
Juli telah melihat Hana memasuki Portal Ruang yang tercipta oleh artefak kuno milik pengawal kekaisaran Bumi Tengah. namun, Juli tak mampu mencegahnya sebab kondisi tubuhnya saat itu sangat parah, bisa bertahan hidup saja sudah bisa dikatakan sebuah keajaiban. Karena menggunakan teknik kuno leluhur resikonya sangat fatal, bahkan tidak sedikit yang kehilangan nyawanya setelah itu.
Pada dasarnya Juli memang berniat meledakkan dua hukum dewa miliknya, akan tetapi saat menyadari musuhnya memilih kabur maka ia mengurungkan niatnya. Walaupun demikian resiko yang ditanggungnya sangatlah buruk.
Kini dibawah terik matahari yang tertutup debu tipis dan membumbung sampai ke awan, Juli tergeletak ditanah berdebu dan berkawah. Tubuh Juli terasa kaku dan mati rasa namun telah dapat digerakkan.
“Hana!” panggil Juli lemas, sekilas ingatannya kembali pada detik-detik kepergian Hana bersama para pengawal kekaisaran Bumi Tengah.
“Aku gagal, Tidak! Apapun yang terjadi aku harus menyelamatkannya, Aku tidak boleh gagal” Juli Perlahan membuka matanya menatap langit, semangat juang dan kegigihan terpancar dimatanya.
“Aku harus bangkit! Harus!”
Juli berusaha bangkit duduk, sekujur tubuhnya terasa sakit tapi ia tidak menghiraukannya.
“Ahk! Kurasa tubuhku telah hancur” gumam Juli datar, kini ia bergerak perlahan memeriksa kondisi tubuhnya.
‘Ah! Tubuhku luka di beberapa bagian dan pakaianku hancur, aku harus memulih diriku terlebih dahulu, kukira aku akan kehilangan banyak kristal siluman parasit kali ini’ batin Juli mulai memeriksa isi cincin ruangnya.
Dalam cincin ruangnya Juli masih menyimpan ratusan Kristal hijau level tiga dan ada beberapa level empat, Kristal ini ia dapatkan dari tanah hutan parasit sebelumnya.
Juli segera menelan kristal tersebut dan menyerapnya. Dalam beberapa jam saja, Juli telah menghabiskan puluhan Kristal hijau namun belum bisa menyembuhkan tubuhnya secara sempurna.
“Ah! Kalauku gunakan kristal sampai habis sekalipun belum tentu aku akan sembuh sempurna, namun ini saja jauh lebih baik sekarang”
Juli kembali bangkit, kini matanya terarah pada sosok tubuh gadis cantik yang tergeletak di tanah tak sadarkan diri dan hanya beberapa meter darinya.
“Putri Yara! Kalau saja Hana tidak melarangku untuk membunuhmu sebelumnya, maka kau sekarang telah menjadi hantu, tapi dunia ini sangat aneh, Baiklah! demi Hana aku akan menyelamatkanmu kali ini”
Juli memeriksa keadaan Putri Yara yang telah tidak sadarkan diri, “Ah! Padahal aku telah mengurangi kekuatan tinjuku, dia masih saja terluka separah ini, ususnya hancur dan wadah tenaga dalamnya juga hancur, sungguh mengerikan” Juli menggeleng-geleng kepala mulai menyesal.
Juli tahu, kalau ia tidak menyelamatkan Putri Yara sekarang, maka Putri Yara tidak akan mampu bertahan untuk satu jam kedepan.
“Sepertinya aku harus menggunakan kristal hijau lagi” Juli mengeluarkan kristal siluman hijau kemudian diletakkan diatas perut Putri Yara yang telah rusak parah.
Juli mengaliri tenaga dalamnya untuk memperbaiki bagian tubuh Putri Yara yang rusak.
Pengobatan Juli terhitung misterius akan sangat sulit jika ditiru mentah-mentah. Setelah beberapa batu Kristal hijau habis terserap, Juli kemudian meneteskan darahnya pada luka Putri Yara.
Setelah proses pengobatan selesai, luka tubuh Putri Yara sembuh total dan seolah luka itu tidak pernah ada sebelumnya.
Sebenarnya yang sembuh hanya luka fisiknya saja, tidak dengan wadah induk tenaga dalam yang telah hancur lebur.
