Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 77. Kerajaan Embun


__ADS_3

Kerajaan Embun Barat


Kerajaan Embun Barat memiliki wilayah yang sangat luas hampir sepersepuluh dari total wilayah Kekaisaran Purba, kerajaan ini memiliki tanah yang subur dibandingkan dengan tiga kerajaan lainnya, manusia tak berguna (orang tak berpangkat) umumnya bekerja sebagai petani, nelayan, penambang, serta berbagai pekerjaan rendahan lainnya.


Kerajaan Embun dipimpin oleh Raja Darwan, seorang raja yang sangat zalim terhadap rakyatnya ia tidak segan-segan menyiksa dan menjatuhi hukuman pancung sekeluarga biarpun dalam kasus yang sepele, hukuman itu berlaku bagi siapa saja yang ia inginkan baik untuk rakyat maupun untuk petinggi-petingginya serta tidak jarang pula ia menghukum keluarga selir-selirnya.


Raja Darwan mempunyai dua orang ratu yang saling bersaing dan seribu orang selir cantik jelita, serta 12 pangeran dari dua ratunya dan ratusan pangeran dari selir selirnya sementara putrinya berjumlah sangat banyak hingga tak terhitung.


Namun demikian, beberapa hari ini Raja Darwan terlihat sangat murka oleh dua kejadian yang sangat mengusik dirinya, pertama mengenai hilangnya pangeran kesembilan saat berkunjung ke Lembah Iblis, yang kedua munculnya Pintu Portal di depan istananya.


Semenjak beberapa hari pasukan Kerajaan menyelidiki berita keberadaan Pangeran ke-sembilan akhirnya mendapat keterangan dari Pasukan Klan Singa Hitam yang tersisa, mereka sempat melihat dua Hantu pengawal Pangeran ke-sembilan yang telah berubah menjadi mahluk terkutuk dalam peperangan beberapa hari lalu.


Raja Darwan menjadi sangat murka, kini dua juta pasukan telah dipersiapkan, ratusan pemburu ahli tingkat tinggi telah di panggil untuk melenyapkan Kota Lembah Teratai Langit yang dianggap membangkang karena telah menculik Pangeran ke-sembilan.


Dua juta pasukan itu jumlah yang sangat wajar karena mengingat kota Teratai Langit mampu bertahan diserang oleh 500 ribu pasukan Aliansi Singa Hitam tanpa mengalami kerusakan apapun.


Sekarang rencana itu tertunda semenjak munculnya Portal Emas di depan istana, berbagai pemburu telah dikerahkan untuk membunuh siluman-siluman di dalamnya, tapi sejauh ini semua pemburu yang masuk ke dalam portal tidak ada yang kembali, bahkan pemburu undangan tingkat tinggi dari kerajaan-kerajaan lainnya pun bernasib sama.


Kini bahkan status portal sudah naik menjadi status dua, dan kemungkinan besar jika dalam waktu seminggu tidak bisa diatasi maka para siluman tingkat tinggi akan keluar dari sana, dan itu jelas suatu kerugian besar bagi Kerajaan Embun.


Di halaman luas depan Portal Raja Darwan terlihat sangat murka di depan ratusan ribu pasukan elitnya yang telah berkumpul dalam posisi bersujud padanya.


“Kalian semua dodol… martabak… lembek…. Ayam sayur baajiiinggaaannn…! Satu portal saja muncul di depan istana ini sudah menelan 5 jendral bodoh dan telah menelan 2 pangeran haram ku, dan ratusan ribu pasukan lainnya, namun kekuatan dari gerbang ini masih semakin kuat dan menjadi-jadi! Sekarang kalian semua berkumpul di sini hanya melihat kegagalan rekan-rekan bodoh kalian, Sekarang ku titahkan! Kumpulkan semua manusia sampah dan masukkan mereka semua ke dalam portal ini, cari mereka sebanyak-banyaknya sampai siluman itu puas dan pintu gerbang itu tertutup kembali, Sialan kalian semua sialan! Bagaimanapun kalian harus menutup portal sialan ini dalam waktu tiga hari, jika tidak kalian semua akan ku masukkan ke dalamnya berikut keluarga-keluarga sialan kalian” teriak memaki-maki Raja Darwan, kini matanya menyorot ke arah para petinggi yang telah bersujud padanya.


“Jendral Zamrud! Kau terlalu sibuk dengan selir selir moyangmu! Mana ahli tingkat tinggi dari Kerajaan Api yang kau katakan, kalau hari ini ahli itu tidak muncul kau dan keluargamu akan ku masukkan ke dalam portal sialan ini, camkan itu baajinggaaang teeengik!” tatapan marah Raja Darwan membuat jendral Zamrud pucat pasi.


Jendral Jamrud sebenarnya jendral yang sama kejamnya dengan Raja Darwan namun didepan Raja Darwan ia mati kutu,


“Yang Mulia! dia sebentara lagi juga datang, kalau mereka tidak datang aku berjanji kan memasukkan seribu orang tidak berguna ke dalamnya, tunggu lah sebentar lagi, karena sekarang pasukan telah kukerahkan ke segala tempat untuk menangkap siapa saja untuk dibawa kemari jadi tumbal” jelas Zamrud dengan nada bergetar.


“Diam! Aku tidak mau mendengar ocehan mu dengan mengirim sampah-sampah yang kau tangkap di jalan kemari, atau sampah-sampah yang kau tangkap di tempat lainnya, yang ku butuhkan orang yang mampu nenutup portal ini, kau tahu Zamrud! Gara-gara portal ini aku telah menunda serangan ku ke Lembah Iblis, dan pasukan yang telah kau persiapkan ke sana sudah ratusan ribu mati di dalamnya, kau benar-benar mencoreng reputasi besar Kerajaan Embun ini, lima jendral bawahan mu yang telah kau kirim bahkan benar-benar jendral sampah” Raja Darwan terlihat sangat murka hingga aura pembunuhnya menakuti siapapun yang ada di sana.

