, “Itu Bintang pura-pura.. untuk menakuti musuh, hehehe.. Baik lah anak-anak bagaimana kalau kalian dijaga oleh kakak ini? Apa kalian setuju?” tanya Juli senyum.


“Setuju!!” Semuanya anak-anak serentak menyetujuinya, mereka terlihat bahagia dan senang karena Mina terlihat sangat ramah dan cantik mereka bahkan tidak peduli dengan pangkat yang ada di lengannya.


“Baiklah kalau begitu.. Mina akan tinggal dengan kalian.. Sementara Kingkong dan Kamu Hana ikuti aku.. kita akan menyembelih ayam malam ini” ucap Juli mengeluarkan sebilah pedang tingkat perang dari dalam cincin ruangnya.


“Baiklah! Ayo…!”


“ROOOAAARR!”

__ADS_1


“Diam lah Kingkong!”


**


__ADS_2