__ADS_1
**
Bumi Tengah merupakan daratan benua yang jauh lebih luas bila dibandingkan empat benua lainnya, di benua ini setiap ras memiliki wilayah kekaisaran sendiri, seperti kekaisaran manusia, kekaisaran peri, kekaisaran kurcaci, kekaisaran siluman, serta berbagai kekaisaran lainnya.
Semenjak dahulu kala setiap ras selalu ingin mendominasi terhadap ras lainnya. Oleh karena itu, peperangan antar ras kerap terjadi. Seperti dalam beberapa melenial ini, bangsa manusia berperang dengan bangsa siluman, baik dalam memperebutkan wilayah maupun dalam memperebutkan sumber daya alam.
Kekaisaran Bumi Tengah memiliki kota terbesar dan terkuat di dunia, dengan jumlah penduduk milyaran, serta memiliki jutaan para ahli.
Ibu kota Kekaisaran Bumi Tengah sendiri dikenal dengan “Kota Para Dewa”, Julukan ini bukan tidak beralasan, julukan ini disebabkan ada ratusan manusia tingkat dewa yang mendiami tempat ini.
Di halaman belakang Istana Bumi Tengah yang luas dan megah, sebuah pintu portal kembali menyala setelah sekian lama vakum. portal ini bersifat pribadi dan khusus untuk kepentingan keluarga kekaisaran.
Beberapa pasukan pengawal pintu portal segera melaporkan kejadian itu pada atasannya.
“Lapor Kapten Agus! Pintu portal pengawal istana telah menyala” seorang perajurit berjirah emas melaporkan.
Seorang bertubuh besar mengenakan zirah emas mendatangi pintu portal, “Sepertinya Putri Yara telah menemukan Putri Rihana”
Lelaki paruh baya yang dipanggil Kapten Agus bergegas membawa beberapa pasukannya menuju pintu portal dan disusul oleh beberapa selir dan dayang.
Setelah menunggu beberapa menit, dari pintu portal keluar lima orang, empat orang pria dalam kondisi mengenaskan sementara seorang lagi anak perempuan berusia tujuh tahun.
“Yang Mulia Rihana, Semoga di beri panjang umur beribu-ribu tahun”
Informasi kepulangan Putri Rihana menyebar cepat, Ratu Para selir dan dayang terus berdatangan menyambut kepulangannya dan mereka terlihat akrab dengannya. Istana dalam sekejap menjadi ramai atas kepulangan putri Rihana.
Disisi lain keempat pengawal istana kini disambut oleh para beberapa pasuka khusus kekaisaran. wajah keempat pengawal ini terlihat pucat, karena kapten Agus sedang menunjukka sikap tidak tenangnya.
“Dimana Putri Yara? Kenapa dengan tanganmu tetua kelima”
Pertanyaan pertama Kapten Agus ini dapat diperkirakan oleh keempat pengawal istana bumi tengah. Walaupun mereka dalam kondisi buruk, namun kalau salah menjawab maka dapat dipastikan kalau mereka akan mati saat ini juga.
Kakek buntung memberi hormatnya sembari menahan rasa sakit, “Kapten Agus, maafkan kami, didalam kubah pelindung Bumi Barat. Tepatnya, di Kekaisaran Purba, kami menemukan bocah iblis barat dan kami bertempur habis-habisan dengannya, hasilnya Putri Yara terbunuh ditangannya dan kami terluka parah, namun kami beruntung masih dapat menyelamatkan Putri Rihana dari sana” Jelas Kakek tua pengawal itu pada kapten Agus dengan wajah ketakutan.
“Apa? Kalian berlima bisa kalah dari bocah iblis! Apa tingkat budidaya tubuhnya?” Sorot mata Kapten Agus tajam seolah ia ingin menelan empat orang didepannya.
Keempatnya saling pandang, mereka terlihat bingung untuk menjawabnya.
Pria bertopeng hijau maju memberi hormatnya, “Kapten! kami tidak mampu melihat budidaya tubuh anak itu, namun kami sangat yakin itu setidaknya satu atau dua tingkat dibawah kapten, dan itu mustahil untuk kami lawan” si topeng hijau berbohong.