__ADS_1


"Ampun yang mulia!"


Puuuuaaaaaaaaahhhhhh…….


Tiba-tiba terdengar terompet kekaisaran dari dalam Portal Teleportasi berwarna hijau, portal ini digunakan untuk teleportasi antar kerajaan dalam satu kekaisaran,


Mendengar sura terompet kekaiasaran membuat semua orang yang berada di sana menjadi pucat termasuk Raja Darwan sendiri, dari wajah murka kembali tersenyum ramah seolah tidak terjadi apa-apa,


"Semuanya bangkit, dan bersiap menyambut Yang Mulia!"


Raja Darwan segera mememerintahkan pasukannya untuk bangkit menyambut kedatangan tamu agung.


Drak! druk! drak! bruuufffff...


Dalam Portal Hijau besar keluar sepuluh orang berkuda mengenakan zirah perang dan seorang pria tampan bermahkota indah di kepalanya, semua orang di sana langsung bertekuk lutut termasuk Raja Darwan.


“Pangeran kedua!”


Ucapan selamat semua orang serentak menggema setelah pria tampan berusia 23 tahun itu keluar dari portal Hijau, kini pandangan mata Pangeran ke-dua teralihkan pada portal keemasan yang berada tidak jauh dari depannya.


“Mm.. Paman Darwan berdirilah! Jangan terlalu formal, aku dengar kalian sedang mengalami musibah yang bertubi-tubi, pertama kehilangan sepupu kesembilan, yang kedua munculnya portal yang tidak bisa kalian hadapi, dan itu terdengar sampai ke telinga ku, jadi selaku orang terkuat tidak mungkin aku membiarkan paman menghadapi musibah ini sendirian” ucapan lembut dan berwibawa terdengar dari Pangeran ke-dua.


Raja Darwan segera bangkit, kini matanya terbelalak saat melihat pangkat Pangeran ke-dua,


“ Pangeran sekarang... Bin… Bintang perak? Selamat! Selamat pangeran, aku sungguh tidak menduga pangeran sehebat itu, kami semua senang, Hahaha” tawa Raja Darwan terlihat gembira namun terlihat kesyirikan dalam tatapannya matanya,


‘Kurang Ajar Pangeran setan ini perkembangannya lebih cepat dari pangeran pertama, sungguh pangeran kedua ini penghambat program-program ku’ Batin Raja Darwan marah.


“Selamat Maha Pangeran! Selamat Maha Pangeran!”


Ucapan selamat terdengar serentak dari semua pasukan, di Kekaisaran Purba selain petapa-petapa tua tidak ditemukan seorang pun berpangkat bintang oleh karenanya pangeran kedua merupakan orang paling jenius di Kekaisaran Purba.

__ADS_1


“Paman, aku beserta dua puluh pasukan elit ku ini akan membantu paman, katakan! Apa aku yang harus kulakukan? Melenyapkan Lembah Iblis ataukah aku yang menutupi portal ini, ingatlah aku hanya akan membantumu salah satunya” jelas Pangeran Ke-dua maksud dari kedatangannya.


Raja Darwan senyum senang, seperti hilang gunung di atas kepalanya, “Terimakasih banyak Pangeran, kalau begitu menutup gerbang raksasa ini adalah faktor yang paling penting, semantara Lembah Iblis akan ku lenyapkan dengan tangan ku sendiri” ucapnya dengan dengan penuh tekad.


“Baiklah kalau begitu aku ingin seratus ribu pasukan mu menemaniku dan tentunya mereka yang di kirim haruslah dari pasukan elit” Pangeran kedua menunjuk ke arah pasukan elit Kerajaan Embun yang telah berlutut seperti lautan manusia di depannya.


Raja Darwan memberi hormatnya, “Hm.. Baiklah, Seratus orang pasukan elit di bawah pimpinan Jendral Zamrud temani Maha Pangeran memasuki portal mereka!” Titahnya langsung.


“Ba.. Baik!”


Dengan terpaksa seratus ribu pasukan elit beransur-ansur masuk ke dalam pintu gerbang mengerikan atas perintah Raja Darwan, tidak lama kemudian suara teriakan mengerikan langsung terdengar di dalamnya, hingga membuat pasukan yang tersisa menelan ludah.


Aaakkkhh! Aaakkkhh!


Di sisi lain Pangeran ke-dua senyum senang, semangatnya menggebu-gebu, “Sepertinya ini giliran kita, mari memasukinya dan membantai, kita pasti dapat panen yang bagus” perintah Pangeran Kedua pada bawahannya.


“Siap pangeran!”


**


Di jalan memasuki pintu gerbang kerajaan telihat banyak pasukan yang menangkap siapa saja yang melintasinya, mereka tidak perduli itu pedagang atau rakyat jelata karena itu perintah langsung dari jendral Zamrud.


Di jalan memasuki gerbang terlihat sunyi untuk beberapa saat, kini dari kejauhan terlihat kereta kuda biasa dipacu kecang oleh seorang tua sepuh, para pasukan kerajaan terlihat senyum senang dengan mangsa barunya.


“Hey! Kalian kepung kereta kuda itu! Aku takut jika ada pendekar tinggi di dalamnya” perintah kepala pasukan operasi pada bawahannya.


“Baiklah!”


Tidak lama kereta kuda itupun sampai, mereka langsung memberhentikannya sebelum sampai di pintu gerbang.


“Hey! Berhenti turun! Pelan pelan!”

__ADS_1


**


__ADS_2