Karena kalau mengatakan kebenarannya, maka mereka tidak yakin untuk dapat hidup beberapa detik kedepannya. Mereka mengetahui kalau Juli sebenarnya tingkat Batu, dan jika di bumi tengah, Tingkat Batu bahkan tidak masuk hitungan dasar sekalipun. Akan tetapi jika mengingat teknik-tekniknya itu, Juli bahkan melampaui kapten Agus.
__ADS_1
Kapten terkejut, “Satu atau dua tingkat dibawah ku, sepertinya kehancuran kekaisaran di bumi barat cuma menunggu waktu saja, menurut informasi yang kudapatkan, Aliran hitam didalam kubah pelindung sangat banyak, dan telah menguasai enam puluh persen Kekaisaran Purba, sungguh kekaisaran yang lemah” Kapten Agus menjadi kesal.
“Benar kapten, bahkan dua raja disana adalah kakitangan sekte iblis dan mereka membantai manusia dengan mengirim ke hutan tanah parasit” Jelas pria topeng hijau, karena menurut informasi yang mereka miliki, Dewi Iblis ingin mempercepat memanen ternaknya didalam kubah pelindung.
“Baiklah! Kami akan memikirkannya nanti, karena kepulangan Putri Rihana akan menimbulkan gejolak baru di kekaisaran, sekarang kalian pergilah istirahat dulu”
Kapten Agus ialah salah satu kapten kepercayaan kaisar yang bertanggung jawab atas keamanan keluarga kekaisaran, kehilangan Putri Yara juga juga termasuk kegagalannya.
**
Didalam kamar mewah istana Kekaisaran Bumi Tengah, seorang anak perempuan cantik jelita terlihat murung, sudah dua hari ia bahkan belum menggantikan pakaiannya yang kotor. Airmatanya bercucuran deras beberapa dayang mencoba menghiburnya namun tidak berhasil.
Kini pintu kamarnya kembali diketuk, dan sosok wanita cantik jelita mengenakan pakaian kebesaran kekaisaran memasuki ruangannya.
“Rihana anakku! Apa kau tidak apa-apa nak?”
Melihat Ibunya, Rihana menundukkan kepala dan mengusap airmatanya cepat, sebuah senyuman mekar diperlihatkan seolah dia sedang tidak berduka.
“Ah! Ibu, Aku tidak apa-apa, sepertinya aku harus tinggal disini bu, apalagi titah ayahanda saya akan dikurung rumah selama lima tahun” Hana mencoba senyum.
Ratu Kiria ialah seorang ratu bijaksana dari bangsa Arwa, keturunan buyut dari bangsa Ba-Un Kuno, bola matanya berwarna keemasan dan memiliki kemampuan misterius.
Ratu Kiria dipercaya bisa melihat masa depan disaat-saat tertentu, serta bisa menilai watak seseorang dengan sekali lihat. Kemampuan ini Juga menurun pada Rihana walaupun kini ia tidak menyadarinya.
“Ibu! Hatiku sangat sakit, bisakah ibu menyembuh hatiku ini?” Hana tanpa sadar meneteskan airmata kembali walaupun bibirnya mencoba untuk senyum.
Ratu menggeleng kepalanya, “Rihana, aku memang tidak bisa menyembuhkan mu, tapi kurasa, kunang-kunang emas didalam jubahmu itu bisa melakukannya” Ratu Kiria meraih kunang-kunang emas dari jubah Rihana.
Rihana terkejut, karena kejadian-kejadian belakangan ini ia sampai lupa pada kunang-kunang emas yang disimpannya.
“Ah! ibunda, berikan kunang-kunang itu padaku” Hana mencoba merebut dari tangan ibunya, akan tetapi ibunya mengangkat tangan kirinya menyuruh Hana tetap di posisinya.
Ratu Kiria melihat kunang-kunang itu dengan seksama, sejenak kemudian ia terkejut.
“Kunang-kunang Dewa Leluhur? Kenapa kunang-kunang ini ada padamu?” kekagetan ibunya itu membuat Hana semakin penasaran.
“A.. Apa maksudmu ibu, kunang-kunang ini tercipta dari tubuh seniorku” Hana mencoba menjelaskan apa yang dilihatnya.
“Apa kau bilang? Ini tercipta dari seniormu?” Ratu karia semakin kaget, seakan ia tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
**
__ADS